referat-devy anggi s- 11.2014.123

Download Referat-Devy Anggi S- 11.2014.123

Post on 08-Nov-2015

5 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat 11.2014.123

TRANSCRIPT

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata

Periode 4 Maret s/d 6 Mei 2015

RS Family Medical Center (FMC), Sentul

ReferatAmbliopia AnisometropiaOleh:Devy Anggi S

112014123Pembimbing :

dr. Saptoyo A. M., Sp.MFAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

(UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA)

Jl. Terusan Arjuna No.6 Kebon Jeruk Jakarta BaratKEPANITERAAN KLINIKSTATUS ILMU PENYAKIT MATAFAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDAHari/Tanggal Ujian/Presentasi Kasus : Mei 2015SMF ILMU PENYAKIT MATARumah Sakit Family Medical Center-SentulTanda Tangan

Nama: Devy Anggi Sitompul

NIM: 11-2014-123

Dr. Pembimbing: dr. Saptoyo A. M., Sp.M .............................

STATUS PASIENI. IDENTITAS

Nama

: An. SUmur

: 7 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Pekerjaan

: PelajarAlamat

: BogorTanggal pemeriksaan: 28 Mei 2015AI. ANAMNESIS

Dilakukan Alloanamnesis pada tanggal 28 Mei 2015.Keluhan Utama:Penglihatan tidak jelas di kedua mata sejak 2 bulan yang lalu.Keluhan tambahan:

-Riwayat Penyakit Sekarang:Sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit OS mengeluh penglihatannya tidak jelas pada kedua matanya. Hal tersebut dikeluhkan OS terutama saat membaca dekat dan saat melihat papan tulis di sekolahnya. Bila menonton televisi, lama-kelamaan dirasa tidak enak pada bagian matannya. Hal tersebut dirasakan OS seperti rasa pegal di daerah dahinya. Keluhan serupa juga dialami OS saat membaca dekat dan jika OS melihat gadget kemudian mengalihkan pandangannya ke televisi. Keluhan tersebut dirasa OS terjadi secara perlahan-lahan. OS mengaku keluhan tersebut tidak membaik bila OS memincingkan ataupun mengucek matanya. OS diketahui sering memainkan gadget lebih dari 3 jam dalam sehari. Mata kemerahan, penglihatan berbayang maupun penglihatan ganda disangkal. Penerangan di rumah dirasa cukup baik. Tidak ada riwayat penggunaan kacamata. Ibu OS mengaku menggunakan kacamata -3D sejak di bangku kuliah. Tidak ada kelainan maupun riwayat trauma kepala saat OS dilahirkan, tidak ada riwayat keluarga dengan mata juling. Riwayat Penyakit Dahulua. Umum Asthma

: tidak ada Alergi

: tidak adaa. Mata

- Riwayat sakit mata sebelumnya: tidak ada

- Riwayat penggunaan kaca mata: tidak ada

-Riwayat operasi mata: tidak ada

-Riwayat trauma mata sebelumnya: tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga: Penyakit mata serupa

: tidak ada Penyakit mata lainnya

: tidak ada Asthma

: tidak ada Diabetes

: tidak ada Alergi

: tidak ada Hipertensi

: tidak ada

Riwayat Kebiasaan:Pasien sering bermain gadget lebih dari 3 jam dalam sehariBI. PEMERIKSAAN FISIK

A. STATUS GENERALISKeadaan Umum: Baik

Kesadaran: Compos Mentis

Tanda Vital: Tekanan Darah: 110/70 mmHg

Nadi: 80 x/menit

Respirasi : 22 x/menit

Suhu : 36.7oC

Kepala/leher: Deformitas (-), Pembesaran KGB tidak terlihat

Thorax, Jantung: Tidak dilakukan pemeriksaan

Paru: Tidak dilakukan pemeriksaan

Abdomen: Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas: Tidak dilakukan pemeriksaan

B. STATUS OPTHALMOLOGIS

PEMERIKSAANODOS

0.08 0.67

VisusKoreksi dengan kacamata

+3,00 D = 0,50Koreksi dengan kacamata +0,75D = 1,00

TION/PalpasiN/Palpasi

Posisi Bola MataNormalNormal

PalpebraNormalNormal

Konjungtiva TarsalTenangTenang

Konjungtiva BulbiTenangTenang

KorneaJernihJernih

Bilik mata depanNormalNormal

IrisBerwarna coklatBerwarna coklat

PupilBulat, sentral, diameterBulat, sentral, diameter

3 mm, refleks cahaya (+)3 mm, refleks cahaya (+)

LensaJernih, Shadow Test (-)Jernih, Shadow Test (-)

FundusRF (+), Papil bulat batasRF (+), Papil bulat batas

tegas, C/D 0,4 A/V 2:3,tegas, C/D 0,4 A/V 2:3,

Pergerakan Bola MataKe segala arah

Ke segala arah

KonfrontasiSesuai pemeriksaSesuai pemeriksa

IV.PEMERIKSAAN PENUNJANG

-V. RESUME

Anamnesis :

Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun datang ke poli mata RS FMC dengan keluhan penglihatannya tidak jelas pada kedua matanya sejak 2 bulan SMRS. Terutama saat membaca dekat dan saat melihat papan tulis di sekolahnya. Bila menonton televisi, lama-kelamaan dirasa pegal pada bagian dahinya. Keluhan serupa dialami OS saat membaca dekat dan jika OS melihat gadget kemudian mengalihkan pandangannya ke televisi. Keluhan terjadi secara perlahan-lahan dan tidak membaik bila OS memincingkan ataupun mengucek matanya. OS sering memainkan gadget lebih dari 3 jam dalam sehari. Mata kemerahan, penglihatan berbayang maupun penglihatan ganda disangkal. Kelainan maupun riwayat trauma kepala saat OS dilahirkan disangkal.

