regenerasi kota guayaquil, ekuador

Download Regenerasi Kota Guayaquil, Ekuador

Post on 10-Aug-2015

76 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Santiago de Guayaquil

1. Pendahuluan1.1 Latar BelakangRegenerasi kota menjadi sebuah strategi jitu bagi kota-kota di dunia untuk memperkenalkan dinamika perkotaan yang baru dan juga untuk meningkatkan citra kota mereka. Proyek regenerasi waterfront dunia yang telah dikembangkan untuk menarik wisatawan antara lain: Inner Harbor Di Baltimore, Darling Harbour di Sydney, Port Vell dan Barceloneta di Barcelona. Beberapa Negara di Amerika Latin pun telah melakukan upaya untuk membangun kembali kota mereka namun celakanya upaya mereka dengan cara memulihkan geliat investasi menimbulkan berkembangnya kota menjadi tempat dengan ruang dan fasilitas yang ditujukan untuk pihak elit dan perusahaan asing, Alih-alih menghasilkan suatu dinamika perkotaan bagi semua warga negara, proses ini dapat meningkatkan ketimpangan perbedaan sosial dan spasial yang tinggi antar warga. Berbeda dengan proyek regenerasi kota Guayaquil, sebuah kota pelabuhan terbesar dan pusat ekonomi utama di negara Ekuador. Proses regenerasi dimulai pada akhir tahun 1990-an dan telah merubah Guayaquil secara signifikan. Proyek budaya, rekreasi dan komersial telah dibangun dan monumen yang ada telah direnovasi di sepanjang bagian tepi sungai guayas, diikuti oleh perbaikan pelayanan publik dan fisik kota. Proyek regenerasi di kota Guayaquil yang pertama dilakukan adalah perbaikan bentuk fisik wilayah malecon yaitu area sepanjang sungai guayas, proyek ini lebih dikenal sebagai proyek Malecon 2000. Malecon 2000 telah menghasilkan dampak positif yang tak terbantahkan baik dari aspek spasial, sosial, dan ekonomi. Mereka telah secara efektif mengembalikan hubungan antara masyarakat dan sungai yang mana hubungan tersebut hampir lenyap karena kontaminasi air sungai dan kerusakan pantai. Segera setelah malecon 2000 dibuka untuk umum terlihat jelas bahwa masyarakat sangat mendukung adanya proyek ini, kota ini sekarang telah menarik pengunjung nasional dan internasional. Yang lebih penting adalah bahwa proyek strategis ini telah memulai suatu perencanaan perkotaan terpadu yang berbudi luhur dengan dukungan partisipasi masyarakat luas. Pada tahun 2003, Guayaquil menerima hadiah dari United Nations Development Program (UNDP) sebagai daerah dengan praktek pembangunan dan pemerintahan terbaik.

1

Santiago de Guayaquil

1.2 Deskripsi Kota GuayaquilStudi kasus : Santiago De Guayaquil, Ekuador Santiago De Guayaquil atau yang lebih dikenal sebagai Guayaquil adalah ibukota provinsi Guayas yang berada di Negara Ekuador Amerika Selatan. Guayaquil adalah kota terbesar sekaligus sebagai pelabuhan utama di ekuador. Jumlah penduduk Guayaquil adalah 2,654,274 dari 14,483,499penduduk ekuador (INEC1, 2011) atau sekitar 18% populasi negara berada di Guayaquil dan Kepadatan penduduk kota Guayaquil 7,547.16/km2. Kotamadya Guayaquil mempunyai 344.5 km2 area kota yang ditetapkan dalam peraturan perencanaan pembangunan perkotaan (MG 2000b) dengan 316.42 km2 (91.85%) area perkotaan dan 28.08 km2 (8.15%) area perairan (sungai guayas dan muara salado).

