pt bank mestika dharma, tbk. jl. h. zainul arifin no. 118 ... · pdf filelabuan bajo menjadi...

Click here to load reader

Post on 17-Mar-2019

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

kamis 29 maRET 2018

46

SUTT sepanjang 150 kms itu terdiri dari 228 tapak tower. Rencananya PLN akan segera membangun dua tower terakhir yang ditargetkan selesai pada Mei 2018.

Bertempat di Gedung Serba-guna Pemda Manggarai Barat, acara syukuran dihadiri oleh Di-rektur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali Nusa Tenggara Djoko Raharjo Abu Manan, Bupati Man-ggarai Barat Agustinus C.Dula, Anggota DPR Komisi VII Ferry Kase, serta Yozua Makes seba-gai owner Plataran Group dan beberapa pejabat daerah lainya.

Djoko mengatakan pemban-gunan dua tapak tower terakhir sempat tertunda lantaran sem-pat terkendala. Namun kini hal tersebut sudah diselesaikan sehingga pembangunan tapak bisa dimulai.

Kami kini bisa segera menye-lesaikan pembangunan seluruh tower yang dipastikan sangat penting untuk meningkatkan kehandalan infrastruktur kelis-

trikan sistem Flores, kata Djoko dalam sambutannya di Labuan Bajo, Rabu (28/3).

Djoko menuturkan dengan terbangunnya jaringan transmisi SUTT 150 KV Ruteng - Labuan Bajo akan meningkatkan paso-kan daya sebesar 15 megawatt (MW) dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu dan 20 MW dari MPP Flores. Jaringan ini juga men-ingkatkan kehandalan sistem kelistrikan Labuan Bajo dan sistem kelistrikan Flores. Dika-takannya penyelesaian pembe-basan lahan ini tak terlepas dari peran dan dukungan yang baik dari Pemda Manggarai Barat, Plataran Group dan masyarakat Manggarai Barat.

Listrik yang handal tentu sangat penting terlebih Labuan Bajo merupakan salah satu des-tinasi wisata favorit, untuk itu dukungan semua pihak sangat kami butuhkan untuk penyelesa-ian seluruh tower transmisi ini, ujarnya.

PLN, lanjut Djoko, men-dukung penuh Labuan Bajo menjadi destinasi wisata dunia. Pasalnya pada Oktober nanti Labuan Bajo menjadi tujuan wisata dari acara internasional IMF-World Bank Annual Meet-ing pada Oktober 2018 yang di-pusatkan di Nusa Dua, Bali. Dia mengungkapkan MPP Flores berkapasitas sebesar 20 mega-watt bakal beroperasi di Mei nanti. Dengan begitu keterse-dian daya lebih dari mencukupi dalam menunjang Labuan Bajo menjadi tujuan wisata dunia. Saat ini kapasitas terpasang di Labuan Bajo sekitar 12 MW dengan beban puncak 8 MW. Nanti masuk 20 MW berarti ada 24 MW reserve margin, ujarnya

Dikatakannya tingkat pemer-ataan listrik (ratio elektrifikasi) di Nusa Tenggara Timur hingga Desember 2017 kemarin men-capai 59%. Realisasi itu lebih rendah dari ratio elektrifikasi na-sional yang sekitar 95%. Pihakn-ya terus berusaha melakukan penyambungan listrik ke daerah yang belum terjamah setrum. Hari ini sudah 62%. Masih ban-yak saudara kita di NTT belum bisa menikmati listrik, ujarnya.

Pembangunan proyek kelis-trikan di NTT menemui banyak kendala. Tantangan terbesar ialah adanya penolakan dari masyarakat serta pengusaha sektor wisata. Namun hal terse-but kini sudah diselesaikan

melalui pendekatan adat mau-pun sosial. Hal tersebut diakui oleh Bupati Agustinus.

Dalam rangka pemasangan jaringan listrik banyak lahan yang kesulitan. Tapi ini pada awalnya, setelah sosialiasi ber-jalan baik. Dengan pendekatan budaya, ritual adat bisa berjalan baik, ujarnya.

Agustinus menuturkan ben-tuk penolakan yang sempat muncul itu antara lain terpasang plang bertuliskan dilarang mem-bangun tiang listrik. Dia menu-turkan plang tersebut memang berada diatas lahan warga yang bakal dilintasi jaringan listrik maupun dipasang tapak tower serta tiang listrik. Saya suruh Satpol PP tulis disebelahnya. Sia-papun kamu kami tetap bangun tiang listrik, ujarnya.

Penolakan jaringan listrik juga dilakukan oleh pengusaha wisata berkebangsaan Malay-sia. Pengusaha ini memiliki sejumlah lahan di Kabupaten Manggarai Barat. Bupati men-erangkan sejumlah pendekatan sudah dilakukan. Namun bila pendekatan itu tidak berhasil maka ditempuh upaya tera-khir yakni konsinyasi. Upaya ini sesuai dengan Intruksi Presiden yang tidak boleh menghambat pembangunan daerah. Skema konsinyasi itu berupa uang pengganti dititipkan di pengadi-lan dengan begitu proyek bisa tetap berjalan.

