rancang bangun sistem penilaian kinerja guru (studi kasus ... · pdf file 2009, penilaian...

Click here to load reader

Post on 23-Oct-2020

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Rancang Bangun Sistem Penilaian Kinerja Guru

    Studi Kasus: SMK N 1 Bancak

    Artikel Ilmiah

    Diajukan kepada

    Fakultas Teknologi Informasi untuk

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

    Peneliti: Meyvie Yolanda Lopis (702011057)

    Frederik Samuel Papilaya, S.Kom., M.Cs.

    Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    2016

  • 1

    Rancang Bangun Sistem Penilaian Kinerja Guru

    Studi Kasus: SMK NEGERI 1 BANCAK

    1) Meyvie yolanda Lopis,

    2 ) Frederik Samuel Papilaya

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

    Email: 1)

    [email protected], 2)

    [email protected]

    Abstract

    School is an institution in which there are components of teachers, students, and administrative staff who

    have the duty and responsibility of each. The role of a teacher or instructor is an important part that

    needs to be noted that impact on the performance of the teachers themselves. Teacher Performance

    Assessment System is a method used in evaluating the performance of a teacher. SMK N 1 Bancak has

    conducted teacher performance assessment instruments, but the performance appraisal process is done

    manually therefore feel is the impact on the accumulation of data or documents that can not be dammed.

    Thus, this research will be design Teacher Performance Assessment System

    Keywords: Teacher, Teacher Performance Assessment System

    1. Pendahuluan

    Sekolah merupakan suatu institusi yang didalamnya terdapat komponen guru, siswa, dan

    staf administrasi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dalam ketentuan

    umum UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru adalah pendidik

    profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai dan

    mengevaluasi peserta didik pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan formal [1]. Selanjutnya

    untuk menjamin keterlaksanaan tugasnya yang utama tersebut, Pasal 8 undang-undang yang

    sama mensyaratkan guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,

    sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan

    nasional [1].

    Disisi lain, penilaian kinerja guru (PKG) merupakan suatu cara yang digunakan dalam

    mengevaluasi kinerja seorang guru. Dalam era pendidikan di mana guru telah ditantang untuk

    menunjukkan efektivitasnya, penilaian kinerja yang telah ada tidak hanya sebagai tindakan yang

    berguna dari penilaian kinerja guru, tetapi juga sebagai cara untuk mengevaluasi kualitas

    program untuk sistem akuntabilitas dan Program akreditasi [2]. Lebih jelas lagi, Peraturan

    Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun

    2009, Penilaian Kinerja Guru adalah Penilaian yang di lakukan terhadap setiap butir kegiatan

    mailto:[email protected] mailto:[email protected]

  • 2

    tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pedoman

    Pelaksanaan PKG disusun untuk memperluas pemahaman semua pihak terkait tentang prinsip,

    proses dan prosedur pelaksanaan PKG, sebagai suatu sistem penilaian kinerja yang berbasis

    bukti. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.

    16 Tahun 2009 tentang tanggung Jabatan Fungsional Guru dan angka kreditnya sebagai acuan

    pelaksanaan PKG [3].

    Disisi lain, SMK N 1 BANCAK telah melaksanakan instrumen penilaian kinerja guru

    dilingkunganya, namun proses pengolahan penilaian kinerja masih di lakukan secara manual.

    Dari hasil instrumen penilaian kinerja tersebut menghasilkan sekumpulan dokumen yang cukup

    banyak bagi setiap guru. Dengan demikian dalam proses penyimpanan pun, akan mempersulit

    para guru. Tidak hanya itu, proses pengolahan data penilaian kinerja guru masih menggunakan

    metode yang lama yaitu dengan menggunakan MS Excel, dan diyakini sangat memakan waktu

    dalam proses pengolahannya. Lebih lanjut, belajar dan mengajar tidak akan membaik jika

    pengajar gagal untuk memberikan umpan balik guru yang berkualitas berdasarkan penilaian

    yang akurat dari pengajaran mereka karena diukur menurut standar yang jelas untuk apa yang

    dikenal efektif [4].

    Penerapan sistem dilingkungan organisasi maupun individu, sudah menjadi hal yang

    lazim ditemukan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah setiap aktifitas yang dilakukan. Sama

    halnya dengan Sistem Penilaian Kinerja Guru (SPKG). Penerapan SPKG merupakan solusi

    yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan diantaranya penumpukan

    dokumen, pencatatan dan proses penilaian.

