prinsip-prinsip visual: mendesain materil ?· prinsip-prinsip visual: mendesain materil yang...

Download PRINSIP-PRINSIP VISUAL: MENDESAIN MATERIL  ?· PRINSIP-PRINSIP VISUAL: MENDESAIN MATERIL YANG EFEKTIF Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI Dosen Pengampu : Saiful Amien, S.Ag, M. Pd

Post on 05-Feb-2018

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PRINSIP-PRINSIP VISUAL: MENDESAIN MATERIL YANG EFEKTIF

    Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI

    Dosen Pengampu : Saiful Amien, S.Ag, M. Pd

    Oleh Kelompok 2 :

    Ridha Amaly 201410010311043

    Mimin Anisa 201410010311053

    Nasran Azizah 201410010311062

    Rizki Putri Ayu M 201410010311068

    Tirta Utama 201410010311071

    Faris Dwi Pangga 201410010311087

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    JURUSAN TARBIYAH

    FAKULTAS AGAMA ISLAM

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2017

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Zaman semakin berkembang diikuti dengan teknologi yang juga semakin

    berkembang, terutama dalam hal ini dapat dilihat perkemabngan media yang semakin

    beragam guna menunjang proses belajar mengajar, yang mana media tersebut digunakan

    sebagai perantara penyampaian pesan dari pemberi informasi ke penerima informasi.

    Menurut Purnamawati dan Eldarni (2001:4) media adalah segala sesuatu yang

    dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat

    merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga

    terjadi proses belajar.

    Media memiliki banyak ragam, salah satunya yakni media visual. Visual ialah

    materi yang memperlihatkan gambar tentang apa yang ingin dipelajari oleh siswa.

    Gambar-gambar visual ini bisa berupa gambar reklame, lukisan, atau sesuatu yang

    sederhana seperti daftar kosakata baru, peta konsep, diagram, dan lain sebagainya. Akan

    tetapi, walau visual merupakan sumber belajar yang umum digunakan, manfaat nyata

    belajar siswa tetap bergantung pada kemampuan guru memilih atau merancang materi

    pengajaran yang efektif sehingga dapat diterima dan sifahami siswa dengan mudah.

    Tujuan utama Visual ialah untuk menambah kemampuan kritis siswa dalam

    bidang yang berhubungan dengan visual. Makalah ini akan membahas lebih banyak

    seputar visual atau prinsip-prinsip visual yang meliputi literasi visual, pera visual dalam

    kegiatan belajar, enam tipe visual, proses dan teknik dalam mengkreasikan visual, dan

    cara pengambilan gambar.

    B. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

    1. Apa pengertian visual literacy (melek visual)?

    2. Bagaimana peran visual dalam kegiatan belajar?

    3. Apa saja macam tipe visual?

    4. Bagaimana proses dan teknik dalam mengkreasikan visual?

    5. Apa saja cara pengambilan gambar?

  • 2

    C. Tujuan Penulisan

    Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

    1. Memahami apa pengertian visual literacy (melek visual).

    2. Memahami bagaimana peran visual dalam kegiatan belajar.

    3. Memahami apa saja macam tipe visual.

    4. Memahami bagaimana proses dan teknik dalam mengkreasikan visual.

    5. Memahami apa saja cara pengambilan gambar.

  • 3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Visual Literacy atau Melek Visual

    1. Literasi Visual

    Penggunaan visual literasi dikembangkan melalui dua pendekatan, yaitu sebagai

    berikut :

    a. Strategi input adalah membantu pebelajar untuk membaca, membaca sandy,

    kecakapan visual melalui praktek atau latihan menganalisis visual. Contoh:

    analisis gambar, diskusi multimedia, dan program video.

    b. Strategi out put adalah membantu pebelajar menulis dalam menyandikan, menulis

    visual nuntuk mengekspresikan diri mereka sendiri dan berkomunikasi dengan

    yang lain. Misalnya merencanakan dan memproduksi presentasi visual. Membaca

    sandi adalah mengartikan visual.

    2. Prinsip-Prinsip Media Visual

    Simbol pesan visual untuk pembelajaran memiliki beberapa prinsip antara lain:

    a. Kesederhanaan.

    Prinsip ini mengacu pada pada jumlah unsur yang terkandung dalam suatu visual.

    Jumlah unsur yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami

    pesan yang disajikan. Teks yang menyertai bahan visual perlu dibatasi antara 15-20

    kata. Penggunaan kata perlu disederhanakan dengan gaya huruf yang mudah

    terbaca dan tidak terlalu.

    b. Penekanan.

    Prinsip ini mengacu pada penyajian visual yang dirancang secara sederhana.

    Seperti penggunaan ukuran, hubungan, perspektif, warna, atau ruang penekanan

    dapat diberikan unsur terpenting.

    c. Keterpaduan.

    Prinsip ini mengacu kepada hubungan yang terdapat di antara unsur-unsur visual.

    Ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama.

    3. Visual Literasi Dalam Pendidikan

    Perkembangan visual literasi telah merambah dalam program pendidikan.

