projek ruang impian

Click here to load reader

Post on 09-Jan-2016

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jjjjj

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGPeriode anak merupakan salah satu tahapan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tahapan perkembangan anak dibagi menjadi beberapa bagian yaitu infant, toodler, preschool dan usia sekolah. Pada tiap tahap tumbuh kembang memiliki waktu-waktu emas sendiri untuk dapat dimanfaatkan dalam proses pembentukan kepribadian dan karakter anak. Salah satu kelebihan yang ada dalam proses tumbuh kembang anak adaalah kemampuan mengingat. Anak memiliki kemampuan merekam yang baik, sehingga pengalaman saat masa anak-anak akan tervisualkan ke masa depannya. Pengalaman hospitalisasi pada beberapa anak akan memunculkan banyak persepsi, baik ataupun buruk. Pengalaman hospitalisasi yang kurang baik berupa ganggan rasa nyaman pada tindakan selama di rumah sakit akan menjadi trauma tersendiri bagi anak, dan tentunya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan, perkembangan dan orientasi anak. Gangguan rasa nyaman yang memebekas ini akan membuat ketakuatan pada tindakan perawaatan di waktu yang lain. Pengalaman traumatik ini akan berdampak pada kurang kooperatifnya anak terhadap tindakan perawatan yang kemudian berefek pada penurunan kondisi kesehatan anak dan memperpanjang masa hospitalisasi.Gangguan rasa nyaman pada proses perawatan dapat di dimimalisir dengan beberapa cara seperti teknik bermain yang digabungkan dalam proses perawatan, melibatkan orang tua dalam proses perawatan, pemvisualan yang menarik bagi anak sehingga dapat mengalihkan perhatiannya pada tindakan perawatan dll. rekayasa lingkungan merupakan salah satu yang utama pada pengurangan gangguan rasa nyaman pada anak. Ruang rawat inap anak merupakan salah satu lingkungan yang menaruh peran penting pada proses perawatan.Rekayasa dekorasi pada ruang rawat inap dapat melibatkan kreasi warna yang mencolok, bentuk yang unik dan lucu, gambar menarik yang sesuai dengan usia anak sehingga memunculkan kesan ceria dan menyenangkan pada anak. Dekorasi yang sesuai usia anak akan memberikan efek dstraksi dan mengurangi efek traumatik pada anak terhadap tindakan perawatan yang akan dilakukan .B. RUMUSAN MASALAH Modifikasi Dunia Impian (Dream World) Ruang Rawat Inap Anak Di Ruang Anggrek RSUP Dr. Ario Wirawan Salatiga Sebagai Salah Satu Upaya Distraksi Selama Dilakukan Tindakan Perawatan Pada Anak.C. TUJUANTujuan dari usulan program Dunia Impian (Dream World) adalah untuk membantu memberikan ide atau masukan tentang modifikasi ruang rawat inap anak sebagai salah satu ruangan penting dalam proses perawatan guna mengurangi gangguan rasa nyaman dna trauma selama hospitalisasi.D. MANFAAT

1. Memberikan pengalihan perhatian (distraksi) ketika anak menjalani prosedur invansif.

2. Memudahkan dalam pemberian tindakan perawatan.

3. Meminimalkan pengalaman traumatik terhadap tindakan perawatan

4. Mempercepat proses penyembuhan anak.BAB II

TELAAH PUSTAKAA. Pertumbuhan Dan PerkembangPertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kualitatif dapat diukur, sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dicapai melalui pertumbuhan, kematangan dan belajar (Wong, 2008). Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara fisik (bertambah tinggi, besar), intelektual (berbicara, berhitung, membaca) dan emosional (perilaku sosial di lingkungan anak) (Behrman, 2000).

Pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi beberapa tahapan yang harus dilalui

a. Masa Prenatal

Masa pertumbuhan dan perkembangan janin pada alat dan jaringan tubuh.

b. Masa Postnatal

1) Masa neonatus (0-28 hari) : proses adaptasi semua sistem organ terhadap lingkungan di luar rahim.

2) Masa Bayi (1 bulan 2 tahun) : perkembangan sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi serta memiliki kemampuan untuk melindungi dan menghindar dari bahaya yang mengancam.

3) Masa prasekolah : pertumbuhan dan perkembangan stabil dan masih terjadi peningkatan aktivitas fisik dan kognitif.