ODOS

0.08 0.67

VisusKoreksi dengan kacamata

+3,00 D = 0,50Koreksi dengan kacamata +0,75D = 1,00

Pemeriksaan Fisik :

VI.DIAGNOSIS KERJA Ambliopia Anisometropia VII. PEMERIKSAAN ANJURANUkuran kaca mata untuk mata ambliopia diberi dengan koreksi penuh dengan penggunaan sikloplegiaIX.PENATALAKSANAANNon medika mentosa: Merujuk ke spesialis mata untuk : Koreksi optik dengan kacamata atau lensa kontak untuk mengupayakan bayangan fokus di retina pada mata yang ambliopia. Dilakukan pemeriksaan lanjutan dan penatalaksanaan lanjutan berupa oklusi mata yang dominan, untuk memaksakan pengggunaan mata yang ambliopia dengan mengurangi sementara penggunaan mata yang dominan yang akan diterapkan sesuai dengan keadaan pasien.Edukasi: Selalu gunakan kacamata jika melakukan aktivitas Kurangi aktivitas bermain gadget, jangan menonton tv terlalu dekat, membaca terlalu lama, membaca di keadaan cahaya yang kurang atau sambil tiduran. Mengedukasikan kepada orang tua OS mengenai pentingnya ketaatan terapi oklusi kepada OS karena keberhasilan terapi berada di tangan orang tua pasien. W. PROGNOSIS

OCCULI DEXTRA (OD)OCCULI SINISTRA (OS)

Ad Vitam:BonamBonam

Ad Fungsionam:Dubia ad BonamDubia ad Bonam

Ad Sanationam:Dubia ad BonamDubia ad Bonam

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ambliopia berasal dari bahasa Yunani, yang berarti penglihatan tumpul atau pudar (amblus : pudar, Ops : mata). Ambliopia merupakan suatu keadaan mata dimana tajam penglihatan tidak mencapai optimal sesuai dengan usia dan intelegensinya walaupun sudah dikoreksi kelainan refraksinya. Ambliopia dapat unilateral atau bilateral yang tidak dapat dihubungkan langsung dengan kelainan struktural mata maupun jaras penglihatan posterior.1Ambiopia dikenal juga dengan istilah mata malas (lazy eyes), adalah

masalah dalam penglihatan yang memang hanya mengenai 2 3 % populasi, tetapi bila dibiarkan akan sangat merugikan nantinya bagi kehidupan si penderita. Insidensinya tidak dipengaruhi jenis kelamin dan ras. Ambliopia tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan ambliopia yang tidak diterapi dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Jika nantinya pada mata yang baik itu timbul suatu penyakit ataupun trauma, maka penderita akan bergantung pada penglihatan buruk mata yang ambliopia, oleh karena itu ambliopia harus di terapi secepat mungkin.2Ambliopia telah diakui sebagai gangguan klinis selama lebih dari 300 tahun. Istilah ini telah digunakan untuk menggambarkan monokuler yang berpotensi reversibel atau kehilangan penglihatan binokular yang berhubungan dengan oklusi dari sumbu visual (bentuk kekurangan), strabismus, atau anisometropia / ametropia. Oklusi mata bentuk utama terapi sejak tahun 1740-an.3Hampir seluruh ambliopia dapat dicegah dan bersifat reversibel dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat. Anak dengan ambliopia atau yang beresiko ambliopia hendaknya dapat diindentifikasi pada umur dini, dimana prognosis keberhasilan terapi akan lebih baik.11.2. AnatomiMata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar ke dalam, lapisanlapisan tersebut adalah : (1) sklera/kornea, (2) koroid/badan siliaris/iris, dan (3) retina. Di anterior (ke arah depan), lapisan luar terdiri atas kornea transparan tempat lewatnya berkasberkas cahaya ke interior mata. Lapisan tengah dibawah sklera adalah koroid yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh-pembuluh darah untuk memberi makan retina. Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina, yang terdiri atas lapisan yang sangat berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan saraf di dalam. Retina mengandung sel batang dan sel kerucut, fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.3Rongga mata (orbital) bertujuan untuk melindungi bola mata. Bentuk rongga mata adalah piramida empat sisi yang ujungnya berada di foramen optikal. terdapat tujuh tulang yang ikut membentuk formasi tulang orbital ini yaitu maksilari, zigoma, frontal, ethmoidal, lakrima, palatin, dan sfenoid. Tulang-tulang ini membentuk soket untuk bola mata yang memberi tempat untuk masuknya otot-otot mata dan berasosiasi sangat dekat dengan sinus sekitarnya dan fosa kranial. Banyak saraf dan pembuluh darah yang melewati foramina, fisura dan kanal dari tulang orbital. 3Periorbita adalah membran periosteal yang menutupi tulang orbital. Pada ujung orbital, periorbita bersatu dengan durameter menutupi saraf optik. Pada bagian depan, periorbita menyambung dengan septum orbital dan periosteum dari tulang fasial. Garis persatuan dari ketiga lapisan pada lingkaran orbita disebut dengan arkus marginalis. 3Kelopak mata berfungsi juga untuk melindungi mata serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Kulit dari kelopak mata bagian atas sangatlah tipis sedangkan pada bagian bawah lebih tebal. Kelopak mata terdiri lempengan tarsal yang ter