qanunkotasubulussatam tentang pajakmineral ?· dengan menerbitkan stpd ditambah dengan sanksi...

Download QANUNKOTASUBULUSSAtAM TENTANG PAJAKMINERAL ?· dengan menerbitkan STPD ditambah dengan sanksi administrasi…

Post on 30-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

QANUN KOTA SUBULUSSAtAM

NOMOR: 09 TAHUN 2010

TENTANG

PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN

BISMILLAIllRRAHMANIRRAIllM

DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MARA KUASA

WAL!KOTA SUBULUSSALAM,

Menimbang : a. bahwa sumber daya alam berupa bahan mineral bukan logam dan batuanmerupakan potensi pendapatan daerah di dalam menunjangpenyelenggaraan pembangunan guna mendukung otonomi daerah yangluas, nyata dan bertanggung jawab sehingga perlu dijaga dan dilestarikanagar mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasanlingkungan hidup dengan memperhitungkan kebutuban kini dan generasimasadepan;

b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 2 ayat (2) huruf f dan pasal57 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah danRetribusi Daerah, Pajak Mineral Bukan Logam dlllt Batuan merupakankewenangan Kota Subulussalam;

Mengingat

c. bahwa sesuai ketentuan pasal 95 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak MineralBukan Batuan ditetapkan dengan Qanun;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hurufa,b daIt huruf c, perlu membentuk Qanun Kota Subulussalam tentangPajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76,Tambahan Lembaran Negara RepQblikIndonesia Nomor 3209);

2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak DenganSurat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686) sebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang Nomor 1'9 Tahun 2000 tentang Perubahan AtasUndang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan PajakDengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1000

1

Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor3987);

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189);

5. Undang-Undang Nomor 17 TahlUlliZ003 tentang Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3455);

7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan PeraturanPerundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomer 4389);

8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4400);

9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PereneanaanPembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4421);

10. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aeeh(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62;Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633);

11. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pembentukan KotaSubulussalam di Provinsi Nanggroe Aeeh Darussalam (Lembaga NegaraRepublik Indonesia Tahun 2007 Nomor 10 dan Tambahan LembaranNegara Nomor 4684);

12. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah danRetribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5(49);

13. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang ketentuan Pokok-pokokPertambangan; (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2009Nomor 22 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 4684);

14. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009Tentang Perlindungan DanPengelolaan Lingknngan Hidup (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5059);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 Tentang PenggolonganBahan-bahan Galian (Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 47,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3174);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan danPengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor4090);

17. Qanun Aeeh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata eara PembentukanQanun.

18. Qanun Kota Subulussalam Nomor 04 Tahun 2009 Tentang PembentukanStruktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas,Lembaga Teknis Daerah danKecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam;

2

Dengan persetujuan hersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SUBULUSSALAM

dan

WALIKOTA SUBULUSSALAM

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: QANUN KOTA SUBUSSALAM tENTANG PAJAK MINERALBUKAN LOGAM DAN BATUAN

BABI

KETENTUAN UMUM

Pasall

Dalam Qanun ini yang dimaksud dengan :

1. Kota adalah Kota Subulussalam.

2. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Subulussalam.

3. Walikota adalah Walikota Subulussalam.

4. Pejabat yang pegawai yang diberi tugas tertento dibidang PerpajakanDaerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan,

5. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan adalah pajak atas kegiatanpengambilan mineral bukan logam dan batuan, baik dari sumber alam didalam atau permukaan bumi untuk dimanfaatkan.

6. Mineral Bukan Logam dan Batuan adalah mineral bukan logam danbatuan sebagaimana dimaksud di dalam peraturan perundang-undangandi bidang mineral dan batobara.

7. Satuan Kerja Perangkat Daerah Adalah unsur pembanto Walikota dalampenyelenggaraan Pemerintah Kota Subulussalam yang terdiri dariSekretariat Daerah dan Sekretariat DPRK, Dinas, Lembaga Teknis, danKecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam.

8. Dinas pendapatan adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan danKekayaan Daerah yang disingkat dengan DPPKKD Kota Subulussalam.

9. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangandan kekayaan Daerah Kota Subulussalam.

10. Pejabat adalah pegawai yang diberi togas tertentu dibidang PerpajakanDaerah sesuai dengan Peraturan Undang-undang yang Berlaku.

11. Pejabat adalah pegawai yang diberi togas tertentu dibidang PerpajakanDaerah sesuai dengan Peraturan Undang-undang yang Berlaku.

12. Surat Tagihan Pajak Daerah yang selanjutnya disebut STPD adalahSurat untuk melakukan Tagiban Pajak dan atau sanksi adrninistrasi ataudenda.

3

13. Surat Pemberitahuan Pajak Daerah yang selanjutnya disebut SPPDadalah Surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkanperhitungan dan pembayaran Pajak yang terhutang menurut PeraturanUndang-undang Perpajakan Daerah.

14. Surat Ketetapan Pajak Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalahSurat Keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yangterhutang.

15. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar yang selanjutnya disebutSKPDKB adalah Surat Keputusan yang menentukan besarnya jumlahpajak yang terhutang, jurnlah kredit pajak, jumlah kekuranganpembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jurnlahyang masih harus dibayar.

16. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan yangselanjutnya disebut SKPDKBT adalah Surat Keputusan yangmenentukan tarnbahan atas jurnlah pajak yang ditetapkan.

17. Surat Keterangan Pajak Daerah Nihil yang selanjutnya disebut SKPDNadalah Surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terhutangsarna besarnya dengan jumlah kredit pajak atas pajak tak terhutang dantidak ada kredit pajak.

BABII

NAMA, OBJEK DAN SUBJEK PAJAK

Pasal2

Dengan nama Pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan dipungaut pajakatas kegiatan pengarnbilan mineral bukan logam dan batuan, baik datisumber alarn di dalarn atau permukaan bumi untuk dimanfaatkan.

Pasal3

(I) Objek Pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan adalah kegiatanpengarnbilan Mineral Bukan Logam dan Batuan.

(2) Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagaimana dimaksud pada ayat(I) meliputi :

a. asbes;

b. batu tulis;

c. batu setengah permata;

d. batu kapur;

e. batu apung;

f. batu permata;

g. bentonit;

h. dolomit;

i. feldspar;

j. gararn batu (halite);

k. grafit;

4

1. granit/andesit;

m. gips;

n. kalsit;

o. kaolin;

p.leusit;

q. magnesit;

r. mika;

s. manner;

t. nitrat;

u. opsidien;

v.oker;

w. pasir dan kerikil;

x. pasir kuarsa;

y. perlit;

z. phospat;

aa. talk;

bb. tanah serap (fullers earth);

cc. tanah diatome;

dd. tanah liat;

ee. tawas (alum);

ff. tras;

gg. yarosif;

hh. zeolit;

ii. basal;

jj. trakkit; dan

kk. Mineral Bukan Logam dan Batuan lainnya sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan.

(3) Dikecualikan dari objek Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuansebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:

a. kegiatan pengambilan Mineral Bukan Logam dan Batuan yangnyata-nyata tidak dirnanfaatkan secara komersial, seperti kegiatanpengambilan tanah untuk keperluan rumah tangga, keperluanpembangunan rumah ibadah, pemancangan tiang listrik/telepon,penanaman kabellistrikltelepon, penanaman pipa air/gas; dan

b. kegiatan pengambilan Mineral Bukan Logam dan Batuan yangmerupakan ikutan dari kegiatan pertambangan lainnya, yang tidakdirnanfaatkan secara komersial.

Pasal4

(1) Subjek Pajak

Recommended

View more >