proposal jintan hitam

Download proposal jintan hitam

Post on 11-Dec-2014

136 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal penelitian

TRANSCRIPT

PROPOSAL PENELITIAN

I.

Nama Peneliti

: Yudhistira Pemana ( G0010200 )

__________________________________________________________________ II. Judul Penelitian :

Pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap jumlah trombosit dan waktu pembekuan pada tikus yang diinduksi kuinin. __________________________________________________________________ III. Bidang Ilmu : FARMAKOLOGI

__________________________________________________________________

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Trombosit adalah sel darah yang dihasilkan oleh susmsum tulang dan berfungsi dalam pembentukan sumbat mekanik terhadap cedera vascular.5 Jumlah trombosit normal yang terdapat dalam sirkulasi adalah sekitar 150.000-400.000/mm3. Jika terjadi cedera vascular maka akan terjadi 3 proses utama dalam menyebabkan hemostasis dan koagulasi : (1) Vasokontriksi sementara; (2) Reaksi trombosit yang terdiri dari adhesi dan agregasi trombosit (3) aktivasi factor-faktor pembekuan.24 Terdapat beberapa kelainan jumlah atau fungsi trombosit yang dapat mempengaruhi

koagulasi darah, salah satunya satunya adalah berkurangnya jumlah trombosit lebih dari 100.000 mm3 atau yang disebut trombositopenia. Jumlah trombosit yang berkurang ini dikarenakan berkurangnya produksi atau meningkatnya penghancuran trombosit.24 Salah satu penyebab trombositopenia di masyarakat yang mempengaruhi gangguan produksi pada trombosit adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang ditularkan melalui nyamuk A. Aegypty dan paling sering terjadi kepada manusia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut World Health Organization bahwa 2.5 miliar manusia hidup di daerah berkembangnya virus dengue. Selama dua puluh lima tahun terakhir ini penyebaran virus dengue semakin meningkat dan menyebabkan penyakit endemic di Negara tropis khususnya Asia Tenggara. Pada tahun 2007 di Asia Tenggara, terdapat peningktan kejadian kasus dengue sekitar 18% dan peningkatan kasus dengue yang meninggal sekitar 15% disbanding tahun 2006.26 Kasus infeksi dengue pertama kali ditemukan di Indonesia tahun 1968 di Jakarta dan Surabaya, dan terus meningkat sampai tahun 2010. Jumlah kasus DBD pada tahun 2010 di Indonesia sebanyak 156.086 kasus dengan jumlah kematian akibat DBD sebesar 1.358 orang. Dengan demikian, angka insiden DBD pada tahun 2010 adalah 65,7 per 100.000 penduduk dan angka kematian kasus sebesar 0,87%.18 Kasus ini

meningkat secara signifikan jika dibandingkan angka kejadian pada tahun 2008 yang sebanyak 133.402 kasus dengan angka insiden 58,5/100.000.17 Selain karena infeksi virus, trombositopenia akibat gangguan produksi juga disebabkan oleh depresi selektif megakariosit karena obat dan Bone Marrow Failure. Selain itu juga terdapat destruksi trombosit yang disebabkan oleh autoimun, induksi obat yang dapat menyebabkan perdarahan. Pada kasus trombositopenia ini sangat dibutuhkan terapi untuk meningkatkan produksi trombosit secara cepat, aman dan mudah didapatkan di masyarakat secara umum. Salah satu terapi herbal yang mudah didapat dan aman bagi tubuh adalah jinten hitam. Jinten hitam atau Nigella Sativa adalah salah satu tanaman obat yang termasuk dalam family Ranunculaceae. Biji dan minyaknya mempunyai aktivitas anti inflamasi, analgesic, antipiretik, antimikroba, antineoplastik dan dapat menurunkan tekanan darah serta meningkatkan respirasi.13 Biji Nigella sativa mengandung 36-38% minyak konstan (fixed oil), protein, alkaloid, saponin, dan 0.4-2.5% minyak esensial (essential oil).1 Di minyak essensial, terdapat kandungan seperti thymoquinone, thymohydroquinone, thymol, dan dihidrothymoquinone.24 Terdapat penelitian yang

membuktikan bahwa ekstrak nigella sativa pada konsentrasi tertentu dapat menstimulasi proliferasi sel-sel hemopoetik di sumsum tulang. Mekanisme stimulasi tersebut menunjukan peningkatan cukup bermakna pada jumlah CFU ( Colony Forming cell Unit), dimana peningkatan tersebut

