proposal penambangan timah di daerah pulau singkep

Download Proposal Penambangan Timah Di Daerah Pulau Singkep

Post on 06-Jan-2016

76 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas kuliah

TRANSCRIPT

PROPOSAL PENAMBANGAN TIMAH DI DAERAH PULAU SINGKEPDiajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geologi Eksplorasi

Nama: Roni YunusNIM: 072.12.195

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGIFAKULTAS TEKNIK KEBUMIAN DAN ENERGIUNIVERSITAS TRISAKTIJAKARTA2015

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR1BAB I PENDAHULUAN21.1 Definisi Timah21.2 Tahap Penambangan Timah21.3Aturan Yang Wajib Dipatuhi2BAB II DAERAH LOKASI PENAMBANGAN32.1Latar Belakang32.2Lokasi Tujuan (Untuk Penambangan)32.3Potensi Cadangan Timah dilokasi dan Sekitarnya42.4Sejarah Penambangan Timah Dilokasi dan Sekitar4BAB III PROSES TERBENTUKNYA TIMAH5BAB IV KONDISI GEOLOGI DAERAH PULAU SINGKEP8BAB V TEKNIK PENAMBANGAN9BAB VI PENGOLAHAN10BAB VII PEMASARAN DAN POTENSI TIMAH12BAB VIII ESTIMASI RINCIAN BIAYA14BAB VIII ESTIMASI KEUNTUNGAN20DAFTAR PUSTAKA21

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut Nama Tuhan Yesus Kristus Allah Bapa , saya panjatkan puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan penyertaanya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penambangan Timah Di Daerah Pulau Singkep.Adapun proposal ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Geologi Eksplorasi yang bertema pembuatan proposal tambang untuk mineral golongan A dan B. Proposal ini telah saya usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan beberapa pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa dalam contoh pembuatan proposal ini ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki contoh proposal pembukaan usaha tambang ini dengan judul Proposal penambangan Timah Di Daerah Pulau Singkep . Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari contoh proposal ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Jakarta, 9 Oktober 2015

Roni Yunus

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Definisi TimahTimah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi yaitu kurang dari 300.000 ton per tahun, dibandingkan dengan produksi aluminium sebesar 20 juta ton per tahun. Timah digunakan dengan berbagai cara di pabrik timah, solder dan pabrik kimia; mulai dari baju anti api, sampai dengan pembuatan stabiliser pvc, pestisida dan pengawet kayu. Di pabrik timah digunakan untuk kemasan bersaing dengan aluminium, namun pasar kemasan cukup besar bagi keduanya dengan masing-masing keunggulannya. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium, sehingga menjadi keunggulan bagi produk makanan kaleng. Peningkatan terbesar dalam permintaan timah baru-baru ini adalah karena tekanan lingkungan yang meminta pabrik solder memangkas kandungan lead pada solder, sehingga membuat kandungan timah dalam solder meingkat dari 30% menjadi hampir 97% hal ini merupakan peningkatan konsumsi yang besar. Tingginya kebutuhan akan timah, maka potensi dalam sektor penambangan timah sangat menjanjikan dan menguntungkan. 1.2Tahap Penambangan TimahDalam Pertambangan Timah hingga sampai pada tahap akhir yaitu pemasaran ada beberapa mekanisme atau langkah yang harus dilakukan. Sebelum menjelaskan tahapannya kita harus mengetahui definisi pertambangan. Pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. Secara umum tahapan kegiatan pertambangan terdiri dari Penyelidikan Umum (Prospeksi), Eksplorasi, Penambangan, Pengolahan, Pengangkutan, dan Pemasaran. Maka sebelum kita memulai penambangan kita harus mengetahui urutan langkah agar dapat mencapai hasil yang maksimal.1.3Aturan Yang Wajib DipatuhiSecara garis besar dalam pembukaan pertambangan ada aturan yang harus dipenuhi. Aturan tersebut telah dirangkum dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 29/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan (Permendag 29/2012) mengatur mengenai ekspor Produk Pertambangan.BAB II DAERAH LOKASI PENAMBANGAN

