Psikoterapi (asosiasi bebas)

Download Psikoterapi (asosiasi bebas)

Post on 03-Jul-2015

1.394 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. 2012 PSIKOTERAPITERAPI PSIKOANALISIS ASOSIASI BEBASKELOMPOK 1Disusun Oleh : Cory Dita Pratiwi 11509614 Duhyta Fenti13509679 Elfa Gustiara 12509831 Hana Nurraidah14509314 Irene Anggraini 15509152 Joko Alan Febrianto 11509344 Khoirunnisa 14509226 Maria Sistyantin11509524 Sinta Dewi Oktaviani13509396 Valentin16509642 Vania Riyanti 11509720 Yuly Rahmawati11509599Fakultas PsikologiUniversitas Gunadarma</li></ul><p> 2. MATERI PENGANTAR :A. Riwayat Hidup Secara Singkat tentang FreudSigmund Freud dilahirkan 6 Mei 1856 dari sebuah keluargaYahudi di Freiberg, Moravia, sebuah kota kecil di Austria (kinimenjadi bagian dari Cekoslowakia). Psikoanalisis adalahcabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan parapengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologismanusia.Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakandalam hubungan dengan Freud saja, sehingga psikoanalisisdan psikoanalisis Freud sama artinya. Bila beberapa pengikutFreud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya danmenempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilihsuatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Pada saat Freud berusia 4 tahun,keluarganya mengalami kemunduran ekonomi, dan ayah Freud membawa pindah Freudsekeluarga ke kota Wina. Setelah menamatkan sekolah menengahnya di kota Wina ini, Freudmasuk fakultas kedokteran Universitas Wina dan lulus sebagai dokter pada tahun 1881. Daricatatan pribadinya diketahui bahwa Freud sesungguhnya tidak tertarik untuk menjalanipraktek sebagai dokter, dan lebih tertarik kepada kegiatan penelitian ilmiah. Tetapi karenadesakan ekonomi keluarga, dibina bersama Martha Bernays, istrinya yang dinikahi Freudpada tahun 1886, Freud akhirnya menjalani praktek yang tidak disukainya itu. Adapun minatilmiah utama Freud adalah pada neurologi, sebuah minat yang menyebabkan Freud menekunipenanganan gangguan-gangguan neurotik, khususnya histeria.B. Teori Kepribadian FreudPrioritas dalam pembahasan pemikiran Freud ini, ditujukan pada dua, yaitu strukturkepribadian dan struktur pikiran.a. Struktur KepribadianMenurut Nevid mengenai struktur kepribadian sebagai berikut.Menurut hipotesis struktural (structural hypothesis) dari Freud, kepribadian dibagike dalam tiga unit mental, atau struktur psikis: id, ego, dan superego. Struktur psikis tidakdapat dilihat atau diukur secara langsung, namun keberadaannya ditandai oleh perilakuyang dapat diamati dan diekspresikan pada pikiran dan emosi. 3. Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa struktur kepribadian menurut Freudada tiga, yaitu id, ego, dan superego. Berikut ini penjelasan dari ketiganya yaitu : Id adalah bagian kepribadian yang sangat primitif, inti kepribadian yang belum tercemarberisi motivasi dan psikis dasar yang disebut insting. Dengan instingnya tersebut, Id menuntut pemuasan segera tanpa memperhitungkan aturan-aturan sosial atau berbagai norma, atau kebutuhan dari orang lain. Maka, Id itu sifatnya irealistik, irasional, amoral (tidak dapat menilai ataupun membedakan antara baik dan jahat), khas (tidak teratur), dan dapat secara serempak memiliki pikiran-pikiran yang bertentangan. Sebagai segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, Id dengan begitu dioperasikan menurut proses berpikir primer (primary process thinking), yaitu cara yang berhubungan dengan dunia melalui imajinasi dan fantasi. Di samping itu, Id juga bekerja berdasarkantuntutanprinsip kesenangan(pleasure principle).Dengan prinsip ini, Id tentu saja hanya bertujuan untuk mencari kenikmatan, atau memuaskan hasratnya, tanpa