portofolio badruzaman 2010 - file.upi. amp;_rekreasi/prodi...pdf filemereka tidak bisa melakukan...

Click here to load reader

Post on 25-Apr-2019

220 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN

DESKRIPSI DIRI

IDENTITAS DOSEN

1 Nama Dosen yang Dinilai : Drs. H. Badruzaman, M.Pd.

2 NIP : 195911041986 011001

3 Perguruan Tinggi Pengusul : Universitas Pendidikan Indonesia

4 Nomor Peserta Serdos : 101103417630087

5 Rumpun/Bidang Ilmu yang Disertifikasi : Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL

2010

LAMPIRAN P.V

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran (usaha dan dampak perubahan) A.1. Usaha kreatif yang sedang atau telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan dampaknya. Deskripsi: Dengan didasari niat beribadah untuk mengamalkan ilmu sebagaimana yang telah diajarkan dalam agama, maka saya dengan penuh keikhlasan mengamalkan ilmu ini untuk disebarkan kepada para mahasiswa agar menjadi manusia yang berilmu tinggi, dan memiliki berbagai macam keterapilan untuk bekal kehidupannya dikemudian hari. Dengan penuh rasa tanggungjawab, melalui beberapa matakuliah yang kami ampu, kami harapkan setelah selesai menjalani perkuliahan selama satu semester, mahasiswa benar-benar mendapatkan ilmu atau keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan baik pada dunia pekerjaan mereka, maupun dalam memecahkan permasalahan krhidupan secara umum. Memang sunggunh tidak mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, apalagi seperti pada matakuliah kami yaitu matakuliah renang yang tuntutannya bersifat penguasaan keterampilan apalagi proses pembelajarannya dilakukan satu kali dalam seminggu. Pada prodi ilmu keolahragaan, matakuliah renang hanya diberikan satu semester dan harus menguasai empat gaya renang walaupun tidak sampai katagori mahir. Untuk menguasai keterampilan renang lebih kompleks dibandingkan dengan keterampilan di darat, bagi mahasiswa yang memiliki rasa takut air dan kurang banyak beradaptasi dengan air kolam akan mengalami kesulitan untuk menguasainya apalagi kurang ditunjang peralatan sebagai alat bantu yang diperlukan. Menyadari betapa berat beban tanggungjawab yang dipikul, kami berupaya mensiasatinya dengan berbagai cara. Pertama kali kami menyusun modul dan buku renang, agar mahasiswa sudah mendapat gambaran tentang teknik-teknik berbagai macam gaya renang serta teori mekanikanya. Sebelum praktek lapangan mereka sudah mempelajari buku tersbut dengan cara diberikan tugas untuk merangkumnya. Pada awal perkuliahan, mereka terlebih dulu disajikan secara visual melalui tayangan video tentang pertandingan renang pada level internasional yang ditayangkan secara penuh termasuk ketika pergerakan di dalam air. Juga tayangan contoh-contah proses latihan. Hal ini agar mahasiswa akan lebih termotivasi atau terangsang minatnya untuk benar-benar memiliki keinginan kuat untuk mempelajari keterampilan renang. Dengan melalui tayangan Vidio gambaran pergerakan seluruh bagian tubuh ketika berenang di dalam air nampak lebih jelas, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran secara kongkrit pergerakan teknik renang dengan amat jelas. Untuk lebih memperjelas konsep mekanika khusus renang ketika tubuh di dalam air, juga diperlukan visualisasi gambar yang lebih jelas. Oleh karena itu kepemilikan sarana media pembelajaran dengan teknologi saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi. Seperti kepememilikan sebuah laptop sendiri walaupun terasa berat dengan harganya, kami berupaya untuk memilikinya walaupun dengan cara mencicil. Untuk memperoleh VCD renang kami memesannya ke Jakarta, Alhamdulillah LCD sudah dapat disediakan oleh lembaga, sehingga proses penyajian konsep mekanika gerak dan teknik gerak ketika di dalam air dapat tersampaikan. Dengan melalui penyajian secara visual ini, nampak antusias mahasiswa dengan penuh perhatian, serius, dan tampak begitu senang menyaksikan penampilan perenang-perenang dunia ketika melakukan kayuhan lengan di dalam air karena amat jelas. Demikian pula ketika

