perancangan festival pantomim jakarta – workingpaper001... · dikenal sejak zaman romawi kuno dan

Download PERANCANGAN FESTIVAL PANTOMIM JAKARTA – WorkingPaper001... · dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan

Post on 03-Mar-2019

238 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

PERANCANGAN FESTIVAL PANTOMIM

JAKARTA INTERNASIONAL

Dian Nadzmi Anindra

Jl. Binawarga kalibata no. 15 pancoran Jak-Sel (021-7994115)

Kikianindra2@gmail.com

Nico A. Pranoto B.F.A

Abstrak

TUJUAN PENELITIAN dari Tugas Akhir yang dibuat oleh penulis adalah mengenalkan pantomim kepada masyarakat kota besar. Sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hiburan berkualitas. METODE PENELITIAN yang digunakan oleh penulis adalah sumber dari buku, kuisioner serta wawancara dengan narasumber di bidangnya. ANALISIS dari data yang didapat menunjukan bahwa penduduk Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki masalah yang sama mengenai kebisingan dan kepenatan. Belum ada media yang dapat mewadahi ekspresi mereka dalam bentuk positif. HASIL YANG DICAPAI dari penelitian yang dilakukan penulis, strategi kreatif yang ditempuh adalah dengan membuat suatu event berupa Festival Pantomim di kota Jakarta yang bertaraf internasional. SIMPULAN dari perancangan ini adalah untuk membantu warga Jakarta yang kehilangan hiburan berkualitas seperti teater dan mewadahi mereka untuk ikut berekspresi, serta mengenalkan pantomim kepada mereka . Diharapkan agar imajinasi warga Jakarta dapat terus hidup dan menghasilkan hal baik nantinya.

RESEARCH OBJECTIVES of Final Project created by the author is introduced pantomime to the big city community. Addressing the needs of the community will be quality entertainment. METHODS used by the author is the source of the book, questionnaires and interviews with sources in the field. Analysis of the data obtained shows that the population of Jakarta as a metropolitan city has the same problem of noise and fatigue. There is no media that can facilitate their expression in the form of a positive way. RESULTS ACHIEVED of research by the author, a creative strategy taken is to create an event in the form of Mime Festival in the city with international standards. Conclusion of this design is to help people in Jakarta who lost quality entertainment such as theater and facilitate them to participate expression, as well

2

as introducing them to the pantomime. It is expected that the imagination of Jakarta residents can continue to live and produce good things later.

Kata Kunci : Life essence, Teatrikal, Unlimited, Hilarious

PENDAHULUAN

Teater. Pada masa sekarang hanya sedikit orang yang bisa mengapresiasi dan tertarik

pada karya seni ini. Padahal ada banyak nilai-nilai dan manfaat yang bisa diambil

dari sebuah teater. Untuk para pemain, kebersamaan, kerja keras, pengelolaan emosi,

kreativitas, olah fisik dan mental sangatlah lekat dengan teater. Dan untuk para

penikmat, nilai kebudayaan, moral, estetika, logika, kepekaan akan plot dan visual,

serta hiburan inspiratif dan masih banyak lagi. Namun sangat disayangkan, dewasa

ini budaya perteateran dan seni panggung sudah amat tertinggal dan dilupakan

masyarakat. Seperti halnya perwayangan, teater memiliki banyak cabang dan cara

untuk menyampaikan pesannya masing-masing. Salah satunya adalah teater

pantomim.

Teater Pantomim awalnya adalah Pantomim (Bahasa Latin: pantomimus, meniru

segala sesuatu) adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat, dalam

bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog. Jenis pertunjukan ini telah

dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan

dengan cerita umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali populer pada

abad ke-16 dengan berkembangnya Commedia dellarte di italia yang membawa

pantomim pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi.

Pada abad ke-19, J. Grimaldi dari Britania Raya dan J.-B. G. Deburau Perancis ,

pencipta karakter saham terkenal Pierrot, mengembangkan pantomim sebagai bentuk

independen teater .

Pada sepertiga terakhir abad ke-19, pantomim dilakukan terutama di ruang musik. Di

Perancis sekolah Marseille, dipimpin oleh L. Rouffe, didirikan, dan di Inggris

pantomim dilakukan oleh D. Leno Little Tich, dan oleh F. Karno perusahaan, di

mana C. Chaplin memulai karirnya. Pada awal abad ke-20, pantomim dimanfaatkan

secara luas oleh direksi seperti Jerman beredar sebagai M. Reinhardt. Sejak tahun

3

1930-an mimes paling terkenal telah J.-L. Barrault dan M. Marceau dari Perancis, L.

Fialka Cek, dan H. Tomaszew-ski Polandia. Di Rusia pantomim digunakan di

banyak drama rakya, ritual rakyat, dan skomorokh (aktor rakyat) pertunjukan. Pada

abad ke-19 itu dilakukan di acara stand dan sirkus. Antara 1910 dan 1920 pantomim

ini dimanfaatkan oleh direksi KA Mardzhanov, NN Evreinov, A. Ia. Tairov, dan V.