    Berdasarkan permasalahan yang diutarakan, maka pada penelitian ini bertujuan untuk

    merancang Sistem Penilaian Kinerja Guru Berbasis WEB pada SMK N Bancak. Hal ini

    diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru untuk mempermudah dalam pencatatan

    kinerja dari guru. Dalam penerapannya, SPKG akan mengacu pada pedoman PKG yang di

    terbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012.

    2. Landasan Teori

    Penelitian sebelumnya mengenai “Perancangan Sistem Informasi Pencatatan Penilaian

    Kinerja Guru (PKG) (Studi Kasus: Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang)“, Penelitian ini di

  • 3

    lakukan di dinas pendidikan kabupaten jombang, dinas Pendidikan kab. Jombang merupakan

    suatu instansi pemerintah dalam pendidikan, terkait dengan pendidikan, sistem rekapitulasi data

    penilaian kinerja guru merupakan salah satu penerapannya. Penelitian ini dilakukan perancang

    sebuah sistem informasi berbasis web yang dapat digunakan untuk proses rekapitulasi penilaian

    kinerja guru menggunakan metode prototype [5].

    Penelitian selanjutnya, Penelitian dengan judul "Rancang Bangun Sistem Penilaian

    Kinerja Guru Berbasis Aplikasi Web ", menciptakan sebuah sistem informasi penilaian evaluasi

    kinerja guru berbasis web. Proses penilaian dalam sistem ini menggunakan metode penilaian

    berdasarkan buku “Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru” tahun 2012 oleh

    Kemendikbud. Kompetensi yang dipakai meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi

    kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Sistem ini juga melibatkan kepala

    sekolah, guru, dan siswa untuk melakukan penilaian di sekolah yang bersangkutan [6].

    Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, pada penelitian ini akan dilakukan

    perancangan SPKG (sistem penilaian kinerja guru) berbasis web. SPKG yang dibangun, akan

    didasarkan pada pedoman pelaksanaan penilaian kinerja guru yang di terbitkan oleh kementrian

    pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2012 dan mengacu pada peraturan Menteri Negara

    Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 hal ini

    merupakan standar yang telah diberlakukan di Indonesia. Kemudian SPKG ini akan di terapkan

    di SMK N 1 Bancak untuk mempermudah proses PKG yang berlangsung di lingkungan

    sekolah.

    Adapun Sistem Penilaian Kinerja guru adalah sebuah sistem pengelolaan Kinerja Berbasis

    Guru yang di desain untuk mengevaluasi tingkatan kinerja guru secara individu dalam rangka

    mencapai kinerja sekolah secara maksimal yang berdampak pada peningkatan prestasi peserta

    didik [2]. Efektifitas sebuah SPKG memberikan keseimbangan antara struktur dan fleksibilitas.

    Hal ini merupakan perspektif dalam mendefinisikan tujuan umum dan harapan, sehingga

    memberikan praktek instruksional yang efektif [7]. SPKG memiliki kontribusi bagi

    pengembangan seorang guru. Penilaian kinerja merupakan bukti yang memberikan evaluasi

    langsung kepada kemampuan mengajar. Selain itu, pelaksanaan penilaian ini menginformasikan

    tentang bagian kekuatan dan kelemahan dalam penyusunan program peningkatan kualitas guru

    [2]. Penilaian kinerja mengukur keefektifan guru yang dilaksanakan di kelas dan penilaian

  • 4

    kinerja adalah alat yang ampuh untuk mengevaluasi kompetensi guru, kesiapan guru, dan untuk

    mendukung perubahan yang dibutuhkan oleh guru [8]. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

    SPKG memiliki 4 fungsi utama yaitu keseimbangan antara struktur dan fleksibilitas, evaluasi

    kemampuan mengajar, program peningkatan kualitas guru, dan evaluasi kompetensi guru.

    Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang standar

    kualifikasi akademik dan kompetensi guru, terdapat empat kompetensi yang dijadikan sebagai

    standar penilaian kinerja guru, empat kompetensi tersebut ialah Pedagogik, Kepribadian, Sosial,

    Profesional. Kompetensi Pedagogik yaitu menguasai Karakteristik peserta didik, teori

    belajar,prinsip-prinsip, dan kegiatan pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum,

    komunikasi dengan peserta didik, penilaian dan evaluasi belajar dan pembelajaran. Kompetensi

    Kepribadian yaitu Bertindak sesuai norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional,

    pribadi yang dewasa dan teladan dan memiliki Etos kerja, tanggung jawab yang tingg