referat krisis adrenal

Download Referat Krisis Adrenal

Post on 27-Jan-2016

50 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Referat Krisis Adrenal

TRANSCRIPT

REFERATKRISIS ADRENAL

Disusunoleh :

Andry Ganesha Rombe1161050253Pembimbing :

dr. Yunus Tanggo, SpPD. PhDFAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA2015PendahuluanKrisis Adrenal atau krisis Addison atau Acute Adrenal Insuffiency adalah suatu insufisiensi adrenal akut yang biasanya ditemukan dalam keadaan syok pada seseorang yang menderita insufisiensi adrenal yang sebelumnya tidak diketahui atau pada penderita insufisiensi adrenal yang kemudian mendapat suatu infeksi bakteri, tindakan operasi, diare atau penyakit berat lainnya.1-5Krisis terjadi bila kebutuhan fisiologis terhadap hormon tersebut melebihi kemampuan kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon tersebut, yaitu pada penderita dengan kekurangan hormone kelenjar adrenal yang kronis yang terkena stress atau penyakit.1-5 Etiologi dari krisis Addison ini antara lain adalah infeksi, trauma, tindakan pembedahan, luka bakar, kehamilan, anestesi umum dan keadaan hipermetabolik.3Harus dibedakan antara krisis addison dan penyakit Addison. Penyakit Addison adalah suatu kondisi dimana kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi dengan cukup beberapa jenis hormon. Kondisi tersebut dikenal setelah DR. Addison pada tahun 1855 mengemukakan tentang penyakit tersebut. Penyakit Addison sangat jarang ditemukan, dari hasil penelitian di Inggris didapatkan hasil dari satu juta orang hanya terjadi 8 kasus saja. Kebanyakan kasus terjadi antara umur 20 sampai 50 tahun, tetapi dapat pula terjadi pada semua umur.4Perbedaan dengan krisis Addison adalah dalam gejala, pada penyakit Addison gejala berkembang secara lambat mulai dari beberapa bulan sampai dengan tahun ditandai dengan: lemah badan, lekas lelah, anoreksia, penurunan berat badan dan hiperpigmentasi, sedangkan krisis adrenal terjadi secara akut yaitu muntah muntah dan nyeri abdominal dan syok hipovolemik.4Krisis Addison ini harus dapat dikenali dengan cepat, karena sangat mengancam jiwa, karena itu akan dibahas mengenai diagnosa dan penatalaksanan krisis Addison.3 A. DefinisiDefinisi dari krisis adrenal adalah sekresi yang tidak adekuat dari adrenokortikosteroid yang dapat terjadi sebagai hasil dari sekresi ACTH yang tidak cukup atau dikatakan sebagai defisiensi kortisol yang terjadi mendadak karena kerusakan dari kelenjar adrenal dapat sebagian atau seluruhnya, terkena suatu penyakit atau stres yang berat.4,5,6B. EtiologiKrisis adrenal pada dasarnya merupakan akibat dari eksaserbasi akut insufisiensi adrenal kronis, yang biasanya disebabkan oleh sepsis atau stres saat bedah. Krisis Adrenal (Insufisiensi adrenal akut) juga bisa disebabkan oleh perdarahan adrenal (misalnya, biasanya septicemia yang diinduksi sindrom Waterhouse-Friderichsen (meningococcemia fulminan), toksin bakteri pada infeksi berat, kerusakan hipofisis atau terapi kortikosteroid menyebabkan respon adrenal menurun atau gangguan pelepasan ACTH.5,7Penyebab dari insufisiensi terbagi dua secara garis besar yakni insufisiensi adrenal primer dan insufisiensi adrenal sekunder dengan masing-masing dibedakan atas kelainan kongenital serta kelainan yang didapat.5,7Pada keadaan insufisensi adrenal primer terjadi kerusakan secara lambat dari kelenjar adrenal akibat perdarahan kelenjar adrenal bilateral, trombosis atau nekrosis selama terjadi sepsis, dengan defisiensi kortisol, aldosterone, dan adrenal androgen, dan kelebihan dari ACTH dan CRH yang berhubungan dengan hilangnya feedback negatif. Sedangkan pada insufisensi kelenjar adrenal sekunder terjadi penurunan kadar kortisol yang berlebihan, yang berhubungan dengan kehilangan fungsi secara lambat dari hypothalamus dan pituitari. Kadar kortisol dan ACTH keduanya menurun, tetapi kadar aldosteron dan adrenal androgen biasanya normal karena keduanya diregulasi diluar jalur hipotalamus hipofise.5,6Tabel 1. Etiologi Krisis Adrenal5Etiologi

