penunpenuntun persentase askep persentase askep limfoma

Click here to load reader

Post on 01-Jan-2016

137 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PenunPENUNTUN PERSENTASE ASKEP LIMFOMA.docxtun Persentase Askep

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSeiring perkembangan era yang semakin maju dimana perkembangan tersebut mencakup seluruh aspek manusia, secara otomatis terjadi pergeseran pola keoendudukan terutama pola penyakit di masyarakat. Semula penyakit terbanyak yang ditemukan adalah penyakit infeksi baik infeksi saluran nafas maupun gastro intestinal kepada penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker dan lain sebagainya.Penyakit lymfoma non hodgkin adalah salah satu penyakit yang tergolong dalam kasus interne/kasus penyakit dalam pada penyakit ini terjadi proliferasi abnormal sistem lymfoid dan struktur yang membentuknya terutama menyerang kelenjar getah bening. LNH belum diketahui secara pasti penyebabnya oleh karena itu penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan kasus ini.Berbagai permasalahan dapat timbul karena kasus ini yang mana permsalahan tersebut dapat menyangkut seluruh aspek kehidupan dari manusia baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual, secara fisik dapat menimbulkan tergangguanya pola nafas karena ada penekanan atau kesulitan dalam menelan makana sehingga mengakibatkan kurangbnya asupan nutrisi. Secara psikis penyakit ini dapat menimbulkan gangguan konsep diri terutama mengenai body image, ataupun bahkan bisa mengakibatkan perilaku menarik diri, secara sosial bi sa mengakibatkan kerusakan interaksi sosial karena perilaku menarik diri atau kurang percaya diri dan secara spiritual bisa menyalahkan Tuhan atas penyakit yang diberikan atau mungkin sebaliknya justru lebih tekun beribadah karena ingin cepat sembuh.B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Bagaimana klasifikasi dari penyakit Limfoma ? 2. Bagaimana kasus epidemiologi dari Limfoma ? 3. Apa etiologi dari penyakit Limfoma ? 4. Bagaimana stadium dari penyakit Limfoma ?5. Bagaimana tanda dan gejala dari penyakit Limfoma ? 6. Bagaimana perjalanan patofisiologi dari Limfoma ?7. Bagaimana cara-cara pemeriksaan diagnostik dan laboratorium dari penyakit Limfoma ? 8. Bagaimana tindakan penatalaksanaan pada pasien penderita Limfoma ? 9. Bagaimana proses pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien pederita Limfoma ? C. Tujuan PenulisanAdapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :1. Untuk mengetahui klasifikasi dari penyakit Limfoma2. Untuk mengetahui kasus epdidemiologi dari limfoma ?3. Untuk mengetahui etiologi dari penyakit Limfoma4. Untuk mengetahui stadium dari penyakit Limfoma ? 5. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari penyakit Limfoma 6. Untuk mengetahui perjalanan patofisiologi dari Limfoma 7. Untuk mengetahui cara-cara pemeriksaan diagnostik dan laboratorium dari penyakit Limfoma 8. Untuk mengetahui tindakan penatalaksanaan pada pasien penderita penyakit Limfoma 9. Untuk mengetahui proses pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien pederita Limfoma D. Manfaat Penulisan Manfaat bagi Tim PenulisDapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam membuat karya ilmiah dan menambah wawasan khususnya tentang penyakit Limfoma dan ruang lingkupnya Manfaat bagi pembacaMenjadi bahan masukan dalam menambah khazanah ilmu pengetahuan terutama mengenai konsep tentang Limfoma dan ruang lingkupnya dalam bidang kesehatan

