Proposal Salam Beta

Download Proposal Salam Beta

Post on 13-Jul-2015

54 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>SALAM BETASAHABAT ALAM BELAJAR KITA</p> <p>Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi 08568032580</p> <p>Profil Kegiatan Salam BetaProfil Salam Beta Rumah Baca Dusun Kajor, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Rumah Baca Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah.</p> <p>Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No. 527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju Kodya Yogyakarta. CP: Bayu - 08562850719</p> <p>2011</p> <p>PENDAHULUAN1. Latar belakang Buku adalah jendela dunia. Dewasa ini, sepertinya pepatah tersebut hanya dianggap sebagai sebuah pepatah lama yang tidak up to date, terutama dibandingkan dengan berbagai sumber informasi lain seperti radio, televisi, dan internet yang merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini bisa jadi salah satu penyebab minimnya kultur membaca di Indonesia. UNDP menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia berada di rangking 96, yang disejajarkan dengan Bahrain, Malta, dan Suriname. Di Asia Tenggara, Indonesia hanya unggul atas Kamboja dan Laos. Penelitian International Education Achievement (IAE) tahun 2000 menunjukkan, dalam hal minat baca, siswa sekolah dasar di Indonesia menduduki peringkat 38 dan siswa sekolah menengah pertama menduduki peringkat 34 dari 39 negara yang diteliti. Nilai tersebut diukur dari kemampuan membaca rata-rata.1 Hal ini sangat disayangkan mengingat besarnya manfaat dan pengetahuan yang mampu diperoleh dari kegiatan membaca. Banyak penelitian menunjukkan bahwa minat baca yang rendah mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengembangkan diri. Hal ini berujung pada rendahnya daya saing mereka, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor krusial yang memperlambat perkembangan kualitas sumber daya manusia di Indonesia2. Lain halnya dengan sebagian masyarakat yang memiliki minat baca dan belajar yang cukup tinggi, namun tidak memiliki kemampuan untuk membeli buku, mengingat harga buku yang kian melambung tinggi. Ditambah lagi dengan adanya keterbatasan akses dan fasilitas yang ada di daerah mereka. Seperti halnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang cukup terpencil, atau masyarakat korban bencana yang desanya hancur berantakan, tentu saja buku menjadi sebuah barang langka dan mahal. Buku tidak hanya menjadi sumber ilmu pengetahuan, tetapi juga1</p> <p>http://www.beritajatim.com/detailnews.php/2/Gaya%20Hidup/2010-05-01/62705/ (Diakses Sabtu, 11 Desember 2010, jam 10:35 WIB)2</p> <p>Budaya Baca Indonesia Terendah di Asia Timur, http://edukasi.kompas.com/read/2009/06/18/02590466/Budaya.Baca.Indonesia.Terendah.di.Asia.Timur. Diakses (Rabu, 9 Juni 2010, jam 20: 25 WIB) Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 2</p> <p>menjadi sarana hiburan bagi mereka dan sebuah sarana untuk melihat dunia luar yang jauh dari jangkauan mereka. Oleh karena itu, komunitas Salam Beta, yang terbentuk dari pertemuan di lokasi bencana Merapi pada akhir tahun 2010, berinisiatif untuk membuat Rumah Baca sebagai program berkelanjutan. Rumah Baca yang didirikan tidak hanya akan berada di daerah korban Merapi, namun juga di berbagai daerah yang membutuhkan.