referat spondilitis

Click here to load reader

Post on 23-Oct-2015

161 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Referat Spondilitis Spesifik dan Non Spesifik

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANKelainan tulang belakang merupakan masalah kesehatan yang nyata, tingginya kekerapan penyakit tulang belakang dan banyaknya kerugian yang disebabkan oleh kelainan tersebut. Kelainan dan gangguan pada tulang belakang dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya adalah infeksi. Spondilitis merupakan inflamasi pada tulang vertebrae yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya proses infeksi dan imunitas. Spondilitis sendiri terbagi atas spondilitis yang penyebabnya tidak spesifik yaitu Ankylosing Spondylitis dan yang penyebabnya tidak spesifik yaitu Spondilitis Tuberkulosa.Ankylosing Spondylitis (AS) adalah suatu gangguan degeneratif yang dapat menyebabkan hilangnya struktur dan fungsi normal tulang belakang, dihubungkan dengan genetic umum ( antigen leukosit manusia / HLA). Proses vical, thoracal, dan atau lumbal dari tulang belakang memngaruhi diskus intervertebralis dan facet join. Angka kejadian AS mempengaruhi 0,1-1,0 % dari populasi dunia. Penyakit ini paling umum pada orang Eropa utara dan paling lazim banyak ditemukan di Afrika. Ankylosing spondylitis juga merupakan penyakit rematik sistemik yang dapat menyebabkan peradangan sendi dan organ-organ lain, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Ankylosing spondylitis paling umum pada pria usia muda.Spondilitis Tuberkulosa atau tuberkulosis spinal yang dikenal pula dengan nama Potts disease of the spine atau tuberculous vertebral osteomyelitis menyebabkan terjadi kurang lebih 3 juta kematian terjadi setiap tahunnya diseluruh dunia. Penyakit ini pertama kali dideskripsikan oleh Percival Pott pada tahun 1779 yang menemukan adanya hubungan antara kelemahan alat gerak bawah dengan kurvatura tulang belakang, tetapi hal tersebut tidak dihubungkan dengan basil tuberkulosa hingga ditemukannya basil tersebut oleh Koch tahun 1882, sehingga etiologi untuk kejadian tersebut menjadi jelas.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Tulang BelakangTulang belakang atau vertebra (columna vertebralis) adalah tulang tak beraturan yang membentuk punggung yang mudah digerakkan dan merupakan pilar utama tubuh, dan berfungsi menyangga cranium, gelang bahu, ekstremitas superior dan dinding thoraks serta melalui gelang pinggul meneruskan berat badan ke ekstremitas inferior. Di dalam rongganya terletak medulla spinalis, radik nervi spinalis, dan lapisan penutup meningen yang dilindungi oleh columna vertebralis. 1,4

Gambar 1. Anatomi columna vertebralis

Columna vertebralis terdiri dari 33 ruas tulang. Tiga bagian diatasnya terdiri dari 24 tulang yang dibagi menjadi 7 tulang cervical (vertebra servicalis), 12 tulang thorakal (vertebra thorakalis) dan 5 tulang lumbal ( vertebra lumbalis), 5 diantranya begabung membentuk bagian sacral (vertebra sacral), dan 4 tulang membentuk tulang ekor. 1,4

1. Vertebra servikalSecara umum memiiliki bentuk tulang yang kecil dengan spina atau procesus spinosus (bagian seperti sayap pada belakang tulang) yang pendek, kecuali tulang ke-2 dan & yang procesus spinosusnya pendek.Diberi nomor sesuai urutannya dari C1-C7 (C dari cervikal), namun beberapa memiliki sebutan khusus seperti C1 atau atlas, C2 atau aksis.Setiap mamalia memiliki 7 tulang punggung leher, seberapapun panjang lehernya.2. Vertebra thorakalisProsesus spinosusnya akan berhubungan dnegan tulang rusuk. Vertebra thorakal memiliki ruang lingkup yang sedikit karena adanya tulang rusuk yang membentuk thorak, beberpa gerakan memutar dapat terjadi.Bagian ini dikenal juga sebagai, tulang punggung dorsal dalam konteks manusia.Bagian ini diberi nomor T1 hingga T12.3. Vertebra Lumbalis Bagian ini (L1-L5) merupakan bagian paling tetap konstruksinya danmenanggung beban terberat dari yang lainnnya.Bagian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh, dan beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang kecil.4. Os SakralTerdapat 5 tulang di bagian ini (S1-S5). Tulang-tulang bergabung dan tidak memiliki celah atau diskus intervertebralis satu sama lainnya. 5. Os CoccygealTerdapat 3 hingga 5 tulang (Co1-Co5) yang saling bergabung dan tanpa celah. Beberapa hewan memiliki tulang coccyx atau tulang ekor yang banyak, maka dari itu disebut tulang punggung (kaudal berarti ekor).

