rdtr pz 03112011 edit 12 jan 2012 gab ok

Download RDTR PZ 03112011 Edit 12 Jan 2012 Gab Ok

Post on 24-Apr-2015

59 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM

    NOMOR : 20/PRT/M/2011

    TENTANG

    PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG

    DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    MENTERI PEKERJAAN UMUM,

    Menimbang : bahwa untuk melaksanakan amanat Pasal 14 ayat (3) huruf c dan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Pasal 159 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

    2. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

    3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

    4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum;

  • - 2 -

    MEMUTUSKAN :

    Menetapkan : PERATURAN MENTERI TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA.

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Bagian Kesatu

    Pengertian

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

    1. Rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang selanjutnya disingkat RTRW kabupaten/kota adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten/kota, yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi, dan yang berisi tujuan, kebijakan, strategi penataan ruang wilayah kabupaten/kota, rencana struktur ruang wilayah kabupaten/kota, rencana pola ruang wilayah kabupaten/kota, penetapan kawasan strategis kabupaten/kota, arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota, dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota.

    2. Rencana detail tata ruang kabupaten/kota yang selanjutnya disingkat RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota.

    3. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntukan yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang.

    4. Zonasi adalah pembagian kawasan ke dalam beberapa zona sesuai dengan fungsi dan karakteristik semula atau diarahkan bagi pengembangan fungsi-fungsi lain.

    5. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.

    6. Wilayah perencanaan adalah bagian dari kabupaten/kota dan/atau kawasan strategis kabupaten/kota yang akan/perlu disusun rencana rincinya dalam hal ini RDTR kabupaten/kota sesuai arahan atau yang ditetapkan di dalam RTRW kabupaten/kota yang bersangkutan.

    7. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum.

    Bagian Kedua

  • - 3 -

    Bagian Kedua

    Maksud, Tujuan, dan Ruang Lingkup

    Pasal 2

    (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyusunan RDTR dan peraturan zonasi kabupaten/kota oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam penataan ruang.

    (2) Peraturan Menteri ini bertujuan untuk mewujudkan RDTR dan peraturan zonasi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan peraturan pelaksanaannya.

    (3) Ruang lingkup Peraturan Menteri ini meliputi:

    a. muatan RDTR

    b. peraturan zonasi; dan

    c. prosedur penyusunan RDTR dan peraturan zonasi.

    BAB II

    RENCANA DETAIL TATA RUANG

    Pasal 3

    (1) RDTR disusun untuk bagian dari wilayah kabupaten/kota yang merupakan kawasan perkotaan dan/atau kawasan strategis kabupaten atau kawasan strategis kota.

    (2) RDTR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilengkapi dengan peraturan zonasi.

    (3) RDTR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat:

    a. tujuan penataan ruang bagian wilayah perencanaan;

    b. rencana pola ruang;

    c. rencana jaringan prasarana;

    d. penetapan sub bagian wilayah perencanaan yang diprioritaskan penanganannya;

    e. ketentuan pemanfaatan ruang; dan

    f. peraturan zonasi.

    Pasal 4

    . Rincian materi muatan RDTR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.

    BAB III ...

  • - 4 -

    BAB III

    PERATURAN ZONASI

    Pasal 5

    (1) Peraturan zonasi dapat disusun secara terpisah apabila RDTR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) tidak disusun atau telah ditetapkan sebagai peraturan daerah tetapi belum memuat peraturan zonasi.

    (2) Peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat:

    a. materi peraturan zonasi; dan

    b. pengelompokan materi.

    (3) Rincian peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

    BAB IV

    PROSEDUR PENYUSUNAN RDTR DAN PERATURAN ZONASI

    Pasal 6

    (1) Prosedur penyusunan RDTR dan peraturan zonasi meliputi:

    a. proses dan jangka waktu penyusunan;

    b. pelibatan masyarakat; dan

    c. pembahasan rancangan RDTR dan peraturan zonasi.

    (2) Rincian prosedur penyusunan RDTR dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

    BAB V

    KETENTUAN PERALIHAN

    Pasal 7

    Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur penyusunan RDTR dan peraturan zonasi yang telah ada tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.

    BAB VI ...

  • - 5 -

    BAB VI

    KETENTUAN PENUTUP

    Pasal8

    Dalam hal diperlukan, pemerintah daerah dapat menyusun petunjuk pelaksanaan dan/atau petunjuk teknis untuk melaksanakan Peraturan Menteri ini.

    Pasal9

    Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

    Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

    Ditetapkan di Jakarta

    pada tanggal

    MENTERI PEKERJAAN UMUM,

    ttd

    DJOKO KIRMANTO

    Diundangkan di Jakarta pada tanggal MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

    ttd

    AMIR SYAMSUDIN

    BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR

  • LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 20/PRT/M/2011 TANGGAL :

    PEDOMAN PENYUSUNAN RDTR DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA

  • Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota

    Kementerian Pekerjaan Umum i

    DAFTAR ISI

    DAFTAR ISI i

    DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ii

    DAFTAR LAMPIRAN iii

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    1.1 Istilah dan Definisi 1

    1.2 Kedudukan RDTR dan Peraturan Zonasi 3

    1.3 Fungsi dan Manfaat RDTR dan Peraturan Zonasi 5

    1.4 Kriteria dan Lingkup Wilayah Perencanaan RDTR dan Peraturan Zonasi 6

    1.5 Masa Berlaku RDTR 9

    BAB II

    MUATAN RDTR

    2.1 Tujuan Penataan BWP 10

    2.2 Rencana Pola Ruang 11

    2.3 Rencana Jaringan Prasarana 17

    2.4 Penetapan Sub BWP yang Diprioritaskan Penanganannya 20

    2.5 Ketentuan Pemanfaatan Ruang 22

    2.6 Peraturan Zonasi 23

    BAB III

    PERATURAN ZONASI

    3.1 Materi Peraturan Zonasi 24

    3.2 Pengelompokan Materi 24

    BAB IV

    PROSEDUR PENYUSUNAN RDTR DAN PERATURAN ZONASI

    4.1 Proses dan Jangka Waktu Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi 30

    4.2 Pelibatan Peran Masyarakat dalam Penyusunan RDTR dan/atau Peraturan

    Zonasi

    38

    4.3 Pembahasan Rancangan RDTR dan Peraturan Zonasi 39

    BAB V

    KELENGKAPAN DOKUMEN RDTR DAN PERATURAN ZONASI

    5.1 Muatan RDTR 40

    5.2 Kelengkapan Draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RDTR 40

    5.3 Kelengkapan Dokumen untuk Persetujuan Substansi Raperda tentang

    RDTR

    40

    5.4 Kelengkapan Dokumen Perda RDTR 41

    5.5 Kelengkapan Dokumen Peraturan Zonasi 41

  • Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota

    ii Kementerian Pekerjaan Umum

    DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

    Gambar 1.1 Kedudukan RDTR dalam Sistem Perencanaan Tata

    Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

    4

    Gambar 1.2 Hubungan antara RTRW Kabupaten/Kota, RDTR, dan

    RTBL serta Wilayah Perencanaannya

    5

    Gambar 1.3 Lingkup Wilayah RDTR Berdasarkan Wilayah Administrasi

    Kecamatan dalam Wilayah Kota

    6

    Gambar 1.4 Lingkup Wilayah RDTR Berdasarkan Kawasan Fungsional

    seperti Bagian Wilayah Kota/Subwilayah Kota

    7

    Gambar 1.5 Lingkup Wilayah RDTR Berdasarkan Bagian dari Wilayah

    Kabupaten yang Memili