4) Masa sekolah : perkembangan yang cepat dalam sikap, sifat, minat dan cara penyesuaian dengan lingkungan (keluarga dan sebaya)

5) Masa remaja : pubertas

B. Hospitalisasi

Suatu proses karena suatu alasan darurat atau berencana mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali ke rumah.1. Dampak Hospitalisasi

a. Masa bayi (0-1 tahun)

Dampak perpisahan, usia anak > 6 bulan terjadi stanger anxiety (cemas), menangis keras, pergerakan tubuh yang banyak, ekspresi wajah yang tidak menyenangkan

b. Masa todler (2-3 tahun)

Sumber utama adalah cemas akibat perpisahan. Respon yang dialami anak pada periode ini: protes menangis, menjerit, menolak perhatian orang lain, putus asa menangis berkurang, anak tidak aktif, kurang menunjukkan minat bermain, sedih, apatis, pengingkaran / denial, mulai menerima perpisahan, membina hubungan secara dangkal, anak mulai menyukai lingkungannya.

c. Masa prasekolah (3- 6 tahun)

Sering kali dipersepsikan anak sekolah sebagai hukuman, sehingga menimbulkan reaksi agresif. Respon yang ditunjukkan: Menolak makan, sering bertanya, menangis perlahan, tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan.

d. Masa sekolah ( 6-12 tahun)

Perawatan di rumah sakit memaksa untuk meninggalkan lingkungan yang dicintai, meninggalkan keluarga, kehilangan kelompok sosial, sehingga menimbulkan kecemasan

e. Masa remaja (12-18 tahun)

Anak remaja begitu percaya dan terpengaruh kelompok sebayanya. Reaksi yang muncul menolak perawatan / tindakan yang dilakukan, tidak kooperatif dengan petugas, bertanya-tanya, menarik diri, menolak kehadiran orang lain

2. Pendekatan yang Digunakan untuk Hospitalisasi

a. Pendekatan Empirik

Dalam menanamkan kesadaran diri terhadap para personil yang terlibat dalam hospitalisasi, metode pendekatan empirik menggunakan strategi berikut:

1) Melalui dunia pendidikan yang ditanamkan secara dini kepada peserta didik.

2) Melalui penyuluhan atau sosialisasi yang diharapkan kesadaran diri mereka sendiri dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.

b. Pendekatan melalui metode permainan

Metode permainan merupakan cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari. Kegiatan yang dilakukan sesuai keinginansendiri untuk memperoleh kesenangan. Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan / dinikmati yang melibatkan kemampuan fisik, intelektual, emosi, sosial yang bermanfaat sebagai cara untuk belajar, meningkatkan perkembangan mental, serta dapat dilakukan sambil bekerja.

3. Tujuan bermain di rumah sakit:

a. Melanjutkan tumbuh kembang yang normal selama dirawat.

b. Mengeksplor pikiran dan perasaan dan fantasinya melalui permainan.

4. Prinsip bermain di rumah sakit:

a. Tidak membutuhkan banyak energib. Waktunya singkat

c. Mudah dilakukan

d. Aman

e. Kelompok umur

f. Tidak bertentangan dengan terapi

g. Melibatkan keluarga.

5. Fungsi bermaina. Aktifitas sensori motorik

b. Perkembangan kognitif

c. Sosialisasi

d. Kreatifitas

e. Perkembangan moral therapeutic

f. Komunikasi

6. Klasifikasi bermain:

a. Sosial affective play

Belajar memberi respon terhadap lingkungan.

Orang tua berbicara/memanjakan sehingga anak menjadi senang dan dapat tersenyum, mengeluarkan suara dan lain-lain.

b. Sense of pleasure play

Anak memperoleh kesenangan dari suatu obyek disekitarnya.

Bermain air / pasir.

c. Skill play

Anak memperoleh keterampilan tertentu.

Mengendarai sepeda, memindahkan balon, dan lain-lain.

d. Dramatic play / tole play

Anak berfantasi menjalankan peran tertentu, contohnya ; perawat, dokter, ayah, ibu, dan lain-lain..

7. Karakteristik sosial

a. Solitary play

Dilakukan oleh balita (todler) atau pre school

Bermain dalam kelompok, permainan sejenis, tak ada interaksi, tak tergantung.

Bermain dalam kelompok, aktivitas sama, tetapi belum terorganisasidengan baik

Belum ada pembagian tugas, bermain dengan keinginannya

School age / adolescent

Permainan terorganisasi terencana, ada aturan-aturan tertentub.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi bermain

Tahap perkembangan anak

Status kesehatan

Jenis kelamin

Alat permainan

8. Distraksi

Teknik distraksi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengalihkan perhatian dari perasaan sakit atau stimulus yang lain.

