provinsi kalimantan selatan peraturan walikota ?· 2017-04-20 · peraturan menteri perdagangan...

Download PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN WALIKOTA ?· 2017-04-20 · Peraturan Menteri Perdagangan Nomor…

Post on 06-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

w

WALIKOTA BANJARMASINPROVINSI KALIMANTAN SELATAN

PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN

NOMOR 1TAHUN201S

TENTANG

KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIANDIKOTA BANJARMASIN TAHUN ANGGARAN 2016

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BANJARMASIN,

Menimbang :

Mengingat :

a. bahwa dalam rangka pencapaian sasaranproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan dalamrangka akselarasi peningkatan produktivitas danmutu hasil usaha tani, pemerintah kotaBanjarmasin perlu memberikan dukungan kepadapetani dengan menetapkan kebijakan pemberiansubsidi pupuk;

b. bahwa untuk kelancaran dan pengamananpenyaluran pupuk bersubsidi sebagaimana dalamhuruf a, perlu mengatur mengenai kebutuhandan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi;

S\d^tSnkf pertimbanan sebagaimanaW^k^ *** PeraturanUndang-Undang Nomor 27 ru

1953 tentang Pembentukan n? I mor 3Tahun

iters ^pUr,br V^-SKs

c.

1,

^J

o

8.

9.

10.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia3478);

Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindungan Konsumen (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3821);

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentangPerkebunan (lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 85, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4411);

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentangPeternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 5015);

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentangPembentukan Peraturan Perundang-Undangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 5234);

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentangPangan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1996 Nomor 227, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5360);

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2014 Nomor 244, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)sebagaimana telah diubah dengan Undang-UndangNomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan PeraturanPemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tenang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2015 Nomor 24, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5657);

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentangPupuk Budidaya Tanaman (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2001 Nomor 14,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4079);

Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002tentang Ketahanan Pangan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2002 Nomor 142,

Kasubbag. PerundanganPerunoangan Kabag. Hukum Kepala

4 IT I >Kepala SKPD

^J

u

Kasubbag. Perundangan

A

Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4254);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antaraPemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, danPemerintahan Daerah Kabupaten / Kota (LembaranNegara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4737);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2010tentang Usaha Budidaya Tanaman (LembaranNegara republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 24,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 5106);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2013 tentangPemberdayaan Peternak (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2013 Nomor 6), TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5391);

14. Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentangPenetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang DalamPengawasan sebagaimana telah diubah denganPeraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentangPerubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun

2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi sebagaiBarang dalam Pengawasan

15. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor40/Permentan/OT/140/2/2007 tentang Syarat danTata Cara pendaftaran Pupuk An Organik;

16. Peraturan Menteri Perdagangan Republik IndonesiaNomor 21/M-DAG/PER/6/2008 tentang Pengadaandan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk SektorPertanian;

17. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 12Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan YangMenjadi Kewenangan Pemerintah Kota Banjarmasin(Lembaran Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2008Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah KotaBanjarmasin Nomor 10);

18. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 28Tahun 2011 tentang Pembentukan Organiasai danTata Kerja Perangkat Daerah Kota Banjarmasin(Lembaran Daerah Kota Banjarmasin tahun 2011Nomor 28, Tambahan Lembaran Daerah KotaBanjarmasin Nomor 23) sebagaimana telah diubahbeberapa kali terakhir dengan Peraturan DaerahKota Banjarmasin Nomor 25 Tahun 2014 tentang

Kabag. Hjfrum Kepala SKPD

U

u

Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah KotaNomor 28 Tahun 2011 tentang PembentukanOrganisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah KotaBanjarmasin (Lembaran Daerah Kota BanjarmasinTahun 2014 Nomor 25);

19. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 32Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah Kota Banjarmasin Tahun Anggaran2015 (Lembaran Daerah Kota Banjarmasin Tahun2014 Nomor 32);

MBMUTUSKAN

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 122 /Permentan/SR 130 /11/2013 tentang Kebutuhandan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidiuntuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2013;

2. Keputusan Menteri Perindustrian dan PerdaganganNomor 634/MPP/kep/9/2002 tentang Ketentuandan Tata Cara Pengawasan Barang dan / atau JasaYang Beredar di Pasar;