JAKARTA Kementerian En-ergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ENI Indonesia mte-lah menyepakati biaya pengem-bangan Lapangan Merakes, Blok Muara Bakau sekitar US$ 1 miliar. Rencana pengembangan (plan of development/POD) lapangan ini segera diteken.

Deputi Pengendalian Pen-gadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Mi-gas) Djoko Siswanto mengatakan, dalam evaluasi POD Lapangan Merakes oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, biaya

pengembangan lapangan ini di-minta menjadi lebih rendah. ENI Indonesia kemudian menyepakati pemangkasan biaya tersebut.

Prinsipnya oke (POD Lapa-ngan Merakes). Kan direview, cost menjadi sekian. ENI sudah oke. Sekarang sudah proses administrasi saja, kata dia di Jakarta, Senin (26/3).

Berdasarkan sumber, biaya pengembangan Lapangan Mer-akes ini dapat dipangkas sekitar US$ 200 juta, menjadi sekitar US$ 1 miliar. Pemerintah meng-inginkan biaya pengembangan yang seefisien mungkin lan-

taran akan berdampak pada besaran biaya investasi yang dapat dikembalikan (cost recov-ery) yang harus dibayarkan ke kontraktor.

Setelah proses administrasi di ENI selesai, perusahaan mi-gas asal Italia tersebut akan mengajukan POD-nya ke SKK Migas. Berikutnya, pihaknya akan meneruskan POD tersebut ke Menteri ESDM untuk ditanda-tangani. Selanjutnya ENI akan selesaikan FID (final investment decision/keputusan akhir inv-estasi) pertengahan April, ujar Djoko. (ayu)

Oleh Rangga Prakoso

LABUAN BAJO - PT PLN (Persero) menyelesaikan pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi ( SUTT) 150 kV Ruteng -Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur.

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga 1.026.127 1.025.309 1.026.127 1.025.309 a. Rupiah 1.025.152 1.025.117 1.025.152 1.025.117 b. Valuta asing 975 192 975 192 2. Beban Bunga 301.821 334.636 301.821 333.745 a. Rupiah 301.092 333.182 301.092 332.291 b. Valuta asing 729 1.454 729 1.454 Pendapatan (Beban) Bunga Bersih 724.306 690.673 724.306 691.564 B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga 1. Pendapatan Operasional Selain Bunga 120.614 86.085 120.614 86.085 a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan 0 0 0 0 i. Surat berharga 0 0 0 0 ii. Kredit 0 0 0 0 iii. Spot dan derivatif 0 0 0 0 iv. Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan 0 0 0 0 c. Keuntungan penjualan aset keuangan 52.736 9.182 52.736 9.182 i. Surat berharga 52.736 9.182 52.736 9.182 ii. Kredit 0 0 0 0 iii. Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) 74 101 74 101 e. Dividen 0 0 0 0 f. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method 0 0 0 0 g. Komisi/provisi/fee dan administrasi 0 0 0 0 h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai 0 0 0 0 i. Pendapatan lainnya 67.804 76.802 67.804 76.802 2. Beban Operasional Selain Bunga 491.905 537.573 491.705 538.043 a. Penurunan nilai wajar aset keuangan 0 0 0 0 i. Surat berharga 0 0 0 0 ii. Kredit 0 0 0 0 iii. Spot dan derivatif 0 0 0 0 iv. Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan 0 0 0 0 c. Kerugian penjualan aset keuangan 0 0 0 0 i. Surat berharga 0 0 0 0 ii. Kredit 0 0 0 0 iii. Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) 59 184 59 184 e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 144.687 225.735 144.687 225.735 i. Surat berharga 0 0 0 0 ii. Kredit 144.687 225.735 144.687 225.735 iii. Pembiayaan syariah 0 0 0 0 iv. Aset keuangan lainnya 0 0 0 0 f. Kerugian terkait risiko operasional 0 0 0 0 g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method 0 0 0 0 h. Komisi/provisi/fee dan administrasi 0 0 0 0 i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) 0 0 0 0 j. Beban tenaga kerja 183.837 179.353 183.887 179.423 k. Beban promosi 15.427 1.743 15.427 1.743 l. Beban lainnya 147.895 130.558 147.645 130.958 Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih (371.291) (451.488) (371.091) (451.958) LABA (RUGI) OPERASIONAL 353.015 239.185 353.215 239.606 PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 751 527 774 527 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing (1.026) 2.511 (1.026) 2.511 3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 833 (2.357) 55.437 68.499 LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 558 681 55.185 71.537 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 353.573 239.866 408.400 311.143 Pajak penghasilan (89.820) (60.605) (89.823) (60.609) a. Taksiran pajak tahun berjalan (92.452) (62.384) (92.455) (62.388) b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan 2.632 1.779 2.632 1.779 LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 263.753 179.261 318.577 250.534 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 1. Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 42.598 270.231 42.598 270.231 a. Keuntungan revaluasi aset tetap 51.929 272.553 51.929 272.553 b. Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (12.441) (3.096) (12.441) (3.096) c. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi 0 0 0 0 d. Lainnya 0 0 0 0 e. Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 3.110 774 3.110 774 2. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 154.027 28.449 154.027 28.449 a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 0 0 0 0 b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual 199.032 37.932 199.032 37.932 c Bagian efektif dari lindung nil

View more