E. Meyer.

Masalah identitas pantomim yang masih banyak salah persepsi di kalangan

masyarakat maupun para senimannya. Setiap Negara memiliki batas dan standar

pantomim mereka masing-masing. Khususnya Negara yang menjadi salah satu

pelopor pantomime dunia. Salah satu contoh pantomim modern di Indonesia adalah

Teater Sena Didi Mime yang menggabungkan teater dan pantomim. Di Negara lain

seperti Studio Magenia (perancis) yang menjadi sanggar kolaborasi pantomim,

musical, dan teater kontemporer.

Di Indonesia masih banyak masyarakat yang yang menganggap bahwa pantomime

hanyalah sekedar badut dan pajangan yang ada di mall. Menyedihkan karena

faktanya pantomim adalah salah satu seni pertunjukan tertua di dunia dan memiliki

nilai seni serta imajinasi tinggi. Dan banyak memberi manfaat bagi audience maupun

pemainnya. Dalam perkembangannya selama lebih dari 200 tahun, pantomim

menjadi suatu seni pentas tersendiri. Perkembangan pantomim dunia telah

menemukan dinamisitasnya jauh waktu, sedangkan di Indonesia baru dimulai sekitar

tahun 1970-an, khususnya di Jakarta dan Yogyakarta. Tidak banyak seniman yang

menggeluti pantomim dan hanya beberapa seniman yang cukup konsisten, seperti

Sena A. Utaya, Didi Petet, Yayu Unru, Jemek Supardi, Moortri Poernomo, dan

Deddy Ratmoyo. Realitas sosial juga menunjukkan bahwa belum tercapai apresiasi

yang menggembirakan dari masyarakat terhadap eksisitensi pantomim.

METODE PENELITIAN

Ruang lingkup proyek tugas akhir ini yang dianggap tepat oleh penulis adalah

memediakan identitas pantomim di Indonesia dengan media perancangan event

suatu festival bertaraf internasional. Tujuan mendesain event Festival Pantomim

ini adalah untuk menyatukan arah pikiran masyarakat mengenai pantomime

4

sehingga pantomime menjadi lebih mudah dimengerti oleh khayalak Indonesia.

Peluang ini juga dimanfaatkan untuk mengajak sanggar-sanggar pantomime luar

negeri untuk ikut mengapresiasi pantomime lain dan berpartisipasi dalam

pengenalan identitas pantomim ini.

- Merancang sebuah event berbentuk festival yang menjadi wadah

pencerminan identitas pantomim.

- Merancang konsep acara yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat

melalui cara pantomim.

- Meningkatkan kualitas dan kuantitas audience.

HASIL DAN BAHASAN

Identifikasi Masalah

- Kurangnya apresiasi masyarakat terhadap seni pantomim - Belum adanya media pengenalan apapun mengenai pantomim - Identitas pantomim yang belum tercerminkan secara lisan dan visual untu - khayalak di Indonesia. - Maraknya idealisme akan jenis pantomim di kalangan internasional yang

mengakibatkan perbedaan cara pandang dan terkadang kurang objektif.

Perumusan Masalah

Dari penjabaran kondisi dan masalah di atas maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :

- Bagaimana mendesain suatu event yang dapat menjadi media pemberi solusi kebutuhan masyarakat sekaligus pencerminan identitas pantomime kepada audience khususnya di Indonesia, serta menyatukan komunitas kreatif pantomime. - Bagaimana cara mendefinisikan pantomime dalam komunikasi visual tanpa menyempitkan ruang dan konten pantomim. - Bagaimana memposisikan pantomim menjadi hal yang menarik di masyarakat.

5

Proses Kreatif

Jakarta International Mime Festival adalah Festival Panomim di Indonesia khususnya di Jakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan pantomime dalam bentuk pendekatan sosial kehidupan sehari-hari masyarakat kota.

Memiliki Visi untuk, Menciptakan dan memperkenalkan komunitas pantomime yang dicintai. Dengan Misi utama untuk,

1. Menjadi sebuah acara yang dapat menjawab kebutuhan audience. 2. Selalu memberikan kebaharuan di setiap acara Festival 3. Melebihi Imajinasi

Target audience dari Festival ini adalah masyarakat kota besar yang memiliki ketertarikan pada seni, humor visual dan pertunjukan. Konsumen (Insight) dari audience adalah para young adults dan pelajar yang sangat penat tinggal di kota besar. Mereka sangat berharap dapat bersenang-senang dengan tenang dalam kota yang menjemukan ini.

Konsep Brand

Jakarta International Mime Festival memiliki esensi brand yaitu Vivid Imaination (Imajinasi yang Hidup), yang merupakan jiwa dari Festival Pantomim ini. Dengan kata kuci atau Brand Valuesnya adalah life, theatrical, unlimited, hillarious, dan friendly. Visi dari brand ini adalah menjadi Festival Pantomim yang dapat menginspirasi dan dicintai masyarakat. Brand Promise Jakarta International Mime Festival adalah

Big Idea

Ruang tanpa ruang

pribadi teater pantomim yang dapat menjadi apa saja dalam pementasannya. Panggung dapat berubah menjadi dimana saja dan apa saja. Karena itu kata ruang tanpa ruang mendefi

Recommended

View more >