3. Keputusan Menteri Pertanian Nomor09/Kpts/TP.260/1/2003 tentang Syarat dan TataCara Pendaftaran Pupuk An-Organik;

4. Keputusan Menteri Pertanian Nomor237/Kpts/OT.210/4/2003 Tentang PedomanPengawasan Pengadaan, Peredaran dan PenggunaanPupuk An-Organik;

5. Keputusan Menteri Pertanian Nomor239/Kpts/OT210/42003 tentang PengawasanFormula Pupuk An-Organik;

6. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 072Tahun 2013 tentang Kebutuhan dan Harga EceranTertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk SektorPertanian Provinsi Kalimantan Selatan TahunAnggaran 2014;

Memperhatikan: 1.

Menetapkan PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEBUTUHANPUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

DI KOTA BANJARMASIN TAHUN ANGGARAN 2015

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kota Banjarmasin.

2. Pemerintah Daerah adalah Walikota beserta Perangkat Daerah sebagaiunsur penyelenggara Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin.

Kasubbag. Perundangan Kabag. Hukum Kepala SKPD

A ^ i

\

3. Walikota adalah Walikota Banjarmasin.

4. Dinas Pertanian dan Perikanan adalah Dinas Pertanian dan PerikananKota Banjarmasin.

5. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan adalah Kepala Dinas Pertaniandan Perikanan Kota Banjarmasin.

6. Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalampenyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atautidak langsung.

7. Pupuk An-Organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia,fisika dan atau biologi, dan merupakan hasil industri atau pabrikpembuat pupuk.

8. Pupuk Organik adalah pupuk yang sebagian besar dan seluruhnya terdiridari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau dari hewan yangtelah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yangdigunakan untuk mensuplay bahan organik, menperbaiki sifat fisik,kimia dan biologi tanah.

9. Pemupukan Berimbang adalah pemberian pupuk bagi tanaman sesuidengan status hara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapaiproduktivitas yang optimal dan berkelanjutan.

10. Pupuk Bersubsidi adalah pupuk yang pengadaan dan penyalurannyaditataniagakan dengan Haraga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan dipengecer resmi.

11. Sektor Pertanian adalah sektor yang berkaitan dengan budidaya tanamanpangan, hortikultura, perkebunan, hijauan pakan ternak dan budidayaikan dan atau udang.

12. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakanlahan untuk budidaya tanaman pangan atau hortikultura.

o13. Pekebun adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan

lahan milik sendiri atau bukan, untuk budidaya tanaman perkebunanrakyat.

14. Peternak adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakanlahan, milik sendiri atau bukan, untuk budidaya tanaman hijauan pakanternak yang tidak memiliki izin usaha.

15. Pembudidayaan Ikan atau Udang adalah perorangan warga negaraindonesia yang mengusahakan lahan milik sendiri atau bukan, untukbudidaya ikan dan atau udang yang tidak memiliki izin usaha.

16. Produsen adalah perusahaan yang memproduksi pupuk an-organik(Urea, NPK, ZA, Superphos) dan pupuk organik di dalam negeri.

17. Penyalur Lini III adalah Distributor sesuai ketentuan Peraturan MenteriPerdagangan Nomor 21/M-DAG/PER/6/2008 tentang pengadaan danpenyaluran Pupuk bersubsidi untuk sektor Pertanian.

Kasubbag. Perundangan Kabag. Hukum

A ~3Kepala SKPD

^J

a. penyalur pupuk bersubsidi ditingkat penyalur Lini IV berdasarkanRDKK sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya; dan

b. penyaluran pupuk sebagaimana dimaksud pada hurup amempertimbangkan jumlah pupuk bersubsidi yang telah ditetapkandan dijabarkan dalam Peraturan Walikota Banjarmasin.

(3) Untuk Kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Lini IV petani ataukelompok tani sebagaimana pada ayat 2), Pemerintah Kota melakukanpendataan RDKK diwilayahnya sebagai bahan pertimbangan dalammengalokasikan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkandalam Peraturan Walikota.

(4) Optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi ditingkat pe

Recommended

View more >