perhitungan eva

Download Perhitungan EVA

Post on 27-Oct-2015

28 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAB 5

    ANALISIS DAN PEMBAHASAN

    5.1 Analisis Perhitungan EVA (Economic Value Added)

    Dalam pembahasan bab 5 ini kita akan melihat bagaimana perhitungan EVA

    pada perusahaan PT Panorama Sentrawisata Tbk dan kinerja perusahaan tersebut

    berdasarkan perhitungan EVA (Economic Value Added) untuk periode 2006 2009.

    Dalam menghitung EVA, diperlukan data-data berupa laporan keuangan yang

    dikeluarkan oleh PT. Panorama Sentrawisata Tbk seperti laporan neraca (balance

    sheet) dan laporan laba rugi (Income Statement), data Indeks Harga Saham

    Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Saham Individu (IHSI), Suku Bunga Indonesia

    (SBI) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Data-data tersebut kemudian diolah

    dengan menggunakan rumus-rumus yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya,

    dengan demikian nilai EVA yang dicapai oleh perusahaan dapat diketahui.

    Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan untuk mengetahui tingkat EVA

    yang dicapai oleh perusahaan tersebut, yaitu dimulai dengan menghitung NOPAT

    (Net Operating Profit After Tax), kemudian dilanjutkan dengan menghitung IC

    (Invested Capital), selanjutnya menghitung WACC (Weighted Avarage Cost of

    Capital), dan kemudian dapat ditentukan tingkat EVA yang dicapai perusahaan.

    Berikut ini adalah pengolahan perhitungan data-data untuk mengetahui tingkat EVA

    yang dicapai perusahaan selama tahun 2006 sampai dengan tahun 2009.

    5.2 Perhitungan EVA

    5.2.1 Perhitungan NOPAT

    43

  • Dalam menghitung EVA, langkah pertama yang harus dilakukan adalah

    menghitung nilai NOPAT. Nilai NOPAT dapat dihitung dengan mengalikan laba

    sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan satu dikurangi besarnya tarif pajak. Tarif

    pajak yang digunakan perusahaan ini adalah tarif pajak progresif yaitu sebesar 30%.

    Data yang digunakan untuk menghitung NOPAT adalah data yang ada pada laporan

    laba rugi. Rumus NOPAT dapat dihitung sebagai berikut :

    Dimana :

    NOPAT : Net Operating Profit After Tax (Laba operasi bersih setelah pajak)

    EBIT : Earning Before Interest and Tax (Laba sebelum bunga dan pajak)

    T : Tax (tarif pajak)

    EBT : Earning Before Tax (Laba sebelum pajak)

    Interest : Beban bunga

    Dengan mengunakan rumus diatas NOPAT untuk tahun 2006 dapat dihitung

    dengan menggunakan data-data sebagai berikut:

    EBT = Rp. 5.275.537.000

    Interest = Rp. 11.435.274.000

    T = 30%

    NOPAT = (Rp. 5.275.537.000 + Rp. 11.435.274.000) x (1-30%)

    = Rp. 16.710.811.000 x 70%

    = Rp. 11.697.567.700

    44

    NOPAT = EBIT (1-T)

    EBIT = EBT + Interest

  • Kemudian dengan menggunakan rumus yang sama, NOPAT untuk tahun

    2007 dapat dihitung dengan menggunakan data-data sebagai berikut:

    EBT = Rp. 17.511.731.000

    Interest = Rp. 11.840.106.000

    T = 30%

    NOPAT = (Rp. 17.511.731.000 + Rp. 11.840.106.000) x (1-30%)

    = Rp. 29.351.837.000 x 70%

    = Rp 20.546.285.900

    Kemudian dengan menggunakan rumus yang sama, NOPAT untuk tahun

    2008 dapat dihitung dengan menggunakan data-data sebagai berikut:

