permintaan, penawaran dan harga keseimbangan serta elastisitas harga

of 18 /18
Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 1 Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga Jika Anda Ingin Menjadikan Burung Beo Menjadi Ahli Ekonomi, Ajarkan Ia Tentang Permintaan dan Penawaran (Paul A. Samuelson) A. Permintaan (Demand) 1. Pengertian Permintaan Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu. Ada 3 hal penting yang berkaitan dengan Permintaan : Pertama, jumlah (kuantitas) barang yang diminta merupakan jumlah (kuantitas) barang yang diingingkan Kedua, keinginan konsumen untuk membeli barang disertai dengan kemampuan untuk membeli Ketiga, jumlah barang yang diminta dinyatakan dalam satuan tertentu Ada beberapa jenis permintaan yaitu : a. Berdasarkan daya beli 1) Permintaan absolut (absolut demand). Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli. 2) Permintaan potensial(Potential Demand), yaitu permintaan yang disertai daya beli, tetapi belum digunakan untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan. 3) Permintaan efektif (effective demand) Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli. b. Berdasarkan jumlah konsumen 1) Permintaan individu, yaitu permintaan yang berasal dari seseorang 2) Permintaan kolektif/pasar, yaitu permintaan yang merupakan kumpulan dari permintaan individu di pasar. 2. Hukum Permintaan Hukum permintaan berbunyi sebagai berikut, “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”; dengan syarat cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tidak berubah /konstan/tetap).” Dengan syarat ceteris paribus berarti hukum permintaan tersebut akan hanya berlaku bila faktor lain-lain yang bisa memengaruhi naik turunnya permintaan tidak berubah. Apabila faktor-faktor lain berubah maka hukum permintaan tidak berlaku lagi. Bila kita cermati bunyi hukum permintaan di atas maka antara harga dan jumlah barang/jasa yang diminta memiliki hubungan negatif, atau harga berbanding terbalik dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Artinya, kenaikan harga justru diikuti oleh penurunan jumlah barang atau jasa yang diminta, dan sebaliknya penurunan harga justru akan diikuti oleh kenaikan jumlah barang atau jasa yang diminta. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan a. Harga barang itu sendiri Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta. Pendapatan masyarakat b. Pendapatan Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. c. Intensitas kebutuhan Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda. d. Jumlah dan karakteristik penduduk Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat. e. Selera (Taste) Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan. f. Harga Barang pengganti (substitusi) dan barang komplementer Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya. g. Perkiraan/Ekspektasi masyarakat di masa yang akan datang

Author: jogo-hera

Post on 19-Jul-2015

315 views

Category:

Education


13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 1

    Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan

    Serta Elastisitas Harga

    Jika Anda Ingin Menjadikan Burung Beo Menjadi Ahli Ekonomi, Ajarkan Ia

    Tentang Permintaan dan Penawaran (Paul A. Samuelson)

    A. Permintaan (Demand) 1. Pengertian Permintaan

    Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau

    dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.

    Ada 3 hal penting yang berkaitan dengan Permintaan :

    Pertama, jumlah (kuantitas) barang yang diminta merupakan jumlah (kuantitas)

    barang yang diingingkan

    Kedua, keinginan konsumen untuk membeli barang disertai dengan kemampuan

    untuk membeli

    Ketiga, jumlah barang yang diminta dinyatakan dalam satuan tertentu

    Ada beberapa jenis permintaan yaitu :

    a. Berdasarkan daya beli 1) Permintaan absolut (absolut demand). Permintaan absolut adalah seluruh

    permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga

    beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.

    2) Permintaan potensial(Potential Demand), yaitu permintaan yang disertai daya beli, tetapi belum digunakan untuk membeli barang atau jasa yang

    diinginkan.

    3) Permintaan efektif (effective demand) Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.

    b. Berdasarkan jumlah konsumen 1) Permintaan individu, yaitu permintaan yang berasal dari seseorang 2) Permintaan kolektif/pasar, yaitu permintaan yang merupakan kumpulan dari

    permintaan individu di pasar.

    2. Hukum Permintaan Hukum permintaan berbunyi sebagai berikut, apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya

    apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan

    turun/berkurang; dengan syarat cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tidak

    berubah /konstan/tetap). Dengan syarat ceteris paribus berarti hukum permintaan tersebut akan hanya berlaku bila faktor lain-lain yang bisa memengaruhi naik

    turunnya permintaan tidak berubah. Apabila faktor-faktor lain berubah maka hukum

    permintaan tidak berlaku lagi.

    Bila kita cermati bunyi hukum permintaan di atas maka antara harga dan jumlah

    barang/jasa yang diminta memiliki hubungan negatif, atau harga berbanding terbalik

    dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Artinya, kenaikan harga justru diikuti

    oleh penurunan jumlah barang atau jasa yang diminta, dan sebaliknya penurunan

    harga justru akan diikuti oleh kenaikan jumlah barang atau jasa yang diminta.

    3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan a. Harga barang itu sendiri

    Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya

    terhadap jumlah barang yang diminta.