Insufusiensi Adrenal Primer

Kongenital

Hiperplasia Adrenal Kongenital

Sindroma resistensi ACTH

Penyakit metabolik seperti penyakit willson, Zellweger, Wolman

Dapatan

Adrenalitis autoimun

Perdarahan atau infark adrenal (trauma, gangguan koagulasi)

Obat-obatan ( ketokonazol, etomidat, rifampin, phenytoin, barbiturat, progesteron)

Infeksi (Viral, Fungal, M.Tuberculosis, Amuba)

Infiltratif (histiositosis, keganasan)

Insufisiensi Adrenal Sekunder

Kongenital

Displasia septo-optik

Defisiensi CRH

Dapatan

Penghentian steroid

Penyakit inflamasi

Tumor

Trauma

Radiasi

C. Fisiologi Kelenjar AdrenalKelenjar adrenal terletak diatas ginjal. Kelenjar adrenal terdiri dari dua organ endokrin yang mempunyai fungsi masing-masing yaitu korteks adrenal dan medulla adrenal. Ukuran kelenjar adrenal bervariasi sesuai usia dan variasi ini akibat perubahan dari korteks adrenal. Saat gestasi dan saat lahir, kelenjar adrenal relatif lebih besar dari ukuran tubuh dibandingkan saat dewasa. Saat tahun pertama kehidupan, korteks adrenal akan mengalami involusi sehingga terjadi pengurangan ukuran hingga 50%. Setelah itu, kelenjar adrenal akan membesar sedikit secara perlahan-lahan selama masa kanak-kanak dan remaja.7

Gambar 1. Kelenjar Adrenal.

Sumber : Stewart dkk.7Kelenjar adrenal pada bagian medulla menghasilkan katekolamin, yakni epinephrine (80%) dan norepinephrine (20%), sedangkan korteks adrenal secara histopatologis terdiri dari tiga zona yakni zona glomerulosa, fasikulata, dan retikularis. Zona glomerulosa terletak paling luar dan memproduksi hormon mineralokortikoid (aldosteron dan kortikosterone) yang diatur oleh sistem renin-angiotensin dan potassium, berperan dalam pengaturan tekanan darah. Zona fasikulata terletak ditengah menghasilkan androgen dengan efektifitas lemah yang berfungsi menjaga sekresi basal dari glukokortikoid dan diinduksi oleh stimulasi adrenocorticotropin hormone (ACTH). Zona retikularis melepaskan hormon kortikosteroid (kortisol dan kortikosteron) berespon secara akut terhadap ACTH.9 Pengaturan sekresi hormon adrenal dapat dilihat pada gambar 2

