referat abdul fahma i11109026

Download Referat Abdul Fahma I11109026

Post on 07-Jan-2016

14 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

knknknn

TRANSCRIPT

BAB 1

REFERATHERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)

Oleh :

ABDUL FAHMA FIRMANAI11109026SMF NEUROLOGI

Fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura

Pontianak

2014BAB 1

PENDAHULUANBanyak orang pernah menderita akibat mengalami nyeri pada leher, bahu, dan lengan. Nyeri tumpul maupun tajam yang bersifat menjalar dari leher hingga ke lengan dan jari, dan kadang juga disertai dengan rasa tebal dan kesemutan. Bahkan pada beberapa kasus dapat terjadi gangguan motorik ekstremitas bawah. Gejala-gejala tersebut sering disebut dengan nyeri radix cervikal (Radicular Cervical Pain) yang paling sering disebabkan oleh herniasi diskus intervertebralis cervikalis sehingga menekan radix (akar saraf) pada cervikal dan menyebabkan nyeri pada daerah yang dipersarafi radix tersebut. Keadaan ini disebut sebagai HNP Cervikalis (Hernia Nukleus Pulposus Cervikalis).1,2HNP cervikalis dapat terjadi akibat proses degeneratif maupun trauma yang mencederai vertebra cervikalis. Proses degeneratif dan trauma ini menyebabkan perubahan pada struktur diskus intervertebralis yang terletak diantara masing-masing badan (corpus) vertebra cervikalis, sehingga fungsinya sebagai penahan tekanan (shock absorbers) terganggu dan menyebabkan substansi diskus keluar (herniasi) hingga menekan radix saraf bahkan medula spinalis dan menyebabkan gejala-gejala tersebut.1,2,3HNP secara umum dapat terjadi pada semua columna vertebralis, dari cervikal hingga lumbal. HNP cervikalis merupakan HNP tersering kedua setelah kasus HNP lumbalis. Sekitar 51% dari orang dewasa pernah mengalami periode nyeri pada leher dan lengan sepanjang hidupnya. 25% diantaranya terdapat gambaran herniasi diskus pada hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang terjadi pada kelompok usia kurang dari 40 tahun, dan 60% diantaranya terjadi pada kelompok usia lebih dari 60%. Di Indonesia angka kejadian HNP cervikalis sekitar 5-10% dari seluruh populasi penderita HNP. Sekitar 60% diantaranya terjadi pada kelompok usia lebih dari 30-40 tahun.4,5BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Definisi

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah penonjolan diskus intervertabralis dengan protrusi dari nukleus ke dalam kanalis spinalis mengakibatkan penekanan pada radiks saraf. HNP adalah suatu penekanan pada suatu serabut saraf spinal akibat dari herniasi dan nucleus hingga annulus, salah satu bagian posterior atau

lateral (Long, 1996). Herniasi Nukleus Pulposus terjadi ketika nukleus pulposus (substansi seperti gel) keluar melalui annulus fibrosus (struktur seperti bantalan) dari diskus intervertebralis (absorber shock spinal)32.2 Epidemiologi

Kejadian HNP cervikalis merupakan kejadian HNP terbanyak kedua setelah HNP lumbalis, yaitu sekitar 5-10% dari populasi penderita HNP di Indonesia. Secara umum kejadian HNP bertambah seiring dengan pertambahan usia, namun pada HNP cervikalis sekitar 60% penderita berada pada kelompok usia 30-40 tahun. Lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada perempuan yaitu sekitar 2:1. 4-62.3 Anatomi Vertebra Cervikalis

Tulang belakang manusia (vertebra) merupakan salah satu struktur penopang tubuh yang tersusun dari 33 ruas vertebra, yaitu: 7 ruas vertebra cervikalis, 12 ruas vertebra thorakalis, 5 ruas vertebra lumbalis, 5 ruas vertebra sakralis, dan 4 ruas coccigeus yang saling menyatu.7

Sumber: www.MedlinePlusMedicalEncyclopedia.comGambar 2.1 Vertebra

Vertebra cervikalis merupakan penyusun vertebra yang berada tepat di bawah tulang tengkorak (Skull), yang terdiri dari 7 ruas, yaitu cervikalis-1 (C1) hingga cervikalis-7 (C7), yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.8

Sumber: www.wikipedia.comGambar 2.2 Letak dan Posisi Vertebra Cervikalis

Secara umum seperti struktur vertebra yang lain, vertebra cervikalis juga tersusun dari struktur yang berupa tulang (bone) dan jaringan lunak (soft tissues). Struktur yang berupa tulang termasuk diantaranya adalah bagian corpus dan processus-processus. Sedangkan jaringan lunak berupa diskus intervertebralis, ligamen-ligamen, dan persendian.9

Sumber: www.e-anatomy.comGambar 2.3 Vertebra Cervikalis

Tulang vertebra ini dihubungkan satu sama lainnya oleh ligamentum dan tulang rawan. Bagian anterior columna vertebralis terdiri dari corpus vertebra yang dihubungkan satu sama lain oleh diskus fibrokartilago yang disebut diskus invertebralis dan diperkuat oleh ligamentum longitudinalis anterior dan ligamentum longitudinalis posterior. Diskus invertebralis menyusun seperempat panjang columna vertebralis. Diskus ini paling tebal di daerah cervical dan lumbal, tempat dimana banyak terjadi gerakan columna vertebralis, dan berfungsi sebagai bantalan sendi dan shock absorber agar columna vertebralis tidak cedera bila terjadi trauma.5Diskus intervertebralis terdiri dari lempeng rawan hyalin (Hyalin Cartilage Plate), nukleus pulposus (gel), dan annulus fibrosus. Sifat setengah cair dari nukleus pulposus, memungkinkannya berubah bentuk dan vertebra dapat mengjungkit ke depan dan ke belakang di atas yang lain, seperti pada flexi dan ekstensi columna vertebralis. Diskus intervertebralis, baik anulus fibrosus maupun nukleus pulposusnya adalah bangunan yang tidak peka nyeri. Stabilitas vertebra tergantung pada integritas korpus vertebra dan diskus intervertebralis serta dua jenis jaringan penyokong yaitu ligamentum (pasif) dan otot (aktif).5