    Dalam beberapa program, guru adalah mendorong siswa untuk berpikir secara visual

  • 4

    dan fokus perhatian siswa pada aspek visual berupa barang cetakan dan menyediakan

    materi digital, memasukkan buku teks dan buku cerita. Program ini didesain untuk

    anak-anak pra sekolah hingga sekolah tinggi, dan mencakup menyandikan dan

    penyandian informasi visual di semua media. Pada masa sekarang, media literasi

    banyak diterima oleh masyarakat sebagai aspek penting kurikulum di semua tingkatan

    pendidikan. Dikembangkan dengan baik ditanamkan dalam konten area, aktivitas dan

    assessmen yang terkait dengan kelokalan. Pada umumnya program sekolah

    melibatkan siswa dalam banyak kegiatan yang aktif.dan proyek media produksi

    dengan tujuan mengembangkan pandangan yang kritis serta ketrampilan berpikir.

    Contoh: perspektif, warna, desain dapat memperkuat pesan visual. Dalam hal ini, guru

    memperhatikan siswa untuk mempelajari model visual dalam memilih materi dan

    pentingnnya visual dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan berpikir

    kritis siswa.(Smaldino, 2011 : 69-74)

    a. Pengkodean atau Penyandian

    Dalam pengkodean visual tidak secara otomatis sesuatu itu akan belajar,

    pebelajar harus dipandu terhadap pengkodean visual. Satu aspek literasi adalah

    ketrampilan menafsirkan dan menciptakan pemahaman dari perangsangan. Dalam

    menggunakan kode ada tiga hal yaitu:

    Efek Pengembangan

    Pada bagian ini banyak variabel-variabel sikap bagaimana pebelajar

    mengkodekan visual. Anak-anak muda memiliki gambaran yang benar

    daripada orang tua. Dalam hal ini, anak-anak muda sering mengalami

    kesulitan membedakan antara gambar nyata dan menggambarkan obyek.

    Seperti simbol abstrak.

    Efek Budaya

    Dalam mengajar, kita perlu menjaga dalam berpikir itu tindakan pengkodean

    visual mungkin disikapi latar belakang budaya. Budaya kelompok yang

    berbeda seperti materi visual dalam pandangan yang berbeda. Contoh:

    intruksi masuk dalam gambar tempat visual yang khas kehidupan rumah dan

    kehidupan anak jalanan dikota.

    Pilihan Visual

    Dalam menyeleksi visual, guru perlu memilih secara tepat berbagai macam

    materi visual. Misalnya: visual warna hitam dan putih, hitam dan merah,

  • 5

    merah dan putih.

    b. Pengkodekan: Menciptakan Visual

    Aspek lain dari visual literasi adalah siswa menciptakan presentasi visual.

    Contoh: menulis dapat memacu untuk membaca, memproduksi visual dapat

    meningkatkan pandangan yang efektif atas pemahaman visual. Guru perlu

    memandu siswa untuk hati-hati menyeleksi gambar dari CD atau koleksi online

    yang akan membantu mereka untuk mengembangkan bakat estetikanya. Selain

    itu, siswa dapat menScan foto ke dalam komputer, menggeneralisasikan

    presentasi melalui presentasi software seperti Power Point dan Keynote.

    Kurikulum pendidikan visual adalah rangkaian memiliki pengetahuan yang lama

    dalam kemampuan membaca. Kemampuan membaca merupakan susunan

    mengatur gagasan dalam perintah yang logis. Sebagai faktor penting dalam

    literasi verbal, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi dalam menulis.

    B. Peran Visual dalam Kegiatan Belajar

    Peranan visual dalam proses pembelajaran digunakan dengan hanya melibatkan

    indra penglihatan. Dengan menggunakan media visual ini dapat membantu peserta didik

    dalam mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya dalam bentuk abstrak. Selain itu,

    dapat mencegah verbalisme (mengetahui kata tapi tidak mengetahui maknanya),

    menyederhanakan informasi yang sulit dipahami dengan kata-kata dan juga

    memudahkan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Visual memiliki banyak peran

    dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai berikut :

    Menyediakan acuan konkret bagi gagasan

    Dalam pembelajaran didalam kelas guru membawakan sebuah media visual

    untuk membantu peserta didik dalam memahami dan mengingat dengan lebih cepat

    dan mudah materi yang sedang diajarakan. Contohnya didalam sebuah kelas terdapat

    seorang guru geometri yang membawa benda-benda toko grosir untuk mengajarkan

    bentuk-bentuk benda, seperti jeruk=bulatan, kaleng=silinder. Contoh lain dalam

    pembelajaran PAI yaitu bentuk huruf-huruf hijaiyah.

    Membuat gagasan abstrak menjadi konkret

    Gagasan abstrak menjadi konkret misalnya dalam pembelajaran fiqih materi

    berwudhu, guru membuat ilustrasi gambar tentang tata cara berwudhu beserta

  • 6

    urutannya sehingga dapat membantu peserta didik dalam mengingat dan mengetahui

    tata cara berwudhu dengan cepat.

    Memotivasi para pembelajar (peserta didik)

    Media visual dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik pada sebuah mata

    pelajaran. Ketertarikan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dengan menarik

    perhatian mereka, mempertahankan perhatian mereka, kemudian meli