Pesona Keindahan Diri

Download Pesona Keindahan Diri

Post on 21-May-2015

420 views

Category:

Education

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pesona Keindahan Diri merupakan media untuk lebih mengenal diri kita sendiri.

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. Pesona Keindahan Diridi hadapan Allah dan di tengah Sesama</li></ul> <p> 2. Saat Diri Bermula Dari KeindahanLahir sebagai Citra Allah 3. Karena setiap manusia mempunyai ayah dan ibu MAKA DIA PASTI MEMPUNYAI KAKEK DAN NENEK, PAMAN DAN BIBI SERTA SAUDARA DAN SAUDARI.hubungan kekeluargaan itu dapat diperluas ke lingkungan di luar kerabat keluarga, misal hubungan dengan lingkungan tetangga, sekolah dan organisasi sosial. 4. DITINJAU DARI ILMU KOMUNIKASI: HUBUNGAN TERSEBUT TERMASUK KE DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (INTERPERSONAL COMMUNICATION), SEBAB BERLANGSUNG ANTARA DUA ORANG SECARA DIALOGIS. 5. KONSEP RELASI ANTAR-PRIBADI 6. JOHARI WINDOW TEORI JOHARI WINDOW (JW)INI MERUPAKAN Kata Johari MENGUNGKAPKAN TINGKAT berasal dari KETERBUKAAN DAN TINGKAT dua nama KESADARAN MENGENAI DIRI penemu teori KITA. ini, yakni: Joseph Luft JW DIGAMBARKAN SEBAGAI dan Harry SEGI EMPAT DENGAN GARIS Ingham TENGAH YANG MEMBELAH JENDELA MENJADI DUA BAGIAN. 7. Tujuan dasar JW 1. MEMBANTU ANGGOTA TIMMEMAHAMI NILAI DARI PENGUNGKAPAN DIRI 2. MENDORONG ORANG UNTUK MEMBERI DAN MENERIMA UMPAN BALIK. 3. MEMBANGUN HUBUNGAN YANG LEBIH-SALING PERCAYA DENGAN SATU SAMA LAIN 4. MEMECAHKAN MASALAH DAN 8. Ada dua gagasan kunci di belakang alat: 1. Bahwa individu dapat membangun kepercayaan dengan orang lain dengan mengungkapkan informasi tentang diri mereka sendiri. 2. Bahwa mereka dapat belajar tentang diri sendiri dan datang untuk berdamai dengan masalah pribadi dengan bantuan umpan balik dari orang lain.Ide Dasar BAGIAN ATASMENUNJUKKAN BAGIAN DIRI KITA YANG DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN DISEBUT PUBLIC SELF SEDANGKAN UNTUKBAGIAN BAWAH MENGGAMBARKAN ASPEK DIRI KITA YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN DISEBUT SEBAGAI PRIVATE SELF. 9. ASKAKU TAHUORANG LAIN TAHU TELLORANG LAIN TIDAK TAHUOPEN AREA My Public SelfAKU TIDAK TAHUFeedbackBLIND AREA Blind SpotSelfDisclosureHIDDEN AREA Hidden SelfSelfdiscoveryUNKNOWN Unconscious Self 10. Keterangan Bila jendela dibelah ke bawah, sebelah kiri adalahaspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang tidak diketahui. Tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka(open), buta (blind), tersembunyi (hidden), dan tidak dikenal (unknown). Empat jendela tersebut adalah: 11. Jendela 01 Daerah Terbuka (Open Area) MELIPUTI INFORMASI KOMUNIKASIINTERPERSONAL YANG DIMENGERTI OLEH DIRINYA SENDIRI MAUPUN OLEH ORANG LAIN. KOTAK INI SERING JUGA DISEBUT SEBAGAI THE OPEN SELF (DIRI YANG TERBUKA), DIMANA SELURUH INFORMASI, PERILAKU, SIKAP, PERASAAN, KEINGINAN, MOTIVASI DAN PIKIRAN-PIKIRAN DIKETAHUI OLEH DIRI SENDIRI MAUPUN ORANG LAIN. UNTUK MENUNJUKKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF MAKA HAL YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH MEMPERBANYAK RUANG TERBUKA PADA DIRINYA. 12. Jendela 02 Daerah Buta (Blind Area) MELIPUTI INFORMASI YANG TIDAK DIMENGERTIOLEH DIRI SENDIRI TETAPI DIPAHAMI OLEH ORANG LAIN. KOTAK INI SERING DISEBUT SEBAGAI TITIK BUTA (BLINDSPOT). ARTINYA BAHWA SESEORANG HAMPIR APA YANG DIMILIKINYA DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN TETAPI JUSTRU DIRINYA TIDAK MENGETAHUINYA. KOMUNIKASI INTERPERSONAL BIAANYA MENGALAMI KEGAGALAN KARENA TIDAK MEMAHAMI TENTANG DIRINYA SENDIRI. 