reject analysis

Download reject Analysis

Post on 17-Feb-2016

69 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISIS PENGULANGAN DAN PENOLAKAN RADIOGRAFREPEAT & REJECT ANALISIS WIRA HADI KUSUMA ,STATRO BALI

ObjectiveMengetahui definisi analisis reject dan repeat ProgramMengidentifikasi tujuan RAPMengidentifikasi penyebab pengulangan dan penolakan filmMelakukan prosedur RAP Melakukan perhitungan analisis RAP

Reject AnalisisReject analysis yakni analysis dari foto rontgent yang ditolak dan diulang karena tidak memenuhi syarat untuk keperluan diagnosa.Reject analysis merupakan gambaran secara umum/kasar untuk menemukan penyebab ditolak/diulangnya foto rontgen tersebut, jadi bukan merupakan parameter pasti.Sebaiknya menurut Watkinson dan Moores (1983), untuk mendapatkan data yang akurat harus menganalisis secara rinci faktor-faktor yang terkait dengan kualitas radiografi secara keseluruhan.Sasaran reject analisis mencakup 2 hal pokok :Standardisasi kualitas.Mencari penyebab penolakan dan pengulangan foto.

* QA Radiologi ?DOSEDIAGNOSEDUITTujuan utama dalam program Quality Control adalah menekan jumlah film yang ditolak (rejected) dan diulang (repeated)

Upaya membatasi terjadinya pengulangan dalam pembuatan radiograf secara nyata akan membatasi bertambahnya radiasi pada pasien

Reject Analisis Program ?Metoda yang digunakan oleh Departemen Radiologi untuk menentukanAnalisis film yang ditolakEfektivitas biayaKonsistensi Staff dan equipment dlm menghasilkan radiograf yang berkualitas

Tujuan RAPMemastikan standar yang tinggi pada teknik radiografi dan pemanfaatan film darat terjamin pada unit radiologiMemastikan peralatan radiografi dapat dimanfaatkan secara konsisten dengan standar yang tinggiMemastikan bahwa bahan - bahan yang ada digunakan secara efektif (cost effective way)

lanjutanMenyediakan data untuk digunakan dalam menganalisis film yang direject dan aspek-aspek penyebab yang membutuhkan perhatian Sebagai perencanaan awal dari QC program

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENGULANGAN DAN PENOLAKANPositioningPatient motionLight filmsDark FilmsClear FilmFog -- DarkroomFog -- cassettesQCMiscellaneous

Keterampilan Technologistdlm QC ?Kesadaran Technologist sangat penting dlm RAP Keterampilan dalam mencegah terjadinya reject dan repeat filmKesadaran dlm menekan beban radiasi thd pasien

Keterampilan yg diperlukanKomunikasi yang efektif thd pasienImmobilisasiPembatas sinar (kolimator, diafragma, konus)FiltrasiAlat-alat pelindung radiasiProsesing radiografi

Kombinasi film - intensifying screenGrid radiografiFaktor penyinaranPengulangan radiograf Penyebab utama -- posisi pasien (55%) penyinaran (34%)

Menghambat ???Determinasi genetis (pengetahuan sebelumnya)Determinasi psikis (kebiasaan)Determinasi lingkungan (kebijakan)

ProsedurLakukan survey terhadap1. Jumlah film yang belum terekspose di ruang prosesing termasuk dlm kaset.2. Jumlah film yang belum terekspose di masing-masing ruang pemeriksaan

lanjutan3. Tentukan jumlah dari film yang di reject untuk masing-masing kategori - overexposureunderexposurepositioningmotionprocessingequipmentmiscellaneous (kesalahan yg tdk teridentifikasi)

lanjutan4. Masing-masing ruang mencatat jumlah film yang digunakan dan jumlah film yang ditolak5. Tim analisis melakukan pengumpulan data dari masing-masing ruang seminggu sekali, film yang ditolak disortir dan dilakukan kategorisasi (jika memungkin dilakukan identifikasi tiap pemeriksaan

Repeated Vs. Rejected RatesContoh;Repeated rate : Numbers of film Repeated for patients = X 100 % All the films used only for patients within period of interest

Rejected rate :

Numbers of film Rejected not for patients (lost,`QC films. etc) = X 100 % All the films used by the department within period of interest

*Total Repeated/Reject Rate Rejected films or (+ Repeated films ) = X 100 % Seluruh film yg di pakai oleh department dalam suatu periode waktu tertentu period of interest*PerhitunganJumlah film yang digunakan 1225 lbJumlah film yang direject 153 maka angka reject 153 1225 x 100 % = 12,5 %

Menentukan reject rate setiap kategoriJumlah film yang direject 153 lbJumlah kasus too dark 49 lb

49 153 x 100 % = 32 %Teknik Analisis DataKarena penelitian ini sifatnya survey, teknik analisis data menggunakan % (prosentase) sebagai berikut :a. Untuk reject rate = A x 100% A + B + Cb. Untuk Repeat rate = B x 100% A + B + C(Watkinsons & Moores, 1984)Keterangan: A. jumlah foto yang ditolak B. jumlah foto yang diulang C. jumlah foto yang baik

* Perhitungan A. Untuk reject rate = A x 100% A + B + CB. Reject rate untk masing jenis pemeriksaan : Ae x 100% = A kepala = 10/40 x100% = 25%Thorax = 15/40 x 100% = 37,5%Abdomen = 5/20 x 100% =25%

*

W.C. RoentgenCan we find Mrs. Roentgen's wedding ring?Sure, it should be between her fingers, I guess!!..

