pengolahan paralel -...

of 57 /57
Pengolahan Paralel 1/58 Ernastuti PENGOLAHAN PARALEL Ernastuti

Upload: vuongkhuong

Post on 12-May-2019

325 views

Category:

Documents


7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Page 1: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

1/58Ernastuti

PENGOLAHAN PARALEL

Ernastuti

Page 2: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

2/58Ernastuti

LATAR BELAKANG • Banyak aplikasi2 membutuhkan kemampuan

komputasi yang jauh lebih besar darikemampuan komputer prosesor tunggal

• Ada 2 cara yang dapat dicapai untuk memenuhikebutuhan ini :

1) mengembangkan komputer prosesor tunggalmenjadi lebih cepat

2) melakukan komputasi paralel.

Page 3: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

3/58Ernastuti

PENGOLAHAN PARALEL

Minat penelitian dalam Pengolahan paraleldiantaranya adalah sebagai berikut :

1) arsitektur paralel2) algoritma paralel3) bahasa pemograman paralel4) analisis kinerja paralel.

Page 4: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

4/58Ernastuti

4 langkahpenyelesaian masalah komputasi

secara paralel:

Pertama , mengerti dasar komputasi didalam bidang aplikasitertentu.

Kedua , mendisain suatu algoritma paralel atau me-paralelkan algoritma sekuensial yang sudah ada.

Ketiga , memetakan algoritma paralel kedalam arsitekturkomputer paralel yang sesuai,

Keempat , melibatkan penulisan program paralel denganmemanfaatkan suatu pendekatan pemrogramanparalel yang aplikatif.

Page 5: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

5/58Ernastuti

• Pokok persoalan utama arsitektur paraleladalah terletak pada disain

jaringan interkoneksi prosesor

• Idealnya didalam jaringan, setiap prosesor didisain terhubung dengansemua prosesor lainnya.

Page 6: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

6/58Ernastuti

• Pada graph, jaringan interkoneksi idealdigambarkan sebagaicomplete graph : (fully connected)

Untuk p prosesor pada jaringan interkoneksicomplete graph , jumlah edge penghubungnyaadalah p x (p-1) edge.

• Jaringan interkoneksi seperti ini jelas sangatmahal. (semakin besar jumlah edge dikatakan semakin mahal )

Page 7: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

7/58Ernastuti

Topologi Model jaringan interkoneksi yang lebih murah dari complete graph yang adasaat ini antara lain adalah

• linear & ring, shuffle exchange, hypercube,• star, de bruijn, binary tree, delta, • butterfly, mesh, omega dan pyramid

Page 8: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

8/58Ernastuti

LINEAR + RING

Untuk mereduksi interconnect cost, dicoba membuat jaringan yang lebih jarang (sparse) :

Page 9: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

9/58Ernastuti

MESH + TORUS: 2D, 3D

Kemudian diperluas ke suatu jaringan multidimensional :

Page 10: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

10/58Ernastuti

HYPERCUBE ( n-CUBE)

Page 11: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

11/58Ernastuti

TREEPada jaringan TREE hanya ada satu jalur untuk setiap 2 simpul.Semakin tinggi Tree, semakin beresiko akan terjadikomunikasi bottleneck pada level-level yang tinggi dalam tree.

Page 12: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

12/58Ernastuti

SHUFFLE EXCHANGEPerfect shuffle menghubungkan processor Pi and Pj dengan cara komunikasi satu arah sbb :

j = 2*i , 0 ≤ i ≤ N/2 – 1 atauj = 2*i + 1 – N , lainnya.

Page 13: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

13/58Ernastuti

DE BRUIJNA network consisting of N = dk processors, each labeled with a k-digit word(ak-1 ak-2 … a1 a0) where aj is a digit (radix d), i.e. aj is one of (0, 1, … , d-1)The processors directly reachable from (ak-1 ak-2 … a1 a0) are (ak-2 … a1 a0 q) and (q ak-1 ak-2 … a1) where q is another digit (radix d).Berikut adalah jaringan de Bruijn untuk d=2 dan k=3

Page 14: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

14/58Ernastuti

BUTTERFLYA Butterfly network is made of (n + 1)*2n processors organized into n+1 rows,each containing 2n processors.