13. Jendela 03 Daerah Tersembunyi (Hidden Area) Meliputi informasi yang hanya dimengerti olehdirinya sendiri tanpa orang lain mengetahuinya. Kotak ini merupakan daerah yang dilindungi, dimana dalam batas-batas tertentu setiap orang melakukannya agar dapat mempertahankan dirinya. Dalam kotak ini ia tidak hanya mengetahui dirinya sendiri tetapi juga mengetahui tentang orang lain hanya saja orang lain tidak mengetahui mengenai dirinya. 14. Jendela 03 Daerah Tak Dikenal (Unkonwn Area) MELIPUTI INFORMASI YANG TIDAK DIKETAHUIOLEH DIRINYA SENDIRI MAUPUN OLEH ORANG LAIN. KOTAK INI MEMBERI PETUNJUK ADANYA SUATU POTENSI YANG TERSEMBUNYI. DI KOTAK INI TERDAPAT KEPERCAYAAN BAHWA MUNGKIN SAJA YANG TERJADI ADALAH KEHENDAK DARI TUHAN. 15. Rg 2 ORANG LAIN TAHU TAPI AKU TIDAK TAHURg 3 AKU TIDAK TAHU DAN ORANG LAIN TIDAK TAHURg 1 SAYA TAHU DAN ORANG LAIN TIDAK TAHURg 4 AKU TAHU TAPI ORANG LAIN TIDAK TAHUORAN G LAINAKU 16. KESADARANCAUTIONCERTAINTYI know what I dont knowI know what I knowEXPLOREEXPLOITIGNORANCEAMNESIAI dont know what I dont knowI know what I knowEXPERIMENTEXPOSEPENGETAHUAN 17. TEORI ATRIBUSI 18. TEORI ATRIBUSI Atribusi adalah proses menyimpulkan motif, maksud, dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilaku yang tampak (Baron dan Byrne, 1979 : 56). Atribusi boleh juga ditujukan pada diri sendiri (self attribution), tetapi di sini kita hanya membicarakan atribusi pada orang lain. Atribusi merupakan masalah yang cukup populer pada dasawarsa terakhir di kalangan psikologi sosial, dan agak menggeser fokus pembentukan dan perubahan sikap. Secara garis besar ada dua macam atribusi, yakni : Pertama, atribusi kausalitas. Heider memperkenalkan konsep "causal attribution" proses penjelasan tentang penyebab suatu perilaku. Mengapa Tono pindah ke kota lain ?, Mengapa Ari keluar dari sekolah ?. Kita bisa menjelaskan perilaku sosial dari Tono dan Ari jika kita mengetahui penyebabnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bedakan dua jenis penyebab, yaitu internal dan eksternal. Penyebab internal (internal causality) merupakan atribut yang melekat pada sifat dan kualitas pribadi atau personal, dan penyebab eksternal (external causality) terdapat dalam lingkungan atau situasi. Dan kedua, atribusi kejujuran. Atribusi ini merupakan proses untuk menyimpulkan bahwa persona stimuli jujur atau munafik. Menurut Baron dan Byrne, kita akan memperhatikan dua hal untuk dapat menyimpulkan, yakni sejauh mana pernyataan orang itu menyimpang dari pendapat yang populer dan diterima orang dan sejauh mana orang itu memperoleh keuntungan dari kita dengan pernyataan itu. 19. TEORI PENTERASI SOSIAL 20. Teori Penetrasi Sosial Teori Penetrasi Sosial Irwin Altman Dalmas Taylor Teori ini memuat ilustrasi fiktif yang terinspirasi olehkasus rumah tangga yang sedang gonjang-ganjing dari seorang artis/musisi. Ilustrasi fiktif hanyalah sebuah inspirasi ataugambaran tentang karakter pribadi dengan latar belakang sosial : tokoh suami (inisial D) dan istri (inisial M) hanyalah merupakan rekaan. 21. a. Tahap Berkenalan Ketika baru berkenalan, D dan M merasakan ada satu atmosfer yang membuat mereka merasa dapat menjadi akrab, yaitu sama-sama memiliki bakat musik dan dorongan keinginan untuk bermusik yang besar.Sekalipun situasi mereka sangat bertolak belakang, D memang sudah memutuskan untuk hidup dari bermusik sehingga tidak meneruskan pendidikannya lagi selepas SMA dan merupakan poduk keluarga broken home.Sementara M berasal dari keluarga intelektual yang harmonis dan berada, selain berbakat besar dibidang musik yang ditandai dengan gelar terbaik yang diperolehnya dari beberapa festival