proposal kp (penjadwalan)

Download Proposal KP (Penjadwalan)

Post on 13-Oct-2015

110 views

Category:

Documents

25 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

licgfilyf

TRANSCRIPT

USULAN PERBAIKAN PERENCANAAN PRODUKSI DENGANPENDEKATAN PENJADWALAN PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Disusun Oleh:

Alfian Kello3333111444JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASACILEGON-BANTEN20141. Judul / Tema Kerja Praktek Usulan Perbaikan Perencanaan Produksi DenganPendekatan Penjadwalan 2. Latar Belakang

Perencanaan dan pengendalian produksi berfungsi sebagai perencanaan aktivitas untuk melaporkan hasil operasi dan meninjau kembali rencana yang diperlukan agar keinginan yang dijadikan tujuan tercapai. Salah satu elemen dalam perencanaan dan pengendalian produksi adalah penjadwalan (Arifin dan Rudyanto, 2010).

Penjadwalan adalah kegiatan pengalokasian sumber daya untuk mengerjakan suatu job pada suatu waktu (Baker, 1974). Menurut Arifin dan Rudyanto (2010) penjadwalan adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, masalah penjadwalan menjadi perhatian yang serius di perusahaan.

3. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka didapat perumusan masalahnya adalah bagaimana melakukan penjadwalan untuk mendapatkan perencanaan produksi yang lebih baik.4. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari pengajuan penelitian sebagai berikut:

1. Melakukan penjadwalan dengan menggunakan metode yang berbeda dari eksisting.

2. Membandingkan jadwal produksi baru dengan jadwal yang ada.3. Metodologi Penelitian

3.1 Studi Pendahuluan

Penelitian awal berupa observasi lapangan dan merupakan langkah pertama dari penelitian ini. Sehingga peneliti bisa menentukan metode atau langkah-langkah apa yang akan diambil sebelum memecahkan permasalahan yang akan diteliti. Pada tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada sehingga didapat bahan untuk perumusan masalah dan penetapan tujuan penelitian. Lalu dilakukan studi literatur baik melalui jurnal, text book dan sumber-sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian. Tujuan dari tahap ini adalah memberikan kerangka berfikir selama penelitian sehingga diperoleh landasan ilmiah yang dapat direalisasikan pada saat proses penelitian.

3.2 Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian dan Batasan Masalah

Merupakan langkah lanjutan dari studi pendahuluan yang telah dilakukan. Sehingga diketahui permasalahan utama apa yang sedang dihadapi oleh perusahaan, dan dapat dijadikan sebagai rumusan masalah. Tujuan penelitian didapat dari hasil rumusan masalah tersebut. Batasan masalah merupakan batasan-batasan yang digunakan untuk membatasi sejauh mana penelitian akan dilakukan. Untuk mendukung batasan masalah tersebut, maka dibuat asumsi asumsi.3.3 Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, observasi secara langsung dan wawancara dengan orang-orang yang ahli di perusahaan. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, antara lain:

1. Jumlah mesin yang digunakan2. Data produksi3. Data due date job4. Data waktu proses5. Data bobot keterlambatan

Setelah didapatkan data-data yang dibutuhkan, tahapan selanjutnya adalah pengolahan data yang didahului dengan membuat model penjadwalan.3.4 Analisa

Menguraikan hasil pengolahan data dengan model penjadwalan dan hasil perhitungan perusahaan. Apabila hasil penjadwalan dengan medel penjadwalan yang berbeda lebih baik dari pada penjadwalan di perusahaan dengan melihat kekurangan dan kelebihan dari hasil perhitungan, maka penjadwalan dapat diusulkan kepada pihak perusahaan.

3.5 Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan didapat dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran yang dapat dijadikan pertimbangan menuju arah perbaikan4. Studi LiteraturPenjadwalan (scheduling) adalah pengurutan pembuatan/pengerjaan produk secara menyeluruh yang dikerjakan pada beberapa buah mesin (Ginting, 2007). Lamabelawa (2006) mendefinisikan penjadwalan sebagai sebuah daftar urutan dari suatu pekerjaan yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Keputusan penjadwalan mengalokasi kapasitas atau sumber daya yang tersedia (perlengkapan, tenaga dan ruang) kepada pekerjaan, kegiatan, tugas, atau pelanggan sepanjang waktu (Schroeder, 1989). Sedangkan menurut Baker (1974) penjadwalan adalah kegiatan pengalokasian sumber daya terhadap suatu waktu untuk mengerjakan suatu job.Job adalah sejumlah komposisi dari sejumlah elemen-elemen dasar yang disebut aktivitas atau operasi. Tiap aktivitas atau operasi tersebut membutuhkan sumber daya dalam waktu tertentu yang biasanya disebut waktu proses. Sehingga dapat disimpulkan secara umum, bahwa penjadwalan adalah proses pengurutan (sequencing) untuk mengerjakan suatu operasi atau job dengan mengalokasikan sumber daya yang ada dalam waktu tertentu. Fungsi penjadwalan pada sebuah perusahaan bergantung pada teknik matematika dan metode heuristik untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas padakegiatan yang harus dilakukan (Zai, 2010). Yang pada akhirnya digunakan sebagai alat pengambil keputusan untuk menetapkan suatu jadwal yang dibatasi oleh perencanaan kapasitas. Penjadwalan mesin berfokus pada mesin secara individu dan menentukan urutan job pada setiap mesin. Penjadwalan muncul jika terdapat banyak job yang harus dikerjakan pada sebuah sumber daya dan akibatnya job-job tersebut harus bersaing menggunakan sumber daya tersebut.Misalkan terdapat m mesin dinotasikan dengan mj (j = 1, 2,, m) yang akan memproses n job dinotasikan dengan ji (i = 1, 2,, n). Penjadwalan untuk setiap job dialokasikan untuk satu atau lebih mesin. Sebuah job ji terdiri dari nomor n operasi Oi1, Oi2,,Oi,n. Didalamnya terdapat proses yang diminta dinotasikan dengan pij.Penjadwalan bisa direpresentasikan dengan gantt chart. Gantt chart diperkenalkan oleh Henry L. Gantt pada tahun 1917. Grafik ini biasanya berbentuk horizontal, sebagai sumbu horizontal mewakili waktu dan sumbu vertikal mewakili berbagai mesin atau job. Contoh gantt chart tersaji pada Gambar 1 berikut ini:

