ptk dalam bk

Download Ptk Dalam Bk

Post on 19-Nov-2015

9 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

d

TRANSCRIPT

  • PENELITIAN TINDAKAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELINGOleh: Dany M. Handarini

  • Tujuan PelatihanMemahami hakikat penelitian tindakanMemahami tujuan penelitian tindakanMemahami karakteristik penelitian tindakanMemahami langkah-langkah penelitian tindakan

  • POKOK BAHASANMengapa konselor meneliti?Apa penelitian tindakan itu?Karakteristik penelitian tindakanLangkah-langkah penelitian tindakan

  • 1. Mengapa Konselor Meneliti?Memperoleh perspektif yang lebih luas (evidence-based practice)AkuntabilitasMengembangkan ide dan pendekatan baru dalam bimbingan dan konselingMenerapkan bimbingan dan konseling dalam bidang lainPengembangan profesi dan pribadi

  • 2. Apa penelitian tindakan kelas? PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk memahami, mengevaluasi, dan melakukan perubahan untuk memperbaiki praktik-praktik pendidikan (Bassey, 1993)

  • Pada dasarnya mrpk prosedur on-the-spot, yg dirancang utk menyelesaikan mslh nyata yg ada sesegera mungkin.

    Idealnya, prosedur yang dilakukan secara bertahap dimonitor terus menerus, dg menggunakan berbagai cara (kuesioner, wawancara, catatan harian, studi kasus) utk memperoleh balikan. Balikan itu digunakan utk melakukan modifikasi, penyesuaian, mengubah arah, mendefinisi ulang prosedur yang dilakukan.

  • 4. Karakteristik Penelitian Tindakan KelasPTK berkenaan dg kegiatan (praktik) bimbingan dan konseling yang dilakukan konselorEmergent (darurat)PartisipatoryMengkonstruksikan teori dari praktikBerguna dalam pemecahan masalah yg sebenarnya

  • Berkenaan dg satu atau sekelompok orang yg memiliki tujuan yg sama dlm memperbaiki kinerjaBerkaitan dg perbaikanMenggunakan analisis, refleksi, dan evaluasiMemfasilitasi perubahan melalui penemuan

  • 5.Langkah-langkah Penelitian Tindakan KelasMelakukan refleksi awal

    B. Menetapkan masalah dan menentukan fokus penelitian

    C. Mengkaji literatur

    D. Menyusun rencana dan hipotesis tindakan

  • E. Melaksanakan tindakan

    F. Mengumpulkan dan menganalisis data

    G. Melakukan refleksi

    H Merevisi rancangan tindakan

    I. Melaksanakan tindakan (SIKLUS II)

  • A. Melakukan refleksi awalPTK dalam BK dimulai dengan refleksi awal, yaitu konselor merefleksikan masalah-masalah penyelenggaraan bimbingan dan konseling

    Refleksi awal = Menemukan masalah yang mengganggu pelaksanaan bimbingan dan konseling dan menghalangi tercapainya tujuan

  • Kegiatan ini meliputi:

    identifikasi masalah,

    analisis masalah,

    merumuskan masalah, dan

    merumuskan hipotesis tindakan.

  • Caranya:

    Renungkan, pikirkan, dan refleksikan kekurangan-kekurangan dalam proses bimbingan dan konseling yang telah dilakukan yang berdampak pada kurang optimalnya proses dan hasil bimbingan dan konseling. Identifikasi kelebihan dan keberhasilan proses bimbingan dan konseling yang dilakukan sebagai acuan tindakan yang akan dilakukan.

  • Jika konselor mengalami kesulitan mengidentifikasi masalah, gunakanlah pertanyaan berikut sebagai panduan!

    Apakah yang terjadi dalam proses pelaksanaan bimbingan dan konseling yang sedang berlangsung?Apakah proses pelaksanaan bimbingan dan konseling tersebut mengalami permasalahan?Jika yaapa yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya?

  • Analisis Masalah

    Masalah yang perlu dipilih adalah:yang sangat strategis, mendesak untuk segera diatasi, bisa dilaksanakan oleh konselor, sesuai dengan prioritas.

  • Jika konselor mengalami kesulitan menganalisis masalah, gunakanlah pertanyaan berikut sebagai panduan!

    Apa yang Anda prihatinkan? Mengapa Anda memprihatinkannya?Menurut Anda apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal itu?Bukti-bukti apa yang Anda perlukan untuk menilai apa yang terjadi?Bagaimana Anda mengumpulkan bukti-bukti tersebut?Bagaimana Anda mengecek kebenaran dan keakuratan apa yang terjadi?

  • Merumuskan Masalah

    Rumusan masalah hendaknya jelas, spesifik, dan operasionalDalam merumuskan masalah perlu diperhatikan:Masalah dirumuskan secara jelas, tidak mempunyai makna gandaMasalah dapat dituangkan dalam kalimat tanyaRumusan masalah pada umumnya menunjukan hubungan antar dua atau lebih variabelRumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik yaitu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukanMenunjukan secara jelas subjek penelitian

  • Contoh:

    1. Apakah penerapan teknik-teknik behavioral (penyusunan jurnal kegiatan belajar, refleksi diri, evaluasi diri, reinforcement diri) dapat meningkatkan self-regulated learning siswa kelas X?

    2. Apakah SLA (instruksi, modeling, behavior rehearsal, feedback, reinfoce- ment) dapat meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif?

