referat en

Download Referat En

If you can't read please download the document

Post on 13-Dec-2015

56 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

En

TRANSCRIPT

BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF

BAB IPENDAHULUAN

Neuropati Kompresi merupakan kumpulan dari gangguan fungsi saraf perifer yang disebabkan oleh keadaan atau posisi yang abnormal, dapat berupa kompresi dinamik sebagian kecil saraf di daerah tertentu atau gangguan vaskularisasi yang menyebabkan iskemia pada saraf. Neuropati Kompresi ini dapat menyebabkan rasa kesemutan, nyeri, hilangnya fungsi sensorik dan atau motorik, kelemahan otot, bahkan kecacatan klinis pada daerah yang di inervasi oleh nervus tersebut. (1,2,3)

Neuropati Kompresi yang paling sering terjadi adalah jepitan pada saraf medianus, dikenal dengan sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome/ CTS). (1,2,3) Di Amerika Serikat pembedahan CTS merupakan operasi yang paling sering dilakukan pada tangan. Neuropati Kompresi yang dapat terjadi pada lengan berupa jepitan nervus ulnaris yang disebut pula Cubital Tunnel Syndrome/ CuTS. Jepitan saraf pada nervus radialis sering terjadi pada cabang interoseus posterior yang berada di dalam saluran antara muskulus radialis dan muskulus brachio-radialis yang dikenal dengan Radial Tunnel Syndrome/ RTS.(1,2,3)

Neuropati Kompresi lain yang telah dikenali yakni nervus radialis sensorik yang terletak superfisial di lengan, nervus ulnaris pada Guyons canal, nervus medianus pada daerah siku (pronator syndrom), nervus ulnaris pada dasar palmar, cabang kutaneus palmaris nervus medianus, dan berbagai komponen-komponen pleksus brakhialis (sindrom outlet torasik neurogenik). (1,2,3)

Neuropati Kompresi pada daerah ekstremitas inferior dapat berupa sindrom piriformis pada panggul, sindrom kompartemen, Tarsal Tunnel syndrome, Medial Plantar Neuritis, Digital Neuritis, dan Deep Peroneal Neuritis pada kaki. (2)

Dalam refarat ini yang akan dibahas lebih dalam mengenai Neuropati Kompresi pada daerah ekstremtas superior yakni CTS, CuTS, RTS, Guyons Canal Syndrome, dan Tarsal Tunnel Syndrome. BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

I. EPIDEMIOLOGI

Neuropati Kompresi yang paling sering ditemukan adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Penyakit ini lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria, kemungkinan akibat terowongan karpal yang lebih kecil lintasannya pada wanita dibandingkan pada pria. Rasio antara wanita dengan pria yang menderita CTS ini sekitar 3:1. CTS dihubungkan dengan pekerjaan orang yang profesinya sering mengangkat beban yang berat dan yang memerlukan pergerakan tangan berulang seperti pada pekerja pabrik, cleaning service, dan para pekerja tekstil. CTS juga adalah salah satu dari kondisi ortopedik yang paling sering, dengan estimasi insidens hampir 1% setiap tahun di Amerika Serikat, yang membuat hampir 2.8 juta kasus baru per tahun dan juga dikaitkan dengan penyakit diabetes mellitus, hipotiroidisme, arthritis, obesitas, dan kehamilan sebagai faktor predisposisi. CTS lebih sering terjadi pada wanita, dengan kejadian terbanyak pada usia diatas 55 tahun. (5)

Kompresi saraf ulnaris merupakan Neuropati Kompresi kedua terbanyak setelah CTS. Sedangkan jebakan neuropati lainnya walaupun angka kejadiannya kurang, namun dapat menimbulkan gangguan kualitas kehidupan karena rasa sakit dan bahkan kehilangan fungsi morotik dan atau sensorik. II. ETIOLOGI

Neuropati Kompresi disebabkan oleh cedera atau jepitan kronik pada nervus yang berjalan pada terowongan osseoligamentous sehingga terjadi kompresi pada kanal ligamentum dan permukaan tulang. Cedera nervus dapat terjadi akibat trauma fisik, kompresi akibat gesekan yang menjadikan ketegangan berulang pada saraf, kelainan struktur anatomi yang memang rentan terhadap jepitan nervus, gaya hidup dengan imobilisasi saraf, maupun penyakit-penyakit sistemik yang dapat menimbulkan jepitan saraf seperti diabetes mellitus, rheumatoid arthritis, hypotroidisme, akromegali, dan kehamilan. (2,3)

III. PATOFISIOLOGI

Faktor mekanik dan vaskular memegang peranan penting dalam tekanan yang berulang-ulang pada saraf, sehingga dapat mereduksi suplai aliran darah nervus (vasa nervorum). Cedera dan trauma dapat menyebabkan perubahan mikrovaskular (iskemik), edema, injuri pada lapisan luar saraf/ selubung myelin sebagai penghantar transmisi impuls saraf dan perubahan struktur membran pada organel selubung saraf dan akson. Sehingga ketika kompresi saraf yang akut terjadi, konduksi saraf terhambat dan iskemik yang terjadi menyebabkan kerusakan akson. Keadaan iskemik dan terjadinya edema epineural yang berlanjut akan memperparah kerusakan saraf dan dapat terjadi perubahan berupa fibrosis permanen pada serabut saraf. Hal ini dapat menyebabkan sulitnya reinervasi serabut saraf dan pemulihan fungsi kembali. (2,3)

IV. PEMBAGIAN ENTRAPMENT NEUROPHATY

Gejala-gejala Neuropati Kompresi dapat bervariasi tergantung nervus yang terlibat. Namun secara umum, manifestasi neurologis yang terlihat dapat berupa iritasi atau inflamasi (gangguan sensorik) berupa nyeri atau paresthesia, kelemahan dan atrofi (gangguan motorik), kulit kering, tipis dan dapat pula menebal, bergerigi, kuku retak, serta ulserasi kulit berulang. (2)

