peningkatan kemandirian belajar dalam · pdf filesiswa dengan orang lain dalam kehidupan...

Click here to load reader

Post on 13-Mar-2019

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR DALAM

PENYELESAIAN SOAL MATEMATIKA DENGAN

STRATEGI COOPERATIVE GROUP

INVESTIGATION

(Bagi Siswa Kelas XB Semester Genap SMK Muhammadiyah 4 Surakarta

Tahun Ajaran 2013/2014)

NASKAH PUBLIKASI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1

Program Studi Pendidikan Matematika

Oleh:

Rita Razis

A410100191

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2014

ii

1

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SOAL MATEMATIKA

DENGAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION

BAGI SISWA SMK

Rita Razis, [email protected]

Pendidikan Matematika, FKIP UMS

Sutama, [email protected]

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengkaji peningkatan kemandirian belajar dalam

penyelesaian soal matematika bagi siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta kelas XB

semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan strategi cooperative group investigation.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang

terdiri dua siklus. Analisis data yang digunakan dengan alur reduksi, penyajian data, dan

verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemandirian belajar matematika

yang dapat dilihat dari meningkatnya indikator-indikatornya meliputi: 1) siswa memiliki

rasa tanggungjawab sebelum tindakan 21,21%, pada tindakan kelas siklus I mencapai

42,42%, dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II menjadi 51,51%, 2) siswa tidak

tergantung pada orang lain sebelum tindakan 30,30%, pada tindakan kelas siklus I

mencapai 39,39%, dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II menjadi 63,63%, 3) siswa

memiliki rasa ingin tahu yang besar sebelum tindakan 24,24%, pada tindakan kelas siklus I

mencapai 33,33%, dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II menjadi 57,57%, 4) siswa

memiliki percaya diri sebelum tindakan hanya 15,15%, pada tindakan kelas siklus I

mencapai 21,21%, dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II menjadi 75,75%.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa penerapan strategi cooperative group

investigation dalam penyelesaian soal matematika dapat meningkatkan kemandirian

belajar siswa.

Kata kunci: kemandirian belajar, soal matematika, group investigation

Pendahuluan

Pada kegiatan pembelajaran, kemandirian belajar merupakan komponen penting

dalam pembelajaran. Muhammad A. Fauzi (2011: 111) pentingnya kemandirian dalam

belajar matematika karena tuntutan kurikulum agar siswa dapat menghadapi persoalan di

dalam kelas maupun di luar kelas yang semakin kompleks dan mengurangi ketergantungan

siswa dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas belajar siswa (baik di dalam

maupun di luar kelas) harus menjadi individu yang aktif (kritis, kreatif, dan efektif) dalam

membentuk pengetahuan, dapat menentukan sendiri kondisi belajar, proses belajar dan

memilih pengalaman belajarnya serta pengetahuan utama yang ingin dicapai (goals) melalui

penggunaan strategi diskusi dalam kelompok kecil.

mailto:[email protected]:[email protected]

2

Irzan Tahar dan Enceng (2006: 92) kemandirian belajar merupakan kesiapan dari

individu yang mau dan mampu untuk belajar dengan inisiatif sendiri, dengan atau tanpa

bantuan pihak lain dalam mendiagnosis kebutuhan belajar, memformulasikan tujuan belajar,

mngidentifikasi sumber belajar, memilih dan menetukan pendekatan strategi belajar, dan

melakukan evaluasi hasil belajar yang dicapai

Etika N. Murni dan Rita P. Khotimah (2013: 83) kemandirian yang digunakan

sebagai fokus dalam penelitian mengalami peningkatan, walaupun ada beberapa indikator

dengan prosentase peningkatan yang masih sedikit. Strategi pembelajaran siklus dapat

menciptakan suasana kelas menjadi lebih kondusif, sehingga dapat mendorong siswa aktif

sehingga meningkatkan kemandirian belajar siswa yang berdampak pada prestasi belajar

siswa.

Berdasarkan observasi terdahulu kemandirian belajar siswa kelas XB SMK

Muhammadiyah 4 Surakarta tahun 2013/2014 dengan jumlah siswa 33 sangat bervariasi.

Kemandirian belajar siswa dalam penyelesaian soal matematika, yaitu 1) siswa yang

memiliki rasa tanggung jawab sebanyak 7 siswa (21,21%), 2) siswa yang tidak tergantung

pada orang lain sebanyak 10 siswa (30,30%), 3) siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar

sebanyak 8 siswa (24,24%), dan 4) siswa yang percaya diri sebanyak 5 siswa (15,15%).