    EBT = Rp. 12.820.270.000

    Interesrt = Rp. 15.259.357.000

    T = 30%

    NOPAT = (Rp. 12.820.270.000 + Rp.15.259.357.000) x (1-30%)

    = Rp. 28.079.627.000 x 70%

    = Rp. 19.655.738.900

    Kemudian dengan menggunakan rumus yang sama, NOPAT untuk tahun

    2009 dapat dihitung dengan menggunakan data-data sebagai berikut:

    EBT = Rp. 13.954.274.000

    Interest = Rp. 15.785.349.000

    T = 30%

    NOPAT = (Rp. 13.954.274.000 +Rp. 15.785.349.000) x (1-30%)

    = Rp. 29.739.623.000 x 70%

    = Rp. 20.817.736.100

    45

  • Hasil dari perhitungan NOPAT diatas untuk tahun 2006 -2009, disajikan

    dalam tabel 5-1 sebagai berikut:

    TABEL 5-1

    HASIL PERHITUNGAN NOPAT

    TAHUN 2006-2009

    Keterangan 2006 2007 2008 2009

    EBT 5.275.537.000 17.511.731.000 12.820.270.000 13.954.274.000

    Interest 11.435.274.000 11.840.106.000 15.259.357.000 15.785.349.000

    EBIT 16.710.811.000 29.351.837.000 28.079.627.000 29.739.623.000

    (1-30%) 70% 70% 70% 70%NOPAT 11.697.567.700 20.546.285.900 19.655.738.900 20.817.736.100

    Sumber : Data laporan keuangan yang telah diolah

    Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa perhitungan NOPAT dari tahun

    2006-2009 menunjukkan adanya fluktuasi dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan

    NOPAT dari tahun 2006-2007 yaitu sebesar Rp. 11.697.567.700 untuk tahun 2006

    kemudian meningkat menjadi Rp. 20.546.285.900 untuk tahun 2007 hal ini

    disebabkan EBIT perusahaan meningkat juga pada tahun tersebut, akan tetapi pada

    tahun 2008 terjadi penurunan NOPAT menjadi Rp. 19.655.738.900 hal ini

    disebabkan karena menurunnya EBIT pada tahun 2008 dibandingkan pada tahun

    2007 dan pada tahun 2009 NOPAT tersebut mengalami peningkatan kembali yaitu

    dari Rp. 19.655.738.900 menjadi Rp. 20.817.736.100 disertai juga dengan

    peningkatan EBIT. Dapat dilihat pula pencapaian nilai NOPAT tertinggi terjadi pada

    tahun 2009 yaitu sebesar Rp. 20.817.736.100 hal ini disebabkan nilai EBIT pada

    46

  • tahun tersebut juga paling tinggi yaitu sebesar Rp. 29.739.623.000, dan nilai NOPAT

    terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp. 11.697.567.700 hal ini disebabkan

    EBIT pada tahun tersebut juga paling rendah yaitu sebesar Rp. 16.710.811.000.

    5.2.2 Perhitungan modal yang diinvestasikan (IC)

    Langkah yang harus dilakukan setelah menghitung NOPAT adalah

    menghitung nilai modal yang diinvestasikan (Invested Capital/IC). IC dapat

    diperoleh dengan cara mengurangkan total aktiva yang dimiliki perusahaan dengan

    nilai kewajiban yang tidak menanggung bunga. Data yang digunakan dalam

    menghitung modal yang diinvestasikan merupakan data yang ada pada laporan

    neraca (balance sheet). Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menghitung

    modal yang diinvestasikan adalah menentukan item-item kewajiban yang tidak

    menanggung bunga dan kemudian menghitungnya. Berikut ini item-item yang tidak

    menanggung bunga yang termasuk dalam NIBL yaitu hutang usaha pihak yang

    mempunyai hubungan istimewa, hutang usaha pihak ketiga, hutang lain-lain, hutang

    pajak, biaya yang masih harus dibayar, pendapatan diterima dimuka, kewajiban pajak

    tangguhan, cadangan imbalan pasti pasca kerja, goodwill negatif-bersih.

