PKL_Report body

Download PKL_Report body

Post on 20-Nov-2014

273 views

Category:

Data & Analytics

4 download

DESCRIPTION

My report body

TRANSCRIPT

1. 1I. PENDAHULUANA. Latar BelakangSelada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu sayuran yangmempunyai arti penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia.Permintaan terhadap komoditas sayuran di Indonesia terus meningkatseiring dengan meningkatnya penduduk dan konsumsi per kapita.Disamping itu, sebagian masyarakat juga menginginkan produkhortikultura yang lebih berkualitas. Konsumsi sayuran di Indonesiatahun 2005 adalah 37.30 kg/kapita/tahun hal ini masih rendah darisyarat minimum yang direkomendasikan oleh FAO 65 kg/kapita/tahun.Namun demikian produksi nasional sayuran masih lebih rendah darikonsumsi yakni sebesar 35.30 kg/kapita/tahun. Dengan demikian masihterbuka sangat lebar peningkatan produksi agar mampu memenuhitingkat konsumsi sayuran nasional (Anonim, 2006).Permintaan terhadap komoditas selada terus meningkat, antaralain berasal dari pasar swalayan, restauran-restauran besar (Fast FoodEropa dan Cina), hotel-hotel berbintang di kota-kota besar, sertakonsumen luar negeri yang menetap di Indonesia maupun masyarakatIndonesia sendiri. Selain itu peluang bisnis selada dapat juga dilihat darisemakin berkembangnya jumlah hotel dan restauran-restauran asing(bertaraf internasional) yang banyak menyajikan masakan-masakanasing yang menggunakan daun selada, misalnya salad, hamburger, hotdog, dan sebagainya. Peningkatan jumlah hotel dan restauranmenyajikan masakan dengan menggunakan daun selada akanmeningkatkan permintaan selada.Budidaya selada keriting bisa dipanen 20-30 hari setelah bibitditanam. Produktivitas tanaman selada keriting bisa mencapai 15-20 tonper hektar. Apabila petani mempunyai lahan 1000 m2 dan ditanamiselada dengan hasil yang terendah 1.500kg dan harga murah Rp.8000,-/kg, maka petani akan mendapatkan hasil Rp.3.849.564,16,-/bulan.Selada berpotensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, karena 2. 2disamping kondisi iklimnya cocok untuk komoditas selada, juga dapatmemberikan keuntungan yang memadai bagi pembudidaya.B. Perumusan Masalah1. Bagaimana cara budidaya selada yang baik?2. Berapakah produktivitas selada di lokasi kerja praktik ?3. Layakkah produksi selada di lokasi kerja praktik ?C. Tujuan kerja praktik1. Tujuan umuma. Meningkatkan penalaran dalam menghadapi permasalahan dilapanganb. Membandingkan teori dan praktik di lapangan2. Tujuan khususa. Untuk mengetahui cara budidaya tanaman selada yang baikD. Manfaat kerja praktik1. Sebagai salah satu syarat yang diperlukan penulis untuk memperolehderajat sarjana strata 12. Menerapkan teori dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan3. Memberikan informasi pada pembaca mengenai budidaya yang baik 3. 3II. TINJAUAN PUSTAKAA. Biologi1. Taksonomi Selada KeritingSistematika tanaman selada keriting adalah sebagai berikut:Kingdom : PlantaeSuper Divisi : SpermatophytaDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaSub Kelas : AsteridaeOrdo : AsteralesFamili : AsteraceaeGenus : LactucaSpesies : Lactuca sativa2. Morfologi SeladaSecara morfologi, organorgan penting yang terdapat padaselada adalah sebagai berikut:a. DaunDaun selada keriting memiliki tangkai daun lebar dengantulang daun menyirip. Tangkai daun bersifat kuat dan halus. Daunbersifat lunak dan renyah apabila dimakan, serta memiliki rasaagak manis. Daun selada keriting memiliki ukuran panjang 20-25cm dan lebar 15 cm serta bagian tepi daun bergerigi (keriting)(Wicaksono, 2008).b. BatangTanaman selada memiliki batang sejati. Pada tanaman seladayang membentuk krop, batangnya sangat pendek, hampir tidakterlihat dan terletak pada bagian dasar yang berada di dalamtanah. Sedangkan selada yang tidak membentuk krop (selada daundan selada batang) memiliki batang yang lebih panjang danterlihat. Batang bersifat tegap, kokoh, dan kuat dengan ukuran 4. 4diameter berkisar antara 5,6 cm7 cm (selada batang), 2 cm-3 cm(selada daun), serta 2 cm-3 cm (selada kepala).c. AkarTanaman selada memiliki sistem perakaran serabut. Akarserabut tumbuh menyebar ke semua arah pada kedalaman 20 cm-50 cm atau lebih. Perakaran selada dapat tumbuh dan berkembangdengan baik pada tanah yang subur, gembur, mudah menyerapair, dan kedalaman tanah (solum tanah) cukup dalam.d. BungaBunga selada berwarna kuning, tumbuh lebat dalam saturangkaian. Selada memiliki tangkai bunga yang panjang mencapai80 cm atau lebih. selada yang ditanam di daerah yang beriklimsedang (subtropik) mudah atau cepat berbuah.e. BijiBiji selada berbentuk lonjong pipih, berbulu, agak keras,berwarna coklat, serta berukuran sangat kecil, yaitu panjang 4 mmdan lebar 1 mm. Biji selada merupakan biji tertutup danberkeping dua, dan dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.3. Macam-macam Varietas SeladaSelada memiliki banyak varietas, yang telah dikembangkan dandibudidayakan oleh masyarakat. Diantaranya ada varietas yangberkrop, yaitu yang membentuk kumpulan daun-daun yang salingmerapat membentuk bulatan menyerupai kepala, dan ada varietasyang helaian daunnya lepas tidak merapat membentuk bulatan.Masingmasing varietas memiliki ciriciri yang khusus .Selada yang umum dibudidayakan saat ini dapat dikelompokkanmenjadi 4 tipe dengan berbagai macam varietas, yaitu: selada kepalaatau selada telur, selada rapuh, selada daun, dan selada batang.a. Selada kepala atau selada telurSelada kepala mempunyai krop bulat dengan daun salingmerapat. Pada jenis tertentu beberapa helai daun di sebelahbawah tetap berlepasan. Daunnya ada yang berwarna hijau 5. 5terang tetapi ada juga yang berwarna gelap. Batangnya sangatpendek dan hampir tidak terlihat. Selada kepala rasanya lunakdan renyah. Jika selada kepala ditanam di dataran rendah makatidak akan menghasilkan krop. Selada kepala dapat dibedakanmenjadi 2 jenis, yaitu tipe crisphead dan tipe butterhead.1) Selada kepala tipe crispheadCiri selada kepala membentuk krop dengan daun yangkeriting. Jenis ini sangat popular di Inggris dan AmerikaSelatan. Tipe selada kepala lebih tahan terhadap kekeringan.Setelah perkembangan roset awal, daun selanjutnya mulaitumbuh bertumpang-tindih, dan akhirnya memerangkap daunyang baru terbentuk. Selanjutnya perkembangan daun yangterperangkap meningkatkan kepadatan kepala, kepala biasanyaberbentuk hampir bulat. Kepala dapat menjadi sangat keras, dandengan makin besar, kepala ini dapat pecah. Daun yang terlalumatang menjadi pahit. Daun-daun bagian dalam yang terlipatketat menjadi kasar (rugose), getas dan renyah. Daun terluarbiasanya berwarna hijau tua, makin ke dalam warnanya makinmuda. Ketika dipanen, tanaman biasanya berbobot antara 700dan 1000 g. Selada produksi rumah kaca umumnya jauh lebihkecil. Daya simpan dan keterangkutan yang baik adalah sifatpenting yang dimiliki selada kepala renyah. Beberapa varietasselada kepala sebagai berikut:a) Kaisser: varietas yang berkualitas tinggi ukurannya kecil,dan daunnya berwarna hijau terang.b) Ballade: memiliki pertumbuhan cepat dengan warna hijauterangc) Alpen: dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataranrendah, pertumbuhannya cepat, ukurannya sedang danberwarna hijau gelapd) Marina: merupakan varietas yang baru, sistem perakarannyakuat, ukuran besar, dan berwarna hijau terang. 6. 6e) Santa maria: ukuran besar, daun tebal, dan berwarna hijaugelap.f) Great lakes: ukuran selada ini memang besar. Jenis inisangat popular di Amerika dan kini menyebar ke banyaknegara.g) Avoncrisp: varietas yang tergolong tahan serangan hamapenyakit. Daunnya hijau segar dan keriting.2) Selada kepala tipe butterheadCiri tipe butterhead ialah membentuk krop dengan daunyang lurus, pinggiran daunnya rata. Jenis ini sangat terkenal diAmerika Serikat. Pertumbuhannya cepat, daunnya halus. Jenisbutterhead memang didominasi oleh varietas musim panassehingga mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia.Kultivar selada kepala mentega, kadang-kadang disebutselada kubis, lebih banyak ditanam. Kultivar ini lebih disukaikonsumen karena aroma dan daunnya yang lembut. Tanamankultivar ini lebih kecil, agak lebih gepeng dan menghasilkankepala yang kurang padat ketimbang tipe kepala renyah.Daunnya lebar, berlipat dan lembut, dengan tekstur berminyaklunak. Ada dua tipe utama kultivar ini yang diproduksi, yaitutipe hari netral dengan kepala yang agak padat dan tipe hari-pendek,menghasilkan kepala kecil dan kurang padat,danumumnya ditanam dalam naungan pelindung. Kedua tipe inimudah tergores sehingga karakteristik keterangkutan dan dayasimpannya tidak baik. Kultivar tipe Batavia memilki sifatpertengahan antara tanaman kepala renyah dan kepala mentega.Varietas selada yang termasuk butterhead sebagai berikut:a) Okayama salad: warnanya hijau tua, tahan terhadap panasdan umurnya genjah.b) Green mignonette: warnanya hijau terang, ukurannya kecildan umurnya genjah. 7. 7c) Brown mignonette: sama dengan green mignonette, tetapiwarna daunnya hijau kecoklatan.d) Mini star: merupakan varietas baru. Ukurannya kecil,pertumbuhannya termasuk cepat, dapat dipanen pada umur55-60 hari setelah disemai.e) All the year round: namanya yang unik diperoleh karenavarietas ini dapat di tanam sepanjang tahun. Ukurannyatergolong sedang, warna daun hijau pucat. Cukup tahanterhadap kekeringan.b. Selada rapuh atau selada cosSelada rapuh mempunyai krop yang lonjong denganpertumbuhan yang lebih tinggi cenderung mirip petsai. Daunnyalebih tegak dibanding selada umumnya yang menjuntai kebawah. Ukurannya besar dan warnanya hijau tua. Meskipunsedikit liat, selada jenis ini rasanya enak. Jenis selada initergolong lambat pertumbuhannya.Kultivar selada cos, juga disebut sebagai romaine, memilikidaun memanjang, kasar, dan bertekstur renyah, dengan tulangdaun tengah lebar dan jelas. Daun panjangnya yang agak sempitcenderung tumbuh tegak dan secara longgar bertumpang tindihsatu sama lain, serta tidak membentuk kepala. Sifat pascapanennya sama dengan tipe kepala renyah. Beberapa varietasselada cos sebagai berikut:1) Lobjoits green: varietas lama yang masih disukai hinggasekarang. Ukurannya besar, daun hijau gelap. Rasanya enakdan renyah.2) Paris white: ukurannya besar, daun sebelah dalam berwarnahijau pucat. Rasanya renyah.3) Little gem: selada ini tergolong yang paling cepatpertumbuhannya dalam kelompok selada cos. Penampilannyamirip kubis. Kropnya kecil namun seragam. Rasa selada iniadalah yang paling manis. 8. 84) Barcarolle: penampilannya menawan. Cocok untuk tanamanhias atau penghias hidangan. Warna daun hijau tua, daunmerapat dengan rapi, tanaman cukup tinggi dan besar.5) Winter density: rasa manisnya, sesuai namanya selada jenisini hanya tumbuh baik di musim dingin. Oleh karena itu, sulitdibudidayakan di Indonesia.c. Selada daunSelada ini helaian daunnya lepas dan tepiannya berombakatau bergerigi serta berwarna hijau atau merah. Ciri khas lainnyatidak membentuk krop. Biasanya selada ini digunakan sebagaihiasan untuk aneka masakan. Jenis ini umurnya genjah dantoleran terhadap kondisi dingin. Apabila daunnya dipanendengan cara lepasan satu persatu, tidak dicabut sekaligus, makatanaman dapat dipanen beberapa kali. Meskipun demikian,umumnya selada daun dipanen sekaligus seluruh tanamannyasama seperti jenis selada lainnya.Beberapa varietas selada daun yang telah dikenal antara lain:1) New red fire: warna merah tua gelap, umurnya tergolonggenjah, jenis ini tahan terhadap kondisi panas dan dingin.2) Green wave: ukurannya besar, warna hijau, umurnya genjah,dan toleran terhadap keadaan dingin.3) Price head: daunnya lebar dan berwarna merah tua.4) Salad bowl: merupakan jenis asli (berwarna hijau) yangbanyak menghasilkan silangan baru. Penampilan daunnyayang keriting bagus untuk penghias makanan atau campuransalad.5) Red salad bowl: jenis selada yang pertumbuhan maupunpenampilan sama dengan salad bowl. Namun, jenis yang satuini daunnya berwarna merah kecoklatan merupakan turunanbaru jenis salad bowl biasa.Jenis selada daun yang banyak dijual di pasar-pasartradisional adalah jenis lokal yang mudah tumbuh di dataran 9. 