    Pendapatan masyarakat

    b. Pendapatan Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya

    pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas

    permintaan.

    c. Intensitas kebutuhan Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/

    jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting

    dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding

    tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.

    d. Jumlah dan karakteristik penduduk Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak

    penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.

    e. Selera (Taste) Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera

    masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.

    f. Harga Barang pengganti (substitusi) dan barang komplementer Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada

    saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan

    dipengaruhinya.

    g. Perkiraan/Ekspektasi masyarakat di masa yang akan datang

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 2

    Perkiraan di masa yang akan datang juga dapat memengaruhi permintaan

    konsumen. Pada saat masyarakat beranggapan bahwa harga akan naik di masa

    yang akan datang maka akan terjadipenambahan permintaan. Masyarakat akan

    segera membeli benda pemuas kebutuhan sebelum harganya makin naik.

    Sebaliknya, ketika masyarakat beranggapan bahwa harga akan turun di masa

    datang maka masyarakat cenderung menunda permintaan.

    4. Kurva Permintaan (Demand Curve) Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga (Price) dan jumlah

    barang yang diminta (quantity demanded). Kuantitas barang yang diminta

    (quantity demanded) mengacu pada kuantitas barang dan jasa yang ingin dibeli

    konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu, cateris paribus. Tabel permintaan

    (demand schedule) adalah tabel yang menunjukkan kuantitas barang dan jasa yang

    diminta selama periode tertentu pada berbagai tingkat harga, cateris paribus. Kurva

    permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin

    rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Qd). Perhatikan contoh

    dibawah ini :

    Harga Jumlah yang dibeli

    Rp. 200,00 100 unit

    Rp. 300,00 90 unit

    Rp. 400,00 80 unit

    Rp. 500,00 70 unit

    Rp. 600,00 60 unit

    Rp. 700,00 50 unit

    Rp. 800,00 40 unit

    5. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan adalah suatu fungsi yang menunjukkan besarnya pengaruh

    harga/price (P) terhadap jumlah barang yang diminta (Qd).

    Secara matematis fungsi permintaan dirumuskan sebagai berikut :

    Qd = -a + bPd

    Keterangan :Qd : banyaknya jumlah barang yang diminta

    Pd : harga barang yang diminta

    a,b : konstanta

    a. Suatu pabrik dapat menjual 60 unit barang pada tingkat harga Rp. 480,00. Pada saat terjadi perubahan harga menjadi Rp. 520,00 tingkat permintaannya 40 unit. Tentukan fungsi permintaannya dan gambarkan kurvanya Menentukan Fungsi permintaan : Diketahui : P1 = 480 Q1 = 60 P2 = 520 Q2 = 40 Ditanya : fungsi permintaan?

    Cara II

    P P1 = m (Q Q1) Ket :

    P1 = Harga awal Q1 = Jumlah permintaan awal m = gradien (besarnya kemiringan kurva yang diperoleh dari perbandingan kenaikan harga (P) dengan jumlah permintaan (Q) yaitu :

    =P

    Q

    Dari soal di atas, dapat dihitung fungsi permintaan sbb:

    =520 480

    40 60

    =40

    20= 2

    P 480 = -2 (Q 60) P 480 = -2Q + 120 P + 2Q = 120 + 480 P + 2Q = 600 2Q = - P + 600

    = + 600

    2

    Qd = 1

    2 + 300

    Cara I Dijawab :

    =

    Ket P1 = Harga awal P2 = Harga setelah perubahan Q1 = jumlah permintaan awal Q2 = jumlah permintaan stlh perubahan

    480

    520 480=

    60

    40 60

    480

    40=

    60

    20

    40Q 2400 = -20P + 9600 40Q +20P = 9600 + 2400 40Q + 20P = 12.000 40Q = -20P + 12.000

    =20 + 12.000

    40

    Qd = 1

    2 + 300

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 3

    Menggambar kurva Langkah-langkah : 1) Menentukan titik potong untuk sumbu Q dan Sumbu P

    Titik Potong Sumbu Q Jika P = 0 maka

    Q = 1

    2 + 300

    Q = 1

    2(0) + 300

    Q = 300 ; jadi titik potong sumbu Q adalah (300,0) Titik Potong Sumbu P Jika Q = 0 maka

    0 = 1

    2 + 300

    1

    2 = 300

    =300

    12

    P = 600 ; jadi titik potong sumbu P adalah (0, 600) 2) Menggambar kurva dengan menghubungkan titik potong sumbu Q dan

    P

    b. Diketahui fungsi permintaan Produk XYZ adalah Qd=80-5P. Besarnya jumlah permintaan pada tingkat harga Rp. 7 adalah . Harga barang ketika jumlah permintaan meningkat menjadi 30 adalah Penyelesaian : Diketahui : Qd = 80 5P

    Ditanya : Qd pada tingkat harga Rp. 7 (P) Dijawab : Qd=80-5P Qd=80-5(7) Qd=45

    Diketahui : Qd = 80 5P Ditanya : Pd pada Qd=30 Dijawab : Qd=80 5P 30=80-5P 5P=80-30 5P=50 P=10

    6. Pergeseran Kurva Permintaan Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus. Jadi jika

    faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami

    perubahan/pergeseran.Pergeseran kurva permintaan terjadi oleh karena

    perubahan faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri. Jadi dapat

    disimpulkan bahwa jika perubahan faktor selain harga barang itu sendiri

    mengakibatkan permintaan bertambah maka kurva permintaan bergeser ke

    kanan dan sebaliknya jika perubahan faktor lain tersebut menyebabkan

    penurunan permintaan maka kurva permintaan akan bergeser ke kiri.

