peningkatan keterampilan menulis karangan narasi melalui quantum learning

Click here to load reader

Post on 06-Jul-2015

13.813 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Quantum Learning (diambil dari skripsi penulis, semoga bermanfaat ^^)

TRANSCRIPT

  • 1. PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASIMELALUI MODEL QUANTUM LEARNING PADA MATA PELAJARANBAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SEMESTER ISDN NGUTER 04 KEC.NGUTER KAB. SUKOHARJOTAHUN PELAJARAN 2011/2012WAHYU BUDI SETYAWAN NIM. X7109119

2. PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGANNARASI MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIASISWA KELAS V SEMESTER I SDN NGUTER 04 KEC.NGUTER KAB. SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 3. A. LATAR BELAKANG MASALAHB. IDENTIFIKASI MASALAHC. PEMBATASAN MASALAHD. PERUMUSAN MASALAHE. TUJUAN PENELITIANF.MANFAAT PENELITIAN 4. (1) Pembelajaran B. Indonesia pada kelas V SD kompetensi menuliskhususnya menulis karangan (mengarang) merupakan suatu halyang seharusnya dikuasai bagi siswa kelas V SD karenasebelumnya di kelas III dan IV sudah ada KD tentang menuliskarangan sederhana.(2) Pembelajaran B. Indonesia pada kelas V SD kompetensi menuliskhususnya menulis karangan narasi ternyata masih kurang, mulaidari yang kurang bisa mengembangkan karangan atau paragrafsecara padu dan runtut hingga penerapan kaidah tulis-menulisyang benar serta kerapiannya.. Jadi siswa dalam mencurahkangagasan, perasaan kedalam bentuk tulisan masih belum terampildan masih cenderung mudah secara lisan. 5. berdasarkan observasi ternyatasiswa kurang tertarik untuk5 dari 9 siswa atau 55,55 %mengikuti pelajaran Bahasa kelas V untuk nilai kompetensiIndonesiadalam menulis tersebut masih di bawah KKMkarangan narasi(66)Maka perlu suatu model pembelajaran yang dapat mengajak siswauntuk bisa menulis karangan narasi dengan suasana yang menarik,mengasikkan, variatif, kreatif, dan efektif sehingga kemampuansiswa dalam menulis karangan narasi pun bisa meningkat. YaituQuantum Learning 6. 1. Siswa cenderung lebih mudah mencurahkan gagasan secara lisan;2. Siswa belum terampil mengungkapkan ide, gagasan, ataupun pendapat mereka dalam bentuk tulisan;3. Siswa belum terampil menyusun kerangka karangan secara padu, runtut dan efektif.4. Siswa belum terampil dalam menggunakan pilihan kata yang tepat;5. Siswa kurang tertarik dalam kegiatan menulis;6. Siswa mengalami kejenuhan dan tidak aktif dalam proses pembelajaran;7. Guru kurang menciptakan situasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan;8. Model Quantum Learning merupakan salah satu model yang strategis untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. 7. Keterampilan Keterampilan dalam hal ini dibatasi keterampilanmenulis karangan narasi pada mata pelajaranBahasa Indonesia siswa kelas V semester I SDNNguter 04 Kecamatan Nguter KabupatenSukoharjo tahun pelajaran 2011/2012.Model pembelajaran Model pembelajaran dalam hal ini dibatasi ModelQuantum Learning. 8. Apakah penerapan Model Quantum Learningdapat meningkatkan keterampilan menuliskarangan narasi pada siswa kelas V SDN Nguter 04Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo TahunPelajaran 2011/2012? 9. untuk meningkatkan keterampilan menuliskarangan narasi pada siswa kelas V SDNNguter 04 Kecamatan Nguter KabupatenSukoharjo tahun pelajaran 2011/2012melalui model Quantum Learning. 