ppt sken 4 pleno b7

Click here to load reader

Post on 05-Nov-2015

229 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abortus

TRANSCRIPT

Abortus

Abortus provokatus kriminalis

B7B 7Bella Kurnia 102010049Flavianus Reolelang Wayan 102010237Rucmana Aga 102010350Petricia 102010256Dedeh Anggreyani 102010192Jacob Benedick Sirait 102010287Hernita 102010123

Kasus 4Anda kebetulan sedang berdinas jaga di laboratorium di sebuah rumah sakit tipe B. Seorang anggota polisi membawa sebuah botol ukuran 2 liter yang disebutnya sebagai botol dari sebuah alat suction curret milik seorang dokter di kota anda. Masalahnya adalah bahwa dokter tersebut disangka telah melakukan pengguguran kandungan yang ilegal dan didalam botol tersebut terdapat campuran darah dan jaringan hasil suction. Polisi menerangkan dalam surat permintaannya, bahwa darah dan jaringan dalam botol berasal dari tiga perempuan yang saat ini sedang diperiksakan ke bagian kebidanan di rumah sakit anda. Penyidik membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang dapat menjelaskan apakah benar telah terjadi pengguguran kandungan dan apakah benar bahwa ketiga perempuan yang sedang diperiksa di kebidanan adalah perempuan yang kandungannya digugurkan oleh dokter tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut penting agar dapat dilanjutkan ke proses hukum terhadap dokter tersebut.Anda tahu bahwa harus ada komunikasi antara anda dengan dokter kebidanan yang memeriksa perempuan - perempuan diatas, agar pemeriksaan medis dapat memberi manfaat yang sebesar- besarnya bagi penyidikan dan penegakan hukum.

Identifikasi istilah-Rumusan masalahDokter di rumah sakit tipe B, diminta penyidik kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap botol berukuran 2 liter yang didalamnya tedapat campuran darah serta jaringan hasil suction yang didapatkan dari seorang dokter untuk memastikan apakah benar itu adalah hasil dari pengguguran kandunganMind MaptersangkaPemeriksaanProsedur Medikolegal & Aspek HukumAspek Etik ProfesiBarang BuktiAbortus Provokatus PriminalishipotesisDokter tersebut telah melakukan praktek aborsi secara ilegal (abortus provokatus kriminalis)definisiABORTUSMenurut hukum: pengguguran kandungan ialah mematikan janin sebelum kelahiran, tanpa mengira usia kandungannyaMenurut kedokteran:pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan

Aborsi provokatus kriminalisPengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).

Aspek hukum & medikolegalAspek Hukum Pidana

u/ wanita yang menggugurkan kandungan(KUHP Pasal 341, KUHP Pasal 346, KUHP Pasal 343, KUHP Pasal 342)u/ Dokter yang melakukan dan lain-lain yang terlibat(KUHP Pasal 299, KUHP Pasal 347, KUHP Pasal 349, KUHP Pasal 348)

Aspek hukum & medikolegalPasal 15 Undang-Undang No.23 Tahun 1992larangan terhadap tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun, kecuali dalam keadaan darurat

Rumusan pasal pasalSeorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh orang lain, diancam hukuman empat tahun penjaraSeseorang yang sengaja melakukan abortus terhadap ibu hamil, dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut, diancam hukuman penjara 12 tahun, dan jika ibu hamil tersebut mati, diancam 15 tahun penjara.Jika dengan persetujuan ibu hamil, maka diancam hukuman 5,5 tahun penjara dan bila ibu hamilnya mati diancam hukuman 7 tahun penjara.Jika yang melakukan dan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang dokter, bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hukumannya ditambah sepertiganya dan hak untuk berpraktek dapat dicabut.Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Prosedur Medikolegalpengadaan visum et repertumtentang pemeriksaan kedokteran terhadap tersangka.pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan pemberian keterangan ahli di dalam persidangankaitan visum et repertum dengan rahasia kedokterantentang penerbitan Surat Keterangan Kematian dan Surat Keterangan Medik tentang kompetensi pasien untuk menghadapi pemeriksaan penyidikAspek etik profesiSetiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. Segala perbuatan dokter terhadap pasien bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiannya.

