proyek audit energi gor uny

Download Proyek Audit Energi GOR UNY

Post on 04-Nov-2015

15 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Lay out GOR UNY

TRANSCRIPT

MANAGEMEN ENERGI

AUDIT ENERGI GOR (GEDUNG OLAHRAGA) UNYPERIODE 2014-2015

Disusun Oleh:ROHANI (12506134028)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2014

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangEnergi merupakan salah satu faktor penting dalam operasional sebuah industri, perusahaan, maupun instansi lain, karena memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap kebutuhan energi untuk operasional usahanya. Sehingga diperlukan upaya konservasi untuk mencapai tujuan efisiensi. Energi Listrik memilki kontribusi besar terhadap biaya operasional yang harus dikeluarkan. Peranan listrik ini menjadi semakin penting mengingat adanya kenaikan tarif dasar listrik yang harus memaksa berbagai pihak untuk melakukan penghematan.Kenaikan tarif dasar listrik di Indonesia pada pertengahan tahun 2014 sebesar 8.6%-13.3% sesuai dengan golongan setiap dua bulan. Hal tersebut diperparah dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat membebankan masyarakat, dan pada awal tahun 2015 PLNmenaikan tarif dasar listrik lagi untuk delapan golongan pemakai. Salah satu alasan kenaikan harga ini untuk membangun pembangkit baru guna mencukupi kebutuhan kenaikan konsumsi listrik. Jika setiap konsumen bisa menghemat antara 5-10% saja, maka ada kemungkinan pada tahun ini tidak diperlukan pembangkit baru.Pemerintah dapat turut serta dalam mendukung program penghematan energi ini dengan memberikan insentif pada pelaksanaannya. Sesungguhnya program hemat energi ini memberikan keuntungan pada semua pihak, konsumen bisa mengurangi pembayaran rekening, perusahaan listrik tidak menuntut membuat pembangkit baru, pemerintah bisa mengurangi jumlah rencana hutang. Program penghematan listrik adalah bukan sekedar masalah teknis semata, melainkan merupakan pertimbangan dan keputusan manajemen, terutama ditinjau dari segi keuangan.Sejalandenganmeningkatnyapembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengakibatkan kebutuhan energi juga meningkat khusunya energi listrik apalagi ditambah semakin pesatnya perkembangan teknologi seperti sekarang ini banyak peralatan-peralatan yang memanfaatkan energi listrik untuk dapat dioperasikan. Penyediaan energi nasional saat ini sangat terbatas karena sumber energi utama bahan bakar fosil yaitu minyak, gas dan batubara yang sifatnya dapat diperbarui semakin berkurang emisi gas rumah kaca semakin banyak yang berakibat meningkatnya pemanasan global dan berdampakpadaperubahaniklim.DalamKebijakanEnergiNasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No.5 Tahun 2006, salah satu kebijakan utamanya adalah konservasi energi. Adapun salah satu tergetnya adalah menurunkan elastisitas energi sebesar kurang dari satu pada tahun 2025. Elastisitas energi adalah perbandingan antara pertumbuhan energi terhadap pertumbuhan ekonomi. Elastisitas energi adalah salah satu indikator konservasi energi, semakin kecil nilai elastisitas energi berarti semakin efisien. (http://www.esdm.go.id)Audit energi bisa dilakukan dimana saja salah satunya audit energi di gedung kampus, Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, (http://www.esdm.go.id) dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7% per tahun. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan konsumsi energi dunia yaitu 2,6% per tahun. Konsumsi energi Indonesia tersebut terbagi untuk sektor industri (50%), transportasi (34%), rumah tangga (12%) dankomersial (4%).Batubara, gas bumi, dan minyak bumi saat ini merupakan sumber energi primer yang menjadi tulang punggung ketenagalistrikan Indonesia. Kebergantungan terhadap minyak bumi untuk pembangkitan listrik sangat memberatkan karena meroketnya harga minyak bumi saat ini. Gambar 1 menunjukkan neraca produksi konsumsi listrik 2002-2009.

Gambar 1. Neraca Produksi Konsumsi Energi ListrikPusdatin ESDM 2010,Handbook of Energy & Economic Statistic of Indonesia

Konsumsi energi Indonesia di sektor komersil sebesar 4 % dipergunakan salah satunya ialah untuk menunjang sarana dan pra sarana pada perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa faktor yang melatarbelakangi perlu dilakukannya audit energi listrik pada gedung kuliah adalah:1. Peningkatan populasi kampus2. Penambahan beban listrik di kampus3. Perubahan fungsi ruangan.4. Tingkat kuat penerangan yang tidak memadaiDalam audit energi merupakan kegiatan penelitian pemaanfaatan energi untuk mengetahui keseimbangan dan mengidentifikasi peluang-peluang penghematan energi. Melalui audit energi, kita dapat mengetahui pola distribusi energi, sehingga bagian yang mengkonsumsi energi terbesar dapat diketahui. Dari hasil audit energi juga dapat diketahui besarnya peluang potensi penghematan apabila dilakukan peningkatan efisiensi.Apabila dalam sebuah rumah tangga, AC merupakan perangkat yang menjadi beban listrik terbesar maka bisa dibayangkan berapa banyak batubara harus dibakar untuk memenuhi listrik sebuah mal, industri, pabrik-pabrik.Pelaksanaan audit energi pada dasarnya akan menguntungkan pihak itu sendiri. Kerena ada Aspek Pencapaian yang diharapkan dari proses Audit Energi, yaitu:1. saving in money : adanya manajemen energi, dapat mengurangi biaya operasional. Dengan demikian keuntungan yang diperoleh perusahaan akan meningkat.2. environmental protection : adanya penggunaan energi yang efisien maka akan memberikan kontribusi bagi dunia dalam hal membantu pelestarian alam dengan menjaga dan mempertahankan cadangan minyak bumi dunia agar tidak segera habis.3. sustainable development : adanya penggunaan energi yang efisien maka akan memberikan kontribusi bagi perusahaan di bidang pertumbuhan yang berkelanjutan baik di sisi finansial maupun penggunaan peralatan industri yang memiliki lifetime maksimum / optimum.