Rows are labeled 0…n. Each processor has 4 connections to other processors (except processors in top and bottom row).

Processor P(r, j), i.e. processor number j in row r is connected toP(r-1, j) and P(r-1, m)where m is obtained

by inverting the rth significant bit in the binary representation of j.

Page 15: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

15/58Ernastuti

PYRAMIDA pyramid consists of (4d+1 – 1)/3 processors organized in d+1 levels so as:• Levels are numbered from d down to 0• There is 1 processor at level d• Every level below d has four times the number of processors

than the level immediately above it.

Page 16: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

16/58Ernastuti

Untuk membandingkanmodel jaringan interkoneksidiperlukan beberapa kriteria

pengukuran.

Page 17: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

17/58Ernastuti

Kriteriayang digunakan industri berkaitan

dengankomunikasi dan kompleksitaspada jaringan interkonekasi

adalah sebagai berikut

Page 18: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

18/58Ernastuti

Standard criteria used by industry:

• Network diameter = Max. number of hops necessary to link up two most distant processors

• Network bisection width = Minimum number of links to be severed for a network to be into two halves (give or take one processor)

• Maximum-Degree of PEs = maximum number of links to/from one PE

• Minimum-Degree of PEs = minimum number of links to/from one PE

Page 19: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

19/58Ernastuti

• 1) Diameter of the Network = jarak maksimumjalur terpendek diantara semua prosesor didalamjaringan

• 2) Degree of processor = jumlah maksimum edge penghubung yang keluar/masuk dari/ke prosesor

• 3) Bisection width of the network = Jumlah edge minimum yang diputus dari jaringan sedemikiansehingga network terbagi dua sama besar

Page 20: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

20/58Ernastuti

Selain itu ada kriteria lain :Suatu model jaringan interkoneksi dikatakan lebih baik dari

yang lain bila

• lebih efisien (efficient) , • lebih tepat/cocok (convenient),• lebih mudah diimplementasi (regularity),• lebih mudah diperluas (expandable/modularity) • dan/atau tidak berpotensi bottleneck.

Kenyataannya tak ada jaringan interkoneksi yang memenuhi semua kriteria ini.

Page 21: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

21/58Ernastuti

COMPARISON OF INTERCONNECTION NETWORKSIntuitively, one network topology is more desirable than another if it is :

• More efficient• More convenient• More regular (i.e. easy to implement)• More expandable (i.e. highly modular)• Unlikely to experience bottlenecks

• Clearly no one interconnection network maximizes all these criteria.Some tradeoffs are needed.

Page 22: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

22/58Ernastuti

• Dengan menjaga diameter jaringan tetap kecilmaka akan memberikan lower bound padakompleksitas algoritma yang diimplementasikanpada jaringan.

• Akibatnya , untuk menjaga diameter tetap kecilberarti diperlukan sejumlah edge penghubunglebih besar pada setiap prosesor.

Page 23: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

23/58Ernastuti

Contoh topologi jaringan interkoneksi dalamarsitektur paralel yang umum saat ini :

Page 24: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

24/58Ernastuti

TopologiJaringan

Jumlahnode

Jumlahedge

Diameter Max-degree

Min-degree

Complete Graph

16 240 1 15 15

Tree 16 14 6 3 1

Mesh 16 24 6 4 2

Ring 16 16 8 2 2

Hypercube 16 32 4 4 4

Perbandingan jumlah edge, diameter, max-degree dan min degree untuk 5 model topologi jaringan 16 node.

Page 25: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

25/58Ernastuti

• Saat ini, komputer-komputer yang mendukukng komputasiparalel telah tersedia secara komersil dengan berbagaimacam topologi.

• Topologi interkoneksi Hypercube merupakan topologiyang paling dominan/menonjol pada kelas komputerparalel ini.

