pkm-p tahun 2010

Download PKM-P Tahun 2010

Post on 22-Jul-2015

114 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA KAJIAN PENGARUH DIMENSI HORISONTALALAT PEREDAM OMBAK (APO) DARI RANGKAIAN BAMBU TERAPUNG TERHADAP PEREDAMANENERGI GELOMBANG BIDANG KEGIATAN : PKM Penelitian (PKMP) Diusulkan Oleh : Ketua ABDUL KADIR D321 06 017/2006 Anggota ANDI MAPPATOBA. D321 04 036/2004 ARDIS MALINO D321 06 001/2006 FEBRITA LAPASILA. D321 06 008/2006 AMADIN ALZANUR. D321 06 024/2006

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010 HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1.Judul Kegiatan : Kajian pengaruh dimensi horisontal alat peredam ombak (APO) dari rangkaian bambu terapung terhadap peredaman energi gelombang 2.Bidang Kegiatan:(\ )PKMP( )PKMK (Pilih salah satu)( )PKMT( )PKMM 3.Bidang Ilmu: ( )Kesehatan ( )Pertanian(Pilih salah satu)( )MIPA(\ )Teknologi dan Rekayasa ( )Sosial Ekonomi( )Humaniora ( )Pendidikan4.Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap: Abdul Kadirb.NIM: D321 06 017 c.Jurusan: Perkapalan d.Universitas/Institut/Politeknik: Universitas Hasanuddin e.Alamat Rumah dan No Tel./HP: Jln Sahabat 17/ Tamalanrea 081355349658 f.Alamat email: - 5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang 6Dosen Pendampinga. Nama Lengkap Dan Gelar: Daeng Paroka, ST., MT, PhD b. NIP: 197201181998022001 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP:Perumahan Bosowa Indah Blok M/16/ 081343930931 7. Biaya Kegiatan Total a. Dikti: Rp.7.000.000 b. Sumber Lain(Sebutkan ...): - 8. Jangka Waktu Pelaksanaan: 6 Bulan Makassar, 25 Oktober 2010Menyetujui Ketua Jurusan/Program Studi/Ketua Pelaksana Kegiatan Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (Ir.Hj. Sherly Klara.,MT)(Abdul Kadir) NIP. 194810161976121001NIM. D321 06 017 PembantuRektor IIIDosen Pendamping (Ir. Nasaruddin Salam.,MT)(Daeng Paroka ,ST.,MT, PhD) NIP.NIP.197201181998021001 1 A.Judul Program:Kajianpengaruhdimensihorisontalalatperedam ombak(APO)darirangkaianbambuterapungterhadapperedamanenergi gelombang B.Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan memilikipantaiyangcukuppanjang.PanjangpantaiyangdimilikiIndonesia sekitar81.000Km.Indonesiaberadapadaurutankeduadunianegarayang memilikipanjangpantaicukupbesar.Panjangpantaiyangcukupbesarini merupakanpotensiapabiladimanfaatkandenganbaik.Hanyasajayangmenjadi persoalan, yaitu banyaknya pantai di Indonesia yang mengalami kerusakan berupa erosi pantai.Erosipantaiumumnyadisebabkanolehgempurangelombanglaut. Pemerintahtelahberupayauntukmenanggulangipantaidenganberbagaicara sepertimembuatbangunanpelindungpantai,menambahsuplaisedimendan penghijauanpantai,yaitumenanampohonbakau.Permasalahanyangmuncul adalah ketika upaya penanggulangan di atas baru dilaksanakan tidak bisa berjalan dengan baik, sebab sebelum dimanfaatkan sudah terhempas oleh gelombang. Oleh sebab itu perlu difikirkan suatu metode untuk melindungi penghijauan pantai yang telahdilakukanterhadapkerusakankarenahempasangelombangdanarus.Oleh karenasifatnyahanyauntukmelindungiterhadappenghijauanpantaiyangbaru ditanam,makaseharusnyabahannyamudahdiperolehdanharganyaterjangkau. Dengandasarinipenelitiberkeinginanuntukmenelitibambusebagaialat peredam energi gelombang dengan rangkaian bambu terapung. Maksud dari program ini ialah untuk meninjau potensi rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang. 2 C.Perumusan Masalah Masalahyangdibahasdalamprograminidapatdijabarkandalam perumusan masalah sebagai berikut : 1.Bagaimanapengaruhparameterpanjangdanjarakspasihorisontal rangkaianbambuterapungterhadappengurangantinggigelombangdi daerah pantai. 