10. Manfaat Teoritis diharapkan dapat memberikan khasanah keilmuansebagai bahan rujukan bagi dunia pendidikankhususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.Manfaat Praktis Bagi Guru Bagi Siswa Bagi Sekolah 11. TINJAUANPENELITIANKERANGKAHIPOTESISPUSTAKAYANG RELEVANBERPIKIR 12. Hakikat Keterampilan MenulisKarangan NarasiHakikat Model Quantum Learning 13. keterampilan adalah suatu bentuk kemampuanmenggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan dalam mengerjakan sesuatu secara efektif dan efisien. keterampilan menulis menurut Byrne (1979:3) (dalam St. Y. Slamet, 2008:140) menyatakan bahwa pada hakikatnya bukan sekadar kemampuan menulis simbol- simbol grafis sehingga berbentuk kata, dan kata-kata disusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, melainkan keterampilan menulis adalah kemampuan menuangakan buah pikiran kedalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buahpikiran tersebutdapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. 14. Karangan dalam(http://ryansikep.blogspot.com/2009/12/pengertian-karangan-dan-contoh-karangan.html) merupakan karyatulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkangagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepadapembaca untuk dipahami.Narasi merupakan karya tulis hasil dari kegiatanseseorang untuk mengungkapkan gagasan danmenyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembacauntuk dipahami.Dari beberapa pengertian diatas maka keterampilanmenulis karangan narasi dapat dikatakan merupakan suatukemampuan pengungkapan ide, perasaan, pengalamanhidup seseorang dalam bahasa tulis secara kronologis yangmemperhatikan unsur waktu dengan efektif dan efisien. 15. Pengertian Model Quantum LearningPengertian Model Quantum LearningMenurut Sugiyanto (2008:126) Pembelajaran Kuantummerupakan sebuah model yang menyajikan bentukpembelajaran sebagai suatu orkestrasi yang jika dipilhdari dua unsur pokok yaitu: konteks dan isi. Konteks secaraumum akan menjelaskan tentang lingkup lingkunganbelajar baik lingkungan fisik maupun lingkungan psikhis.Sedangkan konten/isi berkenaan dengan bagaimana isipembelajaran dikemas untuk disampaikan kepada siswa.Asas Utama Quantum LearningMenurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin Saefudin Saud(2008:127) ... bawalah dunia mereka ke dunia kita danantarkan dunia kita ke dunia mereka.. 16. Prinsip Model Quantum LearningMenurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin SaefudinSaud (2008:127) :1. Segalanya berbicara2. Segalanya Bertujuan3. Pengalaman sebelum pemberian nama4. Mengakui setiap usaha5. Merayakan keberhasilanStrategi Pembelajaran Model Quantum LearningMenurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin SaefudinSaud (2008:129) ada suatu pengembangan strategipembelajaran model Quantum Learning melalui istilahTANDUR, yaitu :1. Tumbuhkan2. Alami3. Namai4. Demonstrasikan5. Rayakan 17. UpayaPeningkatan Kemampuan MenulisKarangan Melalui Penggunaan PendekatanKomunikatif Pada Siswa Kelas V SD. oleh Yulinartahun 2008 Peningkatan Keterampilan Menulis PermulaanMelalui Model Quantum Learning Pada Siswa Kelas2 Sekolah Dasar Negeri Karangasem 1 LaweyanSurakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 oleh AlvanyRufaida tahun 2010. 18. Keterampilan menulis Pembelajaran karangan narasi siswa Konvensional rendahKondisi Awal rendah Siklus I Penerapan modelTindakan Quantum Learning Siklus II Setelah diterapkanKondisimenggunakan Diduga Keterampilanmenulis karangan narasi AkhirModel Quantum meningkatLearning 19. Penerapan model Quantum Learning dapatmeningkatkan keterampilan menulis karangannarasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswakelas V semester I SD Negeri Nguter 04 Kec. NguterKab. Sukoharjo tahun pelajaran 2011/2012 20. 