Adapun pembagian sindrom jebakan neuropati yaitu :

1. Carpal Tunnel SyndromeAnatomi dan Patofisiologi :

Carpal Tunnel Syndrome dibentuk oleh tulang karpal dan ligament interkarpal pada medial, lateral dan posterior. Perbatasan anterior dibentuk oleh ligament karpal transversum dan flexor retinaculum. Secara keseluruhan, flexor retinaculum dibagi menjadi 3 bagian yaitu antebrachial fascia yang membentuk bagian proksimal, ligamentum karpal transversum yang membentuk bagian tengah dan membentuk atap pada terowongan karpal dan 1/3 distal yang dibentuk oleh aponeurosis antara otot thenar dan hypothenar.(1) Carpal Tunnel Syndrome adalah sebuah terowongan fibroosseus pada pergelangan tangan yang dilewati oleh 9 tendon fleksor dan nervus medianus. Tulang-tulang karpalia membentuk batas dorsal dari kanalis karpal dan berbentuk lengkung konkaf. Batas palmar dari kanalis karpal dibentuk oleh ligamentum karpal tranversa, yang menjembatani dari satu sisi lengkung karpal sampai lengkung yang lainnya.

Nervus digitalis palmaris communis I bercabang tiga membentuk nervi digitales palmares proprii, yang masing-masing berjalan menuju pada kedua sisi ibu jari, serta sisi lateral jari II. Nervus digitalis palmaris communis II bercabang dua menuju ke sisi medial jari II dan sisi lateral jari III (masing-masing disebut nervus digitalis palmaris proprius). Nervus digitalis palmaris communis III memberi dua cabang nervi digitalis palmares proprii, menuju ke sisi medial jari III dan sisi lateral jari IV. Innervasi ini sering disebut innervasi kulit 3 jari bagian lateral.(5)Kompresi nervus medianus pada ligamentum karpal transversus yang melekat dan berinsersi di antara os. pisiforis dan os. hamatus pada daerah ulnar dan tuberositas os. schapoideus dan os. trapezium pada daerah radial. Ligamentum karpal transversus dan fasia palmar proksimal membentuk retinakulum fleksor. (2)Patofisiologi terjadinya jebakan yakni peningkatan tekanan pada terowongan karpal yang menyebabkan iskemik pada nervus medianus sehingga konduksi nervus terganggu, dan timbul nyeri maupun gangguan sensorik dan motorik. Semakin meningkatnya tekanan dan keadaan yang berkepanjangan dapat menimbulkan disfungsi nervus yang ireversibel bla tidak ditangani. Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan kejadin CTS yakni kehamilan, arthritis inflamasi, faktur Colles, amyloidosis, diabetes mellitus, dan akromegali. (5)Tiga teori utama penyebab sindroma ini adalah

1. Kompresi berulang yang menyebabkan iskemik, pembentukan edema di ruang subendoneural dan fibrosis

2. Penekanan pada saraf disebabkan oleh scar pada jaringan sehingga mengurangi penghantaran saraf dan iskemik

3. Tekanan mekanik lokal yang menyebabkan kerusakan saraf. (1)Gambaran Klinis Gambaran klinis pada pasien dengan CTS berupa nyeri yang tumpul pada pergelangan tangan dan rasa nyeri bertambah buruk pada malam hari hingga membangunkan pasien saat tidur, paresthesia terjadi pada ibu jari dan jari telunjuk dan bila memburuk rasa sensasi akan berkurang pada daerah volar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan daerah radial jari manis. Namun bila mengenai daerah palmar tangan yang diinervasi oleh cabang nervus kutaneus menandakan nervus yang terkena terletak lebih di daerah proksimal.(2)

Pasien biasanya menggoyangkan pergelangan tangan sebagai usaha untuk mengembalikan peredaran darah pergelangan dan pasien merasa nyeri lebih berkurang.(2)

Pada kasus yang kronik dan lebih berat, kelemahan tangan hingga atrofi otot dapat terjadi. Nervus medianus menginervasi m. lumbrikali 1 dan 2, m. Pollicis opponens, m. Pollicis abduktor brevis dan m. Pollicis fleksor brevis.(2)Pemeriksaan Fisis

Pemeriksaan fisis yang dapat dilakukan dalam menegakkan diagnosis CTS yakni:

1. Thenar wasting

Pada inspeksi dan palpasi dapat ditemukan adanya atrofi otot-otot thenar.

2. Flick's sign

Penderita diminta mengibas-ibaskan tangan atau menggerak-gerakkan jari- jarinya. Bila keluhan berkurang atau menghilang akan menyokong diagnosa CTS. Tanda ini juga dapat dijumpai pada sindrom Raynaud

3. Menilai kekuatan dan ketrampilan serta kekuatan otot secara manual

Penderita diminta untuk melakukan abduksi maksimal palmar lalu ujung jari dipertemukan dengan ujung jari lainnya. Di nilai juga kekuatan jepitan pada ujung jari-jari tersebut. Ketrampilan/ ketepatan dinilai dengan meminta penderita melakukan gerakan yang rumit seperti menulis atau menyulam

4. Wrist Extension Tes

Penderita melakukan ekstensi tangan secara maksimal, sebaiknya dilakukan serentak pada kedua tangan sehingga dapat dibandingkan. Bila dalam 60 detik timbul gejala-gejala seperti CTS, maka tes ini menyokong diagnosa CTS

5. Phalen's test.

Penderita melakukan fleksi tangan secara maksimal. yan