9rendah. Selada ini cukup diminati konsumen sebagai lalap.Tidak heran bila selada daun lokal ini sekarang banyak sekali diusahakan oleh petani sayur dataran rendah. Selada daun lokal inicontohnya adalah selada betawi. Tanamannya memiliki daunyang cukup renyah, berwarna hijau segar.d. Selada BatangSelada batang atau stem lettuce daunnya berukuran besar,panjang, bertangkai lebar, serta berwarna hijau terang. Selada inimendapat julukan selada batang karena daunnya berlepasantidak dapat membentuk krop. Varietas jenis ini yang terkenaladalah celtuse. Dibandingkan jenis selada lainnya selada batangkurang diminati untuk diusahakan.Dari jenis-jenis selada di atas, hampir semuanya merupakanintroduksi dari luar negeri. Benihnya kebanyakan masihdiimpor. Namun, bagi yang berminat menanam jenis tersebut diIndonesia dapat membelinya di sarana toko pertanian yanglengkap. Jenis selada butterhead seperti green mignonette,brown mignonette, dan buttercrunch dapat dibeli di tokopertanian.B. BUDIDAYA1. Syarat TumbuhTanaman selada akan tumbuh baik dan produksinya tinggibaik kuantitas maupun kualitasnya jika syarat-syarat tumbuhannyaterpenuhi. Syarat tumbuh yang diperlukan terutama adalah iklim dantanah. Tentu saja iklim dan tanah untuk masing-masing daerah atautempat belum tentu sama (Suprayitna imam, 1996).a. IklimFaktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanamanselada yaitu: suhu, sinar matahari, ketinggian tempat dan curahhujan. 10. 101) SuhuTanaman selada membutuhkan lingkungan tempattumbuh yang beriklim dingin dan sejuk, yakni padatemperatur antara 15C-25C. Di daerah yang temperaturnyatinggi, tanaman selada tipe kubis akan gagal membentukkrop, kalaupun terbentuk kropnya berukuran kecil-kecil.Dengan adanya kemajuan teknologi di bidang perbenihan,telah banyak diciptakan varietas selada yang tahan terhadapsuhu panas (Rahmat Rukmana, 1994).2) Sinar matahariReaksi tanaman terhadap intensitas cahaya matahariberbeda-beda, tergantung pada jenisnya, ada jenis tanamanyang dapat kena matahari langsung dan ada yangmemerlukan naungan. Sayuran daun seperti selada umumnyamemiliki kualitas yang baik jika tumbuh dibawah naungan.Dengan naungan, proses transpirasi atau penguapan air tidakterlalu besar.Cahaya matahari yang dikehendaki selada 200-400fc.Tanaman selada kurang tahan terhadap cahaya matahari dancuaca yang panas. Untuk mengatasi cahaya matahari, dalambudidaya selada diberi naungan yaitu plastik wellit.Pemberian naungan ini juga akan mempengaruhi rasa seladayang dibudidayakan.Di Indonesia selada dapat di tanam di dataran rendahsampai dataran tinggi. Hal yang terpenting adalahmemperhatikan pemilihan varietasnya yang cocok denganlingkungan setempat. Untuk dataran rendah sampaimenengah sebaiknya dipilih selada varietas yang heattolerant (tahan terhadap suhu panas) seperti varietas Kaiser,Ballade dan Gemini (Rahmat Rukmana, 1994). 11. 113) Curah hujanTanaman selada kurang tahan terhadap musim hujan.Penanaman pada musim hujan akan menyebabkan tanamanselada busuk. Oleh karena itu, penanaman selada dianjurkanpada akhir musim hujan. Dibeberapa daerah produsensayuran yang mulai banyak mengembangkan selada denganmenggunakan naungan.4) Ketinggian tempatKetinggian tempat suatu daerah berpengaruh terhadaptanaman selada. Tanaman selada dapat tumbuh danberproduksi dengan baik pada keadaan lingkungan yangsesuai. Ketinggian yang optimum untuk tumbuh danberproduksi pada ketinggian antara 600 m-1.200 m dpl.Syarat tumbuh demikian identik untuk tanaman kubis(Rahmat Rukmana, 1994)b. TanahSebagaimana kebanyakan tanaman sayuran lain, untukpertumbuhan yang maksimal selada menghendaki tanah gembur,subur, dan berdrainase baik. Jenis tanah yang baik untukbudidaya selada adalah lempung berdebu, lempung berpasir, dantanah-tanah yang kaya akan humus. Meskipun demikian tanamanmasih dapat diusahakan di tanah-tanah dengan kandungan hararendah tetapi diberi pupuk organik yang memadai dan tanamandiberi air yang cukup. Ketersediaan air yang terus menerussangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitastinggi karena sebagian besar tanaman terdiri dari air dan kualitasditentukan oleh kandungan kadar air tanaman selada.Tingkat kemasaman yang ideal untuk pertumbuhan seladaberkisar antara 5,5-6,5. Apabila selada ditanam pada tanahdengan pH kurang dari 5,5 maka selada tidak dapat tumbuhdengan baik. Daun-daunnya akan kekuningan karena sejumlahunsur hara khususnya nitrogen berada dalam keadaan tidaktersedia pada pH tersebut. 12. 122. Persiapan budidayaa. BenihBenih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilanusaha budidaya selada. Benih yang baik akan menghasilkantanaman yang tumbuh dengan bagus. Benih yang kurang baikakan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak normalsehingga akan memberikan hasil yang kurang memuaskan ataubahkan tanaman tidak tumbuh sama sekali.Kebutuhan benih selada untuk lahan seluas satu hektaradalah 400g-600g. Benih selada berukuran kecil, berbentuklonjong, pipih, dan berbulu. Benih selada dapat diperoleh dengancara menyiapkan benih sendiri atau membeli di toko pertanian.Dengan membeli atau membenihkan sendiri memiliki kelebihandan kekurangan sendiri.1) Membeli BenihMembeli benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan.Sedapat mungkin membeli benih yang masih baru. Artinyabenih belum terlalu lama disimpan, sehingga daya tumbuhdan kadar airnya masih sesuai dengan yang tertulis pada labelatau kemasan benih. Perlu melihat tanggal kadaluwarsa benihyang tertera pada labelnya.Benih yang baik biasanya sangat terjaga kualitasbenihnya. Dalam suatu kemasan yang menyebutkan benihselada jenis tertentu, dapat diyakini benih tersebut bolehdibilang murni. Benih murni artinya benih hanya terdiri darisatu jenis, tidak tercampur dengan benih jenis lainnya,meskipun berbeda dalam hal varietasnya.Benih yang baik harus bebas hama dan penyakit. Kadang-kadangbenih yang dijual biasanya sudah diproses bebashama dan penyakit, misalnya sudah direndam oleh pestisidatertentu. Saat memilih benih perlu diperhatikan kemasannya.Kemasan harus utuh (tidak robek, lecet, atau bekas tertindih), 13. 13sehingga keadaan benih tidak jauh berbeda kualitasnyadibandingkan pada saat pertama pengemasan.Kemasan benih yang baik adalah yang terbuat darialuminium foil. Kemasan aluminium foil ini mampumelindungi benih dengan baik sehingga dapat disimpandalam waktu cukup lama. Namun, kelemahannya meskisudah cukup lama disimpan tidak dapat melihat penampilanbenih yang ada didalamnya. Sehingga benih masih baik atausudah rusak. Benih dalam kemasan aluminium foil harusbenar-benar memperhatikan tanggal kadaluarsa benih sebagaipatokan utama.Untuk benih dari kemasan plastik atau kemasan lain yangmemungkinkan melihat visual benih, sebaiknya dipilih benihyang berpenampilan masih baik. Akan tetapi jangan terkecohdengan benih varietas tertentu yang mungkin penampilannyamemang kisut, kering, atau seperti keropos dari aslinya danbukan merupakan tanda benih tersebut menurun mutunya.Terkadang konsumen yang membeli benih selada tertariksetelah melihat gambar selada dibungkus kemasan yangmenarik. Umumnya selada tersebut merupakan benih impor.Apabila membeli bibit produk impor, sebaiknya diperhatikandapat atau tidaknya beradaptasi dengan lokasi yang akandijadikan lahan penanaman. Selada jenis impor kebanyakanmerupakan sayur dataran tinggi yang tumbuh baik di daerahdingin. Pada kemasan perlu diperhatikan data ketinggianyang diisyaratkan sebelum memutuskan untuk membeli.Jangan sampai benih yang dibeli tersebut terbuang sia-siakarena tidak dapat tumbuh dengan baik di daerah yang akanditanami.Data-data yang tercantum dalam kemasan benih perludipelajari. Umumnya data tersebut memuat ciri-ciri varietasdan kebutuhan agroklimatnya. Maka dapat membandingkan 14. 14beberapa varietas sebelum menentukan pilihan jenis yangakan diusahakan dengan mempelajari data yang dicantumkandalam kemasan.Untuk benih yang dikemas sederhana seperti dalamplastik tipis, tidak adanya data yang mencamtumkan ciri-cirivarietas atau syarat agroklimat menyulitkan dalammenentukan pemilihan. Namun, biasanya benih yangdikemas sederhana seperti ini hanyalah benih varietas lokalyang umumnya diproduksi oleh produsen lokal pula.Umumnya benih mampu tumbuh dan berproduksi baik didaerah penanaman sekitar lokasi tempat yang menjualnya.Keuntungan pembelian benih di toko adalah dilihat darisegi kepraktisan serta tingkat keefisien kerja. Tanpa perlumemiliki atau repot-repot memelihara tanaman induk sudahdapat memiliki benih yang akan diusahakan. Kelemahannyaadalah belum diketahuinya bagaimana hasil benih tersebutditanam pada lahan.2) Menyiapkan Benih SendiriMendapatkan benih dengan cara menyiapkan benih daritanaman sendiri. Syaratnya sudah memiliki tanaman induksendiri. Dengan demikian calon petani selada yang belummemiliki tanaman induk, belum dapat menerapkan cara inimelainkan dengan membeli.Benih yang disiapkan dari tanaman induk umumnyaberlaku untuk tanaman lokal dan bukan merupakan seladahibrida. Selada hibrida akan sulit jika diharapkan dapatmemperoleh benih dari induknya. Kemungkinan besarkualitas benihnya akan berbeda atau cenderung menurun.Untuk benih hibrida, terutama benih introduksi luar negeri,memang disarankan untuk membeli benih.Menyiapkan benih diambil dari biji-biji tanaman yangsehat hasilnya serta terbukti memuaskan. Dalam hal ini, 15. 15harus melakukan seleksi untuk memilih biji-biji yang akandijadikan benih. Beberapa patokan dalam melakukan seleksibiji antara lain keadaan tumbuh tanaman, kebebasan terhadaphama atau penyakit, keseragaman bentuk, penentuan jenisyang berumur pendek serta tingkat produksi yang tinggi.Sebelum pemetikan biji-biji, sebaiknya lingkungan sekitardibersihkan dahulu dari gulma. Sehingga kemurnian benihakan terjaga. Tanaman yang akan digunakan untuk benih inidipanen pada umur yang lebih tua daripada untuk konsumsi,yaitu tanaman berumur sekitar 70 hari.Cara tradisional umumnya dilakukan pembenihan dengansederhana. Beberapa tanaman yang tumbuh baik dibiarkantidak dipanen. Tanaman dibiarkan tumbuh terus hinggaberbunga kemudian menghasilkan biji. Biji ini kemudiandiambil dan disimpan untuk dipergunakan sebagai benihpenanaman berikutnya.Selada yang akan dijadikan benih biasanya terpisah daritanaman selada yang akan digunakan untuk konsumsi.Bedengan tanaman untuk benih dibuat terpisah dan letaknyaberjauhan dari bedengan sayur yang akan dipanen untukdipasarkan. Hal ini secara otomatis akan memberikanperlakuan yang lebih istimewa pada tanaman yang akandijadikan benih untuk mendapatkan tanaman-tanaman yanglebih baik pada masa tanam berikutnya.Setelah biji yang dihasilkan cukup tua, biji dipanendengan cara dikumpulkan. Selanjutnya biji dianginkansupaya kering. Biji dibersihkan dari kotoran yang mungkinterikat. Selanjutnya benih dimasukkan ke dalam wadahkering yang tertutup rapat. Wadah penyimpanan ditaruh padatempat yang sejuk namun kering. Penyimpanan yang baikmemungkinkan benih bertahan sampai 3 tahun tanpakehilangan daya tumbuhnya. Penyimpanan yang kurang 16. 16bagus, mudah sekali menurunkan kualitas dan daya tumbuhbenih.b. Pengolahan LahanPertumbuhan tanaman selada sangat dipengaruhi olehkeadaan fisik serta struktur lahan tanamnya. Untuk itu perludilakukan pengolahan tanah. Kegiatan pengolahan tanah secaraumum sebelum menanam adalah penggemburan tanah sertapembuatan bedengan. Pada tahap penggemburan tanah untukjenis semua tanaman akan mempunyai perlakuan yang relatifhampir sama, tetapi dalam hal pembuatan bedengan mempunyaiperlakuan yang berbeda-beda.Penggemburan tanah dapat menciptakan kondisi yangdibutuhkan oleh tanaman supaya mampu tumbuh dengan baik.Tahap-tahap penggemburan meliputi pencangkulan untukmemperbaiki struktur tanah serta sirkulasi udara dan pemberianpupuk organik sebagai pupuk dasar untuk memperbaiki strukturfisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan.Tanah yang hendak digemburkan, dibersihkan dari bebatuan,rerumputan, semak, atau bahkan pepohonan yang tumbuh. Lahanharus bersih dan tidak boleh ternaungi. Lokasi yang teduh atauternaungi tidak baik untuk pertumbuhan selada.Untuk lahan yang akan ditanami selada, penggemburanbiasanya dilakukan dengan cara mencangkul tanah sedalam20cm-40 cm. Pengolahan tanah hendaknya dilakukan secarasempurna dalam arti tidak ada lagi gumpalan-gumpalan tanahyang akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akartanaman. Tanah harus gembur sebab masa pertanaman seladayang tergolong singkat menuntut lahan harus gembur supayamampu menunjang pertumbuhan. Tanah yang bergumpal ataukeras akan menghambat pertumbuhan sehingga masa panendapat lebih lama atau tanaman tumbuh kerdil tidak seperti yangdiinginkan. 17. 