Perlindungan Hkm Terhadap Pekerja Outsourcing

Download Perlindungan Hkm Terhadap Pekerja Outsourcing

Post on 22-Jul-2015

253 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA/ BURUH OUTSOURCING (STUDI KASUS DI KABUPATEN KETAPANG)</p> <p>TESIS Disusun Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program Magister Ilmu Hukum</p> <p>Oleh : UTI ILMU ROYEN,SH Nim. B4A 008 049 Pembimbing Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum.</p> <p>PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2009</p> <p>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA/ BURUH OUTSOURCING (STUDI KASUS DI KABUPATEN KETAPANG)Disusun Oleh:</p> <p>Uti Ilmu Royen,SH. NIM. B4A 008 049</p> <p>Dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal:</p> <p>Tesis ini Diterima Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Ilmu Hukum</p> <p>Pembimbing Magister Ilmu Hukum</p> <p>Mengetahui Ketua Program</p> <p>Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. NIP.131 696 465</p> <p>Prof. Dr. Paulus Hadisuprapto, SH., HH. NIP. 130 531 702</p> <p>PERNYATAAN Dengan ini saya, Uti Ilmu Royen,SH. menyatakan bahwa Tesis yang berjudul: Perlindung Hukum Terhadap Pekerja/Buruh Outsourcing (Studi Kasus di Kabupaten Ketapang) ini adalah hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan sebagai pemenuhan persyaratan untuk memperoleh gelar kesarjanaan Strata Satu (S1) maupun Magister (S2) dari Universitas Diponegoro maupun Perguruan Tinggi Lain. Semua informasi yang dimuat dalam Tesis ini yang berasal dari penulis lain baik yang dipublikasikan atau tidak, telah diberikan penghargaan dengan mengutif nara sumbernya secara benar, dengan demikian semua isi dari Tesis ini sepenuhnya</p> <p>menjadi tanggungjawab saya sebagai penulis. Semarang, 5 Desember 2009 Penulis</p> <p>UTI ILMU ROYEN,SH. NIM: B4A 008 049</p> <p>Kau dekap aini dengan tangan satu, tangan kirimu mungkin bisa membantu, ayu mu melata membelit aku yang punya rasa, kapan derita lenyap dari nuansa duka dan asa, kata orang-orang genap hanya berbusa, aksara keluar dan kemudian terpusar di angin tanpa singgah di hati, alangkah untung orang-orang genap, yang tidak pernah meratap, adakah bisikan moral sangkut padanya, ataukah berjalan lalu sendiri saja, si manis matahari satu, sesungguhnya Tuhan lebih tau.</p> <p>KATA PENGANTAR Hanya karunia dan atas petunjuk Nya lah penulis dan semua yang telah membantu penulis, tergerak hati dan pikiran serta tenaga untuk menyelesaikan tesis ini yang berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja/Buruh Outsourcing: Studi Kasus di Kabupaten Ketapang. Sejak Penulis berprofesi sebagai Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada tahun 2007 sampai sekarang, penulis banyak menemukan kejanggalan dan penyimpangan dalam praktik outsourcing. Baik berupa pelanggaran atas syarat-syarat outsourcing maupun pelanggaran atas perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja bagi pekerja/buruh, sementara itu pengaturan outsourcing yang ada masih belum memadai. Legalisasi outsourcing berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan justru menimbulkan kontroversi. Pihak-pihak yang tidak setuju mensinyalir system outsourcing sebagai bentuk kapitalisme modern yang secara jelas dan inheren, struktur dan fungsinya adalah anti-tesis bagi hak-hak dasar pekerja/buruh. Eksploitasi dan tindakan tidak manusiawi menjadi ciri khas dan peristiwa yang terus menerus dialami oleh pekerja/buruh karena status hubungan kerja tidak pasti, upah rendah, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat yang tidak menentu, tidak adanya Jaminan Sosial serta Kesehatan Kerja. Diberbagai daerah dan diberbagai kesempatan seperti pada saat Hari Buruh Sedunia (May Day), isu-isu demonstrasi pekerja/buruh dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh selalu mengarah pada tuntutan agar pemerintah segera menghapuskan system outsourcing. Signifikansi dari peristiwa-peristiwa tersebut memperlihatkan adanya peningkatan resistensi dan militansi pekerja/buruh yang selama ini mengalami berbagai