refrat gangguan somatoform rien novia

Download Refrat Gangguan Somatoform Rien Novia

Post on 14-Aug-2015

372 views

Category:

Documents

96 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat jiwa

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK

Pembimbing: dr. Kartidjo, Sp.KJ

Disusun oleh: Rina Nurapriyanti Npm : 08310262

BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TASIKMALAYA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI 2013

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan refErat yang berjudul gangguan somatoform, yang merupakan salah satu syarat untuk menempuh kepaniteraan klinik senior bagian ilmu kesehatan jiwa RSUD Kota Tasikmalaya Di dalam penyusunan referat ini penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, tetapi penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Kartidjo, Sp.KJ, berkat bantuan dan bimbingan dalam penyusunan referat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari teman-teman di bagian ilmu kesehatan jiwa RSUD Kota Tasikmalaya, sehingga penyusunan referat ini dapat diselesaikan walaupun masih jauh dari sempurna.

Tasikmlaya, 21 Februari 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................ KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................ BAB 2 ISI ......................................................................................................... BAB 3 PENUTUP ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... i ii iii 1 3 36 37

iii

Bab I Pendahuluan Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya, nyeri, mual, dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset, keparahan, dan durasi gejala. Gangguan somatoform adalah tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan1. Hal ini sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Dan sekarang ini Diagnostic and Statistical Manual of Mental edisi keempat (DSM-IV) menyebutkan terdapat lima gangguan somatoform spesifik yang dikenali, yaitu gangguan somatisasi, gangguan konversi, hipokondriasis, gangguan dismorfik tubuh, dan gangguan nyeri. Gambaran yang penting dari gangguan somatoform adalah adanya gejala fisik, dimana tidak ada kelainan organik atau mekanisme fisiologik. Dan untuk hal tersebut terdapat bukti positif atau perkiraan yang kuat bahwa gejala tersebut terkait dengan adanya faktor psikologis atau konflik. Karena gejala tak spesifik dari beberapa sistem organ dapat terjadi pada penderita anxietas maupun penderita somatoform disorder, diagnosis anxietas sering disalahdiagnosiskan menjadi somatoform disorder, begitu pula sebaliknya. Adanya somatoform disorder, tidak1

menyebabkan diagnosis anxietas menjadi hilang. Pada DSM-IV ada 4 kategori penting dari somatoform disorder, yaitu hipokhondriasis, gangguan somatisasi, gangguan konversi dan gangguan nyeri somatoform. Pada gangguan ini sering kali terlihat adanya perilaku mencari perhatian (histrionik), terutama pada pasien yang kesal karena tidak berhasil membujuk dokternya untuk menerima bahwa keluhannya memang penyakit fisik dan bahwa perlu adanya pemeriksaan fisik yang lebih lanjut2. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi keempat (DSM-IV) mempertahankan sebagian besar diagnosis yang dituliskan di dalam edisi ketiga yang direvisi (DSM-III-R) . Lima gangguan somatoform spesifik adalah dikenali. (1) Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak keluhan fisik yang mengenai banyak sistem organ. (2) Gangguan konversi ditandai oleh satu atau dua keluhan neurologis. (3) hipokondriasis ditandai oleh focus gejala yang lebih ringan dari kepercayaan pasien bahwa ia menderita penyakit tertentu. (4) Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh kepercayaan palsu atau persepsi yang berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat. (5) Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan factor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh factor psikologis. DSM-IV juga memiliki dua kategori diagnostik residual untuk gangguan somatoform. (1) Gangguan somatoform yang tidak dibedakan (undifferentiated) termasuk gangguan somatoform, yang tidak dijelaskan lain, yang ada selama enam bulan atau lebih. (2) Gangguan somatoform yang tidak ditentukan (NOS ; not otherwise specified) adalah kategori untuk gejala somatoform yang tidak memenuhi diagnosis gangguan somatoform yang sebelumnya ditentukan.

2

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

a. Definisi Gangguan Somatoform Kata somatoform ini di ambil dari bahasa Yunani soma, yang berarti tubuh. Dalam gangguan somatoform, orang memiliki simtom fisik yang mengingatkan pada gangguan fisik, namun tidak ada abnormalitas organik yang dapat ditemukan penyebabnya. Gangguan somatoform berbeda dengan

malingering, atau kepura-puraan simtom yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang jelas. Gangguan ini juga berbeda dengan gangguan factitious yaitu suatu gangguan yang ditandai oleh pemalsuan simtom psikologis atau fisik yang disengaja tanpa keuntungan yang jelas. Selain itu gangguan ini juga berbeda pula dengan sindrom Muchausen yaitu suatu tipe gangguan factitious yang ditandai oleh kepura-puraan mengenai simtom medis. Gangguan somatoform (somatoform disorder) adalah suatu kelompok gangguan, ditandai dengan keluhan tentang masalah atau simptom fisik yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab kerusakan fisik 3. Pada gangguan somatoform, orang memiliki simptom fisik yang mengingatkan pada gangguan fisik, namun tidak ada abnormalitas organik yang dapat ditemukan sebagai penyebabnya. Gejala dan keluhan somatik menyebabkan penderitaan emosional/gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. Gangguan somatoform tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan.