17Setelah tanah diolah dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 mdan panjangnya disesuaikan dengan panjang lahan. Tinggibedengan 20-30cm, jarak antar bedengan 40-50cm. Jarak antarbedengan dapat difungsikan sebagai parit untuk membuangkelebihan air hujan.Setelah lahan digemburkan, kemudian tanah diratakan dandibuat menjadi alur-alur atau bedengan. Bedengan ini berfungsiuntuk memberikan perlakuan pada tanaman supaya tumbuh lebihteratur dan baik.Penanaman selada dikenal dua jenis bedengan, yaitubedengan pembibitan dan bedengan penanaman. Padapenanaman yang dilakukan langsung pada bedengan penanaman,bedengan pembibitan tidak perlu dibuat. Namun, biasanyasebelum ditanam pada bedengan sebaiknya benih disemaikandahulu menjadi bibit pada bedengan pembibitan.c. Pempukan awalPemupukan awal yang digunakan untuk tanaman selada yaitupupuk kandang yang sudah matang atau sudah jadi sebagaipupuk dasar. Tanaman selada membutuhkan pupuk kandanglebih banyak, antara 10-15 ton/ha. Pupuk kandang berfungsisebagai pupuk dasar.Pupuk kandang diberikan dengan cara menebar pupukkandang pada bedengan. Kemudian bedengan dicangkul lagisupaya pupuk kandang yang ditebar tercampur rata. Dengandemikian pada saat lahan siap ditanami, pupuk kandang biasanyasudah menyatu dengan tanah sehingga siap mendukungpertumbuhan tanaman yang ditanam. Funsi pupuk kandangterhadap tanah sebagai berikut:1) Menambah kandungan bahan organik atau humus2) Memperbaiki sifat-sifat fisika tanah, terutama struktur, dayamengikat air, dan porositas tanah 18. 183) Meningkatkan kesuburan tanah dengan menambah unsur haratanaman4) Memperbaiki kehidupan mikro organisme tanah5) Melindungi tanah terhadap kerusakan karena erosi.Pupuk kandang mengandung unsur hara makro danmikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung:1) Unsur fosfor (P)Fungsi unsur fosfor sebagai berikut:(a) Memperpanjang akar sehingga batang menjadi kuat(b) Mempercepat pemasakan buah(c) Memperbaiki mutu dan jumlah hasilAkibat tanaman kekurangan fosfor:(a) Tanaman kerdil(b) Daun bagian tepi dan ujung berwarna keunguan(c) Buah lambat masak dan biji kurang berisi(d) Kualitas buah menurun2) Nitrogen (N)Fungsi Nitrogen secara umum:(a) Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun(b) Membuat daun lebih tampak hijau karena nitrogenmeningkatkan butir-butir hijau daun(c) Memperbanyak anakan(d) Meningkatkan mutu dan jumlah hasilAkibat tanaman kekurangan Nitrogen antara lain:(a) Tanaman kerdil(b) Daunnya kecil, dan berwarna pucat(c) Daun bagian bawah mudah kering atau mati(d) Hasil panen rendah3) Kalium (K)Fungsi kalium:(a) Memperbaiki pertumbuhan tanaman(b) Meningkatkan ketahan serangan hama 19. 19(c) Memperbaiki mutu hasilKekurangan kalium berakibat:(a) Bagian pinggir daun bintik-bintik putih kemerahan(b) Daun mengkerut atau melengkung dan berwarnakekuningan(c) Pertumbuhan tanaman kerdil, mudah patah(d) Kualitas menurunUnsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang antaralain:1) KalsiumMerupakan bagian penting dari dinding sel dan sangatpenting untuk menunjang proses pertumbuhan. Kalsiumuntuk menyusun klorofil. Dibutuhkan enzim untuk metaboliskarbohidrat, serta mempergiat sel meristem.Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca):(a) Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahanwarna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubahmenjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulangdaun, jaringan-jaringan daun pada beberapatempat mati(b) Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati(c) Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurangsempurna(d) Pertumbuhan tanaman demikian lemahKelebihan unsur hara Kalsium (Ca):(a) Tanaman mengalami defisiensi.2) MagnesiumFungsi Magnesium dalam tanaman adalah sebagai berikut:(a) Bagian essential dari klorofil(b) Mengatur pengambilan unsur hara tanaman lainnya(c) Sebagai pembawa fosfor dalam tanaman(d) Membantu pembentukan minyak dan lemak 20. 20Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)(a) Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadikuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedangtulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau.Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teraturberubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merahkecoklatan(b) Daun mudah terbakar oleh sinar matahari karena tidakmempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubahwarna menjadi coklat tua atau kehitaman dan mengkerut(c) Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang ataulemah3) BelerangFungsi unsur belerang:(a) Pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas(b) Pembentukan bintil akar tanaman(c) Pertumbuhan anakan pada tanaman(d) Berperan dalam pembentukan klorofil sertameningkatkan ketahanan terhadap jamur(e) Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsimembentuk senyawa minyak yang menghasilkan aromadan juga aktifator enzim membentuk papainKekurangan unsur hara Belerang (S):(a) Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadikuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruhdaun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dankadang-kadang perubahannya tidak merata tetapiberlangsung pada bagian daun selengkapnya(b) Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning samasekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning danhijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada 21. 21daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yangterkenal dengan sebutan Tea Yellow, atau yellow Disease(c) Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dankurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameterkecil(d) Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gularendah(e) Jumlah anakan terbatas.4) NatriumFungsi unsur Natrium sebagai keseimbangan ion padaregulasi energi untuk membuka dan menutupnya stomata.Kelebihan unsur Natrium: Terlibat dalam osmosis(pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan.Salah satu kelebihan efek negatif Na adalah mengurangiketersediaan K.Kekurangan unsur Natrium:(a) Daun menjadi hijau tua dan tipis(b) Tanaman cepat menjadi layu.5) BesiBesi berfungsi untuk:(a) Pembentukan klorofil(b) Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman sepertiproses pernapasan(c) Sebagai aktifator dalam proses biokimia di dalamtanaman(d) Pembentuk beberapa enzim.Kekurangan unsur hara Besi (Fe):(a) Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mulasecara setempat berwarna hijau pucat atau hijaukekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetapberwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati 22. 22(b) Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yangtadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan adapula yang menjadi putih(c) Gejala selanjutnya terjadi pada musim kemarau, daun-daunmuda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan(d) Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daunberguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk.Kelebihan unsur hara Besi (Fe):a) Menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnyabintik-bintik hitam pada daun.6) TembagaTembaga berfungsi untuk pembentukan klorofil.Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu):(a) Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih mudatampak layu dan kemudian mati (die back), sedangranting-rantingnya berubah warna menjadi coklat danmati(b) Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layudan klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak adayang mati(c) Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga inimenyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuranbesar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil danberwarna coklat(d) Pada bagian buah, buah-buahan tanaman pada umumnyakecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkansejenis perekat (gum).7) MolibdenumFungsi molibdenum:(a) Sebagai kofaktor pada beberapa enzim penting untukmembangun asam amino 23. 23(b) Berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudarauntuk pembentukan protein dan menjadi komponenpembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.Gejala kekurangan unsur Mo:(a) daun berubah warna keriput dan melengkung sepertimangkok, muncul bintil-bintil kuning disetiap lembarandaun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanamanterhenti.Susunan maupun nilai unsur hara dari pupuk kandangberbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi susunan dannilai pupuk kandang ini adalah:1) Jenis hewanSusunan dan mutu pupuk kandang dipengaruhi olehjenis hewan yang menghasilkannya. Pada tabel di bawah inidapat dilihat kandungan hara dari berbagai jenis hewanpeliharaan yang merupakan sumber utama penghasil pupukkandang bagi petani 24. 24Tabel 1. Susunan kotoran berbagai jenis hewan ternak dalamkeadaan masih segarNo Nama kotoranhewanKandungan unsur hara dan air (%)N P2O5 K2O Air1 KudaPadat 0,55 0,30 0,40 75Cair 1,40 0,02 1,60 902 KerbauPadat 0,60 0,30 0,34 85Cair 1,00 0,15 1,50 923 SapiPadat 0,40 0,20 0,10 85Cair 1,00 0,50 1,50 924 KambingPadat 0,60 0,30 0,17 60Cair 1,50 0,13 1,80 855 AyamPadat dan cairtercampur1,00 0,80 0,40 55Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwakandungan N dan K pada pupuk cair lebih tinggi daripadapupuk padat. Pada pupuk padat lebih banyak mengandung Pdan jenis unsur-unsur mikro.2) Umur hewanKualitas pupuk kandang yang baik diperoleh padakotoran hewan dewasa atau tua. Sedangkan kotoran hewanyang masih muda kualitas pupuk kandangnya lebih rendah,karena pada hewan yang masih muda sedang aktifmembentuk jaringan-jaringan tubuhnya.3) Kualitas makanan hewanHewan-hewan yang memperoleh makanan dalam jumlahdan komposisi yang lebih baik akan menghasilkan kotoran 25. 25yang lebih baik kualitasnya hewan-hewan yang banyak diberiransum yang banyak mengandung protein dan mineral, akanmenghasilkan kotoran dan air kencing yang juga tinggikandungan N dan mineral-mineralnya.Jenis hewan yang sama akan menghasilkan pupukkandang yang tidak sama kualitasnya, bila makanan yangdiberikan tidak sama baiknya.4) Jenis alas kandangJenis alas kandang yang digunakan berpengaruh terhadapkualitas pupuk kandang yang dihasilkan. Alas kandang yangdigunakan hendaknya yang banyak mengandung hara, mudahmelapuk, dan daya serap terhadap kotoran cukup tinggi.Pada umumnya jerami padi cukup baik untuk digunakansebagai alas kandang. Jerami memiliki kandungan haranyacukup, melapuknya mudah, dan memiliki daya serap yangtinggi.5) Cara penyimpananDalam menyimpan pupuk kandang, hendaknyadiperhatikan supaya selama dalam penyimpanan, kualitaspupuk terutama kandungan haranya tidak banyak hilang.Tempat dan cara penyimpanan sangat menentukan untukmemperoleh pupuk kandang matang yang baik kualitasnya.Dalam menyimpan pupuk kandang padat diperlukan bakberlantai dan berdinding kedap serta beratap. Sedangkanuntuk menyimpan pupuk cair digunakan sebuah bak yangberdinding kedap, dapat ditutup rapat, saluran-saluran yangmengalirkan pupuk cair miring dan tertutup, dan dapatmembuang aliran air bekas pencucian kandang, sertamempunyai daya tampung yang cukup.d. PengapuranUntuk daerah yang mempunyai pH terlalu rendahsebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk 26. 26menaikkan pH tanah sehingga tanah tidak boleh terlalu asam.Pemberian kapur tergantung pada kondisi lahan setempat.Semakin bersifat asam, maka tanah itu memerlukan kapuryang lebih banyak.Pengapuran tanah dilakukan sebelum penanaman bibit,kira-kira 2-4 minggu sebelumnya. Jenis kapur biasa digunakanadalah kapur dolomit. Kapur dibenamkan dalam tanah dandiaduk supaya bercampur merata baik dengan carapencangkulan atau pembajakan. Kebutuhan kapur dolomituntuk pengapuran dapat dilihat pada tabel berikut.Tabel 2. Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanahNo. (pH) Dolomit/ha1 4,0 10,242 4,1 9,763 4,2 9,284 4,3 8,825 4,4 8,346 4,5 7,877 4,6 7,398 4,7 6,919 4,8 6,45Sumber: (Eko Haryanto, 1995)e. PembibitanPembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahanlahan untuk penanaman. Cara ini membuat pekerjaan bertanamselada menjadi lebih efisien. Namun, dapat juga denganmenyiapkan bedengan penanaman keseluruhan kemudianmelakukan pembibitan. Bedengan pembibitan dibuat denganmenyisihkan atau menggunakan sebagian kecil lahanpenanaman. Cara ini selain tidak efisien sangat berpengaruhterhadap waktu produksi yang menjadi lebih lama. Akan tetapi, 27. 