presentasi re emerging disease

Download Presentasi Re Emerging Disease

Post on 05-Aug-2015

146 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Re emerging diseaseOleh : 1. Mariana Inri 1102003170 2. Arlia syintia putri 1102005031 3. Dara indah permatasari 1102005052 4. Deddy ang 1102005055 5. Dessy 6. Lutfi aditya 1102005145 7. Ivana utami 1102005131 8. Meri wulansari 1102005154 9. Meyti 10. Anna yuliana 1102006042 11. Eliyah

Re-emerging Disease Re-emerging Disease (resurging disease) : wabah penyakit menular yang muncul kembali setelah penurunan yang signifikan dalam insiden dimasa lampau.

Atau dengan kata lain re-emerging adalah penyakit infeksi sebelumnya pernah dikenal, kemudian hilang tetapi muncul kembali

dengan tampilan lebih virulen dan pola epidemilogik.

Faktor yang mempengaruhi :AGENT Evolution of pathogenic infectious agents (microbial adaptation & change) Development of resistance to drugs Resistance of vectors to pesticides

HOST Human demographic change (inhabiting new areas) Human behaviour (sexual & drug use) Human susceptibility to infection (Immunosuppression) Poverty & social inequality

ENVIRONMENT

Climate & changing ecosystems Economic development & Land use (urbanization, deforestation) Technology & industry (food processing & handling)

Faktor yang mempengaruhi : Evolusi dari microbial agent seperti variasi genetik, rekombinasi, mutasi dan adaptasi Hubungan microbial agent dengan hewan perantara (zoonotic encounter) Perubahan iklim dan lingkungan Perubahan prilaku manusia seperti penggunaan pestisida, penggunaan obat antimikrobial yang bisa menyebabkan resistensi dan penurunan penggunaan vaksin. Pekembangan industri dan ekonomi Perpindahan secara massal yang membawa serta wabah penyakit tertentu (travel diseases) Perang seperti ancaman penggunaan bioterorisme atau senjata biologis.

Re emerging disease Malaria Antharx Rabies dan infeksi lyssavirus Marbug virus Bovine tuberculosis Brucella Plaque leptospirosis

MALARIA

Penyakit infeksi menular oleh parasit dari genus Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles

Sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara termasuk Indonesia bag Timur

Penemu atas penyebab malaria: seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran dpt Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.

ETIOLOGI

Plasmodium adalah parasit yang termasuk vilum Protozoa, kelas sporozoa.

Plasmodium falcifarum : malaria falsifarum (malaria tertiana berat), malaria pernisiosa dan Blackwater faver.Plasmodium vivax : malaria vivax (malaria tertiana ringan).

Plasmodium malariae : malaria kuartana

Plasmodium malariae : malaria kuartana

BEBERAPA SIFAT PERBANDINGAN DAN DIAGNOSTIK PADA EMPAT SPESIES PLASMODIUM PADA MANUSIASifat Daur praeritrosit Hipnozoit Jumlah merozoit hati P. falciparum 5,5 hari 40.000 P. vivax 8 hari + 10.000 P. ovale 9hari + 15.000 P. malariae 10-15 hari 15.000

Daur eritrosit Eritrosit yg dihinggapi

48 jam Muda dan normosit

48 jam Retikulosit dan normosit

50 jam Retikulosit dannormosit muda

72 jam Normosit

Pembesaran eritrosit

-

++

+

-

Titik-titik eritrosit Pigmen

Maurer Hitam

Schuffner Kuning tengguli

Schuffner (james) Tengguli tua

Ziemann Tengguli hitam

Jumlah merozoitDaur dalam nyamuk pada 27C

8 2410 hari

12 188-9 hari

8 1012-14 hari

826-28 hari

JENIS MALARIA

J E N I S

Malaria tertiana (paling ringan), yg disebabkan Plasmodium vivax gejala demam dpt terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dpt terjadi selama dua minggu stlah infeksi). Demam rimba (jungle fever), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau dan kematian. Malaria kuartana disebabkan Plasmodium malariae, masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari. Malaria pernisiosa disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.

M A L A R I

PATOLOGI

Ciri khas demam malaria adalah periodisitasnya.

Perjalanan penyakit malaria terdiri atas serangan demam yang disertai oleh gejala lain dan diselingi oleh periode bebas penyakit.

MASA TUNAS INSTRINSIK

waktu antara sporozoit masuk dalam badan hospes sampai timbulnya gejala demam, biasanya berlangsung antara 837 hari, tergantung pada spesies parasit, pada beratnya infeksi dan pada pengobatan sebelumnya atau pada derajat resistensi hospes. berlangsung sejak saat infeksi sampai ditemukan parasit malaria dalam darah untuk pertama kali parasit malaria yang ditularkan melalui nyamuk kepada manusia adalah 12 hari untuk plasmodium falciparum, 13-17 hari untuk plasmodium ovale dan vivax, dan 28-30 hari untuk plasmodium malariae (malaria kuartana).

