qanun aceh nomor 6 tahun 2019 tentang republik indonesia dan/atau lembaga kearsipan. 20. arsip...

Download QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2019 TENTANG Republik Indonesia dan/atau lembaga Kearsipan. 20. Arsip Terjaga

Post on 04-Dec-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • QANUN ACEH

    NOMOR 6 TAHUN 2019

    TENTANG

    PENYELENGGARAAN KEARSIPAN

    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

    DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

    ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA

    GUBERNUR ACEH,

    Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjadikan tertib kearsipan yang dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan

    bersih serta peningkatan kualitas pelayanan publik, perlu penyelenggaraan kearsipan;

    b. bahwa Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang

    Kearsipan, menegaskan arsip sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan Pemerintahan harus

    dikelola, dilindungi, dan diselamatkan;

    c. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7 ayat (1)

    Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Pemerintah Aceh berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam semua sektor publik, kecuali

    yang menjadi urusan pemerintah;

    d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

    dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Qanun Aceh tentang Penyelenggaraan Kearsipan;

    Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Atjeh dan Perubahan Peraturan

    Pembentukan Propinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 64, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1103);

    3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa

    Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 3893);

    4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

    Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

    5. Undang-Undang...

  • -2-

    5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

    Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

    6. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan

    Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 4633);

    7. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

    2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

    8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009

    Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

    9. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    5071);

    10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

    Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

    dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun

    2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang

    Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 53 (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 5286);

    12. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 24

    Tahun 2012 tentang Materi Muatan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kearsipan;

    Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH

    dan

    GUBERNUR ACEH

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : QANUN ACEH TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN.

    BAB I...

  • -3-

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Qanun ini yang dimaksud dengan:

    1. Aceh adalah daerah provinsi yang merupakan kesatuan

    masyarakat hukum yang bersifat istimewa dan diberi kewenangan khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri

    urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan

    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dipimpin oleh seorang Gubernur.

    2. Kabupaten/kota adalah bagian dari daerah provinsi sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum yang diberi kewenangan

    khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam sistem dan

    prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

    1945, yang dipimpin oleh seorang Bupati/Walikota.

    3. Pemerintahan Aceh adalah Pemerintahan dalam sistem Negara

    Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang dilaksanakan

    oleh Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing.

    4. Pemerintah Aceh adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Aceh yang terdiri dari Gubernur dan Perangkat Aceh.

    5. Pemerintah Kabupaten/Kota adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Kabupaten/Kota yang terdiri atas Bupati/Walikota dan Perangkat Kabupaten/Kota.

    6. Gubernur adalah Kepala Pemerintah Aceh yang dipilih melalui suatu proses demokratis yang dilakukan berdasarkan asas

    langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

    7. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang selanjutnya disingkat

    DPRA adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Aceh yang anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.

    8. Satuan Kerja Perangkat Aceh yang selanjutnya disingkat

    dengan SKPA adalah perangkat Pemerintah Aceh.

    9. Badan Usaha Milik Aceh yang selanjutnya disingkat BUMA

    adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang modalnya untuk seluruhnya atau

    untuk sebagian merupakan kekayaan Aceh yang dipisahkan, kecuali jika ditentukan lain oleh Undang-Undang.

    10. Kearsipan adalah hal-hal yang berkenaan dengan Arsip.

    11. Dinas adalah SKPA yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Kearsipan.

    12. Dinas Kearsipan Kabupaten/Kota adalah SKPK yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Kearsipan di

    lingkungan kabupaten/Kota.

    13. Penyelenggaraan...

  • -4-

    13. Penyelenggaraan Kearsipan adalah keseluruhan kegiatan

    meliputi kebijakan, pembinaan Kearsipan, dan pengelolaan Arsip dalam suatu sistem Kearsipan nasional yang didukung

    oleh sumber daya manusia, prasarana dan sarana, serta sumber daya lainnya.

    14. Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi

    informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan,

    dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    15. Arsip Dinamis adalah Arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta Arsip dan disimpan selama jangka

    waktu tertentu.

    16. Arsip Vital adalah Arsip yang keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional pencipta

    Arsip, tidak dapat diperbarui dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang.

    17. Arsip Aktif adalah Arsip yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus-menerus.

    18. Arsip Inaktif adalah Arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun.

    19. Arsip Statis adalah Arsip yang dihasilkan oleh pencipta Arsip

    karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik

    secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga Kearsipan.

    20. Arsip Terjaga adalah Arsip negara yang berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan, dan keselamatannya.

    21. Arsip umum adalah Arsip yang tidak termasuk ke dalam kategori Arsip terjaga.

    22. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba

    yang berbentuk badan hukum yang didirikan dan/atau berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    23. Arsiparis adalah seseorang yang memiliki kompetensi di bidang Kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal

    dan/atau pendidikan dan pelatihan Kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan

    kegiatan Kearsipan.

    24. Akses Arsip adalah ketersediaan Arsip sebagai hasil dari kewenangan hukum dan otorisasi legal serta keberadaan

    sarana bantu untuk mempermudah penemuan dan pemanfaatan Arsip.

    25. Arsip Nasional Republik Indonesia, yang selanjutnya disingkat ANRI adalah lembaga Kearsipan berbentuk lembaga

    pemerintah non kementerian yang melaksanakan tugas negara di bidang Kearsipan yang berkedudukan di ibukota negara.

    26. Pencipta...