    Kurva permintaan dapat berubah karena:

    Apabila harga produk (P) tetap, tetapi jumlah produk yang diminta (Qd)

    bertambah maka permintaannya meningkat (Q 1 ke Q3) sebaliknya jika harga

    produk tetap (P) , tetapi jumlah produk yang diminta berkurang artinya

    permintaan berkurang (Q1 ke Q2). Apabila digambarkan dalam kurva sebagai

    berikut :

    P (0,600)

    Q=1/2P + 300

    (300,0) Q

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 4

    B. Penawaran 1. Pengertian

    Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada

    berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.

    Jumlah penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga

    antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan.

    2. Hukum Penawaran Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan

    meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa

    yang ditawarkan berkurang/ turun, dengan syarat cateris paribus (faktor-faktor

    lain dianggap tidak berubah /konstan/tetap). Hukum penawaran berbanding lurus

    dengan harga barang.

    3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran Penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu: a. Harga barang itu sendiri

    Harga barang jadi akan memengaruhi seorang produsen atau pedagang dalam

    menjual produknya. Jika harga suatu barang mengalami kenaikan, produsen

    akan menambah jumlah barang yang ditawarkan. Begitu juga sebaliknya.

    b. Kemajuan teknologi Peningkatan teknologi mengandung arti bahwa jumlah input (sumber daya)

    yang dibutuhkan lebih sedikit, atau biaya yang diperlukan berkurang. Jika

    biaya produksi rendah, produsen akan terdorong akan meningkatkan

    produksinya. Laba yang akan diperoleh juga akan meningkat.

    c. Biaya produksi (input) Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada

    akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.

    d. Persediaan sarana produksi Produksi akan terganggu jika persediaan sarana produksi berkurang. Misalnya

    penawaran beras pada daerah tertentu akan cenderung menurun karena banyak

    lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi daerah industri.

    e. Bertambahnya jumlah produsen Jika penjualan suatu barang mendatangkan keuntungan hal ini tentunya akan

    mendorong pemodal-pemodal baru untuk memasuki usaha tersebut.

    f. Peristiwa alam Kejadian-kejadian alam seperti banjir, musim kemarau, dsb akan mengurangi

    penawranbarang dan jasa

    g. Ekspektasi atau Harapan Produsen Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga

    dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga

    mempengaruhi jumlah penawaran.

    4. Kurva Penawaran (Supply Curve) Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga (Price)

    dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan (quantity supplied).

    Tabel penwaran (Supply schedule) adalh tabel yang menunjukkan kuantitas suatu

    barang dan jasayang ditawarkan selama periode tertentupada berbagai tingkat harga,

    cateris paribus. Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang

    menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual

    dalam jumlah yang lebih banyak.

    Perhatikan Contoh berikut dengan seksama.

    Harga Jumlah yang

    ditawarkan Rp. 100,00 200 unit Rp. 200,00 300 unit Rp. 300,00 400 unit Rp. 400,00 500 unit Rp. 500,00 600 unit

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 5

    5. Fungsi Penawaran

    Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara variabel harga/price (P) dengan jumlah barang yang ditawarkan (Qs). Bentuk umum fungsi penawaran adalah sebagai berikut :

    Qs = a bP Keterangan : Qs = jumlah penawaran P = harga a, b = konstanta Menentukan Fungsi Penawaran Contoh Soal : a. Pada tingkat harga Rp. 350,00 perusahaan dapat menjual 400 unit barang. Bila

    terjadi kenaikan harga menjadi Rp. 650,00 perusahaan mampu menyediakan 850 unit barang. Tentukan fungsi penawarannya dan gambarkan grafiknya Penyelesaian : Diketahui : P1 = 6 Q1 = 4 P2 = 4 Q2 = 2 Ditanya : Fungsi Penawaran? Dijawab : Cara 1 Dijawab :

    =

    Ket P1 = Harga awal P2 = Harga setelah perubahan Q1 = jumlah penawaran awal Q2 = jumlah penawaran setelah perubahan

    6

    4 6=

    4

    2 4

    6

    2=

    4

    2

    -2Q + 8 = -2P + 12 -2Q + 2P = 12 -8 -2Q + 2P = 4 -2Q = 4 2P

    =2 4

    2

    Q= P-2 Menggambar Kurva Penawaran Berdasarkan Fungsi Penawaran Langkah-langkah : a. Menentukan titik potong untuk sumbu Q dan Sumbu P

    Titik Potong Sumbu Q Jika P = 0 maka Q=P-2 Q = 0-2 Q = -2 Q = -2 ; jadi titik potong sumbu Q adalah (-2,0) Titik Potong Sumbu P Jika Q = 0 maka Q=P-2 0=P-2

    b. Mengambar kurva dengan menghubungankan titik potong sumbu Q dan P

    Cara II

    P P1 = m (Q Q1)

    P1 = Harga awal Q1 = Jumlah penawaran awal m = gradien (besarnya kemiringan kurva yang diperoleh dari perbandingan kenaikan harga (P) dengan jumlah penawaran (Q) yaitu :

    =P

    Qs

    =4 6

    2 4

    =2

    2= 1

    P 6 = - 1 (Q 4) P 6 = -Q 4 P + Q = -4 + 6 P + Q = 2 Q =P 2

    -P=-2 P = 2 ; jadi titik potong sumbu P adalah (0, 2)

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 6

    6. Pergeseran Kurva Penawaran

    Seperti halnya kurva permintaan, kurva penawaran pun mengalami pergeseran.