*Siapa yang melakukan ?Dilakukan 2 - 3 radiografer (QC technologist)Disupervisi oleh senior radiografer (idealnya)Didiskusikan dengan radiografer superintendent atau radiologist

Problem yang ada ??Banyak radiografer yang mengartikan bahwa program ini merupakan cheking terhadap mereka

Sebagai konsekuensi jangan menentukan siapa radiografer yg terbanyak melakukan reject

Jika mungkin, upayakan agar setiap radiografer tdk tahu ketika dilakukan pengumpulan data

Yang terjadi radiografer akan langsung memberikan radiograf ke radiologist atau membuang radiograf yang di reject

Setelah melakukan RAP diskusikan hasilnya dengan semua radiografer dan radiologistJelaskan arti hasilnya dan rencana mengurangi angka rejectMengingatkan bahwa mengurangi angka reject berarti akan mengurangi radiografer overlooad dan frustasi kerja serta upaya 3 D

Menganalisis bersama level radiograf yang diterima radiologistJika radiologist menerima semua radiograf maka film yang direject makin kecil Radiografer kurang perhatian pd pekerjaannya Radiologist kurang peduli dalam menyediakan data pelayanan medik ke pasien

QC diperlukan ??Meningkatkan kualitas radiografKonsistensiRadiologist membaca radiograf dengan kualitas yang tinggimerupakan upaya agar Radiografer lebih percaya diri memberikan informasi diagnostik dalam radiograf

Batasan radiograf yang diterima ??Angka reject tidak melebihi 5 %Idealnya dibawah 2 %tergantung tidak hanya Program QC yang baik tetapi juga laporan yang ideal diantara radiografer dan radiologist(pengertiannya ttg radiograf yg berkualitas dan yg hrs direject)

*Jika total reject rate > 5% maka diharapkan harus melakukan QC program yg terbaikJika reject rate 2 % 5 % maka mungkin berada pada 2 keadaan 1. Kualitas radiograf baik, jika tdk memiliki 1 QC program saat ini maka sebaiknya menginisiatifkan 1 program untuk perbaikan 2. Jika radiologist terbiasa menerima radiograf yang buruk kualitasnya dlm keadaan ini hrs bekerja sama yg baik dng radiologist untuk set up QC program dan menunjukkan dng paket QC ada perbaikanSIKLUS RAPPATIENT

Image processingDECISSIONacceptedrejectedYNRejectanalysis

Reject rates Corrective Actions Reject Analysis (RA) refers to % rejected radiographs*First of all, I would like to give an overview about what RA is, How it work and why we need it?This slide shows you the process of a radiographic examination procedures in x-ray department from which RA is to be seen as an important tool to measure and to improve the quality throughout the department.Generally speaking, RA is referred to a measure of the percent of films that have wasted by the department due to some reasons An example here is, the patient is requested to have a radiographic exam. He/she is undergone x-ray examination. then a radiograph of specific anatomical organ is obtained after the film was processed by the processor. The technologist is responsible for the image evaluation prior to send it to the doctor. When the doctor is confidence and provide certain diagnosis, then we say that the radiograph is accepted and send it back to the patient or another department to have further treatment. In contrast, if the radiograph has not meet quality criteria, consequently, it is rejected thus it will be collected all together with another rejected films and undergone reject analysis that yielding the reject rates. Since we have known predominant causes of rejection, we may also be able to know what are the prompt corrective actions we need to approach so the problems would be immediately solved.

CONTOH FOTO YANG DITOLAK (REJECT) DAN YANG DITERIMA *

Over Exposure?

* Under Exposure?

* Low Kontras?

* Double Exposure?

*Volume sedikit

*Kabur-gerak?

* Kaset Terbalik

* Terbakar

* Moving Grid-diam?

* Fixer tak sempurna

* Tidak merata developer

* RADIOGRAPHIC ARTIFACTSTYPES OF ARTIFACTSPROCESSINGEXPOSUREHANDLING AND STORAGEPROCESSING ARTIFACTSHYPORETENTIONPI-LINESGUIDE SHOE MARKSTATIC ENTRANCE ROLLER MARKCRINKLE MARKFINGER MARKSEMULSION PICK-OFFWATER STAIN

EXPOSURE ARTIFACTSMOTIONIMPROPER POSITIONINGPOOR FILM SCREEN CONTACTDOUBLE EXPOSUREFOREIGN OBJECTSBACK-SCATTERCASSETTE UPSIDE-DOWNBROKEN CASSETTEIMPROPER USE OF GRID