BAB IIPEMBAHASANA. Konsep Medik Dari Limfoma A.I. Pengertian dan Klasifikasi Limfoma Limfoma (kanker kelenjar getah bening) merupakan bentuk keganasan dari sistem limfatik yaitu sel-sel limforetikular seperti sel B, sel T dan histiosit sehingga muncul istilah limfoma malignum (maligna = ganas). Dalam kondisi normal, sel limfosit merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh. Sementara sel limfosit yang tidak normal (limfoma) bisa berkumpul di kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan. Sel limfosit ternyata tak cuma beredar di dalam pembuluh limfe, sel ini juga beredar ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah karena itulah limfoma bisa juga timbul di luar kelenjar getah bening. Dalam hal ini, yang tersering adalah di limpa dan sumsum tulang. Selain itu, bisa juga timbul di organ lain seperti perut, hati, dan otak.Pengertian tentang limfoma maligna antara lain menurut Danielle, (1999) bahwa limfoma adalah malignansi yang timbul dari sistem limfatik. Pengertian lain tentang limfoma maligna menurut Susan Martin Tucker, (1998) adalah suatu kelompok neoplasma yang berasal dari jaringan limfoid. Sedangkan menurut Suzanne C. Smeltzer, ( 2001), mengemukakan bahwa limfoma maligna adalah keganasan sel yang berasal dari sel limfoid. Pengertian lain tentang limfoma maligna menurut Doenges, (1999) adalah kanker kelenjar limfoid. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa limfoma maligna adalah suatu jaringan tumor padat yang berasal dari sel limfoid dan bersifat ganas.Berdasarkan gambaran histopatologisnya, limfoma dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :a. Limfoma Hodgkin (LH)Limfoma jenis ini memiliki dua tipe. yaitu tipe klasik dan tipe nodular predominan limfosit, di mana limfoma hodgkin tipe klasik memiliki empat subtipe menurut Rye, antara lain : Nodular Sclerosis, Lymphocyte Predominance, Lymphocyte Depletion, Mixed Cellularityb. Limfoma Non-Hodgkin (LNH)Formulasi Kerja (Working Formulation) membagi limfoma non-hodgkin menjadi tiga kelompok utama, antara lain : Limfoma Derajat RendahKelompok ini meliputi tiga tumor, yaitu limfoma limfositik kecil, limfoma folikuler dengan sel belah kecil, dan limfoma folikuler campuran sel belah besar dan kecil Limfoma Derajat MenengahAda empat tumor dalam kategori ini, yaitu limfoma folikuler sel besar, limfoma difus sel belah kecil, limfoma difus campuran sel besar dan kecil, dan limfoma difus sel besar Limfoma Derajat TinggiTerdapat tiga tumor dalam kelompok ini, yaitu limfoma imunoblastik sel besar, limfoma limfoblastik, dan limfoma sel tidak belah kecil.Perbedaan antara LH dengan LNH ditandai dengan adanya sel Reed-Sternberg yang bercampur dengan infiltrat sel radang yang bervariasi. Sel Reed-Sternberg adalah suatu sel besar berdiameter 15-45 mm, sering berinti ganda (binucleated), berlobus dua (bilobed), atau berinti banyak (multinucleated) dengan sitoplasma amfofilik yang sangat banyak. Tampak jelas di dalam inti sel adanya anak inti yang besar seperti inklusi dan seperti Mata burung hantu (owl-eyes), yang biasanya dikelilingi suatu halo yang bening.

Gambar 1. Gambaran histopatologis (a) Limfoma Hodgkin dengan Sel Reed Sternberg dan (b) Limfoma Non Hodgkin

A.II. Epidemiologi Limfoma Pada tahun 2002, tercatat 62.000 kasus LH di seluruh dunia. Di negara-negara berkembang ada dua tipe limfoma hodgkin yang paling sering terjadi, yaitu mixed cellularity dan limphocyte depletion, sedangkan di negara-negara yang sudah maju lebih banyak limfoma hodgkin tipe nodular sclerosis. Limfoma hodgkin lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dengan distribusi usia antara 15-34 tahun dan di atas 55 tahun. Berbeda dengan LH, LNH lima kali lipat lebih sering terjadi dan menempati urutan ke-7 dari seluruh kasus penyakit kanker di seluruh dunia. Secara keseluruhan, LNH sedikit lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Rata-rata untuk semua tipe LNH terjadi pada usia di atas 50 tahun. Di Indonesia sendiri, LNH bersama-sama dengan LH dan leukemia menduduki urutan ke-6 tersering. Sampai saat ini belum diketahui sepenuhnya mengapa angka kejadian penyakit ini terus meningkat. Adanya hubungan yang erat antara penyakit AIDS dan penyakit ini memperkuat dugaan adanya hubungan antara kejadian limfoma dengan kejadian infeksi sebelumnya.A.III. Etiologi LimfomaPenyebab dari penyakit limfoma maligna masih belum diketahui dengan pasti. Ada 4 kemungkinan penyebabnya, yaitu : faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus (HIV) atau bakteria (Helicobacter Pilori), virus human T-cell leukemia/lymphoma (HTLV), Epstein-Barr virus (EBV), dan toksin lingkungan (herbisida, pengawet dan pewarna kimia).Dari keempat faktor diatas, terdapat faktor predisposisi yang memicu munculnya limfoma pada seseorang, yaitu sebagai berikut :1. Usia. Penyakit limfoma maligna banyak ditemukan pada usia dewasa muda yaitu antara 18 35 tahun dan pada orang diatas 50 tahun2. Jenis kelamin. Penyakit limfoma maligna lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan wanita3. Gaya hidup yang tidak sehat. Risiko Limfoma Maligna meningkat pada orang yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak hewani, merokok, dan yang terkena paparan UV4. Pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang sering dihubugkan dengan resiko tinggi terkena limfoma maligna adalah peternak serta pekerja hutan dan pertanian. Hal ini disebabkan adanya paparan herbisida dan pelarut organik.A.IV. Stadium Limfoma Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.1. Stadium I: Penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar getah bening2. Stadium II: Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompokkelenjar getah bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada atau perut 3. Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, serta pada dada dan perut4. Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otakA.V. Tanda dan Gejala LimfomaTanda dan gejala dari limfoma dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi dari limfoma. Adapun tanda dan gejala dapat dilihat pada table. 1.1 berikut.PemeriksaanLimfoma HodgkinLimfoma Non-Hodgkin

Anamnesis Asimtomatik limfadenopati Gejala sistemik (demam intermitten, keringat malam, BB turun) Nyeri dada, batuk, napas pendek Pruritus Nyeri tulang atau nyeri punggung Asimtomatik limfadenopati Gejala sistemik (demam intermitten, keringat malam, berat badan turun) Mudah lelah Gejala obstruksi GI (Gatrointestinal) tract dan Urinary tract

Teraba pembes