• Ametek, Floating Point System, Intel ScienticComputers, NCUBE dan Thingking Machines adalah beberapa vendordari komputer Hypercube.

Page 26: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

26/58Ernastuti

Model Model jaringanjaringan dapatdapat diukurdiukur, , salahsalah satunyasatunya, , daridari tradetrade--offoff ::

Network cost = Network cost = derajatderajat ∗∗ diameterdiameter

Page 27: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

27/58Ernastuti

•• Model Model jaringanjaringan dengandenganderajatderajat simpulsimpul yang yang kecilkecil, ,

mempunyaimempunyai diameter yang diameter yang besarbesar. .

•• KebalikannyaKebalikannya, , model model jaringanjaringan yang yang mempunyaimempunyai diameter diameter kecilkecilbiasanyabiasanya memilikimemiliki derajatderajat simpulsimpul yang yang besarbesar..

Page 28: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

28/58Ernastuti

Hypercube mempunyai karakteristik yang layak

Page 29: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

29/58Ernastuti

NETWORK COSTNETWORK COSTNETWORK COST

Hypercube mempunyai karakteristik yang layak

Page 30: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

30/58Ernastuti

Topologi jaringan interkoneksi multiprosesor yang populer saat ini

Linear arrayRing

2D meshHypercube

TreeStar

Page 31: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

31/58Ernastuti

HYPERCUBE HYPERCUBE dimensidimensi 1,2,3 1,2,3 dandan 44

22 44 88 1616

Hypercube paling banyak menarik perhatian dan diteliti

secara intensif

Dimensi 1 Dimensi 2Dimensi 3

Dimensi 4

Page 32: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

32/58Ernastuti

MODEL-MODEL KOMPUTASIyang mendasari komputer paralel

Page 33: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

33/58Ernastuti

Page 34: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

34/58Ernastuti

Page 35: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

35/58Ernastuti

Page 36: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

36/58Ernastuti

Page 37: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

37/58Ernastuti

ALGORITMA SEQUENTIALPENJUMLAHAN

Penjumlahan (SISD)Begin

sum a0for i 1 to n-1 do

sum sum + aiendfor

end

Page 38: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

38/58Ernastuti

HASIL KOMPUTASI ALGORITMA SEQUENTIAL

PENJUMLAHANMisal Input : ai = {1,2,3,4,5,6,7,8}Sum = a0 = 1i = 1 sum = sum + a1 = 1 + 2 = 3i = 2 sum = sum + a2 = 3 + 3 = 6i = 1 sum = sum + a3 = 6 + 4 = 10i = 1 sum = sum + a4 = 10 + 5 = 15i = 1 sum = sum + a5 = 15 + 6 = 21i = 1 sum = sum + a6 = 21 + 7 = 28i = 1 sum = sum + a7 = 28 + 8 = 36

Page 39: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

39/58Ernastuti

Shared Memory & Interconnection Network

• In most interesting problems that we wish to solve on a SIMD computer, it is desirable for the processors to be able to communicate among themselves during the computation in order to exchange data or intermediate results.

This can be achieved in two ways, SIMD computers • where communication is through a shared memory, and• Where it is done via an interconnection network.

Page 40: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

40/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine• Extend the traditional RAM (Random

Access Memory) machine

• Interconnection network between global memory and processors

• Multiple processors

Shared – Memory

P1 P2 Pp

Page 41: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

41/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine

Characteristics

• Processors Pi (i (0 ≤ i ≤ p-1 )– each with a local memory– i is a unique identity for processor Pi

• A global shared memory – it can be accessed by all processors

Page 42: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

42/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine

Types of operations: • Synchronous

– Processors work in locked stepat each step, a processor is active or idlesuited for SIMD and MIMD architectures

• Asynchronous– processors have local clocks– needs to synchronize the processors suited for MIMD architecture

Page 43: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

43/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine• Example of synchronous operationAlgorithm : Processor i (i=0 … 3)

