plpg peer counseling

Download Plpg peer counseling

Post on 18-Jul-2015

47 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling) dengan pendekatan kelompokTIM INSTRUKTUR PLPG RAYON IXUNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

  • Outline pembahasanPengertian konseling teman sebayaPengertian konseling kelompokKeuntungan pendekatan kelompok dalam konseling teman sebayaSyarat-syarat peer konseling dengan menggunakan konseling kelompokTujuan konseling kelompokKarakteristik personal pemimpin kelompok Hal yang perlu dihindari dalam konselingPeran dan tugas anggota kelompokHak-hak anggota kelompok sebelum konseling kelompokHak-hak anggota kelompok selama konseling kelompokPermasalahan yang dapat diselesaikan dengan peer counselingTahap-tahap konseling kelompokKeterampilan pemimpin kelompokContoh laporan hasil sesi konseling (SOAP notes)Praktik konseling teman sebaya

  • Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling) proses bantuan yang dilakukan oleh teman sebaya, bertujuan untuk berbagi perasaan, pemikiran dan pengalaman, menganalis pemikiran dan perasaan, belajar sikap dan tingkah laku baru, kemudian mencari solusi masalah berdasarkan perspektif teman sebaya.

  • Konseling kelompok (Gazda, Duncan, dan Meadows, 1967)Proses interpersonal dinamik yang berfokus pada pikiran dan tingkah laku sadar yang melibatkan fungsi-fungsi terapi, orientasi pada kenyataan, kataris, perhatian, pemahaman, penerimaan dan dukungan.

    Fungsi-fungsi terapi diciptakan dalam kelompok kecil melalui berbagi perhatian/kehawatiran dengan sebayanya dan konselor.

    Individu tersebut menggunakan interaksinya dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan nilai dan tujuan-tujuan, serta belajar dan menghilangkan tingkah laku dan sikap tertentu (Gazda, 1994, pp. 7-8).

  • Keuntungan pendekatan kelompok dalam Konseling Teman Sebaya:Pendekatan kelompok biasanya lebih efektif dari pendekatan individualAnggota kelompok belajar keterampilan baru dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hariAnggota kelompok mendapatkan umpan balik (feedback) dan insight dari sesama anggotaAnggota dapat belajar modeling dari teman lainBiaya yang murah dan dapat menjangkau lebih banyak orang (Corey, 1995)

  • Syarat-syarat peer counseling dengan pendekatan kelompokTerdapat konselor dan ko-konselor yang telah mendapatkan pelatihan Anggota kelompok secara sukarela mengikuti kegiatanMasalah yang dibahas berkisar di sekitar masalah-masalah yang dihadapi oleh peer Kelompok dibentuk oleh konselor atau kesepakatan antar anggota kelompok

  • Karakteristik konseling kelompokTerdiri dari 8-12 orangKelompok terdiri dari: Konselor (pemimpin kelompok)Ko-konselorAnggota kelompokWaktu pelaksanaan 2 jamTempat yang nyaman dan aman

  • Tujuan konseling kelompokBelajar mempercayai diri sendiri dan orang lainMencapai pengetahuan tentang dirinya (self-knowledge) dan mengembangkan identitasMenghargai persamaan kebutuhan dan masalah antar anggota kelompok dan mengembangkan rasa kebersamaanMeningkatkan penerimaan diri, kepercayaan diri dan penghargaan diriMenemukan alternatif untuk mengatasi masalah dan konflikMeningkatkan pengarahan diri, otonomi dan tanggung jawabMeningkatkan kesadaran pada pilihan dan dapat membuat pilihan dengan bijakMembuat rencana spesifik untuk mengubah tingkah laku tertentu dan berkomitmen dengan rencana tersebutMempelajari keterampilan-keterampilan sosialMenjadi lebih sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan orang lainBelajar berkonfrontasi dengan hati-hati dan jujurBelajar mengarahkan diri berdasarkan harapan-harapan diri sendiri bukan harapan orang lain (Corey, 1995. P. 7).

  • Karakteristik personal pemimpin konseling kelompok (Corey 1995) Kehadiran (Presence)Kekuatan personal (Personal power)Keberanian (Courage)Keinginan untuk berkonfrontasi dengan diri sendiri (willingness to confront oneself)Tulus dan otentik (sincerity and autenticity)Identitas diri (sense of identity)Antusias dan keyakinan pada proses kelompok (belief in group process and enthusiasm)Memiliki jiwa penemu dan kreatif (inventiveness and creativity)Memiliki keterbukaan terhadap pengalaman baru, gaya hidup dan nilai-nilai yang berbeda (pp. 54-57).

  • Hal yang perlu dihindariMelihat jam tanganMenggerak-gerakan kaki atau tanganMenghela nafasMenghentakan kaki Memberikan nasehatBanyak bicaraTerlalu membuka diriMemandang rendah klienBersikap defensifRendah diri (usia, pengalaman dan pengetahuan)Memprioritaskan kebutuhan, nilai-nilai dan pandangan hidupHarapan yang berlebihan terhadap klienBersikap inkonsistenBersikap subyektifMemiliki perasaan tertentu terhadap klien

  • Peran dan tugas peserta dalam kelompokSetiap anggota kelompok harus menjaga kerahasiaan informasi yang dibicarakan dalam konseling kelompokTidak boleh menyerang anggota kelompok lain secara verbal dan fisikBerpartisipasi aktif dalam proses kelompok dan memberikan kesempatan kepada anggota kelompok yang lain untuk berbicara (Gladding, 1994).