  • - Hipotesis ini berupa dugaan yang akan terjadi jika tindakan dilakukan. Hipotesis dikembangkan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Hipotesis yang baik harus dapat diuji secara empiris, artinya dampak tindakan yang dilakukan dapat diukur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

    Merumuskan Hipotesis Tindakan

  • Contoh hipotesis tindakan: 1.Penerapan teknik-teknik behavioral (penyusunan jurnal kegiatan belajar, refleksi diri, evaluasi diri) dapat meningkatkan self-regulated learning siswa kelas X

    2. Pendekatan SLA (instruksi, modeling, behavior rehearsal, feedback, reinforce- ment) dapat meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif

  • Perencanaan TindakanRencana tindakan ini disusun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang telah dirumuskan.

    Rencana tindakan berupa langkah-langkah tindakan secara sistematis dan rinci.

    Rencana tindakan meliputi: materi bimbingan, metode atau teknik bimbingan, teknik dan instrumen observasi dan evaluasi, kendala yang mungkin timbul pada saat implementasi, dan alternatif pemecahannya.

    Untuk membantu penyusunan rencana tindakan, gunakanlah pertanyaan berikut: apa (yang akan dilakukan beserta rasionalnya), di mana , kapan, dan bagaimana sebagai panduan.

  • Tahap Pelaksanaan TindakanSetelah menyusun rencana tindakan, kegiatan berikutnya adalah mengimplementasikan tindakan dan mengamati hasilnya (aktivitas konselor, siswa, dan suasana kelas).

    Pada tahap inilah konselor berperan ganda, yaitu sebagai praktisi (pelaksana pembelajaran) dan sekaligus sebagai peneliti (pengamat).

  • Tahap Pengamatan Tindakan Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini, data-data tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil bimbingan dan konseling dikumpulkan dengan bantuan instrumen pengamatan yang dikembangkan. Konselor boleh dibantu oleh pengamat dari luar (teman sejawat atau pakar pendidikan). Kehadiran pengamat pembantu ini menjadikan PTK bersifat kolaboratif.

  • Tahap Refleksi terhadap Tindakan

    Tahap ini meliputi kegiatan: menganalisis, memaknai, menjelaskan, dan menyimpulkan data yang diperoleh dari pengamatan (bukti empiris), serta mengaitkannya dengan teori yang digunakan (kerangka konseptual).

    Hasil refleksi ini dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan tindakan siklus berikutnya.

  • Refleksi yang tajam dan terpercaya akan diperoleh masukan yang sangat berharga dan akurat bagi penentuan tindakan berikutnya. Kadar ketajaman refleksi ditentukan oleh tingkat ketajaman dan keragaman instrumen observasi yang digunakan.

  • Tahap Refleksi terhadap TindakanGuna mendapatkan hasil refleksi yang optimal, beberapa pertanyaan berikut dapat dimanfaatkan sebagai panduan: Bagaimana persepsi Anda (konselor, siswa, pengamat lain) thd tindakan yang dilakukan ?Apakah efek tindakan tersebut?Isu kependidikan apa saja yang muncul sehubungan dengan tindakan yang dilakukan?Apa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tindakan?

  • Mengapa kendala tersebut muncul?Apakah terjadi peningkatan kualitas proses bimbingan dan konseling?Perlukah perencanaan ulang? Jika ya, alternatif tindakan manakah yang paling tepat?Jika ya apakah diperlukan siklus berikutnya?

  • Secara keseluruhan keempat tahapan dalam PTK : Perencanaan, Tindakan, observasi, dan refleksi membentuk suatu siklus (Tiap siklus minimal 3 kali pertemuan).

    Siklus ini kemudian diikuti siklus-siklus lain secara berkesinambungan seperti sebuah spiral.

    Kapan siklus-siklus tersebut berakhir? Jawabannya adalah, kalau hasil pelaksanaan tindakan sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti.

  • Beberapa contoh Lembar PengamatanKualitas Bimbingan dan Konseling dapat diketahui dari:Aktifitas siswa: perubahan perilaku, sikap, motivasi seperti: keaktifan berdiskusi, bertanya, mencoba, mengerjakan tugas,

    (pengumpulan datamemerlukan lembar pengamatan)

    Hasil layanan bimbingan dan konseling: perubahan perilaku.

  • Struktur Proposal PTK

    Sampul Usulan PenelitianHalaman PengesahanA. Judul PenelitianB. Bidang KajianC. PendahuluanD. Rumusan Masalah dan Pemecahannya E. Tujuan PenelitianF. Manfaat Hasil PenelitianG. Kajian PustakaH. Prosedur PenelitianI. Jadwal Penelitian J. Biaya Penelitian (bila ada)K. Personalia Penelitian (bila ada)L. Daftar PustakaM. Lampiran-Lampiran: 1. Instrumen Penelitian 2. ..

  • Isi laporan:

    CoverHalaman PengesahanAbstrak (Ringkasan)Kata PengantarDaftar IsiDaftar Tabel (kalau ada)Daftar Gambar (kalau ada)

    BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahB. Rumusan MasalahC.Tujuan dan Manfaat Penelitian

    BAB II KAJIAN PUSTAKA

  • BAB III METODE PENELITIANA. Rancangan Penelitiana. Jenis penelitian (PTK), banyak siklus yang dilakukanb. Subyek Penelitian (siswa, kelas,)c. Waktu Penelitiand. Langkah-langkah Penelitian

Recommended

View more >