ketertindasan secara ekonomi dan sosial sebelum, selama dan setelah mereka bekerja. Kompleksitas outsourcing bagaikan dilema, disatu sisi menyakitkan minimnya perlindungan atas Keselamatan dan</p> <p>pekerja/buruh tapi disisi lain justru memacu tumbuhnya bentuk-bentuk usaha baru (kontraktor) yang secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan. Di berbagai Negara outsourcing bermanfaat dalam hal peningkatan pajak, pertumbuhan dunia usaha, pengentasan pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan daya beli</p> <p>masyarakat, sedangkan bagi perusahaan sudah pasti, karena setiap kebijakan bisnis tetap berorientasi pada keuntungan. Dengan tidak mengenyampingkan perhatian pada pertumbuhan dunia usaha dan kemaslahatan outsourcing, tulisan ini difokuskan pada jawaban atas pertanyaan bagaimanakah praktik outsourcing dilaksanakan, bagaimana pula pelaksanaan perlindungan kerja dan syarat-syarat kerjanya, dan bagaimana perlindungan terhadap bagi pekerja/buruh. Jawaban atas persoalan di atas akan terurai satu per satu dalam tulisan ini, kasus-kasus outsourcing di Kabupaten Ketapang tidak akan jauh berbeda dengan yang terjadi di daerah-daerah lain. Dengan didukung berbagai Literatur, hasil penelitian ini tentu saja besar manfaatnya dalam menguak tabir kebobrokan praktik outsourcing apabila penegakan hukum ketenagakerjaan tidak maksimal. Sebagai pegawai pengawas ketenagakerjaan, penulis menyadari lemahnya pengawasan ketenagakerjaan di lingkungan kerja dan tidak berfungsinya Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja/buruh menjadi penyebab utama terjadinya pelanggaran dan penyimpangan-penyimpangan dalam praktik outsourcing. Kepincangan sistem hukum ketenagakerjaan juga digambarkan dalam tesis ini, kepincangan mana meliputi komponen substansi, komponen struktur dan komponen kulturalnya. Tesis ini tidak akan pernah sampai ketangan pembaca tanpa kerjasama dan keterlibatan berbagai pihak. Jadi tidak berlebihan jika kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: Bapak Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. selaku Dosen Pembimbing kami, Bapak-Bapak Dewan Penguji yang telah menyempurnakan tesis kami sehingga menjadi sebuah bentuk tulisan ilmiah yang baik dan benar, Bapak Ibu Dosen Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu di sini, Bapak Ibu pegawai Sekretariat Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, serta Bapak Bupati Ketapang beserta Jajarannya yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai Mahasiswa Tugas Belajar. Dalam kesempatan ini, ingin kami sampaikan sembah sujud buat Ayahnda tercinta H. Uti Hasbullah Laram, Ibunda tercinta Hj. Utin Pompia, adik-adikku tercinta</p> <p>Utin Hikmah Rolen, Uti Royten, Utin Ikhlakannur, Uti Roydentop dan Uti Roysen, serta yang teristimewa Fitriana istriku tersayang, ankanda Utin Ilma Agni Kunain dan putra bungsuku Uti Fatwa Nazara, terima kasih atas dukungan dan doa kalian semua. Akhirnya, semoga Tesis ini bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa yang akan meneliti hal yang sama, bermanfaat pula bagi rekan-rekan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, serta mungkin bagi aktivis pekerja/buruh dan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam memberikan perlindungan hukum serta</p> <p>memperjuangkan hak-hak pekerja/buruh terlebih pekerja/buruh outsourcing. Sebagai manusia kami menyadari, tetap saja ada yang kurang dalam penyajian Tesis ini, baik secara substansial, metode penulisan maupun redaksionalnya, karena adat periuk berkerak, adat lesung berdedak jadi segala sesuatu tidak ada yang sempurna. George Bernard Shaw pernah mengatatakan Melakukan kesalahan dalam hidup bukan saja lebih terhormat, tetapi lebih bermanfaat daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali itulah prinsip kami dalam berbuat, namun betapa indahnya</p> <p>apabila ada kesalahan-kesalahan kami diperhatikan dan diperbaiki oleh siapapun yang peduli.</p> <p>fxtz {t~| {t xt| ~xtt? t| xwxzt wxzt tt {t? x}ttu wxzt u|}t~tt wt xx|utz~t wxzt vxt xt x~t wxzt tw|A ;fvtx</p>