3

b. Epidemiologi Gangguan Somatoform Penyakit ini sering didapatkan , berkisar antara 2-20 dari 1000 penduduk. Lebih banyak pada wanita. Pasien pada umumnya mempunyai riwayat keluhan fisik yang banyak. Biasanya dimulai sebelum berumur 30 tahun. Sebelumnya pasien telah banyak mendapat diagnosis, makan banyak obat, dan banyak menderita alegi. Pasien ini terus mencari penerangan medis untuk gejala yang dideritanya dan bersedia untuk melakukan berbagai test medis, pembedahan, uji klinik, walaupun dia tahu hal tersebut jarang yang memberikan hasil, biasanya hasilnya adalah normal, atau ada gangguan kecil 4. Fenomena ini dapat berupa spectrum yang ringan yang akan memperberat gangguan somatisasi, pasien yang benar benar masuk kriteria biasanya telah hidup dengan didominasi dengan pengalaman medik dan mungkin telah mengalami gangguan hubungan interpersonal. Riwayat keluarga biasanya menunjukkan hal yang sama terutama pada wanita, dan riwayat anti sosial pada pria4.

c. Etiologi Terdapat faktor psikososial berupa konflik psikologis di bawah sadar yang mempunyai tujuan tertentu. Pada beberapa kasus ditemukan faktor genetik dalam transmisi gangguan ini. Selain itu, dihubungkan pula dengan adanya penurunan metabolisme (hipometabolisme) suatu zat tertentu di lobus frontalis dan hemisfer non dominan5.

4

Secara garis besar, faktor-faktor penyebab dikelompokkan sebagai berikut3 : Faktor-faktor Biologis Faktor ini berhubungan dengan kemungkinan pengaruh genetis (biasanya pada gangguan somatisasi). a. Faktor Lingkungan Sosial Sosialisasi terhadap wanita pada peran yang lebih bergantung, seperti peran sakit yang dapat diekspresikan dalam bentuk gangguan somatoform. b. Faktor Perilaku Pada faktor perilaku ini, penyebab ganda yang terlibat adalah: - Terbebas dari tanggung jawab yang biasa atau lari atau menghindar dari situasi yang tidak nyaman atau menyebabkan kecemasan (keuntungan sekunder). - Adanya perhatian untuk menampilkan peran sakit - Perilaku kompulsif yang diasosiasikan dengan hipokondriasis atau gangguan dismorfik tubuh dapat secara sebagian membebaskan kecemasan yang diasosiasikan dengan keterpakuan pada kekhawatiran akan kesehatan atau kerusakan fisik yang dipersepsikan. c. Faktor Emosi dan Kognitif Pada faktor penyebab yang berhubungan dengan emosi dan kognitif, penyebab ganda yang terlibat adalah sebagai berikut: - Salah interpretasi dari perubahan tubuh atau simptom fisik sebagai tanda dari adanya penyakit serius (hipokondriasis).

5

- Dalam teori Freudian tradisional, energi psikis yang terpotong dari impuls-impuls yang tidak dapat diterima dikonversikan ke dalam simptom fisik (gangguan konversi). - Menyalahkan kinerja buruk dari kesehatan yang menurun mungkin merupakan suatu strategi self-handicaping (hipokondriasis). - Perilaku kompulsif yang diasosiasikan dengan hipokondriasis atau gangguan dismorfik tubuh dapat secara sebagian membebaskan kecemasan yang diasosiasikan dengan keterpakuan pada kekhawatiran akan kesehatan atau kerusakan fisik yang dipersepsikan.

d. Patofisiologi Gangguan Somatoform Patofisiologi dari gangguan somatoform masih belum diketahui. Primer gangguan somatoform dapat dikaitkan dengan kesadaran dari sensasi tubuh yang normal. Kesadaran ini dapat dihubungkan dengan bias kognitif untuk menafsirkan setiap gejala fisik sebagai indikasi penyakit medis.