menyajikan konsep mekanika dan teknik gerak renang melalui gambar-gambar yang lebih jelas. Upaya menyajikan gambar-gambar yang lengkap dan jelas, kami mengumpulkan dari berbagai literature renang baik dari dalam maupun luar negeri. Ditambah dengan mencari dari internet yang disediakan di rumah walaupun menambah beban biaya pengeluaran setiap bulan. Untuk terus memompa motivasi, spirit, dan menanamkan rasa kebutuhan yang amat penting terhadap mata kuliah renang ini, kami mencoba menjelaskan pentingnya memiliki kemampuan renang untuk keselamatan diri, dan bagaimana akibatnya jika tidak bisa berenang dapat berakibat patal terhadap kehilangan nyawa. Diyakinkan pula dengan memiliki keterampilan renang, dapat dijadikan lahan pencaharian yaitu sebagai pelatih renang di masyarakat. Walaupun setelah melalui upaya tersebut, namun setelah dilakukan prates, ternyata mahasiswa yang memiliki rasa takutnya pada air tergolong tinggi, cukup banyak. Sehingga bagi kelompok mahasiswa yang takut air, proses belajarnya menjadi terhambat, dan waktu pembelajaran menjadi banyak terbuang dan waktu aktif berlatih tidak efektif. Karena mereka tidak bisa melakukan setiap tugas ajar yang diberikan sehingga lebih banyak diam. Atau hanya melakukan sedikit-sedikit. Apalagi jika proses pembelajaran terpaksa harus di kolam dalam, mereka sering tenggelam atau hanya berjalan di pinggir kolam sambil memegang bibir kolam. Dengan melihat proses belajar seperti ini, kami mencoba dengan memberikan alat bantu Kickboard, namun terlihat kurang efektif, karena sering lepas dari pegangan dan mereka tetap tenggelam. Dengan terus berupaya mencari solusi untuk menanggulangi mahasiswa yang takut air, maka terfikirlah untuk mencobakan alat bantu baru yang namanya BubbLle Float. Kami mencoba dulu membeli memesan untuk dibuatkan alat itu karena di toko jarang ada. Setelah melalui percobaan terbatas terhadap tiga orang mahasiswa, ternyata mendapatkan respon yang baik dari mahasiswa bersangkutan. Dan setelah diamati terdapat peningkatan kepercayaan diri, kemampuan, dan waktu aktif berlatih juga meningkat. Kami menyadari progam pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan hanya menggunakan satu metode atau strategi. Dengan didasari melihat prinsip perbedaan, maka kami menggunakan strategi kelompok tidak bisa dengan klasikal. Dengan demikian, proses pembelajaran dilakukan dengan cara mahasiswa dibagi dua kelompok yaitu kelompok yang memiliki kecemasan tinggi dipisah menjadi satu kelompok, dan yang memliki kecemesan sedang dan yang tidak cemas menjadi satu kelompok. Berdasarkan hasil penelitian kami terhadap tiga kelompok yang memiliki tiga katagori tingkat kecemasan, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak memiliki kecemasan, lebih cepat bisa menguasai keterampilan daripada yang kecemasan sedang dan yang tinggi. Dan mahasiswa yang memiliki kecemasan sedang, hasilnya lebih baik daripada mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi dalam keterampilan renangnya. Dalam menangani mahasiswa yang tidak memiliki kecemasan pada air, tidak banyak mengalami masalah dalam proses pembelajaran, namun ketika mengajar kelompok yang memiliki kecemasan pada airnya tinggi, diperlukan lagi metode atau model pembelajaran yang sesuai untuk membantu mereka agar mereka merasa mudah, nyaman, dan mengurangi rasa takut atau kepercayaan dirinya meningkat. Setelah melalui eksperimen penelitian terbatas, maka dilanjutkan dengan melakukan penelitian yang lebih luas dengan sampel yang lebih besar. Tema penelitiannya model pembelajaran dengan menggunakan alat bantu Bubblle float untuk menanggulangi kecemasan pada air. Alhamdulillah mendapat dukungan dana Hibah kompetitif dari Lembaga Penelitian UPI. Dan ternyata hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi dengan dibantu alat pelampung baubblle float, ternyata cukup

efektif bagi mereka untuk meningkatkan kepercayaan dirinya, meningkatkan efektifitas aktif belajar, dan menjaga keselamatannya, dibandingkan dengan yang tidak diberikan alat bantu tersebut. Namun sampai saat ini alat bantu tersebut cukup sulit untuk disediakan oleh lembaga walaupun sudah dibicarakan dengan pimpinan. Karena merasa yakin alat tersebut diperlukan terutama untuk menjamin keselamatan, membantu para mahasiswa, dan dapat memperlancar proses belajar hingga memperoleh hasil yang diharapkan, kami berupaya mendatangkan sendiri dengan berbagai cara. Dan setelah kami melakukan wawancara dengan mereka yang menggunakan alat bantu, benar-benar mereka merasa puas dan terbantu dalam kesulitan melaksanakan tugas-tugas ajar yang diberikan demikian pula kecemasannya menjadi berkurang. Dengan demikian hasil peningkatan kemampuan penguasaan keterampilan renang sesuai yang diharapkan menjadi tercapai. Apalagi jika peralatan ini dapat disediakan oleh lembaga sesuai dengan kebutuhan.

A.2. Kedisiplinan, keteladanan, keterbukaan terhadap kritik yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran Deskripsi: Karena sudah didasari niat ibadah memperoleh pahala dari Alloh, maka kami dalam menjalani tugas dengan ikhlas, kesungguhan, agar pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak sia-sia. Kami datang berusaha sebelum mahasiswa datang masuk kelas. Jadi kami datang lebih awal menunggu di kelas apalagi jika mengajar paraktek renang. Untuk mencegah agar tidak ada mahasiswa masuk ke kolam renang lebih dulu dikhawatirkan terjadi kecelakaan. Karena kami juga menanmkan kedisiplinan kepada mahasiswa agar datang tepat waktu sesuai dengan jam kuliah. Dan kami membuat aturan apabila terlambat lebih dari 15 menit tidak diperbolehkan masuk kelas. Dengan menerapkan aturan tersebut, kami dengan konsekuen harus memberi contoh lebih dulu kepada mahasiswa datang lebih awal dari mahasiswa. Demikian pula ketika menerapkan aturan kehadiran perkuliahan minimal kehadiran harus 80 %, kami berupaya harus masuk 100 %. Kalau terpaksa, tidak boleh kurang sama dengan mahasiswa. Kami selalu berupaya untuk tidak meninggalkan mahasiswa karena sebagai ladang amal untuk mendapat

View more