    Setiap perubahan yang menyebabkan meningkatnya penawaran, akan

    menggeser kurva penawaran ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang

    menyebabkan jumlah penawaran menurun, akan menggeser kurva

    penawaran ke kiri. Faktor-faktor penyebab pergeseran kurva penawaran adalah

    faktor-faktor selain faktor harga barang itu sendiri.

    C. Harga Keseimbangan (Equilibrium Price) 1. Pengertian Harga Keseimbangan

    Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi

    rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran

    dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran

    bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar

    harganya.

    Dengan kata lain maka harga keseimbangan ini terjadi ketika kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawarannya. Titik perpotongan antara

    kedua kurva tersebut disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya

    pada sumbu vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan

    kuantitasnya pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan

    (Quantity Equlibrium).

    2. Proses Terbentuknya Harga Pasar Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi

    permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya

    jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan

    penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan.

    Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya.

    Kurva Keseimbangan Pasar

    P pada Rp. 400,00 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S)

    sama dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 5.000 unit. Penjual

    menawarkan dengan harga Rp.600,00 dengan jumlah barang yang terjual/

    ditawarkan 7.000 unit. Sedangkan pembeli menawar dengan harga Rp.200,00 dan

    jumlah barang yang diminta 7.000 unit. Karena tidak terjadi kesepakatan, maka

    penjual berusaha menurunkan harga dan pembeli berusaha menaikkan penawaran,

    P

    Qs=P-2

    2

    -2 Q

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 7

    demikian seterusnya sampai akhirnya bertemu pada harga Rp.400,00 dengan jumlah

    barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, sebesar 5.000 unit.

    Perlu juga diketahui bahwa keseimbangan antara permintaan dan penawaran

    akan menghasilkan suatu tingkat harga tertentu yang relatif stabil (Harga

    Ekuilibrium). Pada tingkat harga ekuilibrium tersebut, maka kuantitas barang yang

    diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan pada tingkat

    harga lainnya baik terlalu tinggi atau terlalu rendah akan cenderung mengakibatkan

    ketidakseimbangan pasar (Disekuilibrium).Jika penawaran terhadap suatu

    barang/jasa kurang diikuti dengan jumlah permintaan bertambah itu namanya

    telah terjadinya kelebihan permintaan (excess demand)

    dan bila penawaran terhadap suatu barang/jasa naik diikuti dengan jumlah

    permintaan yang turun itu dinamakan kelebihan penawaran (excess supply)

    3. Menghitung Harga dan Jumlah Keseimbangan Ada beberapa cara atau pendekatan dalam menentukan harga dan jumlah

    keseimbangan, yaitu :

    a. Pendekatan Tabel Tabel Permintaan dan Penawaran Pasar pada berbagai Tingkat Harga

    Pada pendekatan tabel, harga dan jumlah keseimbangan dapat dicari dengan

    menyusun tabel harga (P), jumlah penawaran (Qs) dan jumlah permintaannya

    (Qd). Dengan pendekatan tabel, kalau terlihat suatu keadaan di mana pada harga

    tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, maka pada

    saat tersebut terjadi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan.

    Dari tabel 3.7, terlihat bahwa Qs = Qd terjadi pada volume sebesar 15 kg telur

    dan harganya sebesar Rp 7.500,00 per kilogram. Jadi dari kasus di atas harga

    keseimbangan pada Rp7.500,00/kg dan jumlah/output keseimbangannya pada

    15 kg telur per bulan. Pendekatan ini hanya bisa digunakan kalau dari data/tabel

    yang kita miliki ada angka-angka yang sama pada Qs dan Qd

    b. Pendekatan Grafik/Kurva. Dari data pada Tabel di atas jika digambar grafiknya akan dapat diketahui Harga

    Keseimbangan dan Jumlah/kuantitas Keseimbangannya. Penawaran akan telur

    per bulan dari Individu dan Pasar

    Dari pendekatan grafik atau kurva di atas, titik potong antara kurva permintaan

    dan kurva penawaran terjadi di titik E. Titik E inilah yang disebut dengan titik

    keseimbangan, sedangkan harga keseimbangan terjadi pada saat P = Rp 7.500,00

    dan jumlah/ kuantitas keseimbangannya pada saat Q = 15 kg.

    c. Pendekatan Matematis Secara matematis, titik keseimbangan terjadi ketika kurva permintaan (Qd)

    berpotongan dengan kurva penawaran (Qs). Dua kurva akan berpotongan kalau

    persamaan kurva permintaan akan sama dengan persamaan kurva penawarannya

    atau dapat dikatakan bahwa keseimbangan akan terjadi ketika:

    Qd (kuantitas yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan)

    Pd (Harga yang diminta) = Ps (Harga Yang Ditawarkan)

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 8

    Contoh : Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan

    P = 15 Q. Sedangkan fungsi penawarannya ditunjukkan oleh persamaan P = 3 + 0,5 Q. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang

    tercipta di pasar? Permintaan : P = 15 Q Q = 15 P Keseimbangan pasar:

    Penawaran : P = 3 + 0,5 Q Q = -6 + 2 P Q d = Q s

    P 15 P = -6 + 2P

    21 = 3 P 15 P = 7 Qs Q = 15 - P = 15 - 7 7 = 8

    3 Jadi Pe = 7 dan Qe = 8 Qd 0 8 15 Q

    4. Pergeseran Harga Keseimbangan

    Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran disebabkan

    beberapa faktor :

    a. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya bertambah

    maka harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan

    juga akan mengalami kenaikan

    b. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya berkurang maka harga

    keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan juga akan

    mengalami penurunan.

    c. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya bertambah maka harga

    keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan akan naik.