2.Seberapabesarpengaruhparameterpanjangdanjarakspasihorisontal rangkaianbambuterapungterhadappengurangantinggigelombangdi daerah pantai. D.Batasan Masalah Berdasarkanfasilitasyangadasertajumlahvariabeldankondisiyang berkaitan, maka batasan kegiatan ditetapkan sebagai berikut : 1.Gelombangyangdibangkitkanadalahgelombangteratur(regulerwave) yang belum pecah dan tegak lurus terhadap model. 2.Gaya gelombang terhadap alat peredam energi dan jangkar tidak dikaji, 3.Fluida yang digunakan adalah air tawar, salinitas dan pengaruh mineral air tidak diperhitungkan, 4.Modelyangdigunakanadalahsusunanbambusecarahorisontaldengan jarak spasi yang divariasikan E.Tujuan Program Terkait dengan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya, maka tujuan yang akan dicapai dalam program ini adalah sebagai berikut: 1.Untuk mengetahui pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal rangkaianbambuterapungterhadappengurangantinggigelombangdi daerah pantai. 2.Untuk mendapatkan besaran parameter panjangdan jarak spasi horisontal rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang dalam bentuk hubungan parameter tak berdimensi. 3 F.Luaran Yang Diharapkan Darihasilkegiatanini,diharapkandapatmenjadimasukanbagi Pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mengatasi masalah pengurangan tinggi gelombangyang kerapmenimbulkanabrasi/erosi disekitar pantai. Disamping itu, prinsip kerja alat dapat dikembangkan dan diapliksikan dalam berbagai model dan bentuk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. G.Kegunaan Program Adapun kegunaan dari program ini adalah: 1.Sebagaibahanacuandaninformasibagiparapenelitidalam mengembangkanpenelitiantentangmasalah-masalahpengurangantinggi gelombang secara sederhana.2.Sebagaireferensiuntukmemanfaatkanbambusebagaisalahsatualat untuk mengurangi tinggi gelombang, pada berbagai keperluan. 3.Salahsatukegiatanyangmembutuhkanhasildalamkajianiniadalah penanaman mangrove di daerah pantai. H.Tinjauan Pustaka a)Beberapa Hasil Penelitian Yang Relevan Gelombangyangmengenaisuaturintangan,sebagianenerginyaakan dihancurkan (absorpsi/disipasi) melalui proses gesekan, turbulensi dan gelombang pecah.Sisanyaakandipantulkandanditransmisikan.Pembagianbesarnyaenergi gelombangyangdipantulkan(refleksi),dihancurkan(disipasi)danyang diteruskan(tansmissi)tergantungdarikarakteristikgelombangdatang(periode dantinggigelombang),tipeperlindunganpantai(permukaanhalusataukasar, lulus air atau tidak) dan dimensi serta geometri perlindungan (kemiringan, elevasi dan lebar halangan) serta kondisi lingkungan setempat (kedalaman air dan kontur dasar pantai) (CERC, 1984). Gelombangyangditeruskanatauditransmisikanmelaluisuatustruktur permeabel dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti kondisi gelombang, lebar struktur,ukuranstruktur,porositasdanperbedaanporositasverticalmaterial, tinggistrukturdankedalamanair.Gelombangdengankecuramanyangkecil, 4 sepertigelombangpasangsurut,kemungkinanakanditransmisikansecara keseluruhanmelaluistrukturataukoefisientransmisimendekati1,sedangkan gelombang angin akan diredam secara efektif (CERC,.1984). Besarnya energi gelombang