menghiraukan apakah hal itu tepat atau tidak.Di sinilah, peran ego, menjadi sangat menentukan. Namun, sebelum ego dipaparkan, akan disimpulkan dulu apa itu id. Id, dengan demikian adalah struktur psikis yang tidak disadari, muncul saat lahir, yang berisi insting-insting primitif dan diatur oleh prinsip kesenangan. Ego merupakan struktur kepribadian yang berkembang untuk menghadapi dunia nyata atau secara harfiah aku. Bekerja berdasarkan prinsip kenyataan atau reality principle. Prinsip kenyataan merupakan kekuatan yang mendorong ego untuk menyelesaikan masalah yang nyata. Beroperasi menurut proses berpikir sekunder (secondary process thinking), yakni berpikir realistik, atau dengan bahasa yang lebih lengkap, proses berpikir sekunder ini adalah proses yang dimulai dengan mengingat, merencanakan, dan menimbang situasi yang memungkinkan kompromi antara fantasi dari id dan realitas dari dunia luar (ego). Bertujuan untuk mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan. Dengan demikian, ego adalah struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk menoleransi frustasi. Superego ialah bagian moral atau etis dalam kepribadian. Dikendalikan oleh prinsip moralistik (moral principle) dan idealistik (idealistic principle) yang kontradiktif dengan pleasure principlenya id dan reality principle dari ego. Prinsip moral superego menuntut kepatuhan yang ketat terhadap standar moral. Dengan begitu, superego 4. mencerminkan yang ideal dan bukan yang riil. Karena itu, superego memiliki dua subsistem, yaitu egoideal dan suara hati (conscience). Egoideal adalah superego yang mencerminkan nilai-nilai moral dari self yang ideal. Dengan kata lain, egoideal merupakan serangkaian nilai-nilai sosial yang lebih tinggi dan moral ideal yang hidup dalam superego. Sedangkan suara hati, atau hati nurani, adalah penjaga moral internal yang mengawasi ego dan memberikan penilaian tentang benar dan salah. Superego berkonsekuensi: bila ego gagal dalam memenuhi standar moral dari superego, maka ego akan dihukumi dengan bentuk rasa bersalah dan malu. Hal demikian, memosisikan ego di antara id dan superego.Karenanya, egoharus selaluberusaha untuk memuaskan kebutuhan id tanpa menyerang standar moral superego. Maka dapat disimpulkan, bahwa superego adalah struktur psikis yang menggabungkan nilai-nilai sosial yang diatur oleh prinsip moral; terdiri dari dua bagian: hati nurani dan egoideal.b. Struktur PikiranBagi Freud, ketiga struktur kepribadian itu menempati struktur lain dalam mental ataupikiran manusia, yang dalam referensi lain sering disebut sebagai alam sadar manusia,yaitu alam kesadaran (conscious), alam keprasadaran (preconscious), dan alamketidaksadaran (unconscious).Kesadaran atau conscious mengacu pada pengalaman-pengalaman mental sekarang.Dalam pengertian yang lain, kesadaran dipandang sebagai lapisan mental manusia yangberhadapan langsung dengan realitas. Ia mengenal realitas dengan akrab dan mampumenyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi yang ditemuinya di realitas. Dengan demikian,ia mampu memperoleh apa yang dibutuhkannya.Kesadaran, seperti halnya ego, bekerja berdasarkan prinsip kenyataan atau realityprinciple.Karena prinsip kerjanya, maka pengalaman apapun yang masuk ke dalam alamsadar dapat kita sadari sepenuhnya. Mengapa? karena pelbagai pengalam itu tidakbertentangan dengan realitas. Dengan demikian, dapatlah kita tuliskan bahwa alam sadarsesungguhnya bagian dari pikiran manusia yang berhubungan langsung dengan kesadarankita saat ini, dan bekerja sesuai dengan reality principle.Keprasadaran (preconscious) merupakan alam sadar manusia yang kedua.Iamerupakan isi mental yang tidak ada dalam kesadaran, tapi dapat dengan mudah masuk kedalam