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 9

    d. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya berkurang maka harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan akan turun.

    e. Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran

    Jika kurva permintaan dan kurva penawaran bergeser bersamaan secara berimbang ke arah yang sama maka harga keseimbangan akan

    tetap sedangkan kuantitas keseimbangan akan meningkat

    Apabila kurva permintaan dan kurva penawaran sama-sama bergeser ke kiri atau ke kanan namun pergeseran salah stau kurva lebih besar daripada yang

    lain, maka harga keseimbangan akan naik atau turun tergantung pada kurva

    mana yang mengalami pergeseran lebih besar.

    jika kurva permintaan yang lebih besar pergeserannya maka harga

    keseimbangan dan jumlah keseimbangan akan meningkat

    S1 S2

    P1 E2

    Pe E1

    D1 D2

    Q1 Q2

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 10

    jika kurva penawaran yang lebih besar pergeserannya maka harga keseimbangan akan turun, sementara kuantitas keseimbangan akan

    meningkat D1 D2 S1 S2

    Pe E1

    P1 E2

    Q1 Q2

    5. Penggolongan Pembeli dan Penjual Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga

    pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi

    konsumen/ pembeli.Golongan Pembeli : a. Pembeli super marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan

    membeli di atas hargapasar.Pembeli super marginal mendapatkan premi konsumen (consumers rent)

    b. Pembeli marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar.

    c. Pembeli sub marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar.

    Dapat disimpulkan bahwa pembeli marjinal dan pembeli supermarjinal adalah

    pembeli potensail yang akhirnya menjadi pembeli efektif. Sedangkan pembeli

    submarjinal disebut pembeli absolut yaitu pembeli yang berkeinginan untuk

    membeli tetapi tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk membeli.

    Golongan Penjual :

    a. Penjual super marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar. Harga pasar itu bagi mereka menguntungkan

    karena harga pokok mereka lebih murah atau dibawah harga pasar. keuntungan

    yang mereka peroleh disebut Premi Produsen (Producers Rent) b. Penjual marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga

    pokok sama denganharga pasar.

    c. Penjual sub marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas hargapasar.

    D. Elastisitas 1. Pengertian Elastisitas

    Secara sederhana elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu

    gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas

    dapat diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang

    disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain.

    2 . Elastisitas Permintaan

    a . Pengertian Elastisitas permintaan (Ed) diartikan sebagai derajat kepekaan perubahan

    kuantitas barang yang diminta yang disebabkan karena perubahan harga barang

    itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas permintaan sering diartikan sebagai

    perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang diminta dengan

    persentase perubahan harga barang itu sendiri. Besar kecilnya elastisitas

    permintaan diukur dengan tingkat Koefisienb Elastisitas.

    b. Jenis-Jenis Elastisitas (Lihat Tabel) c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Elastisitas Permintaan

    1) Tingkat besar kecilnya intensitas kebutuhan akan benda tersebut Bila suatu barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok

    (primer) maka sifat permintaannya adalah inelastis (harga banyak

    berubah, tapi permintaan sedikit berubah). Mengapa demikian?

    Karena, walaupun harga melambung naik orang tetap akan

    membelinya demi kelangsungan hidup. Contoh barang ini adalah

    Pembeli Supermarjinal

    Penjual Submarjinal

    Pembelidan Penjual

    marjinal

    Premi

    Konsumen

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 11

    beras. Akan tetapi, bila suatu barang digunakan untuk memenuhi

    kebutuhan sekunder dan tersier (mewah) maka sifat permintaannya

    adalah elastis (harga sedikit berubah, tapi permintaan sangat banyak

    berubah). Mengapa demikian? Karena dengan melihat harga yang

    berubah misalnya naik, orang akan menunda dulu permintaannya dan

    menunggu harga turun kembali.

    2) Keberadaan benda subtitusi yang dapat menggantikan benda tersebut

    Bila suatu barang (X) memiliki barang substitusi (Y) maka bila

    harga barang (X) naik orang akan beralih membeli barang substitusi

    (Y). Ini berarti kenaikan harga barang X akan mengurangi permintaan terhadap barang X dalam jumlah yang banyak, sehingga sifat permintaan barang X adalah elastis. Semakin tinggi kemampuan barang lain untuk mengganti barang tersebut maka

    permintaan terhadap barang X semakin elastis. Sebaliknya, bila

    suatu barang tidak memiliki barang substitusi, maka sifat

    permintaanbarang tersebut adalah inelastis.

    3) Selera Bila selera masyarakat sedang meningkat pada suatu barang maka

    sifat permintaannya adalah inelastis. Akan tetapi bila selera turun

    maka sifat permintaannya menjadi elastis.