2

Gambar 2 Lambang kota Guayaquil

Gambar 3 Bendera Negara Ekuador Sumber: Wikipedia.com

Gambar 1 Lokasi Kota Guayaquil, Ekuador

Kota ini berada dalam situasi area yang rendah (4.6m di atas permukaan laut), dengan beberapa pengecualian untuk area berbukit di utara (titik tertinggi 460m). Guayaquil telah menjadi area penting nasional untuk agriculture dan aquaculture selain menjadi area industri dan komersil. Selain itu Guayaquil merupakan kota pelabuhan yang besar bisa dilihat dari 70% ekspor Ekuador dilakukan di pelabuhan Guayaquil dan 83% untuk kegiatan impor (MG 2, 2008).INEC 2 MG1

: National Institute of Statistics and Census. : Municipality of Guayaquil

Santiago de Guayaquil Provinsi guayas memiliki 25 wilayah bagian, termasuk wilayah Guayaquil yang merupakan ibukota provinsi guayas. Wilayah Guayaquil sendiri terdiri dari:-

3

Kotamadya Guayaquil

-

2 area perluasan El Morro Juan Gomez Rendon Posorja Puna Tenguel

Penggunaan lahan yang utama di provinsi guayas adalah agriculture (27%), dilanjutkan dengan peternakan dan aquaculture. Pusat kota Guayaquil berada di antara Sungai Guayas (memotong dari utara ke selatan) dan muara (estero salado).

Gambar 4 pembagian wilayah Guayaquil Source: municipality map

Gambar 5 pusat kota Guayaquil Sumber: Adapted from Verrewaere and Wellens (2010). Redrawn by Alina Delgado

Santiago de Guayaquil

1.3 Batas Kawasan Penelitian

4

City centre: Location of the main projects of Guayaquils urban regeneration. Source: Drawn by the author, based on municipality maps.

Kawasan penelitian dilakukan di pusat kota Guayaquil dengan membuat 2 proyek besar regenerasi serta 2 yayasan swasta yang mengurus proyek regenerasi tersebut yang pertama terbentuk adalah yayasan Malecon 2000 dan setelah itu terbentuk yayasan Siglo XXI yang bekerjasama dengan yayasan Malecon 2000 dalam menyelesaikan proyek regenerasi kota Guayaquil. Yayasan Malecon 2000 berfokus menyelesaikan redevelopment kawasan malecon 2000 di sepanjang sungai Guayas setelah itu yayasan Siglo XXI dengan proyek besarnya memperbaiki kawasan sepanjang rawa Estero Salado.

Santiago de Guayaquil

2. Pembahasan2.1 Permasalahan

5

Tahun 1574 :Kota Guayaquil ditemukan oleh penakluk Spanyol bernama Francisco Orellana di delta sungai guayas, delta terbesar di Pasifik selatan. Guayaquil berada di kaki bukit santa ana karena tanahnya yang subur dibandingkan daerah lainnya yang berawa selain itu alasan mengapa Guayaquil berada di kaki bukit adalah merupakan strategi untuk meningkatkan pertahanan pelabuhan, Inilah pertama kalinya Guayaquil disebut dengan Santiago de Guayaquil. Dengan beberapa rumah yang membentuk sejarah perumahan Las Penas, Guayaquil telah hancur beberapa kali karena serangan bajak laut dan kebakaran yang kadang-kadang menghancurkan sebagian area kota (Gonzales,2003).

Gambar 6 Peta Guayaquil tahun 1741 oleh grabado por Paulus Minguet Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Guayaquil

Abad ke-19 (1880) :Ekuador menjadi produsen bijih coklat pertama dan eksportir bijih coklat terkemuka, Sehingga menjadi pusat komersial dan keuangan yang penting (Mora, 1988). Khususnya Guayaquil sebagai pelabuhan eksport utama untuk bijih coklat menyebabkan peningkatan infrastruktur, sanitasi dan komunikasi di kota tersebut, Guayaquil menjadi

Santiago de Guayaquil kota terbesar dan terkaya di ekuador (Arosemena & Gomez Iturralde, 1998). Kota ini dibangun dengan eksport dan hubungan pelayanan ekonomi. Para pengusaha seperti importer, exporters, dan penanam modal bekerjasama dengan bank, pedagang berinvestasi di berbagai usaha. Masyarakat dari berbagai penjuru dunia menetap di Guayaquil. Di masa ini tepi sungai dan kota tumbuh dengan suburnya dengan aktivitas perekonomian, budaya dan rekreasi.