Input : A, Bi processor id

Output : C

Begin If ( B==0) C = A

Else C = A/BEnd

Page 44: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

44/58Ernastuti

Hasil Eksekusi Algoritma

Step 1

A : 7B : 0C : 7

A : 2B : 1C : 0

A : 4B : 2 C : 0

A : 5B : 0C : 5

Processor 3Processor 2Processor 1Processor 0

Initial

A : 7B : 0C : 0

A : 2B : 1C : 0

A : 4B : 2 C : 0

A : 5B : 0C : 0

Processor 3Processor 2Processor 1Processor 0

(idle B ≠ 0) (idle B ≠ 0) (active B = 0)(active B = 0)

Page 45: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

45/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine

Step 2

A : 7B : 0C : 7

A : 2B : 1C : 2

A : 4B : 2 C : 2

A : 5B : 0C : 5

Processor 3Processor 2Processor 1Processor 0

(active B ≠ 0) (active B ≠ 0) (idle B = 0)(idle B = 0)

Page 46: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

46/58Ernastuti

Parallel Randon Access MachineRead / Write conflicts EREW : Exclusive - Read, Exclusive -Write

– no concurrent ( read or write) operation on a variable

CREW : Concurrent – Read, Exclusive – Write – concurrent reads allowed on same variable– exclusive write only

Page 47: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

47/58Ernastuti

Parallel Randon Access Machine

ERCW : Exclusive Read – Concurrent Write

CRCW : Concurrent – Read, Concurrent – Write

Page 48: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

48/58Ernastuti

Parallel Randon Access MachineConcurrent write on a variable X

• Common CRCW : only if all processors write the same value on X

• SUM CRCW : write the sum all variables on X

• Random CRCW : choose one processor at random and write its value on X

• Priority CRCW : processor with hign priority writes on X

Page 49: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

49/58Ernastuti

Parallel Randon Access MachineExample:Concurrent write on X by processors

P1 (50 X) , P2 (60 X), P3 (70 X)

• Common CRCW ou ERCW : Failure

• SUM CRCW : X is the sum (180) of the writtenvalues

• Random CRCW : final value of X ∈ { 50, 60, 70 }

Page 50: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

50/58Ernastuti

ALGORITMA PARALEL PENJUMLAHAN

Page 51: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

51/58Ernastuti

ILUSTRASI KOMPUTASI ALGORITMA PARALEL PENJUMLAHAN

Page 52: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

52/58Ernastuti

ALGORITMA SEQUENTIALPREFIX SUM

Input : A : array of integerOutput: pref_sum: array of integer

pref_sum[0] 0begin

for i 1 to npref_sum[ i ] pref_sum[i – 1] + A[ i ]

endforend

Page 53: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

53/58Ernastuti

ILUSTRASI KOMPUTASI ALGORITMA SEQUENTIALPREFIX SUM

A[1,…,9] = {1,2,3,4,5,6,7,8,9}pref_sum[1] = 0 + 1 = 1pref_sum[2] = 1 + 2 = 3pref_sum[3] = 3 + 3 = 6pref_sum[4] = 6 + 4 = 10pref_sum[5] = 10 + 5 = 15pref_sum[6] = 15 + 6 = 21pref_sum[7] = 21 + 7 = 28pref_sum[8] = 28 + 8 = 36pref_sum[9] = 36 + 9 = 45

Page 54: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

54/58Ernastuti

ALGORITMA PARALEL PREFIX SUM

Page 55: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

55/58Ernastuti

ILUSTRASI KOMPUTASI ALGORITMA PARALEL PREFIX SUM

Page 56: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

56/58Ernastuti

ALGORITMA PARALELPREFIX SUM

Page 57: PENGOLAHAN PARALEL - subali.staff.gunadarma.ac.idsubali.staff.gunadarma.ac.id/.../files/20370/pengolahan-paralel-1.pdfPengolahan Paralel Ernastuti 4/58 4 langkah penyelesaian masalah

Pengolahan Paralel

57/58Ernastuti