refarat kanker payudara (rahma)

Download Refarat Kanker Payudara (Rahma)

Post on 28-Nov-2015

75 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAGIAN ILMU BEDAH REFERAT FAKULTAS KEDOKTERAN OKTOBER 2013UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KANKER PAYUDARA

DISUSUN OLEH: RAHMAWATI (10542 0039 08)

PEMBIMBING:dr. Muhammad Rizal Tj, Sp.B

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIKPADA BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAHMAKASSAR2013

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN iDAFTAR ISI iiI. PENDAHULUAN 1II. ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA 2III. DEFENISI5IV. EPIDEMIOLOGI5V. ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI5VI. PATOGENESIS7VII. KLASIFIKASI 7VIII. DIAGNOSIS8IX. STADIUM KANKER PAYUDARA 11X. PRINSIP PENANGANAN KANKER PAYUDARA 13XI. PENANGANAN KANKER PAYUDARA 14XII. PENANGANAN BERDASARKAN STADIUM 23XIII. PROGNOSIS 25DAFTAR PUSTAKA 26

I. PENDAHULUANKanker payudara merupakan masalah kesehatan yang penting, karena mortalitas dan morbiditasnya yang tinggi. Jumlah kasus kanker payudara di dunia menduduki peringkat kedua setelah kanker servkis, di samping itu kanker payudara menjadi salah satu pembunuh utama wanita di dunia dan adanya kecenderungan peningkatan kasus baik di dunia maupun di Indonesia. Diperkirakan 7,4 juta orang meninggal di dunia pada tahun 2004 karena kanker, 1,3 juta kasus baru dan diperkirakan 458.000 dilaporkan meninggal pada tahun 2008 dan jika hal ini berlanjut maka pada tahun 2015, 83,2 juta orang akan meninggal karena kanker.1,3Insidens kanker payudara di Asia meningkat dengan cepat jika dibandingkan dengan daerah Barat. Berdasarkan International Agency on Research in Cancer, kanker payudara lebih banyak ditemukan pada wanita di Indonesia dan Malaysia. Umur rata-rata pada kedua negara tersebut hampir sama yakni 36,2 per 100.000 penduduk di Indonesia berbanding dengan 37 per 100.000 penduduk di Malaysia dengan angka kematian 18,6 per 100.000 di Indonesia berbanding 14,7 per 100.000 di Malaysia.10Penyebab kanker payudara belum diketahui, diperkirakan mutifaktorial. Selain adanya defek pada gen BRCA1 dan BRCA2, masih banyak kelainan yang pada prinsipnya meningkatkan aktifitas proliferasi sel serta kelainan yang menurunkan atau menghilangkan regulasi kematian sel. Selain itu terdapat juga faktor usia, riwayat keluarga, hormon, terekspose radiasi, penggunaan terapi pengganti hormon yang lama setelah menopause.1,5Sekitar 40% pasien dengan kanker payudara akan berkembang dan bermetastasae. Kebanyakan metastase baru bermanifestasi pada lima tahun pertama setelah didiagnosis, tetapi kekambuhan dapat terjadi pada 10-20 tahun setelah didiagnosis penyakit primernya. Munculnya kekambuhan berkaitan dengan ukuran lesi primer dan nodul yang muncul. Untuk itu diperlukan terapi yang optimal di mana dibutuhkan pendekatan multidispliner yang meliputi, operasi, radiasi dan ahli bedah tumor, diagnostik radiologi dan patologi serta terapi pendukung lainnya seperti terapi psikososial.8II. ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA1

Gambar 1. Anatomi Mammae2

Kelenjar susu merupakan sekumpulan kelenjar kulit. Pada bagian lateral atasnya, jaringan kelenjar ini keluar dari bulatannya ke arah aksila, disebut penonjolan Spence atau ekor payudara.Setiap payudara terdiri atas 12 sampai 20 lobulus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla mamma, yang disebut duktus laktiferus. Di antara kelenjar susu dan fasia pektoralis, juga di antara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak. Di antara lobules tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum cooper yang memberi rangka untuk payudara. Pendarahan payudara terutama berasal dari cabang a.perforantes anterior dari a. mamaria interna, a.torakalis lateralis yang bercabang dari a.aksilaris, dan beberapa a.interkostalis.Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n.interkostalis. Jaringan kelenjar payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit paralisis dan mati rasa pascabedah, yakni n.interkostobrakialis dan n.kutaneus brakius medialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. Pada diseksi aksila, saraf ini sedapat mungkin disingkirkan sehingga tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut.Saraf n.pektoralis yang mengurus m.pektoralis mayor dan minor, n.torakodorsalis yang mengurus m.latisimus dorsi, dan n.torakalis longus yang mengurus m.serratus anterior sedapat mungkin dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila.1,2 Penyaliran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksilla, sebagian lagi ke kelenjar parasternal, terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula penjalaran yang ke kelenjar interpektoralis. Pada aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar dari 10 sampai 90) buah kelenjar getah bening yang berada di sepnjang arteri dan vena brakialis. Saluran limf dari seluruh payudara menyalir ke kelompok anterior aksila, kelompok sentral aksila, kelenjar aksila bagian dalam, yang lewat sepanjang v.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam di fossa supraklavikuler.Jalur limf lainnya berasal dari daerah sentral dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna, juga menuju ke aksila kontralateral, ke m.rektus abdominis lewat ligamentum falsiparum hepatis ke hati, pleura, dan payudara kontralateral.1