1. TEMPAT & WAKTU PENELITIAN 9. PROSEDUR2. SUBJEKPENELITIAN PENELITIAN7. . INDIKATOR3. SUMBERKINERJADATA6. ANALISIS 4. TEKNIKDATAPENGUMPULAN DATA5. VALIDITASDATA 21. Tempat PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SD NegeriNguter 04 Kecamatan Nguter KabupatenSukoharjo. Waktu PenelitianPenelitian ini dilaksanakan pada semestergasal tahun pelajaran 2011/2012 selama 4 bulanyaitu mulai bulan Agustus 2011 sampai denganbulan November 2011 22. siswa kelas V SD Negeri Nguter 04 yangberjumlah 9 (sembilan) siswa yang terdiri dari 4siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. 23. Dokumen atau arsip yang antara lain,hasil belajar siswa, dan buku penilaian. Hasil pengamatan pelaksanaanpembelajaran Bahasa Indonesia kelas VSDN Nguter 04 tahun pelajaran2011/2012. 24. ObservasiDokumentasiTes 25. Validitas isi mencakup sejauh mana bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini sudah sesuaikah dengan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V yang dikonsultasikan dengan teman sejawatTrianggulasi metode digunakan sebagaivalidasi keaktifan atau aktivitas siswa dankinerja guru selama proses pembelajaran 26. Teknik deskriptif komparatif dan analisis kritis.Menurut Sarwiji Suwandi (2009:61) menyatakanbahwa teknik deskriptif komparatif digunakanuntuk data kuantitatif, yakni denganmembandingkan hasil antar siklus. Kemudianteknik analisis kritis mencakup kegiatan untukmengungkap kelemahan dan kelebihan kinerjasiswa dan guru dalam proses pembelajaran. 27. Indikator kinerja dari penelitian ini adalah 80 %dari jumlah siswa menunjukkan peningkatanketerampilan menulis karangan narasi,yaitu memperoleh nilai minimal 66. 28. Menggunakan model spiral tindakan kelasyang diadopsi dari Hopkins (48:1993) (dalam Zainal Aqib, 2009:31) : 29. Identifikasi MasalahPerencanaan RefleksiSiklus IIAksiObservasi Perencanaan Refleksi UlangObservasi Siklus II AksiDan Seterusnya 30. HASIL PENELITIAN &PEMBAHASANPEMBAHASAN HASIL HASIL PENELITIAN PENELTIAN DESKRIPSI PELAKSANAANKONDISI AWAL TINDAKAN TINDAKANTINDAKANTINDAKAN PRASIKLUSSIKLUS ISIKLUS II 31. HASIL NILAI PRASIKLUS5444Frekuensi3221 1 110 33 - 4546 - 58 59 - 72 73 - 85 86 - 98 66Interval nilai AKTIVITAS SISWA PRASIKLUS KINERJA GURU PRASIKLUS 4 4 3 32.56Skor 22.44 2.412.222.67 2.6 Skor 22.52.42.5 2.53 1 1 0 0Keaktifan Perhatian KerjasamaRata-rataIII IIIIV V Rata-rata Aspek yang dinilai Aspek yang dinilai 32. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan siswa kurangtertarik dalam hal menulis yang ditunjukkan dengan nilai aktivitas siswayang kurang dan masih dalam kategori cukup terutama pada aspekkeaktifan, kemudian dari kinerja guru, guru sebagai fasilitator dalampenyampaian materi kurang melibatkan keaktifan siswa serta metodepembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran masih terlaludidominasi peran guru (teacher center). Dari hal tersebut menjadikannilai rata-rata menulis karangan narasi siswa rendah dan sebagian besarmasih dibawah KKM. Jadi perlu diadakan suatu upaya perbaikanpembelajaran yang meningkatkan aktivitas siswa sehingga nilaiketerampilan siswa dalam menulis karangan narasi pun juga ikutmeningkat. Upaya tindakan perbaikan tersebut dilaksanakan dalam duasiklus, siklus I dan siklus II dengan menggunakan pembelajaran modelQuantum Learning. 33.

View more