2.1Latar BelakangRare Earth Elements (REE) merupakan kumpulan unsur kimia yang pada sekitar abad ke-19 diketahui terisolir dengan tingkat kelimpahan kecil. Perkembangan ilmu kebumian kemudian menyimpulkan bahwa beberapa elemen REE memiliki kelimpahan lebih besar dari pada perak (Ag), timbal (Pb), tembaga (Cu), maupun air raksa (Hg) dalam kerak Bumi (Castor dan Hedrick, 2006). Selain unsur kimia yang tergabung dalam kelompok Lantanida (nomor atom (Z) = 57-71), Scandium (Sc, Z=21) dan Yttrium (Y, Z=39) juga termasuk dalam kelompok ini karena dianggap memiliki sifat kimia yang hampir sama. Di Indonesia, keterdapatan REE belum menjadi fokus utama baik bagi negara maupun masyarakat walau mineral ini merupakan bahan untuk teknologi canggih. Secara tektonik, Kepulauan Riau merupakan bagian dari Paparan Sunda yang terletak di tepi barat lempeng Eurasia. Tatanan tektnonik paparan ini terbentuk oleh amalgamasi dari lempeng mikro alokton, fragmen kontinental, busur kepulauan dan komplek akresi yang tergabung sebelum Tersier. Kepulauan yang termasuk dalam jalur timah di Indonesia ini sudah sejak lama terkenal sebagai daerah penghasil Timah. Pulau Singkep sebagai salah satu pulau di Kepulauan Riau yang dilalui jalur ini merupakan wilayah yang terbukti telah menjadi sumber Timah selama puluhan tahun (Suprapto, 2008).2.2Lokasi Tujuan (Untuk Penambangan)Pulau Singkep sangat berpotensi mengandung REE. Secara administratif, Pulau Singkep merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki beragam potensi bahan galian. Pulau Singkep, ini dibatasi oleh koordinat 0,3333 0,7083 Lintang Selatan dan 104,2333 104,6083 Bujur Timur. Sebagai contoh, potensi bauksit dengan kadar ekonomis tersebar cukup merata di Kabupaten Lingga. Hal ini didukung oleh kondisi geologi, morfologi dan keadaan iklim di daerah Kabupaten Lingga. Pulau Singkep dan pulaupulau di sekitarnya memiliki potensi yang relatif sama terhadap terbentuknya bahan galian bauksit. Bahan galian lain yang terdapat di Kabupaten Lingga, khususnya Pulau Singkep adalah timah (Sn). Bahan tambang ini dikenal masyarakat sebagai timah putih, selain istilah timah hitam sebagai sebutan untuk timbal (Pb).2.3Potensi Cadangan Timah dilokasi dan SekitarnyaDi Indonesia, potensi timah ada di Pulau Bangka, di Pulau Belitung, Pulau Singkep dan Pulau Karimun. Selain itu, dua pertiga bagian jalur timah berada di bawah laut. Dari sekian pulau tersebut, Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Pulau Bangka yang luasnya 1.294.050 hektar seluas 25% daratan pulaunya merupakan kawasan pertambangan timah.

Gambar 2. Jalur sebaran timah putih (http://timah.com)

2.4Sejarah Penambangan Timah Dilokasi dan SekitarPenambangan di pulau bangka sudah ada sejak tahun 1711, di Singkep pada tahun 1812, dan di Belitung sejak 1852.Walaupun telah berlangsung ratusan tahun, tetap belum mampu melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Pendapatan berlimpah dari aktivitas penambangan pada akhirnya belum mampu mendukung terwujudnya kemakmuran bagi seluruh rakyat Bangka Belitung. Belum lagi penyelundupan yang sulit terbatahkan, dari mana Negara. Sehingga perlu dibuatnya Pertamabangan Legal,resmi dan dibawah izin pemerintah. Dengan dibuatnya pertambangan legal dan terkontrol diharapkan dapat mampu memperkerjakan penduduk sekitar dan meningkatkan kualitas pendapatannya.

BAB III PROSES TERBENTUKNYA TIMAHGenesa secara UmumSumber timah yang terbesar yaitu sebesar 80% berasal dari endapan timah sekunder (alluvial) yang terdapat di alur-alur sungai, di darat (termasuk pulau-pulau timah), dan di lepas pantai. Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer yang mengalami pelapukan yang kemudian terangkut oleh aliran air, dan akhirnya terkonsentrasi secara selektif berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya. Endapan alluvial yang berasal dari batuan granit lapuk dan terangkut oleh air pada umumnya terbentuk lapisan pasir atau kerikil.Mineral utama yang terkandung pada bijih timah adalah cassiterite (Sn02). Batuan pembawa mineral ini adalah batuan granit yang berhubungan dengan magma asam dan menembus lapisan sedimen (intrusi granit). Pada tahap akhir kegiatan intrusi, terjadi peningkatan konsentrasi elemen di bagian atas, baik dalam bentuk gas maupun cair, yang akan bergerak melalui pori-pori atau retakan. Karena tekanan dan temperatur berubah, maka terjadilah proses kristalisasi yang akan membentuk deposit dan batuan samping.Pembentukan mineral kasiterit (Sn02) dan mineral berat lainnya, erat hubungannya dengan batuan granitoid. Secara keseluruhan endapan bijih timah (Sn) yang membentang dari Mynmar Tengah hingga Paparan Sunda merupakan kelurusan sejumlah intrusi batholit. Batuan induk yang mengandung bijih timah (Sn) adalah granit, adamelit, dan granodiorit. Batholit yang mengandung timah (Sn) pada daerah Barat ternyata lebih muda (Akhir Kretasius) daripada daerah Timur (Trias).Proses pembentukan bijih timah (Sn) berasal dari magma cair yang mengandung mineral kasiterit (Sn02). Pada saat intrusi batuan granit naik ke permukaan bumi, maka akan terjadi fase pneumatolitik, dimana terbentuk mineral-mineral bijih diantaranya bijih timah (Sn). Mineral ini terakumulasi dan terasosiasi pada batuan granit maupun di dalam batuan yang diterobosnya, yang akhirnya membentuk vein-vein (urat), yaitu : pada batuan granit dan pada batuan samping yang diterobosnya.Berdasarkan tempat atau lokasi pengendapannya endapan bijih timah sekunder dapat diklasifikasikan sebagai berikut :1. Endapan Elluvial adalah endapan bijih timah yang terjadi akibat pelapukan secara intensif. Proses ini diikuti dengan disintegrasi batuan samping dan perpindahan mineral kasiterit (Sn02) secara vertikal sehingga terjadi konsentras