Kadang-kadang dokter terpaksa harus melakukan operasi atau cara pengobatan tertentu yang membahayakan. Hal ini dapat dilakukan asal tindakan ini diambil setelah mempertimbangkan masak-masak bahwa tidak ada jalan/cara lain untuk menyelamatkan jiwa selain pembedahan. Sebelum operasi dimulai, perlu dibuat persetujuan tertulis lebih dahulu oleh pasien atau dan keluarga (informed consent)

Setiap pengambilan keputusan baik untuk tujuan diagnostik, terapi maupun berbagil tindakan lainnya, harus selalu dengan persetujuan pasien dan atau keluarganya.

Maka yang jelas dilarang baik oleh Kode Etik Kedokteran, juga dilarang oleh Agama maupun Undang-Undang Negara adalah perbuatan-perbuatan berupaMenggugurkan kandungan (abortus) tanpa indikasi yang benar.Mengakhiri kehidupan seseorang pasien dengan alasan bahwa menurut ilmu kedokteran penyakit yang dideritanya tidak mungkin lagi bisa disembuhkan (euthanasia).

pasal 7d KODEKI

"Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani"

Pembuktian kasus abortus

Menentukan apakah wanita tersebut hamil

Mencari tanda-tanda cara abortus provokatus yang dilakukanMencari tanda-tanda kekerasan lokal seperti memar, luka, perdarahan jalan lahirMencari tanda-tanda infeksi akibat pemakaian alat yang tidak sterilMenganalisa cairan yang ditemukan dalam vagina atau cavum uteri

Pemeriksaan medis wanita tersangkaIdentitas Riwayat khusus obstetri ginekologi(kapan menarche? Mens terakhir? Siklus lancar / tidak? Sudah pernah melahirkan sebelumnya? Anak plg muda usianya berapa?

KUTTVPerdarahan pervaginamKeram perutPembesaran payudaraStrech mark

Anamnesis Pemeriksaan FisikHasil pemeriksaanPada abortus provokatus yang dilakukan oleh orang yang tidak ahli, sering terjadi infeksi. Tanda-tanda infeksi alat genital berupa demam, nadi cepat, perdarahan, berbau, uterus membesar dan lembek, nyeri tekan, leukositosis. Pada pemeriksaan dalam untuk abortus yang baru saja terjadi didapati serviks terbuka, kadang-kadang dapat diraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis servikalis atau kavum uteri, serta uterus berukuran kecil dari seharusnyaPemeriksaan medis wanita tersangkaPemeriksaan lab darah lengkap (Ht, Hb )Pem trombosit ( )FibrinogenTest urine (hCG )Kadar Prolactin dalam serum ( )Pemeriksaan dengan USG

Hubungan antara wanita tersangka dengan darah dan jaringan~> tes DNA~> tes Golongan DarahPemeriksaan Lab BARANG BUKTIInterprestasi hasilDari anamnesis mungkin agak sukar untuk mendapatkan pengakuan daripada pelaku yang terlibat. Maka dengan itu penting untuk kita memeriksa barang bukti yaitu hasil suction yang dijumpai. Hasil suction itu dapat dilakukan dengan memeriksa DNA dan darah si pelaku. Dengan dunia modern , serba canggih maka walaupun hasil suction itu bercampur-campur antara 3 wanita, dunia kedokteran dapat memisahkan sehingga bukti yang jelas dapat terlihat.

Interprestasi hasilPada kasus aborsi provokatus, hasil pemeriksaan dapat ditemukan:Pada pemeriksaan medis, ditemukan tanda-tanda kekerasan mekanik lokal pada organ reproduksi (uterus, vagina, serviks, dsb) sebagai tanda adanya usaha aborsi provokatus.Pada pemeriksaan toksikologi ditemukan adanya zat/obat yang digunakan untuk membantu proses aborsiPada pemeriksaan mikroskopik, ditemukan adanya sel trofoblas (tanda kehamilan, tanda kerusakan jaringan akibat usaha penghentian kehamilan), sel PMN (tanda intravitas)Adanya peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadothropin)Adanya kecocokan DNA tersangka dengan janin.