</p> <p>2. Tujuan Adapun beberapa tujuan didirikannya Rumah Baca sebagai program berkelanjutan, yaitu: a. Meningkatkan minat baca masyarakat b. Memfasilitasi masyarakat atas kebutuhannya terhadap bahan bacaan c. Mengembangkan minat dan bakat anak d. Menjadi pusat pengetahuan dan budaya di daerah setempat e. Membantu mengurangi tingkat buta huruf di Indonesia</p> <p>3. Sasaran Sasaran utama rumah baca ini adalah masyarakat di daerah korban bencana Merapi pada akhir tahun 2010 dan daerah yang memang sangat terbatas dalam pemerolehan bahan bacaan. Daerah sasaran pertama adalah Dusun Kajor RT 01 Desa Jrakah, Kelurahan Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan daerah sasaran kedua adalah Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Dilihat dari lapisan usia, kegiatan-kegiatan rumah baca ini akan berfokus pada anak-anak dan remaja, namun pengadaan buku tetap untuk seluruh lapisan usia.</p> <p>Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 3</p> <p>A. Profil1. Salam Beta Erupsi Gunung Merapi pada akhir tahun 2010 telah menimbulkan kerugian di berbagai bidang. Kerugian terutama dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi. Rumah, bangunan sekolah, ternak, dan sawah hancur berantakan. Sebagian orang bahkan kehilangan anggota keluarga mereka. Kehilangan seperti ini bukanlah sesuatu yang mudah dihadapi, namun berlarut-larut dalam kesedihan dan rasa putus asa juga bukan solusi. Bangkit dan membangun kembali kehidupan adalah satu langkah yang harus ditempuh. Menumbuhkan motivasi untuk bangkit dari kehancuran bukanlah perkara mudah. Apalagi jika yang bersangkutan masih mengalami trauma psikologis. Kasus pengungsi yang bunuh diri menjadi ironi tersendiri. Selain bantuan logistik, mereka membutuhkan bantuan berupa rasa empati, dorongan semangat, dan pendampingan psikologis. Kepedulian terhadap sesama menjadi faktor yang sangat penting dalam proses rekonsiliasi ini. Salam Beta terbentuk pada bulan November 2010. Berawal dari perjumpaan para relawan yang berasal dari Yogyakarta, Bogor, Depok, dan Jakarta di lokasi bencana, Salam Beta berkomitmen untuk terus berkontribusi di bidang edukasi dan kemanusiaan. Salam Beta merupakan sebuah komunitas sosial yang terbentuk dengan landasan kekeluargaan. Relawan yang aktif dalam Salam Beta memiliki latar belakang berbeda-beda, mulai dari kalangan akademisi (mahasiswa) dari berbagai universitas seperti UI, UGM, UII, UNY, Akindo, dan UIN, penggiat kegiatan kepencintaalaman daerah Bogor-Jakarta, dan beberapa penggiat seni. Selama masa erupsi Merapi, Salam Beta telah melaksanakan berbagai kegiatan terkait sebagai berikut: 1. Distribusi logistik ke beberapa titik di sekitar Magelang dan Boyolali 2. Advokasi dan pendampingan (Trauma Healing) bagi warga lereng merapi, khususnya bagi anak-anak di wilayah Magelang dan Boyolali</p> <p>Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 4</p> <p>3. Pengadaan Rumah Baca di sekitar lingkungan tempat tinggal warga di lereng Merapi Poin 1 dan 2 bersifat insidental dan sudah terlaksana dengan baik (data terlampir). Poin 3 yang menjadi program berkelanjutan pun telah terlaksana dengan baik di dua titik. Pengadaan Rumah Baca sendiri dimaksudkan untuk memfasilitasi anak-anak di lokasi bencana agar tidak kehilangan semangat belajar pasca trauma Salam Beta berusaha mengembalikan keceriaan yang tadinya hilang direnggut pahitnya bencana. Kepengurusan Salam Beta Koordinator Daerah Yogyakarta Koordinator Daerah Jakarta Sekretaris : : : Bayuadi Wijoyo (Yogyakarta) M.Yogi Fathullah (Jakarta) Faris Lathif (Yogyakarta) Aning Sulistyaningsih (Bogor) Bendahara : Harum Munazharoh (Yogyakarta) Ika Susilowati (Jakarta) Anggota : Durrotul Yatiimah (Yogyakarta) Fajar Susanto (Yogyakarta) Idiah Sari (Yogyakarta) Radita Ika (Yogyakarta) Roy (Yogyakarta) Mustaqim (Yogyakarta) Yasinta Dewi (Depok) Ramdani (Bogor) Chaeruddin S (Bogor) Demi Sumarna (Bogor) Abdul Rahman (Bogor) Ahmad Rozak (Bogor) Triyana Sulistari (Bogor) Lisnawati (Bogor) Ermiggianthus August (Jakarta)Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 5</p> <p>Agung Trisula (Jakarta) Bocor (Jakarta) Erwandi S (Depok) Dika (Jakarta) Rizki (Jakarta) Sony (Jakarta)</p> <p>2. Desa Sasaran a. Dusun Kajor Dusun Kajor RT 01 Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kajor adalah salah satu dusun yang terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Dusun ini berjarak empat kilometer dari puncak Merapi. Total penghuninya mencapai 134 jiwa, yang terdiri dari 30 KK. Berdasarkan data yang didapat dari pihak Kecamatan Selo, belum terdapat sarana dan prasana untuk menyalurkan minat warga, teruatama anak-naka dan pemuda. Sarana olahraga pun hanya terdapat lapangan voli dan tenis meja di satu desa. Masyarakat di desa ini mayoritas hanya dapat menikmati pendidikan sampai bangku SMP, dikarenakan di desa ini hanya tersedia sarana pendidikan TK, SD, dan SMP. Hanya ada 1 siswi SMA di Dusun Kajor, ini pun terkendala jarak yang sangat jauh dan tidak adanya sarana angkutan umum. Wilayah Desa Jrakah merupakan daerah rawan bencana tanah longsor, keberadaan pohon-pohon besar yang terletak di dekat rumah diperkirakan dapat membahayakan, terutama ketika Gunung Merapi meletus. Hasil sawah yang menjadi ladang pencaharian sebagian besar masyarakat Kajor banyak yang mengalami gagal panen akibat erupsi Merapi. Jembatan yang merupakan satusatunya akses warga menuju ladang pun terputus akibat lahar dingin. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah pun nyaris terputus akibat diterjang lahar dingin. Bila jembatan tersebut putus, maka putus pula kesempatan anak-anak Kajor untuk melanjutkan sekolah. Padahal minat belajar anak-anak di sana cukup tinggi.</p> <p>Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 6</p> <p>b. Dusun Tutup Ngisor Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Dusun Tutup adalah profil dusun yang mempunyai kekhasan tersendiri di kabupaten Magelang. Bukan saja udaranya yang sejuk karena berada persis di lereng gunung Merapi yang berketinggian 2968 m. dan rawan bencana, namun ikon desa seni juga telah menempel untuk dusun ini. Dusun Tutup sendiri berada pada ketinggian 1.105 m di atas permukaan air laut dengan topografi</p> <p>bergelombang naik turun. Atau menurut data statistik kebupaten Dati II Magelang, Desa Sumber berkode wilayah 080615 yang berarti daerah ini termasuk dataran tinggi atau daerah pegunungan dengan curah hujan 1780 m pertahun dengan suhusuhu rata-rata 32 derajat C. Kondisi tanahnya mengandung pasir dan batuan volkanik yang cukup banyak, semakin naik mendekati puncak Merapi kandungan pasir dan batuan volkaniknya semakin banyak sehingga perembesan airnya juga tinggi. Dengan kondisi geeografi, dan iklim semacam itu, dusun Tutup dan sekitar desa Sumber termasuk dareah subur untuk pertanian dan cocok untuk perikanan. Berbagai tanaman seperti padi, tomat, kubis, lombok, jagung, ketela pohon, dan rumput gajah juga tampak subur di daerah ini, meski semuanya belun dibudidayakan secara masimal. Menurut demografi desa (Sumber) dusun Tutup Ngisor berpenduduk kurang lebih 419 jiwa yang