juga tetap meneruskan pendidikannya karena juga memilkiki otak brilian.M merasa musik dan pendidikan sama pentingnya, namun tidak demikian bagi keluarganya, pendidikan harus didahulukan.Perkenalan dengan D membuat M merasa diakui kemampuan bermusiknya, sehingga memutuskan tidak perlu mengungkapkan apa yang menjadi tradisi keluarganya, agar dia bisa lebih akrab dengan D. 22. b. Keakraban/Intimitas Perkenalan menjadi akrab saat mereka berdua pindah darikota asalnya ke Jakarta, dimana D memulai karirnya sebagai musisi, M melanjutkan pendidikan. Keakraban ini berlanjut pada hubungan percintaan. Tradisi kehidupan kota besar mempengaruhi proses selfdisclosure atau aktifitas mengungkapkan informasi diri kedua belah pihak. Mereka lebih membuka diri menyangkut pada kedalamanhubungan kedua belah pihak, yaitu sama-sama mencintai dunia musik, namun tanpa di imbangi dengan luasnya hubungan kedua pihak. 23. C. Perkawinan Singkat kata, hubungan percintaan kedua musisi ini berlanjut pada perkawinan.Pada tahap ini proses hubungan mulai berlanjut ke tahap dimana ada perhitungan rewards dan cost kedua belah pihak, termasuk Comparison Level (CL) dan Comparison Level of Alternatives (CLAlt).Pada poses perkawinan ini mereka saling berusaha menciptakan kedekatan hubungan dengan mempertimbangkan apa yang akan didapat dan apa yang harus dibayar. Apalagi kemudian lahir anak-anak buah perkawinan mereka.Trauma broken home dan latar belakang pendidikan yang kurang memadai, membuat D memposisikan dirinya, sebagai suami sebagaimana yang ada dalam gambarannya sendiri, sementara sang istri M yang sebenarnya sangat memahami bagaimana menciptakan harmonisasi keluarga dari pengalaman juga wawasannya, memilih tidak perlu mengungkapkan pendapatnya demi keutuhan rumah tangga.Toh dalam suatu hal yang juga merupakan dunia yang mereka cintai, yaitu bermusik, mereka sangat cocok. Ada fase komunikasi pasca perkawinan ini cenderung bersifat semu atau palsu, mereka saling menyembunyikan dan selalu berusaha untuk mengalah agar terjalin satu kesamaan.Namun pada suatu momen, saat karir sang istri (M) mulai menyamai populitas sang suami (D), penajaman prinsip tentang fungsi suami dan fungsi istri mulai dijadikan permasalahan.D menganggap M melalaikan fungsinya sebagai istri (menurut prinsip aturannya sendiri) karena bermusik, sehingga adalah wajar sebagai suami, ia menghendaki karir bermusik M harus dikurangi. 24. e. Perceraian Proses depenetrasi terjadi, di mana hubungan kedua belah pihak mulai memudar.Fase ini terjadi krisis komunikasi dalam perkawinan dimana tampak kualitas komunikasinya tidak tercipta komunikasi yang efektif hingga tidak terjalin keterbukaan dan cenderung bersifat kursif.Isi Pesan dari pasangan tersebut dalam proses penyampaian pesannya yang menyangkut persoalan prinsip bersama untuk rumah tangga mereka tidak dapat terjalin.Masing-masing tidak memahami pentingnya untuk mengekplorasi semua unsur-unsur komunikasi. Intensitas, bertatap muka diantara suami-istri relatif kurang. Waktu mereka bertemu untuk berkomunikasi sangat terbatas.Keduanya cenderung saling menghindar. Terbukti karena dalam pernyataan terpisah, keduanya mengatakan sudah melakukan cooling down, tetapi pasangan tidak menggubris.Ketika waktu bertemu menggunakan media pun mereka tidak memposisikan mediator tersebut sebagaimana fungsi seharusnya, saling memenangkan argumentasi.Mereka juga memanfaatkan media telpon, atau anak-anak sebagai penyambung pesan. Krisis ini dapat berlanjut pada fase puncak konflik dalam hubungan perkawinan.; di mana pada akhirnya komunikasi tidak bisa memberikan kebaikan lagi dan datangnya penengah tidak dapat membawa perdamaian sementara konflik semakin meruncing dikarenakan wujud kesabaran yang sudah habis maka terjadi perceraian.Berbagai faktor ini membuktikan bahwa komunikasi keluarga ikut mempengaruhi terjadinya perceraian. 