persentasi besok k3

Download Persentasi Besok K3

Post on 24-Oct-2015

34 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PowerPoint Presentation

K3 & Hukum Ketenagakerjaan Kelompok 4 :Asep SaefullohGinanjar AdhimartaMutiara Nurul FaadhilahSalma IzzatiYusuf Agung MaulanapengenalanObayashi - Jaya Konstruksi Joint Operation (OJJO) membentuk Rencana kesehatan dan Pengendalian Keselamatan (POHSCP) untuk Akses Proyek Pembangunan Jalan tol Tanjung Priok Bagian (Tahap 2) Tujuan E-2A.Tujuan POHSCP ini adalah untuk menentukan persyaratan berkaitan dengan standar kesehatan dan keselamatan dalam proyek sebagaimana diatur dalam dokumen kontrak dan peraturan terkait Republik Indonesia.

OJJO telah membentuk sistem manajemen proyek berdasarkan Sistem Manajemen Terpadu (IMS) dari OCECD (Obayashi Divisi Teknik Konstruksi Sipil Luar Negeri) yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001, ISO14001 dan OHSAS18001

Rencana POHSCP ini dibuat dengan mengacu pada dokumen berikut: - Dokumen Kontrak - Hukum Ketenagakerjaan Indonesia - OHSAS 18001:2007 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem Manajemen

Tujuan dan targetnya terkait Kesehatan dan Keselamatan adalah Tujuan 1: Menghindari kecelakaan fatal untuk periode keseluruhan proyekTarget 1: Nol kematian dalam 12 bulan ke depanTujuan 2: Meminimalkan terjadinya kecelakaan Target 2: Batasi tingkat frekuensi kecelakaan kurang dari 1,0

Sistem Manajemen K3Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Tujuan Penerapan SMK3Manfaat Penerapan K3Perlindungan Karyawan

Tujuan inti penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 adalah memberi perlindungan kepada pekerja. Bagaimanapun, pekerja adalah asset perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga keselamatannya. Pengaruh positif terbesar yang dapat diraih adalah mengurangi angka kecelakaan kerja.

SELANJUTNYAMengurangi Biaya

Dengan menerapkan sistem ini, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan, kerusakan atau sakit akibat kerja. Dengan demikian kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang ditimbulkan akibat kejadian tesebut.Salah satu biaya yang dapat dikurangi dengan penerapan sistem manajemen K3 adalah biaya premi asuransi.

SELANJUTNYAMembuat Sistem Manajemen yang Efektif

Salah satu bentuk nyata yang bisa kita lihat dari penerapan sistem manajemen K3 adalah adanya prosedur terdokumentasi. Dengan adanya prosedur, maka segala aktivitas dan kegiatan yang terjadi akan terorganisir, terarah dan berada dalam koridor yang teratur. Rekaman-rekaman sebagai bukti penerapan sistem disimpan untuk memudahkan pembuktian dan identifikasi akar masalah ketidak sesuaian.

Nama Proyek: Proyek Jalan Bebas Hambatan, Tanjung Priok

Lokasi: Jalan , Tanjung Priuk Jakarta Utara

Owner: Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM), Kementrian Pekerjaan Umum, Republik Indonesia

Konsultan Pengawas : Katahira ENGINEERS INTERNATIONAL-JEPANG JEMBATAN & STRUKTUR

Kontraktor: Obayashi Jaya Konstruksi Joint Operation (OJJO)Sumber Dana : JICAWaktu : 31 bulanPROGRAM SMK3 OJJO PADA PROYEKPengadaan pelatihan kepada seluruh pekerja untuk memberi kesadaran pentingnya keselamatan dan kesehatan kerjaPemeriksaan kesehatan seperti tes tekanan darah,penglihatan, tes elektrokardiogram dllinstruksi mengenai bahaya yang terjadi dan tindakan pencegahan yang harus diambilMemberikan Informasi dan pengetahuan tentang potensi bahaya , kebersihan pribadi , peralatan pelindung dan upaya perlindungan pribadi lainnya yang terlibat atau diperlukanmemberikan pelatihan tentang penanganan situasi darurat yang mungkin timbul dari penggunaan peralatan dalam proyekRapat bulanan Komite Keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan OJJOCatatan kecelakaan agar penyebab kecelakaan dapat di identifikasi dan mengambil tindakan agar kecelakaan tersebut tidak terulang kembaliWajib memakai Personal Protective Equipment ( PPE ) seperti sepatu pelindung, helm, masker, sarung tangan, sabuk pengaman pada pekerjaan ketinggian

Pemberitahuan kecelakaanSetiap terjadinya kecelakaan harus di informasikan kepada Engineering melalui komunikasi langsung,telfon,email dan surat.Kecelakaan harus segera di laporkan kepada Direksi KitAkar penyebab kecelakaan tersebut harus diidentifikasi dalam laporan kecelakaan . Tindakan korektif dan preventif perlu ditangani dalam laporan kecelakaan .Safety Officer memberikan pengarahan kepada pekerja di proyek agar tidak terulang kecelakaan serupa.Safety Officer akan mengawasi keamanan proyek dan memastikan bahwa langkah pencegahan kecelakaan di implementasikan dan telah efektif

Peralatan proteksi pribadipelindung kepala (helm) pelindung mata / wajahperlindungan tangan (golves/sarung tangan)perlindungan alas kaki (safety shoes)