    4) Pendapatan konsumen

    3. Elastisitas Penawaran Terhadap Harga (Price Elasticity of Supply)

    a. Pengertian Elastisitas penawaran (Es) diartikan sebagai derajat kepekaan perubahan

    kuantitas barang yang ditawarkan yang disebabkan karena perubahan harga

    barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas penawaran sering diartikan

    sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang ditawarkan

    dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.

    b. Macam-macam Elastisitas Penawaran (lihat tabel) c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran

    1) Kapasitas produksi

    Apabila industri berada di bawah kapasitas produksi (tidak dapat

    beroprasi optimal) dan sumber daya seluruhnya tidak dipakai, kurva

    penawaran cenderung elastis. Industri dapat segera meningkatkan

    kapasitas dengan mengikutsertakan faktor-faktor produksi yang

    belum sepenuhnya digunakan

    2) Besarnya jumlah persediaan Apabila pemasok menyimpan persediaan dalam jumlah besar, kurva

    penawaran akan elastis. Perusahaan dapat segera memasok pasar jika

    ada permintaan. Jika persediaan sudah habis, perusahaan akan sulit

    menyiapkan keperluan pasar dengan segera sehingga kurva

    penawaran akan elastis

    3) Jangka waktu produksi Jangka waktu produksi suatu barang sangat memengaruhi elastisitas

    penawaran suatu barang. Penawaran hasil pertanian dan industri

    elastis untuk jangka panjang, namun inelastis dalam jangka pendek.

    Hal ini disebabkan karena sektor pertanian membuthkan jangka waktu

    yang panjangmulai dari proses menanam hingga panen. Sementara itu

    untuk industri sangat bergantung pada persediaan bahan baku.

    4) Daya tahan penyimpanan Barang-barang yang tidak tahan lama, lekas busuk dan mudah rusak

    seperti sayuran, buah-buahan memiliki kecendrungan penawaran

    yang inelastis

    4. Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan dan Penawaran

    Salah satu tujuan mencari koefisien elastisitas permintaan/penawaran adalah

    untuk mengetahui seberapa besar kepekaan perubahan jumlah barang/jasa

    yang diminta/ditawarkan sebagai akibat dari adanya perubahan harga

    barang/jasa tersebut. Dalam perhitungan koefisien elastisitas meskipun hasil

    perhitungannya negatif namun yang kita lihat adalah harga atau nilai

    mutlaknya

    Rumus untuk menentukan elastisitas permintaan dan penawaran

    adalah :

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 12

    =

    =

    Keterangan :

    E : Koefisien elastisitas

    Q : selisih jumlah permintaan/penawaran P : selisih harga permintaan/penawaran P1 : harga mula-mula

    Q1 : jumlah barang yang diminta/ditawarkan mula-mula Contoh soal.

    Diketahui data Penjualan Sepatu sebagai berikut :

    P Qd

    Rp.300

    Rp.400

    20 unit

    18 unit

    Berdasarkan data di atas hitunglah koefisien elastisitas permintaannya !

    Jawab

    Diketahui :

    P1= 300 Qd1= 20

    P = 400-300 = 100 Qd= 18-20 = -2 Ditanya : Ed .....?

    Dijawab:

    =

    =

    = , = |, |

    Dari perhitungan di atas diketahui bahwa elastisitas permintaan untuk Sepatu

    adalah Ed=0,3 atau tergolong permintaan inelastis (0,3 < 1). Artinya jika

    harga berubah sebesar 1% maka permintaan barang akan berubah sebesar

    0,3%

    b. Jika datanya berbentuk fungsi permintaan Qd = a bP, maka koefisien elastisitas permintaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

    =

    Keterangan :Ed = Koefisien elastisitasnya

    Q1= Turunan pertama dari fungsi permint

    P = pada tingkat harga tertentu

    Q = jumlah permintaan pada saat harga tertentu

    Contoh Soal :

    Diketahui fungsi permintaan Qd = 42 6P Hitunglah elastisitas permintaan pada saat P = 3

    Jawab :

    Q1 = - 6 yaitu turunan dari Qd = 42 6P Qd = 42 6P Q = 42 6 ( 3 ) Q = 42 18 Q = 24

    jadi

    P

    Ed = Q1 x ------

    Q

    3

    Ed = - 6 x -------

    24

    - 18

    Ed = -------- Ed = - 0,75 dilihat nilai mutlaknya jadi Ed = 0,75

    24

    Diketahui data sebagai berikut :

    P Qs

    Rp.300

    Rp.400

    20 unit

    24 unit

    Berdasarkan data di atas hitunglah koefisien elastisitas penawarannya !

    Jawab

    Diketahui :

    P1 = 300 Qs1 = 20

    P = 400-300 = 100 Qs = 24-20= 4 Ditanya : Es ........?

    Dijawab :

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 13

    =

    =

    = ,

    Dari perhitungan di atas diketahui bahwa elastisitas penawaranuntuk Sepatu

    adalah Es=0,6 atau tergolong penaawaran inelastis (0,6< 1). Artinya jika

    harga berubah sebesar 1% maka penawaran barang akan berubah sebesar

    0,6%

    b. Jika datanya berbentuk fungsi permintaan Qs = a + bP, maka koefisien

    elastisitas permintaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

    Keterangan :

    Es = Koefisien elastisitasnya

    Q1 = Turunan pertama dari fungsi penawarannya

    P = pada tingkat harga tertentu

    Q = jumlah penawaran pada saat harga tertentu

    Contoh Soal :

    Diketahui fungsi penawaran Qs = - 40 + 2P Hitunglah elastisitas permintaan pada

    saat P = 30

    Jawab :

    Q1 = 2 yaitu turunan dari Qs = - 40 + 2P

    Qs = - 40 + 2P

    Q = - 40 + 2 ( 30 )

    Q = - 40 + 60

    Q = 20

    Jadi

    = 2 30

    20=

    60

    20= 3

    APPENDIKS

    A. Pengaruh Pajak dan Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar 1. Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar

    Pengenaan pajak atas suatu barang yang diproduksi/dijual akan

    mempengaruhi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan.

    Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga

    jual barang tersebut naik. Setelah dikenakan pajak, maka produsen akan

    mengalihkan sebagian beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan

    menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya harga keseimbangan

    yang tercipta di pasar menjadi lebih tinggi daripada harga keseimbangan

    sebelum pajak, sedangkan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit.

    Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual

    menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih

    besar (lebih tinggi) pada sumbu harga.

    Jika sebelum pajak persamaan penawarannya :

    P = a + bQ maka sesudah pajak akan menjadi P = a + bQ + t.

    Q = a + bQ maka sesudah pajak menjadi Q = a + b (p-t)

    Contoh:

    Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan

    P = 15 Q, sedangkan penawaranannya P = 3 + 0.5 Q. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar 3 perunit. Berapa harga keseimbangan dan jumlah

    keseimbangan sebelum pajak dan berapa pula jumlah keseimbangan sesudah pajak ?

    Jawab:

    Sebelum pajak Pe = 7 dan Qe = 8 (contoh di atas). Sesudah pajak, harga jual yang

    ditawarkan oleh produsen menjadi lebih tinggi. Persamaan penawaran berubah dan

    kurva bergeser ke atas.

    Penawaran sebelum pajak : P = 3 + 0.5 Q

    Penawaran sesudah pajak : P = 3 + 0.5 Q + 3

    P= 6 + 0.5 Q Q = -12 + 2 P

    Sedangkan persamaan permintaan tetap :

    Q = 15 P Keseimbangan pasar : Qd = Qs

    15 P = -12 + 2P 27 = 3P P = 9

    Jadi, sesudah pajak : Pe = 9 dan Qe = 6

    P

    P

    Es = Q1 x ------

    Q

    Q = 15 P

    = 15 9

    = 6

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 14

    Qs (sesudah pajak)

    E Qs (sebelum pajak)

    9

    7 E

    6

    Q

    0 6 8 15

    Besarnya bagian dari beban pajak yang ditanggung oleh konsumen (tk) adalah selisih

    antara harga keseimbangan sesudah pajak (Pe) dan harga keseimbangan sebelum pajak (Pe).

    tk = Pe - Pe, di dalam kasus di atas tk = 9 7 = 2. Berarti dari setiap unit barang yang dibeli konsumen menanggung( membayar) pajak sebesar 2. Dengan

    kata lain dari pajak sebesar 3 perunit barang, sebesar 2 atau 67% menjadi tanggungan

    konsumen.

    Beban pajak yang ditanggung produsen. Besarnya beban pajak yang

    ditanggung oleh produsen (tp) adalah selisih antara besarnya pajak perunit barang (t)

    dan bagian pajak yang menjadi tanggungan konsumen (tk). tp = t - tk. Di dalam kasus di atas tp = 3 2 = 1, berarti dari setiap unit barang yang diproduksi dan dijual produsen menanggung beban pajak sebesar 1. Jadi 33%

    pajak yang ditanggung oleh produsen, lebih kecil dari pajak yang ditanggung oleh

    produsen.

    Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah. Besarnya jumlah pajak

    yang diterima oleh pemerintah (T) dapat dihitung dengan mengalikan jumlah barang

    yang terjual sesudah pengenaan pajak (Qe) dengan besarnya pajak perunit barang (t).

    T = Qe x t Dalam kasus di atas,T = 6 x 3 = 18. Penerimaan dari pajak merupakan salah satu

    sumber pendapatan pemerintah, bahkan merupakan sumber pendapatan utama.

    Dengan pajak pemerintah menjalankan roda kegiatan sehari-hari, membangun

    prasarana publik seperti jalan dan jembatan, membayar hutang LN, membiayai

    pegawai, Rumah sakit, sekolah, juga membeli perlengkapan pertahanan. Pajak yang

    disetor rakyat akan kembali ke rakyat dalam bentuk lain

    2. Pengaruh Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan barang menyebabkan harga

    jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dampaknya harga keseimbangan yang

    tercipta di pasar lebih rendah daripada harga keseimbangan sebelum atau tanpa

    subsidi,dan jumlah keseimbangannya menjadi lebih banyak.

    Dengan subsidi spesifik sebesar s kurva penawaran bergeser sejajar ke bawah,

    dengan penggal yang lebih rendah( lebih kecil ) pada sumbu harga.

    Jika sebelum subsidi :

    persamaan penawaran P = a + bQ, maka sesudah subsidi akan menjadi

    P = a + b Q s = ( a s ) + b Q. persamaan penawaran Q = a + bP, maka sesudah subsidi akan menjadi

    Q = a + b (p + s)

    Contoh :

    Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 Q, sedangkan penawaraannya P = 3 + 0.5 Q. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 1.5 terhadap

    barang yang diproduksi. Berapa harga keseimbangan dan jumlahnya tanpa dan

    dengan subsidi.

    Jawab:

    Tanpa subsidi, Pe = 7 dan Qe = 8 (pada contoh kasus di atas)

    Dengan subsidi , harga jual yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih rendah,

    persamaan penawaran berubah dan kurvanya turun.

