perhitungan struktur gedung serbaguna.pdf

Download Perhitungan Struktur Gedung Serbaguna.pdf

Post on 09-Oct-2015

253 views

Category:

Documents

67 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • KONSULTAN PERANCANG

    Gedung SerbagunaJalan Cut Mutiah - Bekasi Timur

    PERHITUNGAN STRUKTUR

    YAYASAN WAKAF AL-MUHAJIRIEN JAKAPERMAI

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG SERBAGUNA

    Jl. Cut Mutiah Bekasi Timur

    Daftar Isi halaman

    PENDAHULUAN

    A.1. Informasi Umum : - A.2. Kriteria Perancangan Struktur (Structural Design Criteria) : - A.2.1. Sistem Struktur : - A.2.2. Langkah Perencanaan : - A.3. Perangkat Lunak yang Digunakan : -

    PERHITUNGAN STRUKTUR UTAMA B.1. Perhitungan Gording B.2. Denah Sistem Struktur : - B.3. Perhitungan Pelat Lantai : - B.4. Perhitungan Sistem Rangka Struktur . a. Perhitungan Gaya Gempa : - b. Perhitungan dengan ETABS : - - Input Data ETABS : - - Input Data Conker : - - Output Data Conker : -

    PERHITUNGAN PONDASI C.1. Perhitungan Tie Beam : - C.2. Perhitungan Daya Dukung Tiang/pile : -

    LAMPIRAN SOIL INVESTIGATION

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    PENDAHULUAN

    A.1. Informasi Umum

    Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna berlokasi di Jl. Cut Mutiah Bekasi Timur. Gedung yang akan dibangun terdiri tiga (3) lapis, dengan penjelasan sebagai berikut :

    a. Jumlah Lapis Bangunan : 3 Lapis b. Luas Struktur :

    - Lantai Basement 5.500 m2 - Lantai Dasar 5.500 m2 - Lantai Atas 5.000 m2 - Lantai Dak 2.000 m2

    c. Elevasi Struktur : - Lantai Basement - 3.50 m - Lantai Dasar 0.00 m - Lantai Atas + 5.00 m - Lantai Dak + 9.50 m

    d. Jenis Struktur : - Struktur pelat lantai, balok, kolom, pile cap, tangga dan tie beam

    menggunakan beton bertulang. - Struktur pondasi menggunakan tiang pancang (mini pile).

    e. Mutu Konstruksi : - Mutu Beton : K-350 (fc = 28 Mpa) - Mutu Tulangan : D 10mm U 39 ( fy = 390 Mpa/ulir)

    : d < 10mm U 24 ( fy = 240 Mpa/polos)

    f. Dasar Perhitungan : - Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung,

    SKBI 1.3.53.1987 - Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI-

    03-2847-2002 - Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung,

    SNI-03-1726-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung, SNI-

    03-1729-2002

    g. Data Tanah : Daya dukung pondasi ditetapkan berdasarkan hasil laporan penyelidikan tanah. Jenis tanah lunak dengan nilai N SPT < 15

    h. Pemilik : YAYASAN WAKAF AL-MUHAJIRIEN JAKA PERMAI

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    A.2. Kriteria Perancangan Struktur (Structural Design Criteria ) A.2.1. Sistem Struktur

    Sistem struktur terhadap pengaruh beban vertical merupakan sistem pelat-balok, dan untuk penahan beban lateral digunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) / (Sway Special). Pilihan pondasi adalah pondasi tiang bore (bored pile).

    A.2.2. Sistem Analisa Struktur

    A.2.2.1. Idealisasi Sistem Struktur

    Struktur lantai dan tangga dianalisa secara terpisah sebagai struktur sekunder. Dan hasilnya dintegrasikan ke dalam input struktur utama, yang secara beban akan dipikul oleh struktur utama konstruksi dengan sistem portal .

    Struktur utama masing masing bangunan diidealisasikan sebagai rangka ruang 3 dimensi dan dianalisa sekaligus.

    A.2.2.2. Pembebanan

    i.) Beban mati Beban mati pada struktur bangunan ditentukan dengan menggunakan berat jenis bahan bangunan dengan berdasarkan pada Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SKBI 1.3.53.1987 dan unsur-unsur yang diketahui seperti tecantum pada denah Arsitektur dan Struktur.

    Beban mati yang diperhitungkan :

    - Beton bertulang 2400 kg/m3 - Mortar 2200 kg/m3 - Partisi 100 kg/m2 - Finishing lantai ( 5cm) 110 kg/m2 - Ceiling 22 kg/m2

    ii.) Beban hidup - Lantai 250 kg/m2 - Akses jalan lantai atas 800 kg/m2 - Parkir lantai bawah 800 kg/m2 - Tangga 300 kg/m2 - Ruang mesin 500 kg/m2 - Atap dak 100 kg/m2 - Tribun 500 kg/m2

    iii.) Beban gempa Perencanaan bangunan tahan gempa diatur dalam SNI-03-1726-2002. dimana bangunan direncanakan mampu memikul beban gempa besar dengan periode ulang 500 tahun tanpa keruntuhan.

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    Beban gempa nominal static equivalent untuk masing-masing arah sumbu utama gedung menurut SNI-03-1726-2002 adalah sebagai berikut :

    Secara umum bangunan Gedung Serbaguna diperuntukkan sebagai Tempat Parkir, Ruang Sopir, Ruang Trafo, Ruang Genset, Ruang Pompa, Ruang Kontrol, dan Ruang Pengelola pada Lantai Basement; Function Hall, Ruang Rias, Ruang Sound System, Ruang Standby, Ruang Monitor, Auditorium, Ruang Security, Toilet dan Akses Jalan pada Lantai Dasar; Panggung, Gudang, Mushola, dan Tribun pada Lantai Atas.. Dengan tinggi total bangunan Utama dari Lt. Basement pada level 3.40 berkisar 9.00 m > 40 m sehingga dilakukan perhitungan gempa dinamik.