kesadaran. Keberadaannya diapit oleh dua alam, yaitu alam sadar dan alamtaksadar. Pengalaman-pengalaman yang masuk dalam area prasadar ini masih dapat kita 5. sadari bilamana kita menghendakinya. Caranya, dengan kita memfokuskan diri pada halyang dikehendaki itu. Namun demikian, penjelasan yang singkat ini setidaknya telah memberikan informasibahwa alam prasadar merupakan bagian dari pikiran di mana isinya terletak di luarkesadaran saat ini namun dapat dibawa ke kesadaran dengan memfokuskan perhatian padaapa yang ingin dimunculkan.Ketidaksadaran atau yang lebih akrab dengan Freud sebagai unconscious merupakanbagian terbesar dari pikiran manusia. Ia diselimuti oleh kemisteriusan. Dan isinya, hanyadapat dimunculkan ke dalam alam kesadaran dengan upaya yang besar, itupun jika bisa.Mengapa demikian? Karena alam asadar ini memendam dan melupakan berbagaidorongan, pengalaman dan kenangan, yang dapat mengancam dialog antara dirinya danrealitas. Bila suatu pengalaman sudah masuk ke areanya, maka akan sangat sulit bagi yangbersangkutan untuk dapat mengenali atau menyadarinya. Dalam pengertian yang lebihekstrim: pengalaman itu disegel. Namun demikian, diyakini Freud bahwa alam asadaradalah gudang dari dorongan-dorongan biologis, atau insting-insting dasar, seperti seksdan agresi. Dalam hal psikoanalisis Freud, agresi atau agresivitas bukan bermaknapenyerangan atau penyerbuan melainkan suatu insting akan mati; keinginan akankematian.Dari uraian itu, dapatlah kita simpulkan bahwa alam taksadar ialah bagian dari pikiranmanusia yang terletak di luar kesadaran yang umum dan berisi berbagai doronganinstingtual, semisal insting hidup atau dorongan seksual dan insting mati atau agresivitas.Ketiga struktur pikiran yang berkenaan dengan alam kesadaran manusia itu, Freud,menganalogikannya pada fenomena gunung es, di mana daerah yang muncul dipermukaan air disebut daerah kesadaran. Sedangkan daerah yang lebih besar, yangterdapat di bawah permukaan air dinamakan daerah ketidaksadaran. Daerah asadar itusendiri dipicu (dikendalikan) oleh dorongan-dorongan, nafsu-nafsu, pikiran-pikiran yangdirepresikan, berisi kekuatan penting yang mengendalikan pikiran-pikiran dan pelbagaiperbuatan setiap individu. Bila dipetakan, maka akan terlihat hubungan sebagaimana dibawah ini.Struktur pikiran itu sendiri, tak hidup terpisah dengan struktur kepribadiannya.Dengandemikian, ada korelasi yang sangat erat antara id, ego, superego dan alam sadar,prasadar, serta sadar. 6. C. Metode Psikoterapi Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifatmanusia dan metode psikoterapi.a. Sumbangan utama psikoanalisis : 1. kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifatmanusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia. 2. tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar. 3. perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thdkepribadian dimasa dewasa. 4. teori psikoanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahamicara-cara yg di peroleh individu dalam mengatasi kecemasan. 5. terapi psikoanalisis telah memberikan cara-cara mencari keterangan dariketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi. Konsep-konsep utama terapi psikoanalisis 6. struktur kepribadianidegosuper ego 7. pandangan tentang sifat manusiapandanganfreud tentang sifatmanusia pada dasarnya pesimistik,deterministic, mekanistik dan reduksionistik 8. kesadaran &amp; ketidaksadarankonsep ketaksadaran mimpi-mimpi merupakan representative simbolik dari kebutuhan-kebutuhan, hasrat-hasrat, konflik salah ucap / lupa terhadap nama yang dikenal sugesti pascahipnotik bahan-bahan yang berasal dari teknik-teknik asosiasi bebas bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif 9. KecemasanSuatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatuFungsi memperingatkan adanya ancaman bahaya. 