radio delta fm

Download Radio Delta FM

Post on 12-Jan-2017

279 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • DE

    NN

    Y J.A1

  • DE

    NN

    Y J

    .A

    2

    Tahun 2004 adalah tahun yang sangat menentukan bagi

    bangsa Indonesia. Apakah di tengah-tengah hantaman krisis

    multi-aspek yang tak kunjung usai, bangsa Indonesia dapat

    meneruskan proses demokratisasinya, dengan menyelenggarakan

    pemilihan umum secara terbuka, demokratis dan damai? Apakah

    kisah sukses pemilu 1999 hanya sekedar kejutan di masa transisi,

    ataukah benar-benar bukti bahwa bangsa Indonesia memang

    serius menjalankan reformasi di bidang politik?

    Pemilu 2004 jelas berbeda dengan pemilu 1999. Kompleksitas

    penyelenggaraan pemilu 2004 meningkat karena bangsa Indonesia

    bukan sekedar akan melakukan pemilihan umum legislatif, tapi

    juga pemilihan presiden secara langsung. Bahkan sangat mungkin,

    berdasarkan ketentuan terbaru dalam uu Pemilihan Presiden,

    pemilihan presiden berlangsung dua putaran. Sungguh luar biasa

    dan untuk penama kalinya dalam sejarah, Indonesia dalam satu

    tahun menyelenggarakan tiga pemilu sekaligus.

    Perubahan juga terjadi pada aspek-aspek lain penyelenggaraan

    pemilu. Partai politik peserta pemilu barangkali tidak akan

    sebanyak pada pemilu 1999. Verifikasi di tingkat Menteri

    Kehakiman dan di tingkat KPU terhadap partai peserta pemilu

    lumayan ketat. Bahkan kali ini, meskipun dilakukan secara random,

    KPU melakukan verifikasi sendiri ke lapangan, hingga tingkat desa

    atau kelurahan, guna meminimalisir potensi manipulasi syarat-

    syarat sah mengikuti pemilu. Demikian pula syarat-syarat untuk

    mendirikan fraksi di DPR (electoral threshold) meningkat dari

    minimal mendapatkan 2 % dari total kursi DPR menjadi minimal

    3% dari total kursi di DPR.

    KATA PENGANTAR

  • DE

    NN

    Y J.A3

    Berkaitan dengan pemilihan presiden, ada perubahan

    yang kelihatannya tidak begitu substansial, namun ternyata

    menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Yakni munculnya

    ketentuan dalam UU Pemilihan Presiden bahwa calon presiden

    harus sehat jasmani dan rohani. Syarat ini menggugurkan

    Abdurrahman Wahid yang mempunyai problem pada

    penglihatannya dan dinyatakan tidak layak secara fisik untuk

    menjadi calon presiden. Tak pelak, muncul kontroversi yang

    sangat keras karena pihak Abdurrahman Wahid melakukan

    perlawanan atas keputusan KPU tersebut. Di samping itu, ada

    beberapa perubahan lain yang turut mempengaruhi konfigurasi

    politik pada pemilu 2004. Misalnya saja rehabilitasi hak politik

    eks PKI untuk menjadi anggota legislatif, berdasarkan keputusan

    Mahkamah Konstitusi yang menerima judicial review atas pasal

    yang mengatur hal tersebut dalam UU Pemilu.

    Buku berjudul JEJAK-JEJAK PEMILU 2004: Talkshow Denny J.A.

    Dalam Dialog Aktual Radio Delta FM ini dengan komprehensif

    dan menarik mencatat perkembangan demi perkembangan,

    perdebatan demi perdebatan dan komplikasi masalah yang

    timbul bersamaan dengan perubahan sistem pemilu di atas. Buku

    ini berisi kumpulan talkshow Dialog Aktual radio 99,1 Delta

    FM Jakarta periode 11 Februari -8 September 2004. Sebuah acara

    yang diasuh dan dimoderatori oleh intelektual dan pengamat

    politik Dr. Denny J.A. Analisis politik Bung Denny yang tajam

    dan perhatiannya yang sangat mendalam terhadap aspek-aspek

    penting reformasi politik di Indonesia, sangat membantu dalam

    menghadirkan dialog-dialog politik yang aktual, kritis dan relevan

    bagi publik. Talkshow ini juga disiarkan secara langsung oleh

    Radio 99,4 Delta FM Bandung, Radio 96,8 Delta FM Surabaya,

  • DE

    NN

    Y J

    .A

    4

    Radio 105,8 Delta FM Medan, Radio 99,2 Delta FM Makassar,

    Radio 99,3 Delta FM Manado.

    Pemahaman tentang peta masalah pemilu di Indonesia

    memungkinkan Bung Denny menghadirkan tema-tema yang

    penting dan aktual, serta narasumber yang beragam latar-

    belakangnya, namun kompeten untuk berbicara tentang berbagai

    aspek dalam pemilu 2004. Bung Denny berhasil mengarahkan

    perbincangan untuk menukik ke problem-problem riil pemilu,

    dengan pertanyaan-pertanyaan yang lugas, tetapi tetap dalarn

    batas-batas imparsialitas dan proposional.

    Tentu sebuah pekerjaan yang menguras tenaga

    menyelenggarakan talkshow radio sekali dalam seminggu, dalam

    kurun waktu yang lumayan lama, dengan keharusan untuk memilih

    tema yang aktual, menarik dan tidak membosankan publik.

    Namun Bung Denny J.A berhasil membuktikan konsistensinya.

