perkembangan budaya dan migrasi

Download Perkembangan Budaya Dan Migrasi

Post on 10-Oct-2015

27 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

salah satu materi kuliah ISD yg bertema tentang Perkembangan Budaya Dan Migrasi

TRANSCRIPT

PERKEMBANGAN BUDAYA DAN MIGRASI,SERTA PERTUMBUHAN PENDUDUK

OLEH KELOMPOK I KELAS AMukhammad Alfian_10650023Catur Priyo Wibowo_10650021

TEKNIK INFORMATIKA 2010FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

BAB I PENDAHULUAN1.1LATAR BELAKANGSetiap masyarakat manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan terutama budaya.Ilustrasi perubahan: orang-orang desa sudah mengenal sistem perdagangan, alat transportasi, media, memungkinkan percepatan perubaha pola,dan gaya hidup mereka, yang membuat kelestarian budaya asli ditukarkan dengan budaya baru.1.2 PERUMUSAN MASALAH Pengertian dari perkembangan budaya,migrasi dan pertumbuhan penduduk. Faktor-faktor yang memepengaruhi perkembangan budaya,migrasi dan pertumbuhan penduduk. Bentuk dari perubahan sosial itu sendiri. 1.3 TUJUAN PENULISAN Agar kita dapat mengetahui,serta mengkaji kembali beberapa aspek,pengertian dasarnya,problem yang terjadi selama ini dari perkembangan budaya,migrasi dan pertumbuhan penduduk.Sehingga kita dapat mendeskripsikan gambaran sementara tentang keadaan selama ini yang terjadi,juga mengambil kesimpulan dengan mencari solusi supaya 1.4 METODE PENULISAN Dalam pembahasan penyampain tentang Perkembangan Budaya dan Migrasi,serta Pertumbuhan Penduduk. Akan dibahas dalam bentuk sub bab,sehingga lebih mudah dalam pengklasifikasianya.

1.5 SISTEMATIS PENULISAN Bab I pendahuluan Bab II pembahasanMengemukakan pembahasan masalah bersumber pada datayangdiperoleh dibandingkan dengan teori yang terdapat pada berbagai sumber. Bab III penutupmemuat simpulan dan saran.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 PERKEMBANGAN SOSIAL BUDAYA PengertianAda beberapa pandangan apa arti dasar dari perkembangan sosial budaya,diantaranya; Gilin-Gilin: variasi cara hidup yang diterima karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun adanya inovasi atau penemuan baru dalam masyarakat. Selo Sumarjan: perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosial termasuk nilai, sikap, pola perilaku diantara kelompok dalam masyarakat. Ogburn: kondisi sosial primer yang menyebabkan perubahan, misalnya kondisi ekonomi, teknologi, geografi dan biologis Pengertian cipta, karsa, dan rasa> Hakekat Kebudayaan>

Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif. Manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan lingkungan hidupnya seperti ketika Adam dan Hawa hidup di Taman Firdaus. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula, manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia. Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN INDONESIADinamika sosial dan kebudayaan itu, tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas spektrum dan kecepatannya berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian generasi. Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang memicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupunpersebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka . Betapapun cepat atau lambatnya perkembangan sosial budaya yang melanda, dan factor apapun penyebabnya, setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra itu dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi sosial terutama dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia. Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini. Masyarakat statis: sedikit mengalami perubahan dan perubahan umumnya berjalan lambat Masyarakat dinamis: mengalami berbagai perubahan dan umumnya terjadi dengan cepat Perubahan dalam masyarakat bukan semata-mata berarti suatu kemajuan (progress) namun dapat pula berarti kemunduran.

Bentuk Perubahan Budaya Bentuk perubahan: lambat (evolusi) dan cepat (revolusi) Evolusi: perubahan perlu waktu lama dgn rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan tertentu, contoh: masyarakat sederhana menjadi komplek. Revolusi: perubahan sosial yang berlangsung cepat dan menyangkut dasar-dasar sendi pokok kehidupan masyarakat.

2.3 MIGRASI Pengertian Migrasi Tahukah kamu apa artinya migrasi? Adalah perpindahan satu atau sekelompok penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian yang lebih baikMengapa orang melakukan migrasi? Bagaimana dampak dari migrasi itu sendiri? Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Lengkapnya, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap. Setiap terjadi migrasi mengakibatkan terjadinya perubahan tempat tinggal dari suatu lokasi geografis tertentu ke lokasi geografis lainnya.Migrasi tidak hanya bermakna perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain, tetapi perpindahan dalam suatu negara pun dimaknai migrasi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut ini yang akan menguraikan tentang jenis-jenis migrasi. Berdasarkan ruang gerak atau jangkauannya, migrasi dapat dibagi atas dua jenis, yaitu sebagai berikut. Faktor-faktor terjadinya perpindahan (MIGRASI)Adapun tentang alasan seseorang melakukan migrasi tentunya beragam dan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi sebagai berikut.a) Faktor ekonomi yaitu ingin memperoleh kesejahteraan yang lebih baik di tempat yang baru.b) Faktor pendidikan yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lokasi perguruan tinggi biasanya terpusat di suatu wilayah tertentu, khususnya perkotaan.c) Faktor pekerjaan yaitu migrasi yang terjadi karena penugasan yang diberikan oleh pemimpin tempatnya bekerja.d) Faktor keselamatan yaitu daerah yang sering dilanda bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan bencana-bencana alam lainnya. Hal itu menyebabkan banyak penduduk di tempat tersebut yang bermigrasi ke tempat lain yang bebas dari gangguan bencana alam.e) Faktor keamanan yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan di tempat mereka sebelumnya.f) Faktor politik yaitu migrasi yang terjadi karena adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat.g) Faktor agama yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agam