Gambar 1 Contoh Gantt ChartSumber: Brucker, 2007

Gantt mendesain grafik ini sehingga foreman atau supervisor lainnya dapat mengetahui apakah produksi sesuai dengan jadwal, lebih cepat atau malah lebih lambat dari jadwal. Gantt memberikan dua prinsip untuk grafik ini:

1. Pengukuran aktivitas dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

2. Ruang pada grafik bisa digunakan untuk merepresentasikan jumlah kegiatan yang seharusnya dilakukan pada saat itu.

4.1 Tujuan penjadwalan

Bedworth et. al. (1987) yang dikutip oleh Ginting, mengidentifikasikan beberapa tujuan dari penjadwalan yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan penggunaaan sumber daya dan mengurangi waktu tunggu. Sehingga total waktu proses dapat berkurang dan dapat meningkatkan produktivitas.

2. Mengurangi work in proses (WIP) atau mengurangi sejumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian ketika sumber daya yang ada sedang mengerjakan tugas yang lain.3. Mengurangi beberapa keterlambatan pada pekerjaan yang memiliki waktu penyelesaian sehingga akan meminimasi penalty cost (biaya keterlambatan).4. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas pabrik dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindarkan.

4.2 Istilah-Istilah Penjadwalan

Pada proses penjadwalan terdapat beberapa istilah yang dijadikan informasi dasar dalam setiap order yaitu (Nasution et. al., 2008):

a. Processing time (waktu proses), merupakan perkiraan waktu penyelesaian satu pekerjaan. Perkiraan ini juga meliputi perkiraan waktu setup mesin. Simbol untuk waktu proses pekerjaan i adalah Ti.

b. Due date (batas waktu), merupakan waktu maksimal yang dapat diterima untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kelebihan waktu dari waktu yang telah ditetapkan merupakan suatu keterlamabatan. Batas waktu ini disimbolkan dengan di.

c. Slack (kelonggaran), merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat selisih waktu antara waktu proses dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Slack dinotasikan Sli, dan dihitung dengan persamaan:

Sli = di pi(1)

d. Completion time (waktu penyelesaian), merupakan rentang waktu saat pekerjaan dimulai sampai dengan pekerjaan itu selesai. Waktu penyelesaian ini disimbolkan Ci.e. Flow time (waktu alir), merupakan rentang waktu antara saat pekerjaan dapat dimulai (tersedia) dan saat pekerjaan selesai. Waktu alir sama dengan selisih completion time dengan ready time.

(2)

4.3 Kriteria Ukuran Kinerja Penjadwalan

Terdapat beberapa ukuran performansi yang digunakan untuk mengevaluasi hasil penjadwalan. Ukuran performansi penjadwalan dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian (Conway, R.W. et. al., 1967) yaitu:

1. Berdasarkan atribut pekerjaan yaitu untuk meminimumkan:

a) Makespan

Makespan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses pada semua part yang dijadwalkan mulai dari saat pemrosesan part pertama sampai part terakhir selesai diproses.

Cmaks = Maks {Ci}

b) Maksimum Waktu Tinggal (Maximum Flow Time, Fmaks).

Fmaks = Mmaks {Fi}c) Waktu Tinggal Rata-Rata (Mean Flow Time )Kriteria ini menunjukkan rata-rata waktu yang dihabiskan setiap part dilantai pabrik. Flow time adalah selisih completion time dengan ready time.

,(3)

n = jumlah part yang diproduksi

d) Waktu Tinggal Rata-Rata Berbobot (Mean Weight Flow Time)Definisi mean weight flow time mirip dengan mean flow time, tetapi mempertimbangkan prioritas pekerjaan setiap job dalam perhitungannya.

(4)

e) Maximum Lateness

Maximum lateness adalah nilai lateness yang terbesar. Lateness adalah selisih antara waktu penyelesaian job dengan due date-nya.

(5)f) Mean TardinessMean tardiness adalah rata-rata keterlambatan untuk seluruh job yang dijadwalkan.

(6)

g) Mean Weight Tardiness

Mean weight tardiness adalah rata-rata