27ada keuntungan lain yang diperoleh. Selain bertujuan praktis,tanaman lebih mudah beradaptasi dengan kondisi lapang.Ukuran bedengan pembibitan tidak perlu lebar, karena padapembibitan jarak tanam tidak terlalu lebar. Tinggi bedengandisesuaikan dengan keadaan curah hujan setempat. Bedenganpembibitan dibuat pada lahan berukuran sekitar 80 cm-120 cm.panjang bedengan 1 m-3 m tergantung kebutuhan bibit yangakan ditanam. Dua minggu sebelum tabur benih, bedenganpembibitan ditaburi dengan 2 kg pupuk kandang yang telahditambah dengan 20 g urea, 10 g TSP, dan 7,5 g KCl.Tanaman selada sifatnya lebih peka terhadap matahari dancurah hujan, maka bedengan penanaman selada perlu diberikannaungan. Naungan ini berguna untuk pengendalian curah hujandan dapat digunakan plastik polietilen dengan lebar 1,5m.Namun, tidak memberikan penaungan untuk pembibitan seladaakan mendapatkan hasil yang baik. Jadi, pembuatan naunganbedengan pembibitan selada tergantung situasi. Jika musimpenghujan atau udara terlalu panas maka perlu dibuat naungan.Cara melakukan pembibitan adalah sebagai berikut: Benihditabur pada permukaan bedengan pembibitan. Selanjutnya benihditutup dengan tanah yang halus setebal 1 cm-2 cm. Perawatandilakukan dengan penyiraman menggunakan sprayer. Benih yangbaik akan tumbuh setelah 3-5 hari. Setelah berdaun 3-5 helai,kira-kira berumur 3-4 minggu sejak biji disemaikan tanamandapat dipindah ke bedeng penanaman.3. PenanamanBedengan penanaman selada dibuat dengan ukuran lebarnya80-120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggibedengan sekitar 30 cm-40 cm dengan jarak antar bedengan30cm-40 cm. Jarak antar bedengan ini berfungsi sebagai paritdrainase. Satu minggu sebelum penanaman, bedengan diberipupuk kandang. Pemberian pupuk kandang merupakan tambahan 28. 28kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sebagai unsurhara dasar.Kriteria bibit selada siap tanam yaitu bibit berumur 3-4minggu sejak benih disemaikan, batang tumbuh tegak, daun hijausegar mengkilap, dan tidak terlihat serangan hama dan penyakit.Bibit dipindahkan dengan hati-hati dari bedengan pembibitan.Biasanya menggunakan tangan untuk melakukan pemindahan.Namun, jika belum terbiasa dapat menggunakan cetok atausendok tanaman untuk memindahkan tanaman. Disertakansebagian tanah yang membalut perakaran bibit.Langkah selanjutnya adalah penggalian lubang tanam dibedeng penanaman. Penggalian dilakukan dengan tangan ataucetok pada titik yang sesuai dengan jarak tanam. Ukuran lubangtidak perlu terlalu besar, cukup 4 cm6 cm yang penting bibitdapat tumbuh dengan baik dan tidak mudah tercabut. Bibitdimasukkan kelubang dengan hati-hati. Selanjutnya lubangdirapikan dan tanahnya sedikit dipadatkan.4. PemeliharaanPemeliharaan adalah tahapan kerja yang terpenting dalampembudidayaan tanaman. Hasil yang optimal hanya akan dicapaiapabila pemeliharaan tanaman dilakukan secara baik. Tindakanpemeliharaan ini meliputi penyiraman, penjarangan, penyulaman,penyiangan, dan penggemburan, pemupukan tambahan, sertapengendalian hama dan penyakit.a. PenyiramanAir adalah faktor pembatas tumbuh tanaman. Tanpa airyang cukup selada tumbuh kerdil, layu dan bahkan dapat mati.Sejak tanaman disemai hingga tumbuh dewasa air selaludibutuhkan.Penyiraman yang dapat diberikan untuk selada dapatberupa penyiraman alami dan tambahan. Penyiraman alamiadalah turunnya air hujan yang memenuhi kebutuhan air 29. 29tanaman. Penyiraman tambahan adalah air siraman yangdiberikan untuk tanaman.Pada musim hujan, air yang turun biasanya mampumencukupi kebutuhan air yang diperlukan selada. Bahkan saatmusim hujan, air dapat berlimpah sehingga harus disalurkandari areal pertanaman karena dapat mengganggu pernapasanakar dan pertumbuhan tanaman. Parit yang juga merupakanjarak antar bedengan harus dijaga supaya tidak mampatsehingga mampu menyalurkan kelebihan air tersebut.Di musim kemarau atau saat musim hujan tidak menentu,siraman tambahan menjadi penting. Penyiraman dapatdilakukan menggunakan gembor, pipa penyemprotan,sprinkler, atau sistem leb. Sistem leb ialah memasukkan air keareal melalui parit drainase selama beberapa waktu (2-8 jam),tergantung kebutuhan dan situasi kekeringan. Namun,penyiraman dengan gembor hingga air cukup membasahi tanahpada pagi dan sore hari umumnya sudah memadai. Saat cuacatidak terlalu panas penyiraman selada hanya dilakukan sekalisehari. Kelebihan penyiraman selada akan berdampak tanamanmenjadi busuk, apabila kekurangan air selada dapat layu danakhirnya mati.b. PenjaranganPenanaman selada tanpa melalui tahap pembibitanbiasanya tumbuh kurang teratur. terlihat jarak tanam yangterlalu dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkanpertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yangterlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerapunsur-unsur hara dalam tanah. Dalam hal ini penjarangandilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik.Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman.Penjarangan hanya dilakukan 1 kali selama budidaya. Caranyadengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.Menyisakan tanaman yang tumbuh baik dan jarak antar tanam 30. 30yang teratur. Penanaman bibit dengan jarak tanam yang sudahditentukan misalnya 20 cm20 cm atau 40 cm40 cmpenjarangan secara tidak langsung sudah dilakukan. Jadi tidakperlu lagi untuk melakukan penjarangan.c. PenyulamanPenyulaman dilakukan apabila tanaman yang ditanampada bedengan ada yang mati. Biasanya penyulaman dilakukanpada umur 5 hari setelah tanam. Tanaman yang mati harussegera diganti supaya produksi yang diharapkan tidakterganggu. Tanaman sulaman biasanya diambil dari bibittanaman yang masih tersisa di bedeng pembibitan. Dengandemikian umur dan tingkat pertumbuhan tanaman yang sudahtumbuh dengan baik di bedeng penanaman dengan tanamansulamannya tidak berbeda jauh.Cara penyulaman cukup sederhana. Tanaman yang matidicabut dan dibuang. Lubang penanaman dibuat pada bekastempat tersebut. Selanjutnya tanaman sulaman ditanam sebagaipengganti. Selain tanaman yang mati, penyulaman jugadilakukan untuk tanaman yang pertumbuhannya kerdil ataurusak akibat diserang oleh hama dan penyakit.d. PenyianganPenyiangan dilakukan 2-4 kali selama masa pertanamanselada, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma padabedeng penanaman. Setelah tanaman berumur 2 minggu dibedengan penanaman biasanya gulma sudah mulai banyakbermunculan. Karena masa panen selada yang terlalu singkat,penyiangan gulma dilakukan lagi 1 atau 2 minggu berikutnyadisesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Penyiangan inidilakukan supaya pengambilan unsur hara dari dalam tanahdapat berlangsung sempurna tanpa diganggu oleh tumbuh-tumbuhanliar yang lain. Perlu diperhatikan bahwa penyiangan 31. 31harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menimbulkanluka pada tanaman intinya.Gulma yang tumbuh pada budidaya tanaman selada jenisgulma berdaun lebar. Gulma jenis berdaun lebar yaitu sepertikrokot. Krokot merupakan gulma yang sukulen, batang penuhberdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata yangtergantung cahaya. Gulma ini termasuk golongan semusim,yang berasosiasi dengan 45 jenis pertanaman.Krokot dalam gulma semusim yang membentuk biji untukperbanyakannya dan dapat dari bagian batang bila tumbuhpada tanah yang lembab. Batang berdaging, terbentang danberwarna kemerah-merahan, bentuk bulat, panjang kuranglebih 10-50 cm, dimana ruas tua tak berambut. Daun sebagiantersebar, berhadapan, bertangkai pendek, ujung daun melekukke dalam, bulat atau tumpul (0,2-4 cm). Buah berbentuk kotakdan berbiji banyak (4-8 mm). Biji (0,5 mm) berbentuk ovalwarna hitam mengkilat, permukaanya tertutup kulit yang agakberkerut.Gulma ini pada awal pertumbuhannya tumbuh lambat danmenjadi cepat setelah 15 hari dan pada akhir minggu ke-4terbentuk 10 daun. Bunga terbentuk sepanjang musim didaerahtropis (daur hidupnya 3-5 bulan) di bawah kondisi ternaungakan tumbuh membentang dan tegak, serta membentuk bunga.Suhu optimal yang dibutuhkan ialah antara 150-350 C di manabunga dan biji dihasilkan dengan baik sekali. Sebaliknya dibawah intensitas cahaya tinggi krokot ini dapat layu.e. Penggemburan dan pengguludanApabila keadaan tanah tidak jauh berubah dibandingkanpada saat akan dilakukannya penanaman maka penggemburandan pengguludan tidak perlu dilakukan lagi. Jika tidakdilakukan pada tempatnya akan mengganggu pertumbuhantanaman. Akan tetapi, apabila tanah di sekitar tanaman berubah 32. 32menjadi padat atau mengeras maka penggemburan danpengguludan perlu dilakukan.Penggemburan dan pengguludan biasanya dilakukandengan penyiangan. Saat mencabut gulma, biasanya dilakukanpula pencacahan tanah di sekitar pertanaman supaya gembur.Penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati, supaya tidakmerusak selada.Pengguludan untuk tanaman selada bukan hal yang mutlakdiperlukan, seperti halnya untuk sayuran umbi. Pengguludan dibedengan selada lebih ditujukan untuk tetap memfungsikanparit drainase sebagai sarana pelancar kelebihan air ataupunsarana lalu lalang pekerja. Tanah bedengan yang jatuh kebagian parit pengairan dinaikkan lagi ke bedengan semula.f. Pemupukan TambahanPupuk tambahan diberikan pada saat 3 minggu setelahtanam yaitu urea dengan dosis 50 kg/ha. Perlu ditekankanbahwa tambahan pupuk urea sudah cukup memadai. Seladaadalah sayuran daun yang lebih membutuhkan pupuk untukmembantu pertumbuhan bagian tersebut. Pupuk TSP dan KClyang dibutuhkan untuk ketegaran pertumbuhan batang, bunga,atau bagian tanaman lainnya sudah cukup sebagai pupuk dasarsaja.Pemberian pupuk urea sebagi pupuk tambahan dapatdilakukan dengan cara penaburan dalam bedengan kemudianditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkannyadalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satusendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapatdisiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanahdalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktupenyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sorehari. 33. 33Pemupukan tambahan diberikan 3 kali selama budidaya.Pemupukan pertama diberikan pada umur 2 minggu setelahtanam, kemudian pemupukan tambahan kedua diberikan padaumur 3 minggu setelah tanam. pemupukan tambahan ketigadiberikan pada umur 6 minggu Pemupukan bertujuan untukmemperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah.Selain itu, pupuk juga diberikan supaya tanaman dapattumbuh, berkembang dan meningkatkan hasil panen.g. Hama Penyakit dan PengendaliannyaHama dan penyakit sama-sama merugikan karena dapatmenurunkan produksi tanaman selada. Hama merupakanbinatang yang merusak tanaman dan berukuran cukup besarsehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Adapun penyakitmerupakan keadaan tanaman yang terganggu pertumbuhannyadan penyebabnya bukanlah binatang yang mudah tampak olehmata. Penyebab penyakit dapat berupa bakteri, virus, jamurmaupun gangguan fisiologis yang mungkin terjadi.Berikut ini hama dan penyakit yang menyerang tanamanselada beserta cara pengendaliannya.1) Hamaa) Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell)(1) GejalaDaun bagian dalam yang terlindung olehdaun bagian luar rusak dan keliatan bekas gigitan.Tidak heran bila dari luar tanaman masihkelihatan baik tetapi setelah diperiksa ternyatabagian dalamnya sudah rusak. Kerusakan initerjadi sampai titik tumbuh.(2) PenyebabPenyebab kerusakan tersebut adalah ulat titiktumbuh. Ulat ini berwarna hijau. Di punggungnyaterdapat garis berwarna hijau muda dan bulu 34. 34berwarna hitam. Ulat dewasa menghasilkan teluryang jumlahnya 30-80 butir tiap kelompok. Telurini akan menetas dalam jangka waktu 1-2 minggudan setiapa hari jumlah telurnya akan bertambah.Setelah menetas ulat akan melahap habis daunselada.(3) PengendalianPengendalian dapat dilakukan dengan carapreventif, yaitu menyemprot tanaman sebelummuncul serangan. Insektisida yang digunakanialah Dipterex 50 SP dengan dosis 10-20 cc/10liter air, Bayrusil 25 EC dengan dosis 10-20 cc/10 liter air. Pengendalian secara kuratif atausetelah terjadi serangan dapat juga dilakukandengan menggunakan insektisida yang sama.b) Ulat tritip (Plutella maculipennis)(1) GejalaDaun tampak bercak-bercak putih. Jika lebihdiperhatikan ternyata bercak-bercak tersebutadalah kulit ari daun yang tersisa setelahdagingnya dimakan hama. Selanjutnya daunmenjadi berlubang karena kulit ari daun tersebutmengering dan sobek. Serangan beratmenyebabkan seluruh daging daun habistermakan sehingga yang tertinggal hanyalahtulang-tulang daunnya. Serangan lebih banyakterjadi pada tanaman selada.(2) PenyebabPenyebab kerusakan tersebut adalah ulattritip. Ulat yang baru menetas warnanya hijaumuda. Setelah dewasa warna kepalanya menjadilebih pucat dan terdapat bintik coklat. Serangga 35. 35dewasa menghasilkan telur secara berkelompoktetapi hanya terdapat 2-3 butir telur tiapkelompok.