6

Tahun 1929 :Krisis produksi Bijih coklat Mengakibatkan perpindahan para petani ke kota guayaquil meningkat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik namun mereka hidup dan tinggal di pemukiman kumuh pusat kota.

Gambar 7 Guayaquil Waterfront 1920 Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Guayaquil

Tahun 1950 :Ledakan produksi pisang membuat gedung-gedung tinggi mulai bermunculan di pusat kota. Permukiman dan area komersil menjadi ciri utama dari pusat kota. Perusahaan produsen pisang yaitu United Fruit Company di Tenguel, menciptakan tempat

penanaman pisang yang sangat penting 100 mil di selatan Guayaquil, dengan mempekerjakan pegawai sekitar 2000 orang dengan gaji yang tinggi dan rumah (Striffer, 2008). Selanjutnya krisis produksi pisang menimbulkan gelombang migrasi dari berbagai area di ekuador menuju Guayaquil. Perumahan migran pendatang ini mendorong pertumbuhan kota hingga ke hutan mangrove dan muara.

Santiago de Guayaquil

Tahun 1960 :Pelabuhan dipindahkan 10 km dari tempat aslinya karena kurang lengkapnya infrastruktur dan sarana prasarana di tempat semula sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi kegiatan dan aktivitas di pusat kota Guayaquil.

7

Pada tahun 1960-an dan 1970-an : Gelombang baru migrasi menempatkan dirinya di wilayah selatan kota, rumah mereka pertama kali dibangun menggunakan kontruksi kayu di atas perairan muara tanpa adanya pelayanan dasar sehingga limbah mereka dibuang langsung ke perairan, yang mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan.

Tahun 1968 :Setengah dari populasi Guayaquil sekitar 360.000 penduduk tinggal di pusat kota yang kumuh.

Tahun 1970 :Terjadinya ledakan minyak, industrialisasi dan memburuknya sektor pertanian menyebabkan tetap semakin banyak gelombang migrasi penduduk menuju kota. Kota tumbuh lebih lanjut didorong ke batas ekspansi (aliran air, daerah berawa) Menyebabkan rusaknya habitat mangrove sehingga muara menjadi kotor, banyak

penyakit berkembang dan menghilangkan nilai rekreasinya

Tahun 1982-1983Terjadi El Nio di ekuador ( musim pasang surut hujan yang luar biasa) menyebabkan tidak hanya kerusakan fisik tetapi juga sosial-ekonomi masyarakat Guayaquil.

Gambar 8 Bencana El Nino Menghancurkan Kota Guayaquil yaitu daerah Via a Daule (area industri dan permukiman), Sumber: Photo by Arch. Msc. Felipe Huerta.

Santiago de Guayaquil

Tahun 19851990 :Degradasi pusat kota berlanjut dengan kemacetan lalu lintas, kurangnya lahan parkir ditambah kehadiran penjual kaki lima yang semakin banyak menggunakan jalan dan pedestrian sebagai tempat berjualan.

8

Tahun 1990 :Guayaquil memproduksi 1266 ton sampah perhari, lebih dari 700 ton tidak tertampung. Masyarakat tidak peduli lagi dengan lingkungan, membuang sampah di jalan dan ruang terbuka ditambah lagi dengan tidak mencukupinya tempat untuk menampung sampah menyebabkan gundukan sampah di beberapa bagian kota. Infrastruktur public banya

Recommended

View more >