quality function deployment (qfd) sebagai piranti ergonomi partisipasi (studi kasus pengembangan...

Click here to load reader

Post on 25-Oct-2015

317 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    KATA PENGANTAR

    Segala puji, hormat, dan syukur kepada Yesus Kristus, Allah yang empunya kekuatan, kekuasaan, dan kemuliaan dari sekarang sampai selama-lamanya. Ia yang selalu menyertai dari awal, pertengahan, sampai akhir penulisan Tugas Akhir Sarjana Departmen Teknik Industri ITB dengan judul Quality Function Deployment (QFD) Sebagai Piranti Ergonomi Partisipasi, Studi Kasus: Proses Pengembangan Produk TELKOM Video Conference Berbasis IP di Divisi RisTI PT Telkom Indonesia. Penulis berharap karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi kalangan akademis dan industri yang berminat pada bidang penelitian ergonomi partisipasi dan proses perancangan/pengembangan produk.

    Penulis mengucapkan terima kasih pada:

    1. Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus; yang selalu setia dari dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku, Engkau senantiasa memegang tanganku, dan pertolongan-Mu tepat pada waktunya. Engkau tidak membiarkanku khawatir akan apa pun juga dan Engkau membuat hatiku selalu bersyukur. Damai sejahtera-Mu melampaui akalku, serta memelihara hati dan pikiranku dalam Kristus Yesus (Filipi 4:6-7).

    2. Bapak, Mama, Adek Scheila, dan Adek Noach; untuk kasih sayang, dukungan, kekuatan, dan kesabaran yang tidak pernah berkesudahan di saat susah dan senang.

    3. Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana; untuk bimbingan dan nasihat yang diberikan selama menjadi asisten Lab PSKE dan selama mengerjakan tugas akhir ini.

    4. Tim Peppro Divisi RisTI PT Telkom Indonesia: Pak Setyo, Pak Lamhot, Pak Andreas, Pak Sovan, Pak Widodo, Pak Budi, Pak Edi, Pak Rismanda, Bu Dyah, dan terutama Pak Faisal. Terima kasih untuk waktu, bimbingan, dan kesediaan untuk bekerja sama dalam pelaksanaan penelitian ini, terutama dalam pengumpulan data.

    5. Ivan Eduardo Hutapea; untuk kehadirannya yang tak terduga, namun ternyata paling dibutuhkan. Terima kasih untuk saran, komentar, kesabaran, dan dukungan paling berarti di saat-saat paling sulit. Merci Beaucop et Jet Aime, Mon Petit.

    6. Ricky; sahabat selama bertahun-tahun. Thank you for being there as my lifes having its ups and downs. Your friendship means the world to me. Thank you, dear.

    7. Toman, Sonny, dan Mingky; untuk kasih persaudaraan seiman yang begitu murni. Terima kasih untuk semua hal yang kalian lakukan, terutama pada masa-masa kekelaman rohani di Jepang.

    8. Tanneke, Ageth, Uli, dan Yoan; untuk persahabatan dan kerja sama terbaik dalam berbagai tugas kuliah di Teknik Industri.

    9. Ivent, Oki, Morik, Eko; yang telah membantu mengatasi culture-shock. Persahabatan dan kebaikan hati kalian membantu masa-masa sulit penyesuian diri kembali dengan kehidupan di Indonesia.

  • ii

    10. Hirose Sensei, Yuriko Sensei, Enkawa Sensei, Mana-san, Suzuki-san, Ogikubo-san, Ooba-san, Matsumoto-san, and YSEP 2003 Students (Miro, Johan, Patrik, Tobi, Carl, Ylva, Manny, Dan, Zeph, Laurence, Robert, Mischko, Charge, Hung, Ah Ram, Jee, Yuyu, Beaver, Pearl, Agan, and Narges); for making my stay in Japan worthwhile.

    11. Manny, Laurence, Dan, Zeph, Patrik; for accepting me as who I was, for showing me the meaning of real friendship, for taking part as I delighted in my achievements, for being proud of me, for always encouraging me to become a better person, and especially for helping me gaining my confidence back. This thesis is for you guys.

    12. My big brothers & little sister: Bhai, Fujita-san, Sedar nalan, Johannes Schneider, Mao-chan. My Japanese host families: Kawabata Sensei & family, Ishitobi Sensei & family, Echizen family (Toshiya-kun, Hiroko-chan, Taijuu-kun, and Kaopi-chan), Chizuru-chan & family, Tomoko-chan & family; for sharing their lives with me.

    13. Teman-teman Die_Witze: Uluan, Endy, Nova, Putie, Rolina, Tamus, Nanus, Amos, Dini, Eva; untuk persahabatan dan keceriaan selama lima tahun di ITB.

    14. Bu Ari, Pak Dadi, Pak Herman, Mbak Lina, Mas Ipul, dan teman-teman asisten Lab PSKE angkatan 2000 dan 2001, terutama: Oki, Eko, Morik, Cacha, Wicak, Malik, Danu, Lily, Manik, Idi, dan Bust. Terima kasih untuk semua bantuan, kerja sama, saran, dan saat-saat menyenangkan di lab.

    15. Partner kerja sama di TI-3 untuk berbagai tugas kuliah dan non-kuliah: Arief Bapak, Parto, Joyo, Rena-chan, Dyah-chan, Andri Gendut (PTI); Lukas (PLO); Cacha, Suci (SPP), Untung (Pemodelan); Ivan, Noven, Pardos, Al (KPB); Ferry, Henry, Ajun, Wawan (Danone); dan Angga (Loreal).