(3) PengendalianCara sederhana memberantas hama ini adalahdengan menggunakan obor atau lampu penarikserangga karena hama ini tertarik akan cahaya.Pada malam hari obor diletakkan di beberapapenjuru lahan. Di bawah obor tersebut diletakkanwadah berisi air. Karena terangnya cahaya, hamakan menghampiri obor sehingga terbakar danjatuh ke dalam wadah. Pemberantasan secarakimia dapat dilakukan dengan insektisidaDiazinon 60EC dengan dosis 1-2 cc/ 1 liter air,atau sevin dengan dosis 1-2kg/hektar. Volumesemprotnya 400-500l larutan per hektar. Selainitu dilakukan rotasi tanaman supaya daur hiduphama terhenti.c) Siput (Agriolimax sp.)(1) GejalaTanaman selada yang terserang hama inidaunnya banyak berlubang tetapi tidak merata.Sering pula dijumpai jalur-jalur bekas lendir padatanaman atau sekitarnya.(2) PenyebabPenyebab gejala tersebut adalah siputAgriolimax sp. Hewan bercangkang coklatdengan tubuh lunak ini bergerak amat lambat.Siput umumnya menyerang pada malam hari.(3) PengendalianHama siput dapat dikendalikan denganmenggunakan insektisida Metapar 99 WP 36. 36dengan dosis 0,5-1g/liter. Siput yang adadisekitar tanaman diambil dan dimusnahkan.2) PenyakitBeberapa jenis penyakit yang diketahui menyerangtanaman selada antara lain penyakit akar pekuk, bercakdaun alternaria, busuk basah, busuk daun, dan virusmosaik.a) Penyakit akar pekuk(1) GejalaAkar-akar yang terinfeksi penyakit ini akanmengadakan reaksi dengan pembelahan danpembesaran sel yang menyebabkan terjadinyabintil yang tidak teratur. Seterusnya bintil-bintilini bersatu sehingga menjadi bengkakanmemanjang yang mirip batang.(2) PenyebabPenyakit akar pekuk disebabkan oleh jamurPlasmodiofora brassicae war. Penyebaranpenyakit ini dapat terjadi melalui air drainase,alat-alat pertanian, tanah yang tertiup angin,pupuk kandang, hewan, dan bibit tanaman. Bibitinilah yang terutama memencarkan penyakitsecara meluas. Jamur tidak dapat mencapai biji,oleh karena itu penyakit ini tidak disebarkan olehbiji.Penyakit akar pekuk dapat menjangkitibermacam-macam tumbuhan dari famili kubistermasuk selada. Kerugian yang ditimbulkandapat sangat besar. Lahan selada dapat rusaksehingga tidak memberikan hasil yang dapatdijual. 37. 37(3) PengendalianUmumnya lahan yang terinfeksi sukar untukdisterilkan lagi. Namun dapat dilakukanpencegahan dan pengendalian sebagai berikut:bibit yang akan ditanam merupakan bibit yangsehat. Sterilisasi tanah dapat diusahakan denganmemberi fungisida, seperti Vapan, Topsin,Brassicol. Pemberian brassicol yang mengandungbahan aktif quintozine dapat dengan disiram.Dosis fungisida yang digunakan adalah 0,75%atau 0,75 g dalam 100 liter air. Biasanya untuk100 tanaman diperlukan 15 liter larutan.b) Bercak daun alternaria(1) GejalaPada daun terdapat bercak-bercak kecilberwarna kelabu gelap yang meluas dengancepat sehingga menjadi bercak bulat dengangaris tengah mencapai 1 cm. penyakit ini lebihbanyak terdapat pada daun-daun tua. Jika padadaun terdapat banyak bercak, daun akan cepatmati sehingga menurunkan produksi.(2) PenyebabPenyebab penyakit adalah jamur Alternariabrassicae (Berk) Sacc. Jamur ini dapat terbawaoleh biji. Jika biji ditanam jamur akanmenginfeksi persemaian. Jamur juga dapatmenyerang pangkal bibit yang menyebabkanpenyakit rebah sebai. Di Indonesia bercak daunyang disebabkan oleh jamur ini merupakanpenyakit yang cukup penting pada kebanyakantanaman kubis-kudapatn termasuk selada. 38. 38(3) PengendalianPencegahan dan pengendalian penyakit iniantara lain sebagai berikut: Benih yang akanditanam direndam dalam air hangat bersuhu 50c selama 30 menit. Penyemprotan denganfungisida Difolatan 4 F dengan dosis 2-3cc/literair. Pada musim kemarau dapat juga disemprotdengan Antracol 70 WP sebanyak 2 g/literairdengan volume semprot 300-800l/ha atauDhitane M-45 80 WP 180-240 g/100l air.c. Busuk Basah (soft root)(1) GejalaPada bagian yang terinfeksi mula-mulaterjadi bercak kebasahan. Bercak membesar danbentuknya tidak teratur. Jaringan yangmembusuk mulanya tidak berbau, tetapi denganadanya serangan bakteri sekunder jaringantersebut menjadi berbau khas yang menyolokhidung. Serangan terjadi tidak hanya di lahan,namun juga dalam tempat penyimpanan danpengangkutan sebagai penyakit pasca panen.(2) PenyebabPenyakit busuk basah disebabkan olehbakteri Erwinia carotovora Dye. Busuk basahadalah penyakit yang amat merugikan tanamansayuran secara umum karena dapat menyeranghampir semua komoditas termasuk selada.(3) PengendalianPencegahan dan pengendalian penyakitbusuk basah dapat dilakukan sebagai berikut:Jarak antar tanam jangan terlalu rapat.Pemanenan selada harus dilakukan secara hati- 39. 39hati. Tidak luka atau lecet baik sewaktu dilapangan, penyimpanan, maupun saatpengangkutan. Mengurangi kelembapan didalam ruang penyimpanan dan ventilasi yangcukup.d. Busuk daun(1) GejalaDi antara tulang-tulang daun terjadi bercakbersudut berwarna hijau pucat sampai kuning.Pada permukaan bawah daun dapat terbentukkapang berwarna putih. Bagian daun yangterinfeksi saling berhubungan, daun berubahwarna menjadi coklat. Jika penyakit timbul padasaat tanaman masih kecil tanaman akan tumbuhkerdil. Infeksi pada tanaman yang sudah besarmenyebabkan banyak daun yang harus dibuang.Penyakit ini dapat berkembang menjadipenyakit pasca panen. Pada waktu seladadisimpan dan diangkut dapat terjadi seranganyang sekaligus membuka jalan bagi masuknyajasad pengganggu sekunder, baik virus maupunbakteri.(2) PenyebabPenyebab penyakit adalah jamur Bremialactucae Regel. Jamur terutama terdapat didaerah yang tinggi, karena perkecambahan daninfeksi memerlukan suhu yang relatif rendah.Sporangium berkecambah pada suhu 1-19 C,dengan suhu optimum sekitar 10 c. Suhuoptimum untuk pembentukan sporangium daninfeksi adalah 15-17 c. Perkecambahan daninfeksi diperlukan kelembaban udara yang 40. 40tinggi. Penyebaran penyakit ini dibantu olehkabut dan embun. Busuk daun tersebar luas diseluruh dunia. Penyakit ini banyak terdapat diperkebunan selada di daerah pegunungan.(3) PengendalianMenghindari serangan busuk daun cukupmudah, yaitu dengan menanam selada di dataranrendah. Namun, di daerah tersebut jenis seladayang dapat ditanam hanya sedikit danpertumbuhannya pun kurang baik. Apabilaselada sudah terserang penyakit dapat dilakukanpenyemprotan dengan fungisida.Adapun fungisida yang dipakai adalah yangberbahan aktif zineb seperti Tiezene 80 WP,Vancozeb 75 WP, atau Velimex 80 WP dengandosis 2-2,5 g/l air denagn volume semprot 400-800 l/ha.e. Virus mozaik(1) GejalaSerangan terjadi pada bibit dan tanamanmuda. Tanaman kerdil dan daun-daun tampakkeriting tidak beraturan. Kadang-kadangtanaman pucat, hijau kekuning-kuningan, dantepi daun mengkerut secara berlebihan.Tanaman yang diserang terutama pada jenisselada yang menghasilkan krop, yangmenyebabkan gagalnya pembentukan krop. Adapula tanaman yang masih mampu menghasilkankrop yang kecil, tetapi berkualitas buruk.(2) PenyebabPenyakit ini disebabkan oleh virus mosaikselada atau Lettuce mosaic virus. Meskipun di 41. 41Indonesia belum pernah dilaporkan adanyapenyakit mosaik ini pada selada, namunpenyakit ini sudah mulai menyebar di berbagaiNegara penanaman selada dan dianggap sebagaivirus yang cukup merugikan.(3) PengendalianUsaha pengendalian penyakit ini antara lainsebagai berikut: Menggunakan benih yangbebas virus. Mencabut dan membakar tanamanyang sudah terserang.5. PanenPanen merupakan hal yang diharapkan setelah melakukanpenanaman dan pemeliharaan tanaman, saat panen inilahmendapatkan hasil produksi. Dalam hal pemanenan penting sekalidiperhatikan umur panen dan cara panennya. Panen harusdilakukan pada waktu yang tepat supaya sesuai dengan keinginankonsumen dan baik kualitasnya. Selada yang dipanen terlalu tuaakan menjadi keras dan tidak enak lagi untuk dikonsumsi.Apabila dipanen terlalu muda maka kuantitas produksi akan lebihsedikit dan harga jualnya pun lebih rendah karena kurangmemenuhi standar perdagangan secara umum.Diperlukan penanganan panen secara tepat. Secara umumtujuan pasca panen adalah supaya sayuran yang dipanen tetapbaik mutunya sampai ke tangan konsumen. Selain itu pengolahanbertujuan supaya sayur lebih awet serta menambah kegunaan dannilai jual produk.a. Umur panenTanaman selada mempunyai umur panen rata-ratasekitar 35-60 hari setelah tanam. Tanda bahwa selada siappanen adalah jika daun bagian bawahnya sudah hampirmenyentuh tanah. Selain itu bila dicoba, rasanya sudah enak,segar, dan renyah. Namun, sebenarnya panen dapat dilakukan 42. 42sesuai kebutuhan. Jika ukuran selada sudah memenuhi syaratuntuk dipasarkan dapat saja panen dilakukan lebih awal dariumur panen biasa atau sebelum daun sebelah bawah hampirmenyentuh tanah.Umumnya selada dipanen secara bertahap. Tanamanyang tumbuh besar dan sudah sesuai untuk dikonsumsidipanen lebih dahulu. Panen berikutnya dilakukan sampaibeberapa kali hingga semua tanaman habis dipanen.Pemanenan sebaiknya dilakukan tidak pada musimpenghujan, karena jika kandungan air pada daun maksimum,maka tangkai daun selada akan lebih mudah patah dansayuran lebih gampang busuk. Selada yang dipanen padamusim penghujan atau saat hujan berlebih juga memiliki rasayang cenderung hambar.b. Cara panenCara panen selada ada dua cara yaitu dapat dengan carapencabutan atau pemotongan dengan menggunakan alatbantu pisau. Cara pencabutan biasa dilakukan pada lahanbertanah gembur. Untuk lahan kering sebaiknya dilakukanpenyiraman terlebih dahulu untuk mempermudahpencabutan. Panen dengan cara pemotongan, tangkai seladadipotong persis setelah atau di atas helaian daun yangterbawah untuk mencegah terbawanya kuman penyakit yangtercemar dari permukaan tanah. Seandainya daun pada bagianpaling bawah terbawa, apalagi dengan panen sistem cabut,daun yang tua dan kotor ini dibuang.6. Pasca panena. PencucianSelada yang baru dicabut atau dipotong harusdibersihkan dan dicuci. Pembersihan untuk membuangkotoran yang mungkin melekat atau terikat pada sayuran,kotoran dapat berupa ranting, rumput, daun kering, atau 43. 43bahkan tanah. Selada yang ditanam di lahan biasa cenderungkotor.Sambil melakukan pembersihan selada, pemotonganakar bukan keharusan, terutama untuk selada daun dataranrendah. Jenis Selada kepala jarang dipanen denganmenyertakan akarnya. Bahkan bagian daun yang tidakmembentuk krop biasanya dibuang. Namun, untuk seladadaun ada yang dengan sengaja membiarkan akarnya masihutuh saat hendak dipasarkan, karena akar tersebut hanyapendek. Akar yang dibiarkan utuh, mengesankan kepadakonsumen bahwa selada tersebut bermutu baik dan ditanamsecara baik.Supaya lebih bersih selada sebaiknya dicuci. Pencuciantidak usah terlalu lama, cukup direndam dalam air sebentar,kemudian dikibas-kibaskan untuk mengeringkan air yangmasih menempel. Pencucian juga bermanfaat sebagaitindakan penurunan suhu sayuran setelah dipanen.b. SortasiSetelah hasil panen terkumpul kemudian dilakukansortasi. Tujuan sortasi adalah untuk memilih ataumemisahkan selada yang baik dengan yang kurang baik.Daun-daun yang terkena penyakit, rusak, atau kurang bagussebaiknya dibuang. Kriteria sortasi dilihat dari sejauh manabatang atau daun rusak.Jenis selada daun dan selada batang dapat disortasiberdasarkan penampilan visualnya. Namun, untuk seladakrop perlu dipisahkan antara krop yang besar, kecil, dan yangkurang bagus. Penanganan seleksi harus dilakukan denganhati-hati, karena daun selada juga dimanfaatkan untukkeindahannya. 44. 44Selada yang berukuran di bawah standar, tidak layakpasar, atau bagian batang atau daunnya yang dibuang saatpenyortiran dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak. 45. 45III. KEADAAN UMUMA. Sejarah berdirinya P4SPusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) berdiripada tahun 2003, merupakan suatu wadah yang memiliki tujuanuntuk memajukan pertanian sebagai sumber ekonomi masyarakat.P4S manunggal yang diketuai oleh Supriyanto, SP beralamat di Jl.Kaliurang Km 19,2 RT: 06 Dusun Sambi Desa PakembinangunKecamatan Pakem Kabupaten Sleman Propinsi DI.Yogyakarta. P4Smenawarkan pelatihan/magang di bidang pertanian diantaranyabudidaya padi, sayuran, jamur, dan buah semusim, serta peternakan,yang meliputi budidaya ternak kecil maupun besar. Pelatihanpembuatan pupuk organik juga ditawarkan dalam kelompok ini. P4Sjuga melakukan pembinaan kepada kelompok tani.B. Letak dan lokasiDesa Pakembinangun yang berada sekitar 0 km arah utarakemaban Pakem dan 15 km arah timur Ibukota Sleman memilikiakselerasi baik, mudah di jangkau dan terhubung dengan daerah-daerahlain dan sekitarnya oleh jalur transportasi jalan raya. Dilihatdari topografi wilayah Pakembinangun berada pada ketinggian 398 976 km dari permukaan air laut dengan curah hujan rata 200mm/tahun, serta suhu rata-rata pertahun adalah 23-30o C. DesaPakembinangun dilalui sungai kumlag. Keberadaan sungai denganair yang mengalir sepanjang tahun di daerah Pakembinanguntersebut membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah.Secara administrasi Desa Pakembinangun terletak diKecamaatan Pakem Kabupaten Sleman berbatasan dengan beberapaDesa sebagai berikut :a. Sebelah utara yaitu Desa Hargobinangun, Pakem Sleman.b. Batas selatan yaitu Desa Umbulmartani, Ngemplak Sleman.c. Sebelah barat yaitu Desa Hargobinangun, Pakem Sleman.d. Batas utara yaitu Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman. 46. 