Gambar 2. Mekanisme Sekeresi Hormon Adrenal

Sumber: Kirkland dkk4

Hormon glukokortikoid adalah stimulan jantung spesifik yang mengaktifkan pelepasan zat vasoaktif. Selain itu glukokortikoid memiliki fungsi merangsang glukoneogenesis dan mengurangi penggunaan glukosa seluler, memobilisasi asam amino dan asam lemak, menghambat efek insulin, menimbulkan badan keton dalam metabolisme (ketogenesis), menunjukkan efek anti-inflamasi berupa menjaga respon pembuluh darah normal yakni sebagai vasokonstriktor, oposisi terhadap peningkatan permeabilitas kapiler, menghambat produksi interleukin-2 (IL-2) oleh makrofag, stimulasi sel polymorphonuclear neutrofil (PMN) mengurangi menempalnya makrofag pada endotel, mengurangi eosinofil dan limfosit yang beredar.4Aldosteron di keluarkan sebagai respon terhadap stimulasi dari angiotensin II melalui sistem renin angiotensin. Efek nya pada target organ primer diantaranya pada ginjal akan meningkatkan reabsorpsi dari natrium dan sekresi dari kalium dan hidrogen. Mekanismenya masih belum jelas, diduga peningkatan dari natrium dan kalium mengaktivasi enzim adenosine triphosphatase ( Na/K ATPase) yang bertangung jawab untuk trasportasi natrium dan juga meningkatkan aktivitas dari carbonic anhidrase, efek nya adalah meningkatkan volume intravaskuler. Sistem renin angiotensin-aldosteron tidak dipengaruhi oleh glukokortikoid eksogen dan kekurangan ACTH mempuyai efek yang sangat kecil untuk kadar aldosteron.4,9D. Manifestasi Klinis Dalam hipofungsi adrenal primer, defisiensi kortisol terjadi bersamaan dengan defisiensi mineralokortikoid yang menyebabkan hiperkalemia dan hiponatremia, asidosis dan dehidrasi. Gambaran krisis adrenal terutama disebabkan defisiensi dari mineralokortikoid, sehingga presentasi klinis didominasi oleh hipotensi atau syok. Kegawatan ini terutama disebabkan oleh natrium dan deplesi volume plasma, tetapi terkait dengan sekresi prostaglandin yang meningkat (prostasiklin) dan penurunan respons terhadap norepinefrin dan angiotensin II dapat memperburuk gangguan peredaran darah. Gambaran klinis lainnya diantaranya kelemahan, kelelahan, anoreksia, mual, muntah dehidrasi akut, hipotensi, hipoglikemia, atau perubahan status mental. Pada suatu studi mengenai pasien-pasien dengan krisis adrenal didapatkan hipotensi (hipotensi postural khususnya), syok, hipoglikemia dan hiponatremia terjadi pada 90% pasien. Sedangkan Hiperkalemia pada 65% dari pasien. Insufisiensi adrenal akut mungkin dipicu oleh infeksi atau trauma tapi mungkin juga dapat terjadi tanpa penyakit penyerta jelas atau stres.8 Beberapa gejala klinis yang dapat menjadi penunjuk awal suatu diagnosis krisis adrenal adalah sebagai berikut :4 Syok yang sulit dijelaskan etiologinya biasanya tidak ada pengaruh dengan pemberian resusitasi cairan atau vasopresor.

Hipotermia atau hipertermia

Hipoglikemia yang tidak membaik dengan terapi yang sudah adekuat Riwayat keadaan yang berhubungan dengan kekurangan kortisol yaitu cepat lelah, lemah badan, anoreksia, mual mual dan muntah, diare, hipoglikemi, hipotensi, hiponatremi, hiperpigmentasi dan pada pasien remaja dapat ditemukan gangguan pertumbuhan seksual sekunder. Yang berhubungan dengan kekurangan hormon aldosteron yaitu hiperkalemia dan hipotensi berat yang menetap

E. PatofisiologiKortek adrenal memproduksi 3 hormon steroid yaitu hormon glukokortikoid (kortisol), mineralokortikoid (aldosteron, 11-deoxycoticosterone) dan androgen (dehydroepiandrosterone). Hormon utama yang penting dalam kejadian suatu krisis adrenal adalah produksi dari kortisol dan adrenal aldolteron yang sangat sedikit.4,10Kortisol meningkatkan glukoneogenesis dan menyediakan zat - zat melalui prote