25. f. Penyusupan Sosial Dalam Teori Penetrasi Sosial, Altman dan Taylor mengemukakan inti teori ini, yakni bahwa dalam hubunganantar pribadi selalu ada penyusupan sosial. Ketika anda baru berkenalan dengan seseorang anda mulai dengan suatu suasana yang tidak akrab, namunsetelah proses hubungan terus berlanjut maka situasi hubungan mulai berubah menjadi lebih akrab. Akibatnya setiap orang menghitung keuntungan dan kerugiaan yang bisa diterima akibat hubungan tersebut.Kesimpulannya hubungan antarpribadi selalu melalui suatu proses yang berubah terus menerus. Kritik Em Griffin terhadap teori ini bersifat terlalu umum. Menurut Griffin, ada kekuatan asosiasi visual dalamcara berpikir manusia. Kecenderungan manusia untuk berpikir secara visual berkaitan dengan bagaimana kita menangkap pesan-pesan yang sifatnya antar pribadi. Teori ini menganggap bahwa dalam hubungan komunikasi antar pribadi tidak dapat diprediksikan dan selalumelibatkan lebih dari sekedar aksi yang dilakukan komunikator. Diperlukan lebih banyak konsentrasi atau keahlian untuk mengolah pesan atau memahami makna. Dan padasatu sisi dalam hubungan antar pribadi terjadi sebuah transaksi kompleks dimana overlapping messages pada saat bersamaan saling memberi pengaruh dan dipengaruhi oleh orang lain dan banyak faktor-faktor lainnya 26. TEORIPERBANDINGAN TERHADAP PROSES 27. Teori Perbandingan Terhadap Proses Dalam teori perbandingan terhadap proses,kausalitas dan keaslian hubungan antarpribadi dapat diramalkan melalui pengetahuan dan keadaan pribadi komunikan. Artinya, dengan mengetahui pribadi komunikan dan perkembangan antarpribadi yang dia lakukan, maka kita dapat mengetahui apakah hubungan yang sedang dia lakukan itu asli atau semu. 28. TEORI PERTUKARAN SOSIAL Engkau Sahabatku Jika engku menguntungkan aku 29. HUBUNGAN ANTARPRIBADI SEBAGAI TRANSAKSI DAGANG. 30. SETIAP INDIVIDU SECARA SUKARELA MEMASUKI DAN TINGGAL DALAM HUBUNGAN SOSIAL HANYA SELAMA HUBUNGAN TERSEBUT CUKUP MEMUASKAN DITINJAU DARI SEGI GANJARAN, BIAYA, LABA, DAN TINGKAT PERBANDINGAN. 31. Ganjaran : Setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Ganjaran berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. 32. BIAYA: AKIBAT NEGATIF YANG TERJADI DALAM SUATU HUBUNGAN. BERUPA WAKTU, USAHA, KONFLIK, KECEMASAN, DAN KERUNTUHAN HARGA DIRI. SEPERTI GANJARAN, BIAYA PUN BERUBAH-UBAH SESUAI DENGAN WAKTU DAN ORANG YANG TERLIBAT DIDALAMNYA. 33. Hasil atau laba = Ganjaran dikuRangi biaya. Bila seorang Individu merasa Dalam suatu hubungan antarpribadi dirinya tidak memperoleh laba sama sekali...Ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba. 34. TINGKAT PERBANDINGAN: UKURAN BAKU YANG DIPAKAI SEBAGAI KRITERIA DALAM MENILAI HUBUNGAN INDIVIDU PADA WAKTU SEKARANG. UKURAN BAKU INI DAPAT BERUPA PENGALAMAN INDIVIDU PADA MASA LALU ATAU ALTERNATIF HUBUNGAN LAIN YANG TERBUKA BAGINYA. 35. Fasilitator Lusius Sinurat, S.S., M.Hum Pendidikan Sarjana Filsafat, Unpar (1998-2002) Magister Humaniora, Unpar (2003--2005) Pengalaman Kerja Guru SD-SMP-SMA (2003-2005) Spiritual Trainer (2002-2007) HR Consultant (2008 sekarang) Cerdas Bersinergi Consulting (2012-Sekarang) Kegiatan Lain Yayasan Sosial (2011-sekarang) YEE Program - Indonesian Business Links (IBL) trainer (20012-sekarang) YEE untuk PLAN International Jawa Timur &amp; Kadin Jatim / MojokertoLusius</p>