MASA PREPATEN

MASA TUNAS EKSTRINSIK

CARA PENULARAN

PENULARAN SECARA ALAMIAH (NATURAL INFECTION)

penularan ini terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles

PENULARAN SECARA TIDAK ALAMIAH

a. Malaria bawaan (congenital). Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya menderita malaria, penularan terjadi melalui tali pusat atau placenta. b. Secara mekanik. Penularan terjadi melalui transfusi darah atau melalui jarum suntik. Penularan melalui jarum suntik yang tidak steril lagi c. Secara oral (Melalui Mulut). Pada umumnya sumber infeksi bagi malaria pada manusia adalah manusia lain yang sakit malaria baik dengan gejala maupun tanpa gejala klinik

SIKLUS HIDUP PLASMODIUM DALAM TUBUH MANUSIA

GEJALA KLINIS

DEMAMdemam secara periodik berhubungan dengan waktu pecahnya sejumlah skizon matang dan keluarnya merozoit yang masuk dalam aliran darah (sporulasi)

STADIUM:menggigil,puncak demam,berkeringat

Dimulai dengan gejala prodromal yaitu lesu, sakit kepala, tidak nafsu makan, kadang-kadang disertai dengan mual dan muntah

SPLENOMEGALIgejala khas terutama pada malaria yang menahun.Pada malaria menahun jaringan ikat bertambah tebal, sehingga limpa menjadi keras.

Perubahan limpa biasanya disebabkan oleh kongesti, tetapi kemudian limpa berubah warna menjadi hitam, karena pigmen yang ditimbun dalam eritsosit yang mengandung kapiler dan sinusoid

ANEMIADerajat anemia tergantung pada spesies parasit yang menyebabkannyaAnemia terutama tampak jelas pada malaria falsiparum dengan penghancuran eritrosit yang cepat dan hebat dan pada malaria menahun.

Jenis anemia pada malaria adalah hemolitik, normokrom dan normositik.Pada serangan akut kadar hemoglobin turun secara mendadak.

GEJALA

Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas); atau yang pertama kali menderita malaria

Tiga stadium berurutan : menggigil (selama 15-60 menit), terjadi setelah pecahnya sizon dalam eritrosit dan keluar zat-zat antigenik yang menimbulkan mengigil-dingin. demam (selama 2-6 jam), timbul setelah penderita mengigil, demam dengan suhu badan sekitar 37,5-40 derajad celcius, pada penderita hiperparasitemia (lebih dari 5 persen) suhu meningkat sampai lebih dari 40 derajad celcius. berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam, terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Kadang-kadang dalam keadaan berat, keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. Biasanya setelah berkeringat, penderita merasa sehat kembali.

GEJALAGejala malaria dalam program pemberantasan malaria : Demam Menggigil Berkeringat Dapat disertai dengan gejala lain: Sakit kepala, mual dan muntah. Gejala khas daerah setempat: diare pada balita (di Timtim), nyeri otot atau pegalpegal pada orang dewasa (di Papua), pucat dan menggigildingin pada orang dewasa (di Yogyakarta).

Gejala malaria berat atau komplikasi,: gejala malaria klinis ringan diatas dengan disertai salah satu gejala di bawah ini : Gangguan kesadaran (>30 menit) Kejang, beberapa kali kejang Panas tinggi diikuti gang kesadaran Mata kuning dan tubuh kuning Prdrhan hidung,gusi/ sal pcernaan Jumlah kencing kurang (oliguri) Warna urine seperti I tua Klemahan (tdk bs duduk/berdiri) Nafas sesak

MANIFESTASI

MANIFESTASI KLINIKMalaria ringan atau tanpa komplikasi Malaria ini umumnya disertai gejala dan tanda klinis yang ringan terutama sakit kepala, demam, menggigil dan mual serta tanpa kelainan fungsi organ. Kadang-kadang dapat disertai dengan sedikit penurunan trombosit dan sedikit peningkatan bilirubin serum. Malaria berat atau dengan komplikasi Malaria berat adalah malaria falsiparum yang cenderung menjadi fatal atau malaria dengan komplikasi Patofisiologi malaria berat sangat kompleks dan tergantung pada sistim organ yang terkena.

ANTHRAX Penyakit menular akut atau perakut pd hewan ternak (pemamah biak, kuda, babi dll), disertai demam tinggi Sinonim radang limpa, malignant pustule, woolsorters` disease, miltvuur, malignant edema, ragpicker disease Bacillus anthracis Indonesia : Teluk Betung (1884) Endemis DKI Jakarta, Ja-Bar, Ja-Teng, Yogyakarta, NTB, NTT, Sum-Bar, Jambi, Sul-Teng, Sul-Sel dan Papua (DEPKES RI, 2004).

ETIOLOGI Bacillus anthracis batang, lurus dgn ujung siku-siku, berkapsul (jar. Tubuh) bersifat gram (+), Uk. 1 mikron dan panjang 3 mikron dan tidak dapat bergerak bersifat aerob spora (tanah puluhan thn) Bentuk spora lebih ta