46Wilayah Pakembinangun meliputi sungai dan sumber air,yang dilalui oleh sungai atau kali besar yaitu sungai kali kuningmengalir dari utara ke selatan. Desa Pakembinangun hanyamengandalkan sumber air tanah atau sumur sehingga pada musimkemarau jika air sumur berkurang maka sumber air tanah jugaberkurang, akibat mengalami kekeringan dan air untuk kebutuhanpertanian, perikanan dan air minum. 47. 47C. Struktur organisasiOrganisasi dapat berjalan dengan baik apabila dibarengidengan keaktifan semua anggota organisasi tersebut. Keaktifananggota dapat membantu berjalannya visi dan misi organisasi supayatercapainya suatu tujuan. Demikian struktur organisai P4SManunggal:KetuaSupriyanto, SPKetu a 2Dra. Muji RahayuBendaharaH. Ali MiftahGambar 1. Struktur organisasi P4S ManunggalSekretaris 2SuhariyadiSekretaris 1Drs. Prayogo, Amd.Sie KurikulumHartonoSie. Humas dan PromosiYulianto, SPSie. AkomodasiSukati 48. 48D. Jenis pelatihan di P4SDi P4S manunggal menawarkan pelatihan dunia pertaniandan peternakan. Pelatihan yang ditawarkan antara lain: budidayatanaman padi, budidaya tanaman sayuran, budidaya jamur, budidayatanaman buah semusim seperti semangka, budidaya tanaman hias,budidaya ternak kecil maupun ternak besar. P4S Manunggal jugamenawarkan pelatihan teknologi pembuatan pupuk organik.Pembuatan pupuk organik ini mengarah pada hidup yang lebihramah lingkungan. Menggunakan pupuk organik dalam duniapertanian akan memperbarui struktur tanah.E. Data pendukunga) IklimKesuburan tanah suatu daerah juga dipengaruhi oleh curahhujan. Berikut adalah data curah hujan daerah Pakem.Tabel 3. Data curah hujan daerah Pakem (mm)Bulan Tahun Rerata2006 2007 2008 2009 2010Januari 476 148 171 504 582 376.2Februari 382 410 451 354 311 381.6Maret 339 206 531 155 382 322.6April 492 548 296 406 103 369Mei 156 84 151 172 339 180.4Juni 50 62 5 60 179 71.2Juli 0 10 0 0 143 30.6Agustus 0 0 0 0 175 35September 0 0 4 0 476 96Oktober 15 124 185 65 382 154.2November 59 505 690 362 339 391Desember 437 454 131 325 492 367.8 49. 49450400350300250200150100500Rata-rata curah hujan 2006-2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesemberGambar 2: Diagram curah hujan daerah pakemRerata curah hujan2006-2010Berdasarkan urutan bulan basah dan kering denganketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:a. Bulan basah yaitu bulan yang curah hujannya lebih dari 200mmb. Bulan lembab yaitu bulan yang curah hujannya 100 200mmc. Bulan kering yaitu bulan yang curah hujannya kurang dari100 mm (Anonim, 2013).Curah hujan di pakem Selama 5 tahun dari tahun 2006-2010, bulan Januari-Mei merupakan bulan basah karena padabulan tersebut lebih dari 100mm/tahun. Sedangkan bulan Juni-September termasuk kedalam kriteria bulan kering karna curahhujan kurang dari 100mm/tahun. Tingkat curah hujan naikkembali pada bulan Oktober-Desember.b) IrigasiIrigasi yang diterapkan untuk budidaya tanaman seladakeriting merupakan irigasi yang memanfaatkan sumber air darikali kuning yang mengalir ke sub sub saluran atau got air. Selainitu juga menggunakan penampung air hujan yang terbuat dariterpal. 50. 50c) DrainaseDrainase pada lahan budibudidaya tanaman selada di buatdengan membuat lubangan di ujung bawah petakan lahan danmenyalurkan ke petakan lahan di bawahnya dan selanjutnyasampai ke petakan yang paling bawah dan kemudian di alirkanke saluran pembuangan .atasGambar 3: Drainase lahan budidaya seladaAir dari kali kuningSaluran pembuanganKeterangan :Arah aliran airPetakan lahan budidaya 51. 51IV. PELAKSANAANA. Pelaksanaan Kerja Praktik1. TempatKerja praktik dilakukan di Desa Sambi, Pakem, Sleman,Yogyakarta. Sejak tanggal 09 September 2012 sampai tanggal 24November 2012.2. WaktuKegiatan ini dilakukan selama 3 hari dalam satu minggu yaituRabu, Kamis dan Sabtu. Dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul12.00 untuk hari Rabu dan pukul 14.00 sampai pukul 17.00 untukhari Kamis dan Sabtu. Selama dalam kerja praktik, penulismelakukan beberapa hal diantaranya pengamatan, wawancara, danbudidaya tanaman selada. Selain budidaya, penulis jugadipersilahkan untuk terlibat dalam proses panen dan pasca panensampai pengemasan.B. BudidayaTeknik budidaya tanaman selada yang telah dilakukanpenulis saat kerja praktik meliputi beberapa tahapan yaitupembibitan, pengolahan lahan, penanaman, penyiraman, penyiangangulma.1. PembibitanTanaman selada diperbanyak dengan biji. Untuk lahan seluas1 ha diperlukan benih selada 250 gr atau pada kisaran 400-600 gr,tergantung pada varietas dan jarak tanamnya. Sebelum dilakukanpembibitan, yang harus dilakukan adalah seleksi benih yang unggul.Benih yang berasal dari induk yang sehat dan tidak cacat.Mempunyai keunggulan dalam produksi dan kualitasnya. Serta benihtahan terhadap hama dan penyakit.Dalam pembibitan dilakukan 2 kali penyemaian, namunsebelum disemai biji selada dikecambahkan terlebih dahulu. Nampanyang akan digunakan dilubangi bagian bawahnya dengan soldier.Supaya pada saat penyiraman air dapat keluar dan tidak tergenang di 52. 52dalam nampan. Kemudian ayak serbuk gergaji, serbuk gergaji yanghalus digunakan untuk media sebagai perkecambahan selada dinampan tersebut. Setelah serbuk gergaji di letakkan pada nampan,benih selada yang akan diperkecambahkan di sebar pada mediatersebut. Lalu siram hingga basah dan tutup selama 5 hari.Tanah untuk pembibitan dicangkul sampai gembur kemudiandibuat bedengan dengan ukuran panjang sesuai dengan kebutuhanbibit, lebar 1 m, dan tinggi 20 cm. tanah di atas bedengan di campurdengan pupuk kandang, diaduk dengan cangkul. Bedengan disiramair secukupnya. Benih selada di tebarkan di atas bedengan denganhati-hati sehingga setelah tumbuh tidak saling menumpuk. Untuk itusebaiknya benih selada dicampur dengan abu dapur dahulu sebelumditebarkan sehingga dapat merata di atas bedengan.Di atas bedengan pembibitan diberi naungan dari welit atauplastik. Tujuannya adalah untuk mengurangi cahaya matahari yangmasuk ke pembibitan. Hal ini karena selada kurang tahan terhadapcahaya matahari yang terik dan dapat menghambat pertumbuhanbibit.Pembibitan dilakukan pada bedengan yang sudah diolahsebelumnya. Bedengan diratakan dengan sebilah bambu kecil,kemudian pupuk kandang disebarkan di atas bedengan yang sudah diratakan. Bibit yang akan ditanam diseleksi terlebih dahulu, bibitditanam 3-10 pohon dengan jarak tanam 2-3 cm. Siram bibit yangsudah ditanam.Setelah bibit berumur 2 minggu, bibit dipindahkan padapolibag. Polibag di isi dengan media yaitu tanah yang sudahdicampur dengan pupuk kandang setengah bagian. Bibit dimasukkanke dalam polibag, lalu polibag tersebut diisi media sampai penuh.Untuk menghindari bibit layu dan mati, bibit disiram airmenggunakan gembor.Selama di pembibitan, tindakan pemeliharaan yang palingpenting adalah penyiraman. Media pembibitan harus dijaga tetap 53. 53lembab. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Seiring denganpertambahan umur bibit, maka jumlah air siraman di kurangi.Supaya bibit lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering.2. Pengolahan tanahPengolahan tanah dilakukan 2 minggu sebelum tanam.Pertumbuhan tanaman sayuran dipengaruhi oleh keadaan fisik sertastruktur lahan tanamnya. Untuk itu perlu dilakukan pengolahantanah. Kegiatan pengolahan tanah secara umum sebelum menanamsayuran adalah penggemburan tanah serta pembuatan bedengan.Pada tahap penggemburan tanah, untuk jenis semua tanaman akanmempunyai perlakuan yang relatif hampir sama, tetapi dalam halpembuatan bedengan mempunyai perlakuan yang berbeda-beda.Penggemburan tanah dapat menciptakan kondisi yangdibutukan oleh tanaman supaya mampu tumbuh dengan baik. Tahap-tahappenggemburan ini meliputi pencangkulan untuk memperbaikistruktur tanah serta sirkulasi udaranya.Di sekeliling lahan dibuat saluran air. Saluran air tersebutberfungsi untuk memasukkan air dari parit sehingga memudahkanpengambilan air pada waktu penyiraman. Selain itu saluran air jugaberfungsi sebagai saluran drainase, sehinnga pada waktu musimhujan tidak terjadi genangan air di lahan, karena air hujan akanmengalir dan masuk ke dalam saluran tersebut.Setelah pembuatan saluran air selesai kemudian dilanjutkandengan pembuatan bedengan-bedengan. Bedengan dibuat denganukuran lebar 1 m, panjang disesuaikan dengan panjang lahan, dantinggi 30 cm, sehingga tiap baris dapat dibuatkan 6 lubang dan jarakantar bedengan 40 cm. Bedengan yang masih kasar diratakan ataudihaluskan dengan sebilah bambu.Tanah di bedengan diberi pupuk kandang yang sudah masak,kemudian dicampur sampai rata dengan tanah menggunakancangkul. Pupuk kandang ini berfungsi sebagai pupuk dasar. Selainitu juga dapat digunakan kompos sebagai pengganti pupuk kandang. 54. 54Bedengan yang sudah siap dibiarkan beberapa waktu sambilmenunggu penanaman.3. PenanamanSehari sebelum penanaman, lahan diari hingga saluran-salurandi antara bedengan tergenang air selama 5 jam. Kemudian airdibuang melalui saluran pembuangan. Pengairan dilakukan supayalahan cukup lembab dan untuk memenuhi kebutuhan air bagitanaman yang baru dipindah tanam. Penanaman dilakukan pada sorehari, sehingga tanaman yang baru ditanam tidak langsung mendapatterik cahaya matahari.Bibit yang akan ditanam diseleksi terlebih dahulu. Dipilihbibit yang pertumbuhannya baik dan tidak terserang hama danpenyakit. Bibit dipindahkan dengan hati-hati dari bedenganpembibitan. Petani yang berpengalaman biasa menggunakan tanganuntuk melakukan pemindahan. Namun, jika belum terbiasa dapatmenggunakan cetok atau sendok tanaman untuk memindahkantanaman. Disertakan sebagian tanah yang membalut perakaran bibit.Pada bedengan di buat lubang-lubang tanam denganmenggunakan tangan. Jarak antar lubang 20 cm20 cm. Ukuranlubang tidak terlalu besar cukup 4cm6 cm. Yang penting bibit dapattumbuh baik dan tidak mudah tercabut. Lubang diberi kompos untukmenambah kandungan unsur hara tanah serta nutrisi pada tanamanselada. Bibit dimasukkan ke lubang tanam dengan hati-hati.Selanjutnya lubang dirapikan dan tanah sedikit dimapatkan. Setelahbibit selesai di tanam pada bedengan, selada disirami air denganmenggunakan gembor.4. PenyiramanUntuk pertumbuhan awal, tanaman selada banyakmembutuhkan air. Selama 1 minggu dari penanaman, tanamanselada disiram 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Setelahsatu minggu tanaman selada cukup disiram 1 kali sehari. Sehingga 55. 55dalam 2 minggu setelah tanam, tanaman terjaga tidak layu dan tidakkekurangan air.Air untuk penyiraman diambil dari saluran yang telah di buatdi kanan kiri lahan. Dari parit air dialirkan masuk ke dalam lahan.Air diambil dengan gembor kemudian disiramkan pada tanamanselada.5. Penyiangan gulmaPenyiangan gulma bertujuan untuk mengurangi persainganantara tanaman selada dengan tumbuhan gulma dalam mendapatkanair dan unsur-unsur hara dari dalam tanah. Dengan penyiangan initanaman selada memperoleh air dan unsur hara yang cukup untukmemenuhi pertumbuhannya.Gulma mulai tumbuh setelah tanaman selada berumur 3minggu di bedengan penanaman. Gulma yang tumbuh pada budidayatanaman selada jenis gulma berdaun lebar. Gulma jenis berdaunlebar yaitu seperti krokot. Krokot merupakan gulma yang sukulen,batang penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata yangtergantung cahaya. Gulma ini termasuk golongan semusim.Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan mencabut gulma,dapat juga dengan menggunakan cangkul. Namun, dalampenggunaan cangkul harus hati-hati supaya penyiangan dengancangkul tidak akan merusak tanaman selada.6. Pengendalian hamaPengendalian hama bertujuan untuk mengendalikan hamapada tanaman selada yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen.Pengendalian hama akan mengurangi kerusakan yang disebabkanoleh hama.Pengendalian hama hanya dengan cara mekanis. Yaitudengan mengambil hama seperti ulat yang memakan daun seladadengan tangan, kemudian memusnahkannya. 56. 