Jenis distraksi:

a. Distraksi visual

Salah satu jenis teknik distraksi yang dilakukan dengan melihat pertandingan, menonton televisi, membaca koran, melihat pemandangan dan gambar.

b. Distraksi pendengaran

Teknik distraksi yang dilakukan dengan mendengarkan musik yang disukai atau suara burung serta dapat juga suara gemercik air. Dalam penggunaan teknik distraksi ini sebaiknya jenis musik disesuaikan dengan musik yang disukai dan musik yang tenang, jenis musik yang dapat digunakan antara lain jenis musik klasik. Dalam pelaksanaan teknik distraksi ini klien diminta untuk berkonsentrasi pada lirik dan irama lagu. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama lagu seperti bergoyang, mengetukkan jari atau kaki.

c. Distraksi pernapasan

Dilakukan dengan bernafas ritmik, klien dianjurkan untuk memandang fokus pada satu objek atau memejamkan mata dan melakukan inhalasi perlahan melalui hidung dengan hitungan satu sampai empat dan kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan menghitung satu sampai empat (penghitungan dilakukan dalam hati). Dalam pelaksanaan teknik distraksi ini klien dianjurkan untuk berkonsentrasi pada sensasi pernafasan dan terhadap objek yang dipandang sehingga memberikan ketenangan, lakukan teknik ini hingga terbentuk pola pernafasan yang ritmik.

d. Distraksi intelektual

Teknik distraksi ini dilakukan dengan mengisi teka-teki silang, bermain kartu, melakukan kegemaran seperti mengumpulkan prangko dan menulis cerita.

e. Imajinasi terbimbing

Teknik distraksi yang dilakukan dengan cara melakukan kegiatan seperti membuat suatu bayangan yang menyenangkan dan mengonsentrasikan diri pada bayangan tersebut serta berangsur-angsur membebaskan diri dari perhatian terhadap perasaan sakit.

BAB III

GAGASANA. JUDUL PROJECTDunia Impian (Dream World) Ruang Rawat Inap Anak Di Ruang Anggrek RSUP Dr. Ario Wirawan Salatiga Sebagai Salah Satu Upayan Distraksi Selama Dilakukan Tindakan Perawatan Pada Anak.

B. GAMBARAN UMUM GAGASANRuang rawat inap anak di Bangsal Anggrek merupakan salah satu ruangan yang memegang peran penting dalam proses perawatan anak selama hospitalisasi. Tindakan perawatan anak dominan di dilakukan di ruangan ini. Ruang ini sebenarnya diperuntukkan untuk ruang dewasa namun karena keterbutuhan ruang rawat inap anak, maka ruang ini di disain untuk ruang rawat inap anak. Namun dalam keberadaannya, ruang anak ini memerlukan sedikit modifikasi agar lebih terlihat sesuai dengan konsep kesembuhan pada anak dalam keadaan hospitalisasi dan menimbulkan kesan senang dan menarik bagi anak. Usulan dari mahasiswa adalah memodifikasi ruangan dengan menambahkan beberapa pernak-pernik anak-anak yang sesuai dengan usia tumbuh kembang anak dan merubah susunan ruang pada ruangan yang ada sekarang dengan menambahkan pojok bermain sebagai salah satu bentuk intervensi dalam upaya distraksi pasien anak akibat hospitalisasi. Konsep modifikasi ruang yang dilakukan oleh mahasiswa dilatarbelakangi oleh keterbutuhan pasien akan intervensi terapi bermain dan suasana yang nyaman dalam rangka proses perawatan pasien anak tersebut. C. PRINSIP RANCANGAN MODIFIKASI1. Portable, bersifat sementara, hal ini karena kondisi ruang anak yang masih dalam tahap pembangunan.

2. Memenuhi syarat sebagai terapi bermain sesuai dengan tumbuh kembang anak.

3. Aman dan nyaman.4. Sederhana dan menarik.5. Menunjang proses tumbuh kembang anak.D. DESAIN RUANG IMPIANPada dasarnya gambaran umum desain ruang impian pada anak sudah dipaparkan pada gagasan utama, dalam bagian ini akan dijelaskan secara terperinci model desain ruang impian anak di Anggrek.