Akar penyebab dari rendahnya kemandirian belajar siswa yang dominan yaitu

kecenderungan pembelajaran berpusat pada guru. Guru sudah melakukan perbaikan, akan

tetapi belum mampu meningkatkan kemandirian siswa secara keseluruhan dan siswa

cenderung pasif dalam menerima pelajaran. Berdasarkan akar penyebab dari masalah di

atas, alternatif tindakan yang dapat dilakukan yaitu penerapan strategi pembelajaran yang

tepat. Menurut Siti Hanisah, Tri Saptuti, dan Setyo Budi (2012: 2) model pembelajaran

kooperatif tipe group investigation dapat dipakai untuk mengembangkan kreativitas siswa,

baik secara perorangan maupun kelompok.

S. Pujiastuti, Suyitno dan I. Junaedi (2012: 79) kemampuan dan kemahiran

matematika dimungkinkan diperoleh siswa melalui proses pembelajaran matematika di

sekolah yang dirancang oleh guru dengan menempatkan siswa sebagai subyek

pembelajaran. Kedudukan siswa sebagai subjek pembelajaran, sangat penting bagi

perkembangan kognitif siswa, karena siswa dapat berperan aktif dalam menentukan arah

dan tujuan suatu pembelajaran matematika yang diinginkan.

Langkah-langkah Group Investigation adalah 1) Pada awal pembelajaran guru

menjelaskan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan strategi

cooperative GI, 2) Guru membuat kelompok siswa secara heterogen menjadi empat atau

3

lima kelompok, 3) Guru menyampaikan materi secara garis besar kemudian guru

memberikan LKS kepada masing-masing kelompok untuk menganalisis dan

menyelesaikannya, 4) Kelompok menyajikan presentasi dengan menarik dari permasalahan

yang telah dipelajari, 5) Presentasi selesai guru bersama siswa membuat kesimpulan dari

materi yang dipelajari, 6) Siswa diberi latihan mandiri untuk mengetahui pemahaman siswa

pada materi yang dipelajari.

Untuk tujuan umum adalah meningkatkan kemandirian belajar siswa. Sedangkan

untuk tujuan khusus yaitu melalui strategi cooperative group investigation maka akan

meningkatkan kemandirian belajar siswa.

Berdasarkan keunggulan strategi cooperative group investigation diduga siswa lebih

terampil dan mandiri dalam menyelesaikan soal matematika yang diberikan. Suasana

pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga memudahkan siswa memahami materi yang

diajarkan.

Metode Penelitian

Penelitian tindakan kelas menurut Sutama (2011: 16) PTK merupakan penelitian

yang bersifat reflektif. Kegiatan penelitian berangkat dari permasalahan riil yang dihadapi

oleh praktisi pendidikan dalam tugas pokok dan fungsinya masing-masing, kemudian

direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindak lanjuti dengan tindakan-

tindakan nyata yang terencana dan terukur. Penelitian ini dilaksanakan di SMK

Muhmmadiyah 4 Surakarta. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan dimulai Oktober

2013 sampai Januari 2014. Siswa yang dijadikan subjek adalah siswa kelas XB. Siswa yang

terdapat pada kelas tersebut berjumlah 33 siswa, terdiri atas 25 siswa jurusan Farmasi (1

siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan) dan 8 siswa jurusan Kimia Industri (3 siswa laki-

laki dan 5 siswa perempuan).

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data

primer adalah guru yang melakukan tindakan dan siswa menerima tindakan. Sumber data

sekunder berupa data dokumentasi, pengambilan data dapat dilakukan dengan teknik

observasi, catatan lapangan, metode tes, dan dokumentasi.

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode alur. Langkah-langkah

metode alur ada tiga, yaitu reduksi, penyajian data, dan verifikasi data (Sutama, 2011: 100).

Menurut Sukmadinata (Sutama, 2011: 101), keabsahan data dapat dilakukan

melalui obsevasi secara terus menerus, triangulasi sumber, metode, penelitian lain,

4

pengecekan anggoata, diskusi teman sejawat, dan pengecekan referensi. Observasi secara

terus menerus dan triangulasi data dilakukan untuk memperoleh keabsahan data.

Menurut Sugiyono (2008: 83) triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan

data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data

yang telah ada, peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kreadibilitas data, yaitu

mengecek kreadibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber

data.

Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang

berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan

observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang

sama secara serempak. Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber

yang berbed