567. Panen dan pasca panena. PanenPada umur 40-60 hari setelah tanam, selada sudah dapatdipanen. Kegiatan panen sebaiknya dilakukan pada sore hari, untukmenghindari tanaman yang layu atau menurun kualitasnya saatsampai ditangan konsumen. Pemanenan tanaman selada saatpenulis melalukan kerja praktik, dapat dilakukan dengan dua carayaitu:1) Selada dipanen dengan dicabutCaranya selada dicabut beserta akarnya. Tanaman seladayang di panen dengan cara ini nantinya akan dipasarkan ke pasartradisional pada pagi hari. Tujuan diikutsertakannya akar saatpanen adalah supaya tanaman lebih menarik konsumen dipasardan tentunnya menambah bobot tanaman tersebut.Tanah yang menempel dibagian akar dibersihkan.Pembersihan akar dilakukan supaya tanaman lebih bersih danmenarik. Akar dibersihkan dengan memukulkan sebilah bambuke akar dengan tidak terlalu kuat karena dapat merusak tanaman.Setelah bersih tanaman dikumpulkan kemudian dicucimenggunakan air pada bak air yang terbuat dari semen denganukuran 100 cmx100 cmx150 cm.Bagian daun yang paling bawah atau daun selada yangkurang baik di hilangkan. Penghilangan daun dilakukan saatpencabutan supaya menghemat waktu dan tenaga saat panen.Tujuannya supaya penampilan selada lebih menarik dan dapatmenarik konsumen. Setelah dipanen dan dibersihkan seladadikumpulkan.2) Selada dipanen dengan dipotongTanaman selada yang siap panen tidak semua dicabutbeserta akarnya, ada juga yang di panen dengan dipotong padaujung batang bawah (bergabung dengan akar). Caranya tanamanselada yang di atas tanah di potong dengan menggunakan alat 57. 57yaitu pisau. Bagian daun yang kurang bagus dihilangkan.Setelah dipanen dan dibersihkan selada dikumpulkan. Seladayang dipanen dengan cara ini nantinya akan digunakan untukmencukupi permintaan Mister Burger Yogyakarta.b) Pasca panenBerdasarkan kerja praktik yang telah penulis lakukan diklompok tani Manunggal, penanganan pasca panen meliputi:(a) Pengumpulan1) Hasil panen dikumpulkan pada tempat yang teduh2) Tujuan pengumpulan hasil panen di tempat teduh ini untukmemudahkan kegiatan penanganan berikutnya dan menekankerusakan akibat sinar matahari langsung.(b) Pembersihan1) Daun-daun tua yang rusak dibuang.2) Selada yang sudah dibersihkaan dari daun-daun yangkurang bagus dicuci di tempat pencucian, kemudiandikibas-kibaskan supaya selada kering dari air pencuciantersebut.(c) Pengkelasan1) Hasil panen selada diklasifikasikan menurut bentuk,ukuran atau beratnya, sesuai dengan permintaan pasar.2) Biasanya selada yang masih ada akarnya untuk memenuhikebutuhan pasar-pasar tradisional.3) Selada yang dipanen dengan dipotong untuk memenuhipermintaan rumah makan, hotel, dan restaurant.(d) Pengemasan1) Selada termasuk sayuran mudah rusak. Untukmengantarkan ke konsumen harus dikemas dalam wadah.2) Pengemasan menggunakan kantong plastik.3) Selada yang sudah kering dari air pencucian dimasukkankedalam plastik kemudian ditimbang untuk memenuhipermintaan pasar. 58. 58D. Tata NiagaPemasaran yang masih diterapkan saat ini adalah rantai pemasarantradisonal petani. Produsen menjualnya ke supermarket, restaruan, misterburger yogyakarta dan pasar tradisonal sebagai pengecer yang akhirnyasampai ke konsumen. Dari keterangan diatas berikut ini sikluspemasaran:PETANIGambar 4. Tata niagaPASARTRADISIONALRESTAURANT SUPERMARKETKONSUMEN 59. 59F. Analisis FinanasialAnalisis usaha tani bertujuan untuk mengetahui tidak layakatau rugi suatu usaha dikelolah. Adapun dalam usaha budidayaselada ini dilakukan pada areal dengan luas 10.000 m2. Dengan jaraktanam 25cmx25cm. Lamanya proses berlangsung selama 2 bulan.I. Biayaa. Biaya Variabel (BV)Biaya variabel adalah biaya yang selalu berubah-ubah sesuaidengan perubahan penggunaan faktor produksi.Tabel 4. Biaya Sarana ProduksiNo Sarana Produksi Kebutuhan Harga(Rp)Jumlah(Rp)1.2.3.4.5.6.BenihPupuka. Kandangb. UreaPestisidaa. Decisb. AntracholKotak semaiPlastik UVTenaga kerjaa. Membuatbedenganb. Penanamanc. Penyemprotand. Pasca panen18Bungkus1 Colt50 Kg500 Ml6 Kg250 Buah7 Rool7 HOK2 HOK7 HOK14.000150.00090.00055.00097.00015.000160.00040.00040.00040.00040.000225.000150.0004.500.000110.000582.0003.750.0001.120.000280.00080.000280.000280.000Total 11.364.000b. Biaya tetap1. Biaya alat produksi tahan lamaBiaya yang digunakan untuk alat-alat dalam beberapaproses produksi. Alat ini akan mengalami pengurangan tahun ketahun . Biaya ini terdiri dari penyusutan bunga modal dan BiayaBunga Modal Alat Tahan Lama. 60. 60(a) PenyusutanPenyusutan data di artikan sebagai penurunan ataupengurangan nilai modal dari suatu saat akibat pertambahanumur. Untuk menghitung biaya penyusutan dapatmenggunakan rumus :D = Nb - NsNTabel 5. Penyusutan Biaya Tetap Saran ProduksiNo Alat Jumlah Nb (Rp)Ns(Rp)N Biaya(Rp)Penyusutan/sekaliproduksi (2bulan) (Rp)1234567CangkulNampanGemborHandsprayerSekopEmberParang31041141150.0003.50030.000350.00010.00015.00045.00025.0005001.50025.0001.0005.0001.0002614161150.0003.50030.000350.00010.00015.00045.00010.416,67500,004.750,0013.541,67750,001.666,673.666,6713.750,00Total 49.041,68(b) Biaya Bunga Modal Alat Tahan Lama (I)Untuk menghitung biaya bunga modal alat tahan lama(i) dapat menggunakan rumus sebagai berikut :I = Nb + Ns x i2Keterangan :I = Biaya modal tahan lamaNb = Nilai baruNs = Nilai sisai = % bunga pertahun (18%) 61. 61Tabel 6. Biaya modal alat tahan lama ( i )No Alat Jml Nb(Rp)Ns(Rp)I Biaya(Rp)BiayaBungaModalProduksi(2 bulan)(Rp)1234567CangkulNampanGemborSprayerSekopEmberParang31041241150.0003.50030.000350.00010.00015.00045.00050.0005001.50025.0001.0005.0001.00018%18%18%18%18%18%18%54.0003.60028.35033.7509907.2004.1409.0006004.7255.6251651.200690Total 22.0502. Sewa lahanSewa lahan / ha / tahun = Rp. 1.000.000,00Luas lahan = 10.000 m2Jadi sewa lahan untuk luas 10.000 m= 1.000.000,00 / 1000 x 10.000 x 1 x 5 = Rp. 4.166.666,67123. PajakPajak / ha / tahun = Rp. 50.000,00Luas lahan = 10.000 m2Jadi pajak untuk luas lahan 10.000 m= 700.000,00 / 1000 x 10.000 x 1 x 2 = Rp. 1.166.666,6712Biaya lain-lain selama 2 bulan = Rp. 1.000.000,00 62. 624. Biaya bunga modal keseluruhanP = Besarnya pinjaman pokok = Rp. 5.000.000,00n = Lama pinjaman selama 2 bulanI = Suku bunga 18% pertahunUntuk menghintung biaya bunga modal keseluruhan,menggunakan rumus :I = P x n x iKeterangan :I = Biaya bunga modal keseluruhanP = Besarnya modal pokokn = Lama pemakaiani = Tingkat bunga 18% pertahunjadi I = P x n x i= Rp. 5.000.000,00 x 1 x 2 x 0,1812= Rp. 5.000.000,00 x 1 x 0,186= Rp. 5.000.000,00 x 0,3= Rp. 15.000.000,00c. Biaya Tetap Total (BT)Untuk menghitung total biaya, rumus sebagai berikut:BT = Penyusutan (D )+biaya bunga modal alat tahan lama+biayaPemeliharaan+Biaya modal keseluruhan (I) + sewalahan+Pajak + Lain-lain=Rp.11.346.000,00+Rp.22.050,00+Rp.110.000,00+Rp.15.000.000,00+Rp.4.166.666,67+1.166.666,67+ Rp.1.000.000,00= Rp. 31.644.716,67 63. 63d. Biaya Total (Bto)Bto = Biaya variabel + Biaya tetap= Rp. 11.364.000,00 + Rp. 31.644.716,67= Rp. 43.008.716,67II. Pendapatana. Taksiran produksi dan harga1. Hasil produksi = 15000 Kg2. Harga per kg = Rp. 8.000,00b. Penerimaan TotalPT = Jumlah produksi x harga satuan= 15.000 x Rp.8.000= Rp. 120.000.000,00c. Biaya persatuan produksiBiaya persatuan produksi = Total biayaTotal produksi= Rp. 43.008.716,67 .15.000= Rp. 2.867,25,-d. Pendapatan bersihPendapatan bersih = Penerimaan total-Biaya tetap-Biaya variabel=Rp.120.000.000,00-Rp.31.644.716,67-Rp.11.364.000,00= Rp. 76.991.283,33,- 64. 64III. BEP (Break Event Point)a. BEP ( Break Event Point )a. BEP Harga = Biaya ProduksiJumlah produksi dijual= Rp 31.644.71615000 kg= Rp 2.109,65/kgKeuntungan= taksiran produksi x (harga BEP Harga)= 15.000 kg x (Rp 8.000/kg Rp 2.109,65/kg)= 15.000kg x Rp 5890/kg= Rp 88.350.00,00Titik impas harga produksi diperoleh bila harga jualselada Rp 2.109,65/kg dengan harga jual Rp 8.000 makatitik impas tercapai dan mendapatkan keuntungan Rp5.890/kg. Dalam 1 ha petani mampu memproduksi 15.000kg,sehingga petani mendapat keuntungan sebesar Rp88.355.250,00.b. BEP Volume produksi = Biaya ProduksiHarga jual= Rp. 31.644.716Rp. 8.000/kg= 3.955/kgKeuntungan= taksiran harga x (taksiran produksi BEPProduksi)= Rp 8.000 x ( 15.000kg 3.955/kg)= Rp 8.000 x 11045kg= Rp 88.360.000,00Titik impas volume produksi diperoleh bila hasilpanen selada 3.955kg. sedangkan selama produksi ini adalah15.000 kg dengan demikian titik impas tercapai dan 65. 65mendapatkan keuntungan hasil produksi sebesar 11.045 kgartinya usaha selada menguntungkan petani sebesarRp.88.360.000,00IV. R/C RatioR/C Ratio = Total penerimaantotal biaya= Rp. 120.000.000,-Rp. 43.088.716,67= 2,78495Usaha budidaya selada ini layak untuk di usahakan karenasetiap nilai rupiah yang dikeluarkan yaitu Rp.1 Diperoleh penerimaansenilai Rp. 2,78495 Sebagai hasil usaha tersebut. 66. 66V. PEMBAHASANSelada merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yangdikonsumsi daunnya, dikalangan masyarakat dikenal sebagai sayuran daun.Prospek serapan pasar terhadap komoditas selada akan terus meningkatsejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan,kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan kesukaan masyarakat terhadapselada. Untuk memenuhi kebutuhan selada yang terus meningkat dipasaran,maka perlu dilakukan upaya penyediaan produksi melalui usaha budidaya.Keberhasilan peningkatan produksi selada dapat terwujud apabila ditunjangoleh ketersediaan benih yang bermutu, ketersediaan lahan pertanian yangcukup, teknologi yang memadai, dan lingkungan hidup yang sehat sesuaidengan syarat tumbuh tanaman selada yang akan dibudidayakan.Selada ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1.900m dpl. Keadaan tanah berstruktur remah, gembur, banyakmengandung bahan organik, subur, mudah mengikat air, dan solum tanahdalam. Sifat fisika tanah yang baik berpengaruh terhadap aerasi dan drainasetanah.Pertumbuhan tanaman dan pembentukan hasil yang optimalmemerlukan suhu dan kelembapan tertentu. Suhu rata-rata harian yangoptimal untuk pertumbuhan adalah 15-20C. Pertumbuhan vegetatif tanamansangat dipengaruhi oleh suhu tanah yang rendah pada malam hari.pertumbuhan vegetatif tanaman akan sangat terhambat apabila suhu tanahkurang dari 10C dan lebih dari 30C. Kelembapan udara yang sesuai bagipertumbuhan tanaman selada adalah 80%-90%. Sedangkan lama penyinaransesuai dengan yang diperlukan untuk kegiatan fotosintesis yaitu 9-10 jamper hari. Lama penyinaran juga akan berpengaruh terhadap pembentukanorgan vegetatif dan generatif. Rerata curah hujan sesuai untuk budidayatanaman selada adalah 1.000-1.500 mm per tahun. Pengaruhnya terhadappertumbuhan tanaman berhubungan dengan ketersediaan air tanah.Selada diperbanyak dengan biji. Untuk lahan 1 ha diperlukan benihselada 250 g atau pada kisaran 400-600 g, tergantung pada jaraktanamannya. Saat pembibitan benih selada dapat langsung disebar di atas 67. 67bedengan (sistem tanam atau sebar langsung). Cara ini memiliki kelebihan,menghemat waktu, tenaga, biaya, dan tidak memerlukan ketrampilan yangkhusus. Kelemahannya, menyulitkan pemeliharaan tanaman yang masihkecil (stadium bibit), dan pada waktu tanaman sudah berumur 1,5 bulansejak sebar, benih perlu penjarangan (Haryanto,1995).Cara yang dianjurkan adalah benih disemai terlebih dahulu di lahanpersemaian selama kurang lebih 1 bulan atau bibit telah berdaun 3-5 helai.Kelebihan cara ini antara lain: dapat menghemat benih, memudahkanpemeliharaan bibit karena terkonsentrasi (menyeleksi) bibit yang baik saatpemindahan ke lahan tanam. Kelemahan cara ini diantaranya memerlukanbiaya, tenaga dan waktu tambahan, serta keterampilan khusus dalampenyiapan bibit di persemaian (Rukmana, 1994).Dalam budidaya tanaman selada keriting ini, pembibitan dilakukan 2kali penyemaian, namun sebelum disemai biji selada dikecambahkanterlebih dahulu. Untuk penyemaian benih dengan menggunakan nampan.Nampan yang akan digunakan dilubangi bagian bawahnya dengan soldier.Supaya pada saat penyiraman air dapat keluar dan tidak tergenang di dalamnampan. Kemudian ayak serbuk gergaji, serbuk gergaji yang halusdigunakan untuk media sebagai perkecambahan selada di nampan tersebut.Setelah serbuk gergaji di letakkan pada nampan, benih selada yang akandiperkecambahkan di sebar pada media tersebut. Lalu siram hingga basahdan tutup selama 5 hari.Tanah untuk pembibitan dicangkul sampai gembur kemudian dibuatbedengan dengan ukuran panjang sesuai dengan kebutuhan bibit, lebar 1 m,dan tinggi 20 cm. tanah di atas bedengan di campur dengan pupuk kandang,diaduk dengan cangkul. Bedengan disiram air secukupnya. Benih selada ditebarkan di atas bedengan dengan hati-hati sehingga setelah tumbuh tidaksaling menumpuk. Untuk itu sebaiknya benih selada dicampur dengan abudapur dahulu sebelum ditebarkan sehingga dapat merata di atas bedengan.Di atas bedengan pembibitan diberi naungan dari welit atau plastik.Tujuannya adalah untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk ke 68. 