    Struktur gedung merupakan struktur beton bertulang dengan struktur utama adalah Open Space dengan beban lateral dipikul portal beton, sehingga besaran nilai koefisien gaya geser lateral ditetapkan sesuai SNI 03-1726-2002.

    A.2.3. Langkah Perencanaan

    A.2.3.1. Perencanaan Pelat Lantai

    Pelat beton bertulang biasa, direncanakan memikul beban dua arah, dan nilai momen dihitung dengan menggunakan koefisien yang ada pada Peraturan Beton Indonesia 1971. Pelat lantai tersebut berada di lantai basement sampai dengan dak atap.

    A.2.3.2. Perencanaan Struktur

    Gedung direncanakan terjepit lateral pada taraf basement. Lantai basement direncanakan sebagai slab on ground (suspended).

    A.2.3.3. Analisis Vibrasi Bebas

    Analisis ini bertujuan untuk memeriksa waktu getar alami (time period), partisipasi massa, dan pola ragam gerak struktur gedung yang terjadi. Dalam analisis ini digunakan Response Spectrum sesuai dengan wilayah gempa dan jenis tanah di mana bangunan akan dibangun, dengan memperhitungkan reduksi momen inersia akibat penampang retak pada komponen struktur (efektif penampang akibat pengaruh peretakan beton pada komponen struktur kolom : 0,7 sedangakn struktur balok : 0,35). Jumlah modal (mode) yang diperhitungkan dalam analisis ini adalah 12. Data :

    - Wilayah gempa : Zona 3 (percepatan 0,15 g / Bekasi). - Jenis Tanah : Tanah lunak

    Persyaratan yang harus dipenuhi :

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    - Time Period (T) < H3/4 ; N = jumlah tingkat/lapis.

    = menurut Tabel 7 SNI -1726-2002

    - Partisipasi massa > 90%

    - Pola ragam gerak ; dominan dalam translansi (tidak terjadi torsi pada mode ke-1).

    A.2.3.4. Analisis Statik Ekivalen 3 Dimensi

    Analisis Statik Ekivalen 3 Dimensi dihitung dengan beban yang terdiri atas beban mati, beban hidup dan beban gempa nominal pada struktur sesuai daktilitasnya. Gaya geser dasar nominal (V1) dihitung menurut persamaan:

    WtR

    ICV 11 =

    V1 : gaya geser dasar struktur bangunan (kg) C1 : koefisien gempa dasar / faktor renspon gempa

    I : faktor keutamaan struktur

    R : faktor reduksi gempa

    Wt : berat total bangunan, termasuk LL yang direduksi

    Untuk penentuan gaya geser dasar nominal digunakan factor reduksi gempa R=6.5 sesuai tabel 3 pada SIN-03-1726-2002 dan faktor keutamaan (I) = 1. Nilai koefisien gempa dasar C1 dihitung dari periode bangunan hasil output computer pada analisis vibrasi bebas. Berat total struktur (Wt) diperoleh dari pejumlahan massa tiap lantai hasil output program ETABS pada Tabel Center Mass Rigidity dikalikan percepatan gravitasi. Massa tersebut merupakan massa beban mati ditambah dengan beban hidup yang direduksi (0.3 x LL), yang dihitung oleh program ETABS dengan mendefinisikan mass source = 1.0 DL + 0.3 LL. (reduksi beban hidup sesuai fungsi lantai) Gaya geser tingkat (gaya inersia Fi) untuk setiap lantai ditentukan dengan menggunakan rumus :

    1.

    . VHiWi

    HiWiFi

    =

    Fi : gaya geser tingkat untuk lantai ke-i (kg) pada pusat massa rencana

    Wi : berat lantai ke-i (kg) Hi : tinggi lantai ke-i dihitung dari titik jepit bangunan (m) V1 : gaya geser dasar struktur bangunan (kg)

  • Pembangunan Gedung Serbaguna

    A.2.3.5. Analisis Dinamik 3 Dimensi

    Analisis Dinamik 3 Dimensi adalah analisis response spectrum untuk zona 3 (Bekasi) dan tanah lunak dengan skala faktor : g x (I/R) = 9.81 x 1 x 6.5 = 1.50, baik untuk response spectra dengan damping ratio 0.05. Modal Combination CQC dan Directional Combination SRSS.

    Output dari hasil analysis response spectra adalah story shear untuk response spectra arah x (SPEC X) dan response spectra arah y (SPEC Y). Dari hasil story shear bisa diperoleh gaya geser dasar struktur bangunan akibat analisis dimanik (Vt), baik arah X maupun arah Y. Dari diagram atau kurva gaya geser tingkat kumulatif hasil analisis ragam response spectrum dan analisis statik ekuivalen, ditentukan gaya geser tingkat kumulatif nominal rencana yang diperoleh dari nilai terbesar (envelope) antara hasil CQC dengan faktor skala 0.8 (V1/Vt) 1 dan 80% hasil analisis statik ekuivalen. Berdasarkan diagram yang telah disesuaikan nilainya, maka dapat ditentukan beban-beban gempa nominal statik ekuivalen pada setiap lantai (Fi).

    A.2.3.6. Penentuan Pusat Massa Desain

    Pusat massa dan eksentrisitas ditentukan berdasarkan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-1726-2002, sehingga masing-masing Fi berada pada pusat massa rencana / desain yaitu pada titik eksentrisitas rencana / desain (ed) terhadap pusat rotasi.

    Ukur

Recommended

View more >