    Perhitungan NIBL dapat dilihat pada tabel 5-2:

    47

  • TABEL 5-2

    HASIL PERHITUNGAN NIBL

    TAHUN 2006-2009

    Keterangan 2006 2007 2008 2009Total Aktiva 314.993.158.000 403.297.804.000 532.141.190.000 485.914.136.000

    Kewajiban LancarHutang usaha

    pihak yang

    mempunyai

    hubungan

    istimewa

    612.292.000 2.011.880.000 2.726.302.000 269.483.000

    Hutang usaha

    pihak ketiga56.760.126.000 68.214.335.000 95.254.642.000 68.103.701.000

    Hutang lain-

    lain10.620.318.000 12.709.771.000 9.897.372.000 9.092.594.000

    Hutang pajak 3.833.639.000 7.292.843.000 6.144.707.000 3.802.623.000Biaya yang

    masih harus

    dibayar

    4.645.201.000 8.325.650.000 8.442.667.000 6.137.009.000

    Pendapatan

    diterima

    dimuka

    17.047.446.000 27.760.265.000 37.749.670.000 9.439.227.000

    Total

    kewajiban

    lancar

    93.519.022.000 126.314.744.000 160.215.360.000 96.844.637.000

    kewajiban tidak lancarHutang

    kepada pihak

    yang

    2.011.002.000 535.287.000 268.500.000 531.894.000

    48

  • mempunyai

    hubungan

    istimewaKewajiban

    pajak

    tangguhan

    3.130.788.000 5.640.460.000 6.023.576.000 7.681.390.000

    Cadangan

    imbalan pasti

    pasca kerja

    3.642.016.000 4.522.692.000 5.659.527.000 7.404.677.000

    Goodwill

    negatif-bersih3.031.000 2.815.000 2.599.000 2.383.000

    Total

    Kewajiban

    Tidak

    Lancar

    8.786.837.000 10.701.254.000 11.954.202.000 15.620.344.000

    NIBL 102.305.859.000 137.015.998.000 172.169.562.000 112.464.981.000Sumber : Data laporan keuangan yang telah diolah oleh penulis

    Setelah mendapatkan nilai NIBL, langkah selanjutnya adalah menghitung

    modal yang diinvestasikan (IC), dengan rumus sebagai berikut :

    Keterangan :

    IC = Modal yang di investasikan

    Total Aktiva = Jumlah seluruh akitva perusahaan

    NIBL = Kewajiban yang tidak menanggung bunga

    .Perhitungan untuk nilai IC tahun 2006-2009 dapat dilihat pada tabel 5-3.

    TABEL 5-3

    HASIL PERHITUNGAN IC

    TAHUN 2006-2009

    Keterangan 2006 2007 2008 2009

    49

    IC = Total Aktiva - NIBL (Non Interest Bearing Liabilities)

  • Total Aktiva 314.993.158.000 403.297.804.000 532.141.190.000 485.914.136.000NIBL 102.305.859.000 137.015.998.000 172.169.562.000 112.464.981.000

    IC 212.687.299.000 266.281.806.000 359.971.628.000 373.449.155.000Sumber : Data laporan keuangan yang telah diolah oleh penulis

    Berdasarkan tabel 5-3 diatas, bahwa nilai Invested capital (IC) juga

    mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Nilai IC pada tahun 2006 yaitu sebesar

    Rp. 212.687.299.000 lalu meningkat menjadi Rp. 266.281.806.000 pada tahun 2007,

    terjadi peningkatan kembali pada tahun 2008 yaitu menjadi Rp. 359.971.628.000,

    dan pada tahun 2009 nilai IC perusahaan juga meningkat menjadi Rp.

    373.449.155.000. Peningkatan nilai IC pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2008

    disebabkan oleh peningkatan atas total aktiva dan NIBL pada