Kolumna vertebralis tidak berbentuk lurus lagi tapi melengkung di beberapa tempat, yaitu :a) Lordosis servikalis, melengkung dari anterior di daerah servikalb) Kifosis torakalis, melengkung ke dorsal di daerah thorakalc) Lordosis Lumbalis, melengkung ke anterior di daerah lumbal d) Kifosis sakralis, melengkung ke daerah sacral 4

Setiap ruas tulang belakang terdiri dari dua bagian yaitu bagian anterior yang terdiri dari badan tulang (corpus vertebra), diskus intervertebralis (sebagai artikulasi), dan ditopang oleh ligamentum longitudinale anterior dan posterior. Sedangkan bagian posterior terdiri dari arcus vertebra. Arcus vertebra merupakan struktur terbesar kaena fungsinya sebagai penyangga berat tubuh. Arcus vertebra dibentuk oleh dua kaki atau pedikulus dan dua lamina ( berfungsi sebagai pelindung foramen vertebra) serta didukung oleh penonjolan atau procecus yaitu procesus articularis , procesus transversus (terletak pada kedua sisi korpus vertebrae, tempat melekatnya otot-otot punggung ), dan procesus spinosus (bagian posterior yang diraba terasa sebagai tonjolan yang berfungsi sebagai tempat melekatya otot-otot punggung. Prosesus tersebut membentuk sebuah lubang yang disebut formaen vertebrale, yang apabila tulang punggung disusun, foramen ini yang akann memebentuk saluran tempat terbentuknya sum-sum tulang belakang (medula spinalis). Diantara dua tulang punggung, dapat ditemui celah yang disebut formaen intervertebrale yang berfungsi sebagai bantalan bila vertebra bergerak. Terdiri dari annulus fibrosus yaitu massa fibroelastik yang membungkus nucleus pulposus (caian gel koloid yang mengandung mukopolisakarida).4Diskus invertebralis menyusun seperempat panjang columna vertebralis. Diskus ini paling tebal di daerah cervical dan lumbal, tempat dimana banyak terjadi gerakan columna vertebralis. Ciri fisiknya memungkinkan berfungsi sebagai peredam benturan bila beban pada columna vertebralis mendadak bertambah, seperti bila seseorang melompat dari tempat yang tinggi. Daya pegas ini berangsur-angsur menghilang dengan bertambahnya usia. Discus intervertebralis tidak ditemukan di antara vertebra C1 dan 2 atau di dalam os sacrum atau os coccygeus. Setiap discus terdiri atas bagian pinggir, anulus fibrosus, dan bagian tengah yaitu nucleus pulposus.Anulus fibrosus terdiri atas jaringan fibrocartilago, di dalamnya serabut-serabut kolagen tersusun dalam lamel-lamel yang kosentris. Berkas kolagen berjalan miring di antara corpus vertebrae yang berdekatan, dan lamel-lamel yang lain berjalan dalam arah sebaliknya. Serabut-serabut yang lebih perifer melekat dengan erat pada ligamentum longitudinale anterius dan posterius columna vertebralis.Nucleus fibrosus pada anak-anak dan remaja merupakan massa lonjong dari zat gelatin yang banyak mengandung air, sedikit serabut kolagen, dan sedikit sel-sel tulang rawan. Biasanya berada dalam tekanan dan terletak sedikit ebih dekat ke pinggir posterior daripada pinggir anterior discus. Permukaan atas dan bawah corpus vertebrae yang berdekatan yang menempel pada discus diliuti oleh cartiloago hyalin yang tipis. Sifat nucleus pulposus yang setengah cair memungkinkannya berubah bentuk dan vertebrae dapat mengjungkit kedepan dan kebelakang diatas yang lain, seperti pada flexi dan ekstensi columna vertebralis.

Peningkatan beban kompresi yang mendadak pada columna vertebralis menyebabkan nucleus pulposus yang semi cair menjadi gepeng. Dorongan keluar dari nucleus ini dapat ditahan oleh daya pegas anulus fibrosus disekelilingnya kadang-kadang, dorongan keluar ini terlalu kuat bagi anulus, sehingga anulus menjadi robek dan nucleus pulposus keluar dan menonjol kedalam canalis vertebralis, tempat nucleus ini dapat menekan radix nervus spinalis, nervus spinalis, atau bahkan medula spinalis.Dengan bertambahnya umur, kandungan air di dalam nucleus pulposus berkurang dan digantikan oleh fibrocartilago, akibatnya anulus tidak lagi berada dalam tekanan. Pada usia lanjut, discus ini tidak dapat lagi dibedakan antara nucleus dan anulus. Diskusintervertebralis,baikanulusfibrosusmaupunnukleus pulposusnya adalah bangunan yang tidak peka nyeri. Bagianyang merupakan bagian peka nyeri adalah ligamentum disekelilingnya yaitu, Lig. Longitudinale anterior, Lig. Longitudinale posterior, dan Lig. Supraspinosum serta Corpus vertebra dan periosteumnya juga Articulatio zygoapophyseal.

2.2 SpondylitisSpondilitis merupakan inflamasi pada tulang vertebrae yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya proses infeksi dan imunitas. Jika tulang terinfeksi, bagian dalam tulang yang lunak (sumsum tulang) membengkak. Karena pembengkakan jaringan ini maka akan menekan dinding sebelah luar tulang yang kaku, maka pembuluh darah di dalam sumsum bisa tertekan, menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang. Tanpa pasokan darah yang memadai,bagian dari tulang bisa mati. Tulang yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi, bisa mengalami infeksi melalui 3 cara: Aliran darah Penyebaran langsung Infeksi darijaringan lunak di dekatnya

2.2.1 Ankylosing Spondylitis (Non-Spesifik)Ankylosing spondylitis berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ankylot (melengkung) dan Spondylos (tulang belakang). Ankylosing Spondylitis (AS) adalah penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang pada persendian kerangka aksial (spine, sacroiliac joints) dan juga sendi perifer. Kondisi ini ditandai dengan kekakuan progresif dari sekelompok sendi danligamendi tulang belakang, menyebabkan rasa sakit kronis dan gangguan mobilitas tulang belakang. Jika parah, ankylosing spondylitis juga dapat menyebabkan fusi (penggabungan) ligamen tulang belakang dengan cakram/diskus antar vertebra

2.2.1.1 EtiologiMasih belum diketahui secara pasti, namun di duga karena di