7. 3 Macam Kecemasan Kecemasan realistis Kecemasan neurotic Kecemasan moralb. Tujuan terapi Psikoanalisis Membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien Focus pada upaya mengalami kembali pengalaman masa anak-anakc. Fungsi &amp; peran Terapis Terapis / analis membiarkan dirinya anonim serta hanya berbagi sedikit perasaan &amp; pengalaman sehingga klien memproyeksikan dirinya kepada terapis / analisis Peran terapis Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalammelakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis Membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar &amp;menafsirkan Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien Mendengarkan kesenjangan-kesenjangan&amp; pertentangan-pertentangan padacerita kliend. Pengalaman klien dalam terapi Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif &amp; berjangka panjang Mengembangkan hubungan dengan analis / terapis Mengalami krisis treatment Memperoleh pemahaman atas masa lampau klien yang tak disadari Mengembangkan resistensi-resistensi untuk belajar lebih banyak tentang diri sendiri Mengembangkan suatu hubungan transferensi yang tersingkap Memperdalam terapi Menangani resistensi2 &amp; masalah yg terungkap Mengakhiri terapi 8. e. Hubungan terapis dan klien Hubungan dikonseptualkan dalam proses tranferensi yang menjadi inti Terapi Psikoanalisis Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pada terapis urusan yg belum selesai yg terdapat dalam hubungan klien dimasa lalu dengan orang yang berpengaruh Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik-konflik seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan dan dendamnya Jika analis mengembangkan pandangan yang tidak selaras yg berasal dari konflik- konflik sendiri, maka akan terjadi kontratransferensi Bentuk kontratransferensi perasaan tidak suka / keterikatan dan keterlibatan yang berlebihan.Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapif. Teknik dasar Terapi Psikoanalisis1. Asosiasi bebas Berbeda dengan metode hipnosis yang menyadarkan diri pada anggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik yang ada pada pasien histeria perlu dan hanya bisa diungkapkan dalam keadaan si pasien tidak sadar (di bawah pengaruh hipnosis), metode asosiasi bebas bertumpu pada anggapan bahwa pengalaman- pengalaman traumatik (pengalaman yang menyakitkan) yang dimiliki pasien hysteria itu bisa diungkapkan dalam keadaan sadar. (Dalam asosiasi bebas, pasien diminta untuk mengemukakan secara bebas hal-hal apa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu. Bagi terapeut, hal-hal hal yang kemukakan oleh pasiennya itu merupakan bahan untuk menggali dan mengungkap ingatan-ingatan atau pengalaman-pengalaman yang sifatnya traumatic dari alam tak sadar si pasien). Hal yang penting dari pengembangan asosiasi bebas ini adalah, metode asosiasi bebas dengan prinsip atau anggapan yang mendasarinya telah membawa Freud kepada suatu kesimpulan bahwa ketaksadaran memiliki sifat dinamis, dan memegang peranan dalam terjadinya gangguan neurotik seperti histeria. (Di kemudian hari peranan ketaksadaran oleh Freud diperluas dan dipandang sebagai kawasan terbesar dari kehidupan psikis, yang di dalamnya terdapat suatu unsur 9. atau sistem yang berisikan naluri-naluri. Dan keinginan-keinginan berasal dari naluri-naluri itu. Pada gilirannya, melalui mekanisme represi, keinginan-keinginan yang tidak atau sulit dipuaskan akan dikembalikan ke kawasan tak sadar ini, dipenjarakan bersama-sama dengan pengalaman-pengalaman tertentu yang sifatnya traumatic atau menyakitkan bagi individu.) Selain itu, ber...</p>