Sumber: www.google.comGambar 2.4 Diskus Intervertebralis (terdiri dari Anulus Fibrosus dan Nucleus Pulposus)

Sumber: www.google.comGambar 2.5 Ligamentum Penyokong Vertebra

Vertebra Cervikalis I (V.C1)

Vertebra cervikalis I disebut juga dengan tulang atlas. Terletak tepat di bawah tulang tengkorak. Ciri khas pada tulang ini adalah tidak memiliki corpus, sehingga hanya berupa arcus anterior dan posterior. Pada masing-masing arcus anterior terdapat fovea articularis superior yang berhubngan dengan condilus occipitalis. Sedangkan yang berhubungan dengan vertebra cervikalis II adalah facies artikularis posterior atau disebut juga fovea dentis. Pada medio sagital terdapat tuberculum anterior dan posterior. Dan memiliki foramen vertebralis yang besar.5,10

Sumber: www.google.comGambar 2.6 Vertebra Cervikalis I (Atlas), Dilihat dari Kranial (kiri) dan Kaudal (kanan)

Vertebra Cervikalis II (V. C2)

Vertebra cervikalis II disebut juga tulang axis yang ditandai oleh adanya epistropheus. Ciri khas lain pada cervikalis II ini adalah adanya dens atau processus odontoid. Memiliki corpus vertebra yang kecil, apex dentis yang disertai facies articularis anterior dan facies articularis posterior. Facies articularis lateralis berhubungan dengan facies articularis inferior tulang atlas. Serta processus spinosus yang tidak selalu bercabang dua.5,10

Sumber: www.google.comGambar 2.7 Vertebra Cervikalis II (Axis) Dilihat dari Ventral (kiri) dan Dorsal (kanan)

Sumber: www.google.comGambar 2.8 Atlas dan Axis pada Potongan Sagital

Vertebra Cervikalis III-VI (V. C3-C6)

Vertebra cervikalis III-VI memiliki komponen dan bentuk yang sama, yaitu masing-masing memiliki Corpus vertebrae arcus vertebrae yang terdiri dari pedicle dan lamina, processus articularis superior yang menghadap ke posterior, processus articularis inferior yang menghadap ke anterior, incisura vertebralis superior dan inferior, processus spinosus yang bercabang dua, sepasang processus transversus pada sisi lateral, serta foramen vertebralis.10

Sumber: www.google.comGambar 2.9 Vertebra Cervikalis III-VI

Vertebra Cervikalis VII (V. C7)

Merupakan ruas terakhir dari vertebra cervikalis. Secara umum komponen dan bentuknya sama dengan C3-C6, hanya ciri khas pada ruas ini adalah processus spinosusnya panjang (prominent).10,11

Sumber: www.googe.comGambar 2.10 Vertebra Cervikalis VII

2.4 Etiologi dan Faktor Predisposisi

Hal yang dapat menyebabkan HNP cervikalis adalah:

Trauma

Biasanya terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Trauma pada vertebra cervikal dapat terjadi akibat adanya gerakan tiba-tiba pada daerah leher, misalnya whiplash injury.12 Proses Degeneratif

Terjadi pada kelompok usia yang lebih tua. Proses degeneratif menyebabkan perubahan komponen penyusun diskus intervertebralis menjadi lebih tidak elastis atau kaku sehingga apabila mendapatkan beban yang berlebihan atau tiba-tiba menyebabkan isi diskus keluar atau scara langsung menyebabkan trauma pada vertebra cerikalis.13

Faktor risiko yang dapat menyebabkan HNP cervikalis diantaranya adalah:1,2,131. Genetik, individu dengan riwayat genetik kelainan vertebra (skoliosis, spondilolistesis, dan ankylosing spondilitis) lebih mudah terjadi HNP.

2. Kebiasaan beraktivitas dengan posisi tubuh yang tidak tepat, misalnya mengangkat beban berat dengan menopangkan pada kepala, dan lain-lain.

3. Pola hidup tidak sehat, misalnya merokok, alkohol, kurang gizi, kurang olah raga, yang akan berakibat penurunan kualitas tubuh sehingga lebih mudah terjadi kerusakan pada vertebra.

4. Vibrational Stress

5. Aging, kejadian HNP cervikalis meningkat seiring dengan peningkatan usia.

2.5 Patogenesis

HNP cervikalis terjadi akibat keluarnya komponen nukleus pulposus dari diskus intervertebralis cervikalis yang menekan radix saraf atau medula spinalis sehingga menimbulkan iritasi pada saraf yang tertekan tersebut.1-4,12,13Herniasi dari nukleus pulposus dapat terjadi akibat perubahan penyusun komponen-komponen diskus intervertebralis, atau trauma. Diskus intervertebralis terdiri dari nukleus pulposus yang tersusun dari komonel gel dan anulus fibrosus dengan kolagen sebagai penyusunnya. Pada proses degeneratif komponen gel nukleus pulposus dan kolagen dari anulus fibrosus lambat laun akan berkurang sehingga diskus intervertebralis yang seharusnya elastis dan befungsi sebagai bantalan atau shock absorber menjadi kaku.1-4,12,13Pada