B. Tujuan Audit Energi GOR UNYAdapun tujuan audit Energi pada gedung UNY Antara lain :1. Mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi dan profil pemakaian energi eksisting operasional fasilitas suatu industri pada periode tertentu.2. Mengidentifikasi jenis alternatif konservasi energi, maupun penghematan energi sebagai bagian dari manajemen energi sebuah industri.3. Mengetahui tingkat efesiensi penggunaan energi listrik sehingga dapat mengurangi penggunaan energi listrik yang tidak perlu demi menghemat biaya pemakaian enegi listrik.4. Memilih suatu keputusan alternatif jenis konservasi energi yang terbaik sebagai rekomendasi perencanaan manajemen energi industri meraih solusi untuk menerapkan strategi efektif dalam melakukan pengelolaan pemanfaatan energi listrik.

BAB IIKAJIAN TEORI

A. Dasar TeoriKapasitas daya terpasang harus sesuai dengan kebutuhan daya untuk mencatusegala macam beban. Kapasitas daya terpasang harus lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan beban. Namun, kapasitas daya terpasang yang berlebihan akan menimbulkan biaya beban yang tinggi.Audit energi dapat dianalisis dengan data biaya pemakaian bedasarkan kurva beban. Kurva beban bulanan menggambarkan pemakaian energi listrik dalam periode bulan. Kurva ini diperoleh melalui pengukuran dan perhitungan data daya yang diserap oleh sistem beban (konsumen listrik) pada interval dan periode waktu tertentu.Biaya produksi daya listrik berupa biaya tetap dan biaya operasi. Biaya tetap tergantung investasi pembangunan untuk pembangkitan, penyaluran dan pendistribusian energi listrik. Contoh: biaya kapasitas daya terpasang yang dihitung berdasarkan jumlah daya VA atau KVA. Sedangkan biaya operasi untuk operasi sistem, gaji pegawai, bahan bakar, pemiliharaan listrik. Contoh: biaya pemakaian energi listrik dalam kWh.Sedangkan data yang digunakan untuk mengaudit energi adalah denah single line diagram, lengkap dengan penggunaan daya listriknya dan besarnya penyambungan daya listrik PL serta besarnya daya listrik cadangan dari diesel Generating Set (GenSet). Data pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm), bahan bakar gas (bbg) dan air.Menghitung besarnya Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Gedung adalah pembagian antara konsumsi energi listrik pada kurun waktu tertentu dengan satuan luas bangunan gedung. Sektor yang dapat dihitung:1. Rincian luas bangunan gedung dan luas total bangunan gedung (m2).2. Konsumsi energi bangunan gedung per tahun (kWh/tahun)3. Intensitas konsumsi Energi (IKE) bangunan gedung per tahun (kwh/m2.tahun)4. Biaya energi bangunan gedung (Rp/kwh)

Tabel 1. Kriteria IKE Bangunan Gedung ber-ACKriteriaKeterangan

SangatEfisien(4,17-7,92) kWh/m2/bulana) Desaingedungsesuaistandartatacaraperencanaantekniskonservasienergib) Pengoperasianperalatanenergidilakukandenganprinsip-prinsip management energy

Efisien(7,93-12,08) kWh/m2/bulana) Pemeliharaangedungdanperalatanenergidilakukansesuaiprosedurb) Efisiensipenggunaanenergimasihmungkinditingkatkanmelaluipenerapan system manajemenenergiterpadu

CukupEfisien(12,08-14,58) kWh/m2/bulana) Penggunaanenergicukupefisienmelaluipemeliharaanbangunandanperalatanenergimasihmemungkinkanb) Pengoperasiandanpemeliharaangedungbelummempertimbangkanprinsipkonservasienergi

AgakBoros(14,58-19,17) kWh/m2/bulana) Audit energiperludipertimbangkanuntukmenentukanperbaikanefisiensi yang mungkindilakukanb) Desainbangunanmaupunpemeliharaandanpengoperasiangedungbelummempertimbangkankonservasienergi

B. Metode PenelitianAudit awal energi listrik dilakukan dengan mengacu pada standard audit energi listrik SNI 03-6196-2000. Profil pemakaian energi listrik dalam kegiatan pendidikan dikenali berdasarkan histori pemakaian energi listrik. Evaluasi diterapkan untuk pemakaian selama tahun terakhir 2014. Sedangkan audit energi listrik yang dilakukan mengacu pada prosedur. Langkah-langkah tersebut merupakan audit awal dengan kegiatan yaitu:1. Mengumpulkan dan mengidentifikasikan serta menyusun informasi data jenis dan fungsi serta luas (area dan lantai) bangunan GOR Universitas Negeri Yogyakarta.2. Mengumpul