Gambar 2. Anatomi Mammae 2

Fisiologi Mammae1Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormone. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas sampai ke klimakterium, dan menopause. Sejak pubertas pengaruh estrogen dan progesterone yang diproduksi ovarium dan juga hormone hipofise, telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus.Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur haid. Sekitar hari ke-8 haid, payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum haid berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. Selama beberapa hari menjelang haid, payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik, terutama palpasi tidak mungkin dilakukan. Pada waktu itu, pemeriksaan foto mamografi tidak berguna Karena kontras kelenjar terlalu besar. Begitu haid mulai, semuanya berkurang.Perubahan ketiga terjadi pada masa hamil dan menyusui. Pada kehamilan, payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru.1,2 Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus keputing susu.1

III. DEFENISI Kanker payudara merupakan keadaan malignansi yang berasal dari sel-sel yang terdapat pada payudara. Payudara wanita terdiri dari lobus-lobus, duktus-duktus , lemak dan jaringan konektif, pembuluh darah dan limfe. Pada umumnya karsinoma berasal dari sel-sel yang terdapat diduktus, beberapa diantaranya berasal dari lobulus dan jaringan lainnya.3

IV. EPIDEMIOLOGI Kanker payudara pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma serviks uterus. Di Amerika serikat, karsinoma payudara merupakan 28% kanker pada wanita yang berkulit putih dan 25% pada wanita yang berkulit hitam. Kurva insidens-usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Insidens karsinoma mamma pada lelaki hanya 1% dari kejadian perempuan.1, 4

V. ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI1. Genetik ( Riwayat Keluarga)Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan penderita kanker payudara dua sampai tiga kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Dan besar kemungkinan akan menderita kanker bilateral atau kanker pada saat premenopause.1 Pada kanker payudara ditemukan dua gen yang bertanggung jawab pada dua pertiga kasus kanker payudara familiar atau 5% secara keseluruhan yaitu gen BRC1 yang berlokasi di kromosoM 17 (17Q21) dan gen BRCA2 yang berlokasi pada kromosom 13q-12-13. Adanya mutasi dan delesi yang bersifat herediter menyebabkan terjadinya meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.32. Usia Seperti pada kebanyakan jenis kanker yang lainnya, insidens menurut usia naik sejalan dengan penambahan usia.1 Kanker payudara jarang terjadi pada usia sebelum 25 tahun kecuali pada beberapa kasus yang berhubungan dengan faktor familiar . secara keseluruhan dapat terjadi pada semua usia, 77%pada wanita di atas usia 50 tahun.33. Hormon Pertumbuhan kanker payudara sering dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan hormon. Hal ini terbukti pada hewan coba dan pada penderita karsinoma mamma. Perubahan pertumbuhan tampak setelah penambahan atau pengurangan hormon yang merangsang atau menghambat pertumbuhan karsinoma.1Penggunaan hormon pengganti pada wanita postmenopausal menunjukkan peningkatan faktor resiko terjadinya kanker payudara. Pemberian estrogen dan progesteron secara bersamaan meningkatkan terjadinya insiden kanker payudara jika dibandingkan dengan pemberian estrogen saja. Keadaan ini dijumpai pada karsinoma lobular invasif.34. DietDari populasi yang dalam negara menunjukkan peningkatan insidens kanker payudara cenderung mempunyai masukan lemak diet yang tinggi.1 Bukti langsung dari observasi yang dibuat pada wanita jepang. Karena masukan lemak dietnya meningkat, maka insidens kanker payudara meningkat.1,35. Virus Pada air susu ibu ditemukan (partikel) virus yang sama dengan yang terdapat pada air susu tikus yang menderita karsinoma mamma. Akan tetapi, peranannya sebagai faktor penyebab pada manusia tidak dapat dipastikan16. Sinar ionisasi Pada hewan coba terbukti adanya peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen, peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas.1

VI.