yang diredam/diabsorpsi (disipasi) Hd adalah energi gelombang datang (Hi) dikurangi energi yang direfleksikan dan ditansmisikan (Ht) (Horikawa, 1978 dalam Dirgayusa, 1997). Gambar 2.1. Skematik konservasi energi gelombang Untuk gelombang yang menjalar dalam kondisi gesekan, amplitudo gelombang akan berkurang secara eksponensial. Dengan demikian, meningkatnya koefisien gesek Darcy-Weisbach ( f ) akan mengurangi besarnya amplitudo gelombang (Dean dan Dalrymple, 1992).Penelitian transmisi gelombang di bawah kondisi gesekan telah banyak dilakukan. Nizam (1987) melaporkan bahwa transmisi gelombang melalui puncak bangunan pemecah ombak bawah air dipengaruhi oleh lebar puncak bangunan (B), kedalaman air diatas puncak (h) dan koefisien gesek material puncak (f). Gambar 2.2. Skematik penelitian pemecah ombak bawah air (Nizam, 1987). HiHt Hd PenghalangArah penjalaran gelombang Hr B h f Hi Ht 5 Dirgayusa (1997) meneliti transmisi gelombang melalui pemecah gelombang susunan pipa horizontal seperti ditunjukkan Gambar 2.3 dan mendapatkan bahwa semakin panjang (L) dan semakin kecil diameter pipa (D) akan semakin memperkecil transmisi gelombang (Ht). Walukow (2000) menunjukkan dalam hasil penelitiannya bahwa transmisi gelombang akan diperkecil dengan semakin panjangnya rangkaian plat horizontal sebagai pemecah gelombang apung (lihat Gambar 2.4). Gambar 2.3. Skematik penelitian pemecah ombak susunan pipa (Dirgayusa, 1997). Gambar 2.4. Skematik penelitian pemecah ombak rangkaian plat terapung (Walukow, 2000). Murali dan Mani (1997) secara eksperimental meneliti pemecah gelombang terapung tipe ponton trapesiun dengan barisan pipa vertikal seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.5. Pada penelitian pertama tanpa menggunakan pipa vertikal didapatkan bahwa nilai koefisien transmisi (Kt) = 0,5 pada rasio W/L > L hSusunan pipa horisontal dgn diameter D HiHt L d Rangkaian plat terapung HiHt 6 0,4. Dengan menambah pipa vertikal, maka nilai W/L bisa dikurangi menjadi 0,15. Gambar 2.5. Penelitian pemecah gelombang terapung oleh Murali & Mani (1997) Keuntungan pemecah gelombang terapung adalah: 1.Mudah dirakit di darat2.pemasangan cepat 3.biaya pemeliharaan rendah 4.ramah lingkungan 5.bisa dipindah-pindah. A.1.Kapasitas Teknis Vegetasi Sebagai Pelindung Daerah Pantai Penelitiantentangpengurangantinggigelombangyangmenjalarmelalui rumpuntumbuhandilakukanantaralainolehBoetersetal,(1993),DubiA.and TorumA.(1993).Boetersetal,(1993,dalamVerhagen,1998)meneliti pengurangantinggigelombangolehtumbuhanreed(sejenistumbuhankecil denganbatangkokoh,terdapatdiNegaraBelanda)yangmempunyaikerapatan tumbuh100-400pohon/m2.Hasilyangdiperolehdituliskandenganpersamaan seperti berikut : 7 ||||.|

\|= CosB CheiHBH(2.1) Dimana HB adalah tinggi gelombang selebar B dari depan rumpun, Hi adalah tinggigelombangdatang,ChadalahkoefisienChezytumbuhanreed(Ch=0.05 padarumpundengankisaran125batang/m2danCh=0.12untukkisaran400 batang/m2), dan adalah sudut datang gelombang.Dubi A. and Torum A. (1993, dalam Verhagen, 1998) meneliti pengurangan tinggi gelombang oleh tumbuhan kelp (laminaria hyperborean) salah satu spesies macroalgayangbanyakterdapatdiNorwegiayaitutumbuhandibawahair dengan ketinggian berkisar 1-2 meter dengan kerapatan tumbuh 10-15 pohon/m2. Hasil yang diperoleh adalah dituliskan dengan persamaan berikut: 0.00327BeoHBH= (2.2) denganHBadalahtinggigelom