terdiri 70 kepala keluarga (KK), 2 RT, dan masingmasing RT terdiri 35 KK. Sebagaimana komposisi penduduk yang mendiami lereng Merapi, kebanyakan rumahnya dihuni oleh keluarga batih (nuclear</p> <p>family/keluarga inti), yang terdiri dari sepasang suami istri beserta anak-anak mereka yang belum kawin. Setiap keluarga batih adalah satuan unit produksi yang setiap anggotanya berhak dan berkewajiban mengolah tanah pertanian,</p> <p>tegalan dan pekarangan serta mengurus perikanan dan merumputkan ternak keluarga. Hanya saja yang menarik dari dusun Tutup Ngisor dan mungkin belum teridentifikasi dengan baik adalah bahwa tanah atau ladang mereka</p> <p>luasnya sama rata, yakni sekitar setengah hektar. Lebih dari itu usaha pertanian, perikanan dan peternakan mereka bukan untuk diperdagangkan atau untuk akumulasi modal, melainkan hanya sekedar untuk kebutuhan sehari-hari.Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 7</p> <p>Kemurahan, keramahan sekaligus keganasan Merapi bagi penduduk sekitarnya telah menimbulkan keyakinan tertentu yang mengisayaratkan bahwa setidaknya manusia adalah bukan apa-apa dibandingkan dengan kebesaran alam seperti Merapi. Bagi Warga Tutup, Merapi selain mewariskan kekerasan alam sekaligus juga memberikan kearifan lokal bagi komunitas lereng Merapi untuk mengelola alam sebaik mungkin. Komunitas adat Tutup sebagai penghuni yang persis di bawah lereng Merapi dalam aktivitas kesenian, selain melakukan ritual-ritual tertentu, memberikan sesajen tertentu, dan yang terpenting sebagaimana dititahkan sang wali seni, Romo Yoso Sudarmo (lahir tahun 1885 meninggal seloso pon, 16, Maret, 1990) adalah melakukan pentas wajib yang dilakukan 4 kali setahun, yakni pada 15 Syuro, syawalan, Maulid Nabi dan 17 agustus. Tiga pentas pertama berkaitan dengan identitas mereka sebagai Muslim dan komunitas seni, sementara 17 Agustus terkait dengan jati diri mereka sebagai bagian dari anak bangsa, Indonesia. Pemimpin komunitas adat ini sekarang adalah Sitras Anjilin yang merupakan anak ketujuh dari Romo Yoso. Beliau memimpin Padepokan Tjipto Boedojo dengan Pendopo Tjipto Boedojo sebagai pusat kegiatan seni di dusun tersebut. Dari kegiatan seni ini lah, mereka berekspresi, merevitalisasi diri lalu menumbuhjiwakan nilai-nilai seni tersebut dalam diri mereka untuk kemudian mewujudkannya dalam sikap sehari-hari menghadapi permasalahan hidup. Mereka percaya, dari media kesenian itu, alam akan berbaik hati memberikan inspirasi bagi hidup dan energi mereka. Jumlah siswa-siswi sekolah yang terdapat di Dusun Tutup Ngisor, yaitu 7 orang untuk siswa SMA, 7 orang siswa SMP, dan 24 orang siswa SD. Menurut data yang diterima oleh Salam Beta, masih ada 2 siswa lulusan SD yang membutuhkan bantuan dana untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Melihat kesadaran warga Tutup Ngisor akan edukasi sudah cukup baik, Salam Beta mencoba untuk mengembangkan keterampilan serta minat dan bakat pemuda dan anak-anak di dusun tersebut. Diharapkan dengan adanya rumah baca di dusun ini dapat menjadi sentra kegiatan anak dan pemuda untuk terus mengembangkan budaya, seni dan edukasi yang dimiliki.Sekretariat Jakarta: Jl. H. Murisalim No. 13A Pisangan, Ciputat Timur, Jakarta. CP: Yashi - 08568032580 Sekretariat Yogyakarta: Balirejo UH II No.527A RT 52 RW 02 Kelurahan Mujamuju. CP: Bayu - 08562850719 Website: salambeta.wordpress.com. Email: salambetajogja@gmail.com 8</p> <p>B. Rencana Kegiatan1. Rumah Baca Kajor Kegiatan yang...</p>