rancangan undang-undang tentang ketahanan persen), suami/istri pergi (17,55 persen), kdrt (2,15...

Download Rancangan Undang-Undang tentang Ketahanan persen), suami/istri pergi (17,55 persen), KDRT (2,15 persen),

If you can't read please download the document

Post on 02-Mar-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • NASKAH AKADEMIK

    Rancangan Undang-Undang tentang Ketahanan Keluarga

    Tim Penyusun RUU Ketahanan Keluarga

    2020

  • i

    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

    A. Latar Belakang ............................................................................................. 1

    B. Identifikasi Masalah ................................................................................... 12

    C. Tujuan dan Kegunaan ................................................................................ 13

    D. Metodologi .................................................................................................. 13

    BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIK EMPIRIS ................................................ 15

    A. Kajian Teoritis ............................................................................................ 15

    A.1. Teori Struktural-Fungsional Keluarga ........................................................ 15

    A.2. Teori Ekologi Keluarga ................................................................................ 18

    A.3. Konsep Ketahanan Keluarga ...................................................................... 20

    A.4. Konsep Pengasuhan ................................................................................... 26

    B. Kajian Praktik Empiris ............................................................................... 31

    B.1. Bekal yang tidak memadai sebelum dan sesudah perkawinan ................... 32

    B.2. Praktik Pembagian Peran dalam Keluarga .................................................. 34

    B.3. Hilangnya bagian dari struktur dan/atau fungsi dalam keluarga ............... 38

    B.4. Kurang memiliki keyakinan agama yang kuat dan pemahaman nilai-nilai moral kemanusiaan. ................................................................................... 40

    B.5. Ancaman Eksternal terhadap semua keluarga (pornografi, minuman keras, narkoba, dan penyimpangan seksual dan propagandanya) ........................ 41

    B.6. Kemiskinan, Aspek Fisik Utama Kerentanan Keluarga ............................... 45

    B.7. Kebijakan Keluarga di Berbagai Negara ...................................................... 45

    BAB III EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT KELUARGA ........................................................................................................... 49

    A. Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara ............. 50

    B. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ............................ 52

    C. Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga .............................................................................. 55

    D. Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU P-KDRT) ...................................................................... 61

    E. Undang-Undang No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak ................... 65

    F. Undang-Undang tentang Perlindungan Anak (UU 23/2002, UU Perubahan pertama UU 35/2014 dan UU perubahan kedua UU No. 17/2016) ............ 67

    G. Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan 72

    H. Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ................................................................................................................... 72

    I. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional . 74

    J. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ............................ 75

    K. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan .................. 76

    L. Undang-Undang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial ............ 78

    M. Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas .......... 79

  • ii

    N. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman ............................................................................................... 81

    O. Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) .......................................................................................... 82

    P. Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi ............................ 83

    Q. Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ............................. 85

    R. Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri ........................................................ 87

    S. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ........................................... 87

    BAB IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS ............................... 97

    A. Landasan Filosofis ...................................................................................... 97

    B. Landasan Sosiologis ................................................................................... 99

    C. Landasan Yuridis ..................................................................................... 100

    BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG KETAHANAN KELUARGA 103

    A. Jangkauan dan Arah Pengaturan ............................................................. 103

    B. Ruang Lingkup Materi .............................................................................. 103

    B.1. Ketentuan Umum....................................................................................105

    B.2. Asas, Prinsip, dan Tujuan ........................................................................ 108

    B.3. Materi yang akan Diatur ........................................................................... 109

    B.4. Ketentuan Peralihan ................................................................................ 140

    B.5. Ketentuan Penutup .................................................................................. 141

    BAB VI PENUTUP ............................................................................................... 142

    A. Simpulan .................................................................................................. 142

    B. Saran ....................................................................................................... 142

    DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 143

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Indonesia dengan jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai

    269,6 juta jiwa pada tahun 2020 menempati urutan ke-empat negara

    terbanyak penduduknya di dunia.1 Berdasarkan Survei Antar Sensus

    (SUPAS) 2015, terdapat sekitar 81,2 juta keluarga di Indonesia, terdiri

    dari 61,75 juta keluarga dengan kepala keluarga laki-laki, dan 19,45 juta

    keluarga dengan kepala keluarga perempuan.2 Namun jumlah rumah

    tangga hanya 66,2 juta, yang berarti dalam setiap rumah tangga

    terdapat 1,23 keluarga.3,4 Membangun 81,2 juta keluarga yang kuat,

    maka Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat. Strong Families

    make Strong Nation.

    Sejak tahun 2014, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari

    Keluarga Nasional (Harganas). Ini untuk mengingatkan segenap bangsa

    Indonesia akan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan keseharian

    maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keluarga juga

    merupakan sumber kekuatan yang mendukung segala upaya

    pembangunan bangsa dan negara.

    Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Namun keluarga

    lebih dari sekedar sebuah unit dari masyarakat, tapi juga merupakan

    wadah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental

    setiap individu yang akan dan terlahir di dunia. Keluarga melindungi,

    membentuk, membesarkan, memperkuat individu sejak dalam

    1 BPS, Kementerian PPN/Bappenas, UNFPA. 2018. Proyeksi Penduduk Indonesia

    2015 - 2045: Hasil SUPAS 2015. Jakarta, Indonesia.

    2 Definisi Kepala Rumah Tangga dalam SUPAS 2015 adalah: salah seorang dari

    anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan sehari-

    hari di rumah tangga atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala rumah

    tangga (minimal berusia 10 tahun), misalnya karena dituakan.

    3 BPS. 2015. Profil Penduduk Indonesia Hasil SUPAS 2015. Jakarta, Indonesia.

    4 Definisi Rumah Tangga dalam SUPAS 2015 adalah: seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau sensus dan biasanya

    tinggal bersama serta makan bersama dari satu dapur. Yang dimaksud dengan satu

    dapur adalah pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola menjadi satu.

  • 2

    kandungan sampai menjadi dewasa. Kesemuanya ini dipengaruhi oleh

    pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga. Karena setiap orang

    dalam keluarga adalah bagian dari unit keluarga, maka pola

    pengasuhan yang diterapkan akan berdampak kepada setiap anggota

    keluarga. Mengingat keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat,

    maka pola pengasuhan yang mempengaruhi semua anggota keluarga

    tersebut akan berdampak pad