    Melalui program Dialog Aktual radio Delta FM, berusaha

    melakukan pendidikan politik kepada masyarakat tentang aspek-

    aspek penyelenggaraan pemilu. Salah-satu tolok-ukurnya adalah

    peran aktif pendengar Delta FM dari berbagai daerah dalam acara

    ini.

    Membaca buku ini, kita seperti menapaki kembali jejak-jejak

    pemilu 2004, terutama gegap gempita suasana politik menjelang

    pesta demokrasi tersebut. Hal pertama yang cukup menonjol

    menjelang pemilu 2004 adalah perubahan perimbangan kekuatan

    antar parpol besar. Sebagai dampak kekecewaan publik terhadap

    kinerja pemerintah, khususnya dalam mengatasi krisis ekonomi,

    PDIP tarnpaknya akan mengalarni penurunan popularitas,

    demikian juga dengan Megawati jika maju ke pemilihan presiden.

    Dan akhirnya terbukti, Partai Golkar berhasil mengungguli

  • DE

    NN

    Y J.A5

    perolehan suara PDIP pada pemilu legislastif. Fenomena yang tak

    kalah menarik adalah munculnya kekuatan baru, sebagaimana

    terlihat dari kehadiran Partai Demokrat dan PKS dalarn lima besar

    partai pemenang pemilu.

    Melalui buku ini, kita bisa melacak kembali seperti apa kasak-

    kusuk politik seputar tokoh-tokoh yang masuk dalam bursa calon

    presiden atau wakil presiden. Bagaimana persaingan politik

    di antara mereka? Kendala-kendala apa yang muncul dalam

    pencalonan mereka, dan bagaimana reaksi publik terhadap

    masalah-masalah yang mereka hadapi? Pada sisi ini. kita

    menyaksikan bagaimana Sri Sultan Hamengku Buwono X mundur

    dari konvensi Partai Golkar. Akbar Tanjung mengbadapi dilema

    untuk maju dalam bursa calon presiden karena krisis kepercayaan

    publik akibat statusnya dalam kasus Bulog. Megawati yang

    semakin merosot popularitasnya karena kinerja pemerintah yang

    tidak kunjung membaik. Serta Susilo Bambang Yudhoyono yang

    semakin disudutkan oleh kubu Megawati, justru semakin populer

    di masyarakat. Semakin buruk kinerja pemerintahan Megawati.

    semakin kuat konstruksi publik tentang Susilo Bambang

    Yudhoyono sebagai pemimpin alternatif.

    Ada perkembangan yang cukup menggembirakan pada

    tahap pemiliban presiden 2004. Berbagai survey. serta hasil

    penghitungan suara KPU sendiri. menunjukkan publik semakin

    otonom dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Jika dalam

    pemilu legislatif publik relatif mudah dimobilisasi oleh elit partai,

    tidak demikian halnya pada tahap pemilihan presiden. Keputusan

    politik partai dalam mendukung capres tertentu tidak otomatis

    diiikuti oleh massa pendukungnya. Maka muncul fenomena

    menarik bahwa meskipun Golkar menang dalam pemilu legislatif.

  • DE

    NN

    Y J

    .A

    6

    Calon presiden dari Golkar pada pemilihan presiden mendapatkan

    suara yang jauh lebih rendah dari peroleban suara Golkar sendiri.

    Puncak dari keganjilan itu adalah ketika pada akhirnya, Susilo

    Bambang Yudhoyono, yang hanya berasal dari partai medioker

    memenangkan babak akhir pemilihan presiden. Meskipun Partai

    Golkar secara resmi mendukung capres Megawati, meskipun

    beberapa parpol membentuk Koalisi Kebangsaan untuk

    mendukung Megawati, mayoritas publik tetap menentukan

    pilihannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Menarik juga

    untuk dilibat bagaimana warga NU yang sesungguhnya mempunyai

    calon wakil presiden sendiri: Hasyim Muzadi, Sholahuddin Wahid,

    tetap banyak memilih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-

    Jusuf Kalla.

    Pemilu baru melahirkan komplikasi masalah baru. Maka buku ini

    juga membahas kekecewaan 19 parpol terbadap penyelenggaraan

    pemilu legislatif, dengan membentuk aliansi politik menolak

    basil pemilu 2004. Buruknya kinerja KPU dalam mempersiapkan

    pemilu juga melahirkan kemungkinan pemilu susulan di beberapa

    daerah akibat keterlambatan distribusi logistik. Padahal menurut

    undang-undang, penundaan pemilu hanya bisa dilakukan dengan

    alasan bencana alam, kerusuhan dan masalah keamanan. Selain

    itu muncul kasus Mega Kuis: sebuah kuis yang membesar-

    besarkan keberhasilan pemerintahan Megawati dengan hadiah

    yang sangat besar. Menjadi kontroversial karena terjadi semacam

    manipulasi data karena sesungguhnya justru terjadi kemunduran

    di bidang ekonomi pada masa pemerintahan Megawati. Mega

    Kuis juga cukup jelas mendorong masyarakat untuk lebih memilih

    Megawati dalam pemilihan presiden putaran kedua. Ada problem

    di mana pihak incumbent secara langsung maupun tidak langsung

    diuntungkan oleh keberadaannya sebagai pejabat formal dengan

  • DE

    NN

    Y J.A7

    berbagai fasilitas yang ada. Hal yang sama juga tersirat ketika

    muncul kasus VCD Polisi Megawati. VCD ini menggambarkan

    bagaimana aparat Polri di Banjarnegara Jawa Tengah berusaha

    memobilisasi komunitasnya untuk memilih Megawati. Persiapan

    pelaksanaan pemilu juga terganggu oleh meledaknya bom di

    kantor KPU Pu

Recommended

View more >