melibatkan

komponen

hemapoetik.20

Dalam

hubunganya

dengan

trombopoesis, komponen yang berperan antara lain CFU Megakariosit, dan MGF (Megakariosit Growth Factor ) atau trombopoetin.5 Dengan latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian pengaruh jinten hitam terhadap jumlah trombosit dan waktu pembekuan (Clotting Time) tikus wistar model trombositopenia yang diinduksi oleh quinine. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengungkap manfaat jinten hitam sebagai obat herbal secara lebih jelas. Islam mengajarkan bahwa dalam berobat hendaklah mencari obat atau dokter yang lebih baik. Dalam etika kedokteran Islam diajarkan bila ada dua obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek rusak bagi pasien. Itulah sebabnya rasulullah menganjurkan kita untuk berobat pada ahlinya. Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits Amr Ibnu Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya; katanya: Telah berkata Rasulullah SAW: Barang siapa yang melakukan pengobatan, sedang pengobatannya tidak dikenal sebelum itu, maka dia bertanggung jawab (atas perbuatannya). Seorang dokter muslim akan selalu mempertimbangkan penggunaan obat kepada pasiennya. Untuk penyakit sederhana obatnya adalah obat sederhana (dengan makanan/obat alamiah). Tidak boleh memberikan pasien dengan obat kompleks (obat kimia) sebelum menggunakan obat sederhana dikarenakan obat kompleks bisa memiliki sifat merusak tubuh pasien.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, maka diperoleh rumusan masalah : 1. Apakah pemberian ekstrak jintan hitam dapat berpengaruh terhadap jumlah trombosit dan waktu pembekuan (clotting time) pada tikus yang diinduksi oleh kuinin ? 2. Apakah terdapat perbedaan jumlah trombosit dan waktu pembekuan antara kelompok control, kelompok yang diinduksi dengan kuinin dan kelompok yang diinduksi dengan kuinin dan diberi jintan hitam dengan dosis bertingkat ?

C. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Umum : Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit dan waktu pembekuan (clotting time) pada tikus yang

diinduksi kuinin setelah diberi jinten hitam dengan dosis bertingkat yaitu mg/ekor/hari, mg/ekor/hari, mg/ekor/hari dan mg/ekor/hari. 2. Tujuan Khusus : Mengetahui pengaruh jinten hitam terhadap jumlah trombosit dan waktu pembekuan (clotting time) pada tikus normal dan tikus trombositopenia

D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat member masukan dalam mengembangkan penelitian tentang jinten hitam sebagai terapi herbal terhadap kasus trombositopenia 2. Manfaat Praktis Penelitian dapat memberikan informasi tentang jinten hitam yang dapat digunakan untuk menstimulasi peningkatan kadar trombosit pada hewan uji coba.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI 1. Trombosit Trombosit adalah fragmen-fragmen sel granular, berbentuk cakram tidak berinti ; trombosit ini merupakan unsur selular sumsum tulang terkecil dan penting untuk hemostasis dan system koagulasi.23 Trombosit dihasilkan oeh sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakariosit. Prekusor megakariosit-megakarioblas muncul melalui proses differensiasi sel induk hemopoietik. Megakariosit mengalami pematangan dengan replikasi inti endomitotik yang sinkron, memperbesar volume sitoplasma sejalan dengan penambahan lobus inti menjadi kelipatan keduanya. Pada berbagai stadium ( paling banyak stadium delapan), sitoplasma menjadi granular dan trombosit dilepaskan. Produksi trombosit mengikuti pembentukan mikrovesikel dalam sitoplasma sel yang membentuk membrane pembatas trombosit. Tiap megakariosit bertanggung jawab untuk menghasilkan sekitar 4000 trombosit. Interval waktu semnjak differensiasi sel induk manusia sampai produksi trombosit berkisar 10 hari.5 Trombopoietin adalah pengatur utama produksi trombosit dan dihasilkan oleh hati dan ginjal. Trombosit mempunyai reseptor untuk trombopoietin (C-MPL) dan mengeluarkannya dari sirkulasi, karena itu kadar trombopoietin tinggi pada trombositopenia akibat aplasia sum-sum tulang dan

sebaliknya.

Trombopoietin

meningkatkan

jumlah

maturasi

megakariosit(Hoffbrand, et al, 2005). Konsentrasi normal trombosit dalam darah ialah antara 150.000-350.000/l.11 Trombosit mempunyai peranan penting dalam proses awal faal koagulasi yang akan berakhir dengan pembentukan sumbat trombosit (platelet plug).6 Proses koagulasi diawali dalam keadaan homeostasis dengan adanya cedera vascular. Vasokontriksi merupakan respon segera terhadap cedera, yang diikuti dengan adhesi trombosit pada kolagen di dinding pembuluh yang terpajan dengan cedera. Setelah itu, ADP dan tromboksan A2 dilepas dan menyebabkan agregasi trombosit pada tempat cedera vascular.23 ADP menyebabkan trombosit membengkak dan mendorong membrane trombosit pada trombosit yang berdekatan untuk melekat satu sama lain. Bersamaan dengan itu, terjadi reaksi pelepasan lebih lanjut yang melepaskan lebih banyak ADP dan tromboksan A2 yang menyebabkan agregasi trombosit sekunder. Proses umpan balik positif terus terjadi sehinggga menyebabkan terbentuknya massa trombosit untuk menyumbat daerah kerusakan endotel. Setelah agregasi trombosit dan pelepasan tersebut, fosfolipid membrane (faktor trombosit dan plathelet factor 3) tersedia untuk dua jenis reaksi kaskade koagulasi. Faktor III trombosit, dari membrane trombosit berfungsi untuk mempercepat pembekuan plasma. Dengan cara ini, terbentuklah sumbatan trombosit, kemudian segera diperkuat oleh protein filamentosa yang dikenal sebagai fibrin.Produksi fibrin dimulai dengan perubahan factor X menjadi Xa, seiring dengan terbentuknya bentuk aktif suatu factor. Factor X dapat diaktivasi melalui dua rangkaian

reaksi. Rangkaian pertama memerlukan factor jaringan atau tromboplastin jaringan, yang dilepaskan oleh endotel pembuluh darah pada saat cedera. Karena factor jaringan tid

Recommended

View more >