    16. Teman-teman kos di Warna Sari: Lydia, Stella, Emma, Pau-Pau, Gema, Fanny. Terima kasih untuk semua hal menyenangkan, perhatian, dan kepedulian selama hari-hari kuliah dan saat penulis sakit.

    17. Teman-teman di PMK, Tim Diakonia, Pemerhati Putri, Retreat Angkatan 2000, Kepanitiaan Natal 2001, Kepanitiaan Paskah 2002, keluarga PA di SMUN 3 Bandung, Navigator, Sion, dan Perkantas.

    Agustus 2005,

    Penulis

  • iii

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk membantu memperbaiki tahap penyaringan ide produk di tim Peppro TELKOM RisTI. Perbaikan dilakukan dengan mengusulkan QFD sebagai piranti baru yang memberdayakan aplikasi ergonomi partisipasi. Dengan ergonomi partisipasi diharapkan anggota tim Peppro dapat lebih berpartisipasi untuk menghasilkan ide produk yang dapat memenuhi kebutuhan/keinginan konsumen. Efektivitas QFD sebagai piranti baru perlu dibandingkan dengan efektivitas piranti yang ada saat ini, yaitu Standar Proses Pengembangan Produk Jasa Baru Telkom (STARPro), untuk mengetahui piranti mana yang lebih efektif dalam mendorong anggota tim Peppro untuk berpartisipasi mengintegrasikan aspek ergonomi ke dalam proses perancangan/pengembangan produk. Perbandingan efektivitas diukur dengan perbandingan skor partisipasi karyawan saat mengembangkan produk dengan STARPro dan dengan QFD.

    QFD diujicobakan pada proses pengembangan produk TELKOM Video Conference Basis IP. Produk ini dikembangkan oleh tim pengembang produk (Peppro) TELKOM RisTI dan telah melewati Tahap Ide Pengembangan Produk dengan menggunakan STARPro. Voice of Customer (VoC) yang digunakan untuk pengembangan produk dengan kedua jenis piranti adalah sama. Anggota tim Peppro melakukan banyak brainstorming untuk menentukan VoC yang layak untuk dievaluasi menjadi konsep produk. Skor partisipasi anggoat tim Peppro diukur untuk proses pengembangan produk menggunakan STARPro dan menggunakan QFD. Analisis perbandingan kedua piranti ini adalah pada hasil perancangan dan pada tingkat partisipasi karyawan saat menggunakan kedua jenis piranti.

    Hasil perancangan menunjukkan kontradiksi antara STARPro dan QFD. VoC yang dikembangkan menjadi variasi produk pada STARPro ternyata tidak ikut dipertimbangkan dalam House of Quality QFD. Kontradiksi ini terjadi mungkin akibat tidak terlibatnya end-user dalam tim Peppro, sehingga VoC yang dievaluasi bukanlah VoC yang mewakili kebutuhan/keinginan konsumen. Pengolahan data statistik dan uji perbandingan rataan skor partisipasi pada tim Peppro yang merancang dengan QFD dan dengan STARPro, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara tingkat partisipasi karyawan sebelum dan sesudah menggunakan QFD. Hal ini juga ditunjukkan oleh ketiadaan perbedaan signifikan antara kedua sampel untuk skor faktor keterlibatan mental dan emosional, skor faktor motivasi untuk berkontribusi, dan skor faktor penerimaan tanggung jawab. Efektivitas QFD sebagai piranti perancangan/pengembangan produk perlu diukur di organisasi lain, untuk melihat kemampuaplikasian hasil penelitian ini.

    Kata kunci: proses perancangan/pengembangan produk, ergonomi partisipasi, QFD

  • iv

    ABSTRACT

    This research aims at improving the effectiveness of ideas screening process for assembling new products. The ideas screening stage is engaged by PT Telkoms product design/development team, tim Peppro TELKOM RisTI. The improvement suggested is the application of QFD as a new tool that empowers the integration of participatory ergonomics in product design/development process. QFD is proposed to empower the members of tim Peppro to participate more in the process of ideas screening. More participation means better product ideas are to be developed in the subsequent product design/development stages. QFDs effectiveness needs to be compared with current proceduress effectiveness, the Standar Proses Pengembangan Produk Jasa Baru Telkom, also known as STARPro. Comparing effectiveness is by comparing the participation scores as tim Peppro designs specific product utilizing STARPro and utilizing QFD.

    QFD is applied in the development process of TELKOM Video Conference IP-Based. This product has currently been developed by companys development team (Peppro) TELKOM RisTI, and has passed the Idea Stage of companys product design/development standard (STARPro). The two development processes are using the same Voice of Customer (VoC). Members of tim Peppro spend recognizable time brainstorming to decide proper VoCs to produce feasible product concepts. Participation score is measured twice, before and after utilizing QFD in TELKOM VC IP-Baseds development process. STARPro and QFD are compared in terms of the design outputs and the employees participation level as they utilize the two tools.

    Design outputs show several contradictions between STARPro and QFD. VoCs developed into STARPros product variations are not included in QFDs House of Quality. These contradictions are probably due to the absence of end-users in tim Peppro. Therefore, the VoCs evaluated are not the ones that represent consumers true wants and needs. Statistical calculation and hypothesis test reveal no significance difference between employees participation level, before or after applying QFD. No significant difference is found in the two samples regarding general participation score, or scores on participations three main fac