  • Hak-hak anggota kelompok sebelum konseling kelompokInformasi lengkap tentang tujuan dan aturan-aturan konseling kelompokKesempatan untuk mencari informasi tentang kelompok dengan bertanya dan mengeksplorasinyaDeskripsi tentang kualifikasi pendidikan dan pelatihan pimpinan kelompokInformasi tentang biaya, jumlah anggota, waktu, tujuan dan teknik yang digunakanInformasi tentang resiko-resiko psikologis dalam berpartisipasi di konseling kelompokKondisi-kondisi di mana kerahasiaan dapat dilanggar dengan alasan legal, etik dan profesionalDiskusi tentang hak dan kewajiban anggota kelompok (Corey, 1995. P. 27).

  • Hak-hak anggota kelompok selama konseling kelompokInformasi tentang apa yang diharapkan dari anggota kelompokKebebasan untuk meninggalkan kelompokInformasi tentang penggunaan alat rekam (audio dan video)Kesempatan untuk berkonsultasi dan berdiskusi tentang hal-hal yang dipelajari dalam konseling kelompok Bebas atau tidak mengalami pemaksaan berdasarkan tekanan anggota kelompok dan nilai-nilai pemimpin kelompokHak untuk diperlakukan dengan penghargaan dan respek sebagai individu (Corey, 1995. P. 27-28).

  • Permasalahan yang dapat diselesaikan dengan peer counselingMasalah-masalah sosial seperti: konflik dengan teman, guru, orangtuaMasalah tingkah lakuMasalah belajarIsu-isu yang berhubungan tugas-tugas perkembangan (kesamaan masalah dengan sebayanya)

  • Tahap-tahap konseling kelompok (1) Tahap pembentukan kelompok. Langkah 1: Proses penjaringan/rekrutmen dan seleksi anggota kelompok melalui poster, newsletter dan sebagainya.

    Langkah 2: Penyaring dan seleksi anggota kelompok melalui wawancara pra-konseling (Helwig, 2006, p. 143).

    Langkah 3: Mengidentifikasi tujuan konseling kelompok, menyatakan harapan dan aturan-aturan kelompok (Ratigan, 1997).

  • Tahap-tahap konseling kelompok (2) Tahap awalmeliputi proses penentuan struktur kelompok, pelibatan lebih mendalam dengan proses kelompok dan mengelaborasi harapan-harapan anggota kelompok. Pemimpin kelompok membantu anggota kelompok mengidentifikasi tujuan-tujuan konseling kelompok, harapan-harapan dan aturan-aturan mereka terhadap proses kelompok (Helwig, 2006, p. 144).

    Tahap peralihanPada tahap ini timbul resistensi dari anggota kelompok, kecemasan, dan konflik.Pemimpin kelompok menciptakan iklim kelompok yang saling mendukung dan percaya, mengatasi kecemasan dan resistensi, bertindak sebagai role model. (Helwig, 2006, p. 144).

  • Tahap-tahap konseling kelompok (3) Tahap kegiatan bekerja Eksplorasi mendalam tentang isu-isu dalam penyelesaian masalah dengan mengubah tingkah laku/pemikiran ke arah yang diinginkan.

    Pemimpin kelompok memberikan penguatan, menolong dalam menghubungkan tema-tema, mendukung pengambilan resiko, menjadi model tingkah laku (Helwig, 2006, p. 145).

  • Tahap-tahap konseling kelompok (4) Tahap akhirPemimpin kelompok menyimpulkan dan mengintegrasikan informasi, alternatif solusi, dan pengalaman-pengalaman kelompok. Anggota kelompok berbagi pengalaman-pengalaman, insight dan pelajaran yang diterima dalam kelompok dan strategi implementasinya di luar kelompok. Membuat rencana untuk pertemuan tindak lanjut dan implementasi strategi di seting yang sesungguhnya serta kemungkinan perubahan dari rencana yang telah disepakati bersama (Muro & Kottman 1995).

  • Keterampilan-keterampilan pemimpin kelompok dalam peer counselingMendengar aktif (active listening)memperhatikan perkataan dan sensitif terhadap bahasa, intonasi dan bahasa tubuh anggota kelompok

    Mengulang kembali (restating/paraphrasing), mengulang perkataan seseorang dengan kalimat yang berbeda

    Memperjelas (clarifying),merespon pernyataan atau pesan anggota kelompok yang membingungkan dan tidak jelas dengan memfokuskan pada isu-isu utama dan membantu individu tersebut untuk menemukan dan memperjelas perasaan-perasaannya yang bertolak belakang

    Menyimpulkan (summarizing),Keterampilan untuk menganalisa seluruh elemen-elemen penting yang muncul dalam seluruh atau bagian dari interaksi kelompok. Kemampuan ini sangat dibutuhkan pada saat proses transisi dari satu topik ke topik lainnya

  • Bertanya (questioning) dua jenis pertanyaan, yaitu: pertanyaan tertutup yang hanya memberi peluang jawaban ya atau tidak dan pertanyaan terbuka dengan menggunakan kata tanya seperti: apa (what), di mana (where), kapan (when), mengapa (why), dan bagaimana (how)

    Menginterpretasi (interpreting)Menginterpretasi pikiran, perasaan, atau tingkah laku anggota kelompok yang bertujuan untuk memberikan perspektif alternative dan baru. Interpretasi dilakukan pada waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk melakukan refleksi atas pernyataan interpretasi pemimpin kelompok

    Mengkonfrontasi (confronting)Konfrontasi merupakan cara yang kuat dan efektif untuk menantang anggota kelompok untuk melihat dirinya secara jujur.

  • Merefleksikan perasaan (reflecting feelings)