    Penawaran tanpa subsidi : P = 3 + 0.5 Q

    Penawaran dengan subsidi : P = 3 + 0.5 Q 1.5 P = 1.5 + 0.5 Q Q = -3 + 2 P

    Keseimbangan pasar setelah ada subsidi:

    Qd = Qs

    15 P = -3 + 2P 15 + 3 = 2P + P

    Jadi, dengan adanya

    subsidi : Pe = 6 dan Qe = 9

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 15

    18= 3 P

    P = 6

    Q = 15 P = 15 6 = 9 P 15

    Qs (tanpa subsidi)

    E Qs (dengan subsidi)

    7

    6 E

    3 Qd Q

    1.5

    0 8 9 15

    Subsidi yang diberikan oleh pemerintah menyebabkan biaya produksi yang

    dikeluarkan oleh produsen menjadi lebih kecil daripada biaya sesungguhnya.

    Perbedaan antara biaya produksi nyata dan biaya produksi yang dikeluarkan

    merupakan bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen. Karena biaya produksi

    yang dikeluarkan lebih kecil, produsen bersedia menawarkan harga jual yang lebih

    rendah, sehingga sebagian subsidi subsidi dinikmati juga oleh konsumen (sk).

    sk= Pe - Pe

    Bagian subsidi yang diterima produsen:sp = s -sk

    Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah:S = Qe x s

    Ilmu Ekonomi Membahas Drama Terbesar Dari Seluruh Umat

    Manusia Yakni Perjuangan Umat Manusia Untuk

    Melepaskan Diri Dari Keinginan

    (Jhon M. Ferguson)

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 16

    No Jenis Pengertian Koefisien Bentuk Kurva

    1. Permintaan Inelastis

    Sempurna

    Terjadi jika tidak ada perubahan jumlah yang diminta meskipun ada perubahan harga.

    Secara matematis %Qs = 0, berapapun perubahan dalam %P. Perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak berpengaruh terhadap jumlah yang ditawarkan.

    Kasus permintaan inelastis sempurna terjadi bila konsumen dalam membeli barang tidak lagi

    memperhatikan harganya, melainkan lebih memperhatikan pada seberapa besar kebutuhannya.

    Contoh: Pembelian Garam dapur oleh suatu keluarga atau pembelian Obat ketika sakit. Konsumen

    membeli garam atau obat lebih mempertimbangkan berapa butuhnya, bukan pada berapa harganya

    Ed=0

    2. Permintaan Inelastis Terjadi apabila persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %Qd < %P. Permintaan Inelastis atau sering disebut Permintaan yang tidak peka terhadap harga. Biasanya terjadi

    pada barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, pupuk, bahan bakar dan lain-lain.

    Permintaan barang-barang kebutuhan pokok cenderung bersifat inelastis karena konsumen tidak akan

    menghentikan pembelian walaupun harganya naik.

    Ed < 1

    3. Permintaan Elastis Uniter

    Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang

    diminta. Secara matematis %Qd=%P. Permintaan yang elastis uniter atau yang elastis proporsional atau yang Ed tepat = 1 sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya

    hanyalah secara kebetulan.

    Ed=1

    4. Permintaan Elastis Terjadi apabila perubahan harga pengaruhnya cukup besar terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Secara matematis %Qd > %P. Permintaan yang elastis atau atau peka terhadap harga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang-barang mewah, seperti mobil,

    alat-alat elektronik, pakaianpesta dan lain-lain.

    (Ed >1)

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 17

    5. Permintaan elastis

    sempurna

    terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi samasekali oleh perubahan harga

    5.Contoh barang yang bersifat permintaannya elastis sempurna adalah BBM (bahan bakar

    minya), seperti bensin, minyak tanah, dan lain-lain.

    Ed = ~

    No

    Jenis Pengertian Koefisie

    n

    Bentuk Kurva

    1. Penawaran Inelastis Sempurna

    terjadi jika tidak ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun ada perubahan harga, atau Qs = 0, meskipun P ada. Secara matematis %Qs = 0, berapapun perubahan dalam %P. Kasus penawaran inelastis dalam kenyataan agak sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

    Es = 0

    2. Penawaran Inelastis Terjadi kalau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %Qs < %P. Biasanya terjadi pada barang-barang hasil pertanian, karena barang-barang produk pertanian tidak mudah untukmenambah atau mengurangi produksinya

    dalam jangka pendek.

    Es < 1

    3. Penawaran Elastis Uniter

    Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang

    ditawarkan. Secara matematis %Qd = %P. Penawaran yang elastis uniter atau elastis proporsional sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanyalah secara kebetulan.

    Es = 1

  • Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_2011_SMAK Frateran Podor_limited edition 18

    4. Penawaran Elastis Terjadi kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Secara matematis %Qd > %P. Penawaran yang elastis atau peka terhadap harga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang hasil industri yang mudah

    ditambah atau dikurangi produksinya.

    Es > 1

    5. Penawaran Elastis Sempurna

    terjadi jika ada perubahan jumlah yang ditawarkan meskipun tidak ada perubahan harga, atau Qs = Ada perubahan, meskipun P=0. Secara matematis %Qs = Ada, %P = 0. Kasus penawaran elastis sempurna terjadi pada bila penawaran suatu barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang tersebut

    tetap. Contoh kasus ini bisa terjadi pada berbagai produk, yang jelas kalau penawaran akan produk

    tersebut bisa berubah-ubah walaupun harga produk itu tetap, sehingga kurva penawarannya sejajar

    dengan sumbu Q.

    Es = ~