68pembibitan. Hal ini karena selada kurang tahan terhadap cahaya matahariyang terik dan dapat menghambat pertumbuhan bibit.Pembibitan dilakukan pada bedengan yang sudah diolahsebelumnya. Bedengan diratakan dengan sebilah bambu kecil, kemudianpupuk kandang disebarkan di atas bedengan yang sudah di ratakan. Bibityang akan ditanam diseleksi terlebih dahulu, bibit ditanam 3-10 pohondengan jarak tanam 2-3 cm. Siram bibit yang sudah ditanam. Setelah bibitberumur 2 minggu, bibit dipindahkan pada polibag. Polibag di isi denganmedia yaitu tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang setengahbagian. Bibit dimasukkan ke dalam polibag, lalu polibag tersebut diisimedia sampai penuh. Untuk menghindari bibit layu dan mati, bibit disiramair menggunakan gembor.Selama pembibitan, tindakan pemeliharaan yang paling pentingadalah penyiraman. Media pembibitan harus dijaga tetap lembab.Penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Seiring dengan pertambahan umurbibit, maka jumlah air siraman di kurangi. Supaya bibit lebih tahan terhadapkondisi lingkungan yang kering.Penanaman selada dilakukan setelah bibit berumur 30 hari atau bibitsudah mempunyai 3-4 helai daun. Pada bedengan dibuat lubang tanamdengan jarak antar tanam 25cm, sebelum penanaman bedengan disiramdengan air agar bedengan terjaga kelembabannya. Kemudian bibit yang siaptanam tersebut ditaruh pada lubang tanam, tanah sedikit dimapatkan agarbibit yang ditanam pada bedengan tidak roboh.Perawatan yang dilakukan adalah tahapan budidaya selada yaitupenyiraman. Penyiraman dilakukan dua kali sehari selama 7 hari setelahtanam yaitu pada pagi dan sore hari, hal ini disebabkan pada awalpenanaman selada membutuhkan cukup banyak air untuk pertumbuhannya,namun setelah 7 hari setelah tanam cukup disiram dengan 1 kali sehari.Sehingga dalam 2 minggu setelah tanam, tanaman terjaga tidak layu dantidak kekurangan air. Kekurangan air pada tanaman akan menyebabkantanaman mengalami gangguan fotosintesis. 69. 69Tanaman selada mulai dipupuk pada umur 3 minggu setelah tanam,kemudian diulang lagi dengan interval waktu 10 hari sekali sampai umur 60hari. Pemupukan susulan pada tanaman selada bersifat sebagai penunjang,karena sebagian besar kebutuhan pupuk telah dipenuhi sebelum tanam,yakni pupuk dasar. Pupuk yang digunakan sebagai penunjang adalah pupukdaun. Pupuk daun yang digunakan untuk pertumbuhan vegetatif tanamanselada yaitu Gandasil D. Cara pemupukannya adalah dengan melarutkan 20gram Gandasil D ke dalam 10 liter air, diaduk sampai larut, kemudiandisemprotkan merata pada tanaman. Penyemprotan dilakukan di permukaandaun bagian bawah, ditempat mulut daun (stomata) berada. Jikadisemprotkan dipermukaan daun bagian atas, maka pupuk tersebut tidakakan atau sulit diserap daun sehingga pemupukan lewat daun tersebut gagal.Penyemprotan dapat dilakukan pagi hari sebelum jam 10.00 dan sore harisesudah jam 15.00, dan diperkirakan tidak akan turun hujan setelahpenyemprotan. Dengan demikian pemberian pupuk secara penyemprotanakan efektif.Gulma mulai tumbuh setelah tanaman selada berumur 3 minggu dibedengan penanaman. Gulma yang tumbuh pada budidaya tanaman seladajenis gulma berdaun lebar yaitu seperti krokot. Krokot merupakan gulmayang sukulen, batang penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau meratayang tergantung cahaya. Gulma ini termasuk golongan semusim danberdaun lebar.Penyiangan gulma bertujuan untuk mengurangi persaingan antaratanaman selada dengan tumbuhan gulma dalam mendapatkan air dan unsur-unsurhara, karena selada memiliki perakaran yang dangkal. Selain itu,menekan serangan hama dan penyakit karena gulma dapat menjadi inangbagi hama maupun vektor penyakit. Dengan penyiangan ini tanaman seladamemperoleh air dan unsur hara yang cukup untuk memenuhipertumbuhannya. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma.Serangan hama dan penyakit senantiasa membawa kerugian, untukitu penanggulangan hama dan penyakit menjadi bagian yang penting dalambudidaya. Pencegahan hama dan penyakit perlu dilakukam sedini mungkin. 70. 70Gejala daun bagian dalam yang terlindung oleh daun bagian luar rusak dankeliatan bekas gigitan. Tidak heran bila dari luar tanaman masih kelihatanbaik tetapi setelah diperiksa ternyata bagian dalamnya sudah rusak.Kerusakan ini terjadi sampai titik tumbuh. Penyebab kerusakan tersebutadalah ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell).Ulat titik tumbuh berwarna hijau. Di punggungnya terdapat garisberwarna hijau muda dan bulu berwarna hitam. Bioekologi ulat titik tumbuhyaitu telur, ulat, pupa, ngengat. Ulat dewasa menghasilkan telur yangjumlahnya 30-80 butir tiap kelompok. Telur berukuran 5mm dan biasanyaberkumpul berkisar antara 10-300 butir dalam satu daun. Telur berwarnahijau cerah dan mudah berkamuflase pada daun. Telur biasanya diletakkanpada bagian bawah daun. Telur ini akan menetas dalam jangka waktu 1-2minggu dan setiap hari jumlah telurnya akan bertambah. Ulat berukuranberkisar antara 18-25mm dan memiliki kepala hitam serta warna hijau padatubuhnya tergantung corak daun yang dimakan. Biasanya ulat berada padabagian bawah daun karena mereka cenderung menghindari cahaya. Setelahmenetas ulat akan memakan daun dari bagian bawah dan akan menyebabkankerusakan yang parah pada daun sebelum ulat bergerak pada pusat tanaman.Pupa mempunyai panjang berkisar antara 8,5 sampai 10,5mm dan berbentukbulat dengan berwarna hijau cerah dan coklat gelap, pupa biasanyadiselubungi oleh tanah. Kemudian selanjutnya fase ngengat, ngengat jantanumumnya berukuran lebih besar daripada betinanya. Ngengat jantanberukuran 20-25mm dan ngengat betina 8-11mm. Ngengat betina dan jantanmempunyai warna coklat pada bagian sayap. Ngengat jantan pada umumnyamempunyai warna yang lebih cerah. Pada siang hari ngengat akanbersembunyi pada bagian tubuh pohon dan aktif pada malam hari.Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis yaitu hama ulatdiambil kemudian dimusnahkan, Pengendalian Mekanis terutama terhadaplarva. Pengendalian ini efektif dilakukan pada malam hari. Jika ditemukansekumpulan telur yang berada di permukaan daun dan diselimuti sepertibenang kelamat, segera dimusnahkan. 71. 71Pengendalian secara biologis pada intinya menitik beratkan padapemanfaatan musuh alaminya. Terdapat beberapa musuh alami ulat titiktumbuh baik dari jenis predator, parasitoid, maupun patogen. Beberapa jenispredator yang bisa dimanfaatkan untuk menekan populasi ulat titik tumbuhantara lain Lycosa pseudoannnulata (Araceae), Paederus fuscipes(Coleoptera), Euburellia stali (Dermaptera), dan Eocantheocona furcellata(Hemiptera). Sementara itu, jenis parasitoid yang dapat dimanfaatkan untukmengendalikan ulat titik tumbuh adalah Apanteles sp. (Hymenoptera), danTelenomus sp. (Hymenoptera). Sedangkan patogen yang dapat dimanfaatkanuntuk mengendalikan ulat titik tumbuh adalah SlNPV dan Beauveriabassiana..Pada budidaya selada dengan luas lahan 1 ha, terdapat 22 bedengandengan panjang bedengan 10 meter. Sehingga dengan jumlah bedengan danjarak tanam tersebut terdapat 1760 tanaman selada. Hasil produksi budidayamencapai 15ton. Tanaman selada keriting ini dipanen pada umur 60 harisetelah tanam. Tanda bahwa selada siap panen adalah jika daun bagianbawahnya sudah hampir menyentuh tanah. Selain itu bila dimakan rasanyaenak, segar dan renyah. Namun, sebenarnya panen dapat dilakukan sesuaikebutuhan. Jika ukuran selada sudah memenuhi syarat untuk dipasarkandapat saja panen dilakukan lebih awal dari umur panen biasa atau sebelumdaun bagian bawah hampir menyentuh tanah (Haryanto,1995).Selada dipanen dengan dua cara yaitu mencabut beserta akartanaman dan dipotong dengan pisau di atas permukaan tanah, denganmeninggalkan akar didalam tanah. Setelah dipanen selada dibersihkankemudian dimasukkan ke dalam kranjang (suprayitna,1996). 72. 72VI. PENUTUPA. Kesimpulan1. Budidaya selada keriting terdiri atas pembibitan, pemindahan tanaman,pemeliharaan dan panen. Pembibitan terdiri atas dua tahap. Pertama,biji dikecambahkan terlebih dahulu, dan yang kedua pemindahan bibitkedalam polybag. Bibit yang berumur 4 minggu atau mempunyai 4helai daun, bibit siap ditanam.2. Selada keriting dibudidayakan di bawah naungan yang terbuat dariplastik transparan. Tujuan pemberian naungan adalah untukmengurangi intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanamanselada. Pemberian naungan dilakukan oleh petani di lokasi kerjapraktik untuk mengurangi rasa pahit yang muncul sebagai akibatintensitas matahari yang berlebihan. Di samping itu naungan dapatmenahan tetesan air hujan pada musim penghujan.3. Pemeliharaan yang dilakukan yaitu penyiraman dan pengendalianOPT. Penyiraman dilakukan dua kali sehari selama 7 hari setelahtanam yaitu pada pagi dan sore hari, hal ini disebabkan pada awalpenanaman selada membutuhkan cukup banyak air untukpertumbuhannya, namun setelah 7 hari setelah tanam cukup disiramdengan 1 kali sehari. Sehingga setelah 2 minggu setelah tanam,tanaman terjaga tidak layu.4. Hama yang menyerang tanaman selada yaitu ulat titik tumbuh(Crocidolomia binotalis zell). Pengendalian hama ulat titik tumbuhdapat dilakukan dengan mekanis yaitu mengambil hama tersebutkemudian memusnahkannya. Pengendalian secara biologis yaitumemanfaatkan musuh alami hama ulat titik tumbuh. Musuh alami darijenis predator antara lain Lycosa pseudoannulata (Araceae), Paederusfuscipes (Coleoptera), Euburellia stali (Dermaptera), dan Eocantherafurcellata (Hemiptera). Musuh alami jenis parasitoid antara lainApanteles sp. (Hymenoptera), dan Telenomus sp. (Hymenoptera).Sedangkan patogen yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikanhama ulat titik tumbuh adalah Beauveria bassiana. 73. 735. Selada keriting siap panen pada umur 60 hari setelah tanam. Ciri-ciribahwa selada siap panen, jika daun bagian bawahnya sudah hampirmenyentuh tanah, selain itu daun bagian bawah sudah tua ataumenguning. Lahan dengan luas 1 ha menghasilkan selada kriting 15ton. Pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu dipotong pada bagianbatang dan dicabut beserta akar tanaman. Waktu panen dilakukan padasore hari untuk mengurangi resiko penurunan kualitas hasil panenselada keriting.6. Break Event Point harga sebesar Rp 2.110,-/kg memberikan implikasibahwa jika harga jual selada dapat mencapai Rp 8.000,-/kg, makapetani akan mendapat keuntungan Rp 88.350.00,00/ha untuk usaha taniselada ini.7. Break Event Point produksi sebesar 3.955kg menunjukkan bahwa bilaternyata produksi dapat mencapai 15.000kg/ha, maka usaha tani akanmemberikan keuntungan sebesar Rp 88.360.000,00/ha.B. Saran1. Apabila serangan hama ulat titik tumbuh sangat merugikan sehinggamenurunkan produksi hingga di bawah BEP Produksi (3.955kg) makapengendalian hama pengganggu tanaman perlu dilakukan secaraintensif dengan memanfaatkan musuh alami yaitu patogen, predator,parasitoid.2. Bila harga jatuh di bawah BEP Harga (Rp 2.110,-/kg), maka petanidianjurkan untuk memilih usaha yang lain karena biaya produksinyatidak dapat seluruhnya dibayar dengan hasil penjualan produksinya. 74. 74DAFTAR PUSTAKAAnonim. (2013). Apanteles sp. https://www.google.co.id . Diakses 23 juli2014Anonim. (2013). Arti Penting Selada. Diambil kembali darihttps://www.google.comAnonim. (2012). Hama ulat krop kubis crocidolomia.http://ktipertanian.blogspot.com. Diakses 23 juli 2014Anonim. (2013). Iklim menurut Schmidt Ferguson Oldeman dan Junghuhn.Dipetik Juli 5, 2014, dari www.siswapedia.com.Anonim. (2013). Lycosa pseudoannnulat. https://www.google.co.id/ .Diakses 23 juli 2014Anonim. (2013). Paederus fuscipes. https://www.google.co.id. Diakses 23juli 2014Anonim. (2013). Telenomus sp. https://www.google.co.id. Diakses 23 juli1014Anonim. (2013). Ulat Grayak Spodoptera. http://www.tanijogonegoro.com.Diakses 23 juli 2014Setyamidjaja Djoehana. (1986). Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: CV.SimplexHaryanto Eko. T. S. (1995). Sawi dan Selada. Jakarta: Penebar Swadaya.Rahmat Rukmana, I. (1994). Bertanam selada dan andewi. Yogyakarta:Kanisius.Samadi Budi. (2014). Rahasia Budidaya Selada. Jakarta: Pustaka MinaSuprayitna Imam, S. (1996). Menanam dan mengolah Selada sejuta rasa.solo: C.V. Aneka.Wicaksono. (2008). Morfologi Tanaman Sayuran. Yogyakarta : Gajah MadaUniversity. Press.

Recommended

View more >