Gambar. 1

Desain ruangan sekarang

Gambar. 2

Rencana modifikasi ruangan

Keterangan:

A. Pojok Bermain

B. Lemari Penyimpanan

C. Sekat Portable

D. Pintu Masuk

E. Televisi

F. Kamar mandi

G. Bed pasien

H. Lemari Pasien

Susunan ruang yang direncanakan mengubah sebagian besar desain ruang yang ada sebelumnya. Penggunaan bed yang hanya 4 buah didasari atas keterbutuhan pojok bermain yang menjadi pokok utama dalam ide ini, selain itu berdasarkan analisis keefektifan penggunaan ruang 6 bed yang sebelumnya ada menunjukan ketidakefektifan ruang ditandai dengan angka BOR yang ditunjukan selama pengamatan 1 bulan terakhir dengan hanya 7 pasien dengan perhitungan 3,8%. Pengefektifan 4 bed dengan penambahan pojok bermain dirasa sangat tepat dengan kondisi kekinian yang ada dilapangan, analisis jangka panjang yang dilakukan seiring sedang dibangunnya bangsal anak akan meningkatkan citra dan kualitas RS. Dr Aryo Wirawan sebagai rumah sakit dengan perawatan anak yang komperhensip, dengan Branding yang sudah terbangun maka RS Dr Aryo Wirawan akan lebih siap dengan meningkatkan perawatan dari sisi lain yakni pada aspek kuantitas dengan adanya gedung baru pada bangsal anak.Kondisi ruang anak yang bersifat sementara menjadi latar belakang mahasiswa untuk memasang sekat yang bersifat portable. Sekat ini digunakan untuk menciptakan pojok bermain dalam ruang perawatan anak sehingga bisa menimbulkan rasa ketertarikan anak untuk bermain dan membuat anak lupa dengan rasa sakitnya serta mengurangi kecemasan pada anak selama hospitalisasi. Di dalam pojok bermain itu akan diberikan karpet puzzle dan berbagai permainan yang disesuaikan dengan tumbuh kembang anak.Tiang infus yang diberikan modifikasi gantungan dari kertas berbentuk burung, kupu-kupu dan sebagainya diharapkan dapat menghibur anak dari rasa takut pada tiang infuse, plabot infuse dan selang infuse. Anak terhibur dengan gantungan origami yang dipasang di tiang infuse. Dengan begitu bisa membantu anak dalam beradaptasi di ruang rawat tersebut.Deskripsi ruangan tindakan sebelumnya :

1. Luas Ruangan 8 x 5 m2. Cat dasar dinding berwarna putih3. Terdapat 6 bed anak, 6 tiang infuse, 6 meja pasien, 1 tempat sampah, 2 tulisan ruang anak di pintu masuk.Gagasan Modifikasi :

1. Penempatan mainan akan di letakkan pada ruang pojok bermain dengan dipisahkan oleh sekat. 2. Di ruang pojok bermain dialasi dengan karpet puzzle.3. Terdapat 2 lemari untuk penyimpanan alat bermain setelah dipakai.4. Pada pintu masuk ruangan di berikan tulisan RUANG ANAK yang di beri hiasan buang dan animasi pada sisi-sisi tulisan. Di ruang pintu juga akan diberikan gambar yang berukuran 30 x 30 cm bergambar kartun yang jelas. 5. Untuk tambahan sprei,sarung bantal dan selimut dapat diganti dengan motif bunga, tokoh kartun atau hewan-hewan.6. Pada pintu kamar mandi di beri gambar tokoh kartun dengan ukuran 25 x 25 cm.

7. Pada tiang infus diberikan gantungan dari kertas yang berbentuk burung, kupu-kupu dan sebagainya.E. RANCANGAN PENGELUARANAlat dan bahan yang diperlukan :

Portable sekat 3 bh

= Rp 500.000,00

Gambar-gambar

= Rp 400.000,00

Seprei, sarung bantal selimut6 x 100,000,00= Rp 600.000,00Mainan

= Rp 400.000,00

Rak

1 x 180.000,00= Rp 180,000,00 +

Total

= Rp.2.080.000,00

DAFTAR PUSTAKABehrman, R. E, dkk. 2000. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Volume 1. Jakarta : EGC

Hidayat, Aziz Alimul. 2008. Pengantar Ilmu KesehatanAnak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba MedikaWong, Donna L. 2008. Buku Ajar keperawatan Pediatrik Wong ed. 6. Jakarta: EGCLAMPIRAN GAMBAR

Gambar yang akan di tempel di dinding

Contoh desai Ruang Dunia Impian Desain Ruang rawat inap anak

Desain tiang Infuse

Desain ruang bermain anak Contoh contoh jenis permainan Contoh Desain Stiker Dinding