Pentingnya penggunaan APD disampaikan pada pertemuan konstruksi harian,rapat tool box. Penggunaan APD dengan benar pada pekerja harus dipantau dan diperiksa setiap hari.`pencegahan AIDS di tempat kerja 1) Penyuluhan mengenai AIDS kepada staff kontraktor dan staff sub-kontraktor 2) Pengembangan program-program pelatihan yang telah dirancang secara komprehensif agar dpt dipraktekan oleh para pekerja.3) penyediaan layanan yang dibutuhkan untuk mengurangi penularan HIV dan AIDS, aksesibilitas yang mudah untuk informasi tentang dampak sosial ekonomi dan lingkungan yang mendukung dll

Tindakan pengendalian di tempat kerja

meminimalkan atau menghilangkan risiko kesehatan yang signifikan ini menggunakan kombinasi teknik dan kerja praktek kontrol, pakaian pelindung pribadi dan peralatan, pelatihan, tindak-lanjut medis dari paparan incidentsvaccination (jika berlaku) dan ketentuan lain menetapkan teknik kerja dan kontrol eksposur rencana yang dirancang untuk menghilangkan atau meminimalkan kecelakaan kerja

teknik kontrol akan diteliti dan dipertahankan atau diganti pada jadwal yang ditentukan untuk memastikan efektivitas mereka Penyediaan fasilitas cuci tangan, yang mudah diakses bagi pekerja

memastikan pekerja mencuci tangan mereka setelah pelepasan sarung tangan atau peralatan pelindung pribadi

PERTOLONGAN PERTAMA

OJJO (Obayashi-Jaya konstruksi Joint Operation) harus mengikuti persyaratan untuk pertolongan pertama pengaturan yang ditentukan dalam tenaga kerja hukum Indonesia

Pertolongan pertama dasar

pertolongan pertama dasar akan ditangani oleh kontraktor. Ruang perawatan harus dilengkapi dengan peralatan yang sesuai seperti tempat tidur dan obat-obatan yang memadai harus disediakan. Kotak pengobatan disimpan untuk digunakan setiap kali diperlukan. dasar pertolongan pertama memuat sebuah ruang pemulihan yang akan dilengkapi dengan dua kursi dan belakangnya memantapkan semua pijakan. dokter tersedia untuk pengobatan pertolongan pertama kecelakaan yang terjadi di lapanganJika ada kebutuhan perhatian segera oleh praktisi medis akibat cedera/penyakit, insinyur lapangan bertanggung jawab mengirimkan orang terluka/sakit tersebut ke rumah sakit atau poliklinik terdekat

Box Pertolongan Pertama

Kotak pertolongan pertama harus tersedia di kantor. Isi dari kotak pertolongan pertama diantara lain :PlasterKapas MitellaGuntingPenitiSarung tangan

Jumlah PekerjaNomor dan Standar Kotak Pertolongan PertamaKurang dari 26 orang1 Box A26 50 orang1 Box B atau 2 Box A51 100 orang1 Box C atau,2 Box B atau,4 Box A atau,1 Box B dan 2 Box ASetiap 100 orang1 Box C atau,2 Box B atau,4 Box A atau,1 Box B dan 2 Box AKesiapsiagaan Darurat

Prosedur ketika dalam keadaan darurat akan di tampilkan di depan Site Office kontraktor rencana darurat akan mencakup berikut: Metode untuk mengevakuasi dari daerah insiden akan diberikan Orang yang bertanggung jawab ketika keadaan darurat Lokasi area berkumpul dan petunjuk arah Instruksi untuk orang-orang berjalan bukan berjalan selama evacuationInstruksi untuk mematikan setiap alat listrik dan mesin pembakaran internal dan katup tertutup pada peralatan oxy/asetilena jika aman untuk melakukan begitu Instruksi untuk meninggalkan ventilasi powered sistem operasi Instruksi yang tidak ada orang yang dapat memungkinkan untuk kembali masukkan kecuali diizinkan atau ditunjuk oleh Senior Manajemen Proyekkeputusan untuk evakuasi darurat harus dilakukan dalam pengawasan insinyur lapangan. setiap aktivitas pengarahan evakuasi darurat harus diketahui Pengawas Umum dan petugas keamanan

Prosedur bagiSELURUH PENGHUNI / KARYAWAN GEDUNGSaat Melihat Api

Saat Mendengar Alarm Tahap I

Saat Mendengar Alarm Tahap II

Saat Evakuasi

Saat Pengungsian di Luar GedungSAAT MELIHAT APITETAP TENANG JANGAN PANIK !Bunyikan alarm dengan menekan tombol manual call point/memecahkan manual break glass dan menekan tombol alarm, sambil teriak kebakaran-kebakaran. Beritahu Safety Representative melalui telepon darurat atau lewat HP, Pager, dan sampaikan informasi berikut :identitas pelapor, ukuran /besarnya kebakaran, lokasi kejadian, adanya / jumlah orang terluka, jika ada, tindakan yang telah dilakukanBila memungkinkan (jangan mengambil resiko) padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang terdekat.Jika api /kebakaran tidak dapat dikuasai atau dipadamkan lakukan evakuasi segera melalui pintu keluar (EXIT)SAAT MENDENGAR ALARM TAHAP IKunci semua lemari dokumen / file.Berhenti memakai telepon intern & extern.Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik.Pindahkan keberadaan benda-benda yang mudah terbakar.Selamatkan dokumen penting.Bersiaga dan siap menanti instruksi / pengumu