Visum et repertum Format Visum et RepertumTerdiri dari 5 bagian Bagian ProjustitiaBagian PendahuluanBagian PemberitaanBagian Kesimpulan Bagian Penutup

Peran DokterPeran dokter pada kasus pengguguran ilegal seperti ini adalah untuk melakukan pemeriksaan lengkap dan menuangkan hasilnya secara benar dan sejujur-jujurnya di dalam VeRP

VISUM ET REPERTUMNO: KF 30/VR/VIII/2013Yang bertanda tangan di bawah ini, dr.J, dokter ahli kedokteran forensik pada Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resort Polisi Jakarta Selatan No. Pol.:B/789/VR/IX/11/Serse tertanggal 13 Desember 2013, maka pada tanggal tiga belas desember dua ribu tiga belas, pukul Sembilan lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia bagian Barat, bertempat di ruang bedah jenazah bertempat di ruang bedah jenazah Forensik Fakultas Kedokteran Krida Wacana telah melakukan pemeriksaan atas jenazah yang menurut surat permintaan tersebut adalah--------------------Nama: Nyonya B -----------------------------------------------------------------Umur :24 tahun------------------------------------------------------------------Jenis kelamin: Perempuan ----------------------------------------------------------------Warga Negara: Indonesia --------------------------------------------------------------Alamat : xxx, Jakarta ------------------------------------------------------------Hasil pemeriksaanDari anamnesis pada Nyonya B, harus ditanyakan mengenai hari terakhir menstruasi, lama menstruasi, menarche, sudah punya pacar/menikah.Pada korban ditemukan : ----------------------------------------------------------------Dilihat dari pemeriksaan fisik keadaan umum tampak lemah/menurun, tekanan darah menurun/normal, denyut nadi normal/cepat dan kecil serta suhu badan normal/meningkat.----------------------------------------------------NIP 102917391Pada pemeriksaan daerah kelamin didapatkan pendarahan. Disertai keluhan mules/keram perut di perut serta nyeri pinggang.---------------------Di lakukan pemeriksaan laboratorium: Pemeriksaan darah didapatkan kadar darah yang rendah, pemeriksaan golongan darah adalah B, pemeriksaan hormon kehamilan positif, pemeriksaan radiologi kelihatan permukaan keadaan dinding rahim, pemeriksaan hasil curettage; hasil positif darah manusia, golongan darah adalah B sesuai dengan wanita tersangka. Hasil pemeriksaan DNA terhadap jaringan serta wanita tersangka cocok. (Mencari hubungan antara jaringan yang ditemukan dengan tersangka melalui pemeriksaan golongan darah, DNA)----------Pengobatan yang telah di lakukan (terapi untuk mengurangkan pendarahan rahim). Dan korban di pulangkan dalam keadaan yang baik.---------------------------KesimpulanPada korban perempuan ini yang berusia 24 tahun, berdasarkan hasil temuan yang telah di dapatkan tanda-tanda kehamilan, ( payudara yang membesar, strecthmark pada perut). Seterusnya di simpulkan adanya keguguran atau kematian kandungan pada perempuan ini-------------------------------------------------------------------------------Demikian saya uraikan dengan sebenar-benarnya berdasarkan keilmuan saya yang sebaik-baiknya mengingat sumpah sesuai dengan KUHAP---------------------------------------------- Dokter yang memeriksa,Dr.J

kesimpulanHipotesis diterimaTindakan pengguguran kandungan tidak semuanya berdampak pada hukum. Seorang dokter dapat melakukan tindakan medis tertentu sesuai dengan pasal 15 UU Kesehatan, dimana dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentuPara dokter dan tenaga medis lainnya, hendaklah selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. Apapun alasannya selain untuk tindakan medis tertentu yang dapat membahayakan nyawa ibu dan ataupun janin, tindakan aborsi tidak boleh dilakukan.