pengkom strategy 1 community organizing

Download PENGKOM STRATEGY 1 Community Organizing

Post on 01-Oct-2015

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mata pelajaran yang terjadapat pada Pengembangan Komunitas Institute Teknologi Bandung

TRANSCRIPT

CROSS CUTTING ISSUES

COMMUNITY ORGANIZING

KomunitasBerasal dari Bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyakSebuah Kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan yang sama. (Wikipedia, 2008)Komunitasindividu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupaCommunity OrganizingProses membawa orang bersama-sama memecahkan masalah komunitas dan mencapai tujuan bersamaMerupakan salah satu pendekatan dalam community capcity-buildingPengorganisasian masyarakat ini dapat meningkatkan modal sosial dari individu dengan cara meningkatkan dan menguatkan hubungan di antara para tetangga dan dengan membangun kepercayaan dan kesadaran akan adanya tujuan bersamaCommunity OrganizingMerupakan suatu usaha yang dapat juga digunakan untuk membentuk kembali suatu mekanisme pemerintahan dan meningkatkan kualitas proses pembuatan keputusan diantara para aktor yang sudah bekerja bersamaproses untuk membangun kekuatan komunitas dengan melibatkan anggota komunitas melalui proses menemukan masalah, modal sosial, merumuskan alternatif pemecahan masalah serta membangun institusi sosial yang demokratis, berdasarkan aspirasi, keinginan, kekuatan dan potensi yang tumbuh dalam komunitas

Tujuan Community OrganizingMembangun kekuatan masyarakatMemperkokoh kekuatan komunitas basisMembangun jaringanUnsur Pemberdayaan KomunitasA group of peopleIn a communityReaching a decisionTo initiate a social action process/planned interventionTo changeTheir economic, social, cultural, or environmental situation(United Nations, 1983)Peran Komunitas dalam PembangunanPenerima BantuanCustomerPemilikDari kegiatan pembangunan tersebut (World Bank, 1996)Perubahan SosialDaram community organizing dapat terjadi perubahan sosialPerubahan sosial ini pada hakekatnya merupakan suatu proses evolusioner yang disengaja (intended change) dan terarah (directional changed)Unsur Perubahan SosialDikenal sebagai 5C :Cause (sebab)Change Agency (agen perubahan)Change target (sasaran perubahan)Channel (saluran/media)Change Strategy (strategy perubahan)(Kotler, 1978)Community Organizing Strategies

Strategi yang biasa dipilih dalam community organizing :Strategi berbasis konflik atau konsensusStrategi yang berfokus pada satu isu atau banyak isuStrategi yang merekrut satu orabg secara langsung atau strategi merekrut satu organisasiConflict versus ConcensusTerdiri dari dua strategi :Concensus Based StrategyConflict Based StrategyKombinasi antara keduanyaConcensus Based StrategyMengorganisasikan untuk tidak menganggap bahwa konflik dibuat untuk menstimulasi perubahanMenghindar dari taktik oposisiMembuat perubahan dengan mempromosikan rasa saling menghargai dan interaksi produktif diantara masyarakat di dalam komunitas

Consensus Based StrategyKelebihan : menyatukan jumlah orang yang lebih kecil, dan menjaga mereka tetap bersatu secara berkelanjutan untuk waktu yang lama dan untuk mengembangkan kemampuan individu maupun kolektif merekaConsensus Based StrategyInstead of taking power from those who have it, consensus organizer bulid relationship in which power is shared for mutual benefit Cooperation, rather than confrotation, [becomes] the modus operandi for solving a neighborhood problem.(Eichler, 1998)Consensus Based StrategyContoh : P2KP (Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan)Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dan pengembangan kapasitas pemerintah kabupaten/kota agar mampu bekerjasama lebih efektif dengan organisasi masyarakat dalam penanggulangan kemiskinanMembuka jalan bagi orang miskin ke sumberdaya modalConflict Based StrategyAnggapan : Ketidakseimbangan atau ketidakadilan dapat diubah dengan melakukan tekanan langsung pada salah satu pihakTujuan : Untuk mempublikasikan dan meningkatkan kesadaran akan menerima perbedaan atau ketidakadilan, sehingga komunitas akan berusaha mempunyai tujuan yang lebih konkritContoh : Industrial Areas Foundation (IAF)Conflict versus ConsensusPilihan strategi yang tepat antara penggunaan konflik atau consensus bergantung kepada penilaian tentang pentingnya peranan reaksi para stakeholder untuk mengubah usaha dan asumsi tentang cara yang paling efektif untuk merespon reaksi mereka Conflict Based StrategyContoh : Menggerakkan masyarakat untuk berkampanye untuk mendukung kasus atas korban pembangunan Bandara Kuala Namu. Kampanye ini bertujuan agar masalah ini lebih mendapat perhatian publikPerbandingan antara Conflict dan Consensus StrategyConflict Based StrategyMenghasilkan pernyataan sederhana mengenai suatu masalahUntuk meningkatkan keterbukaan publikMenekankan pada pelibatan massa yang banyak.Kurang dapat digunakan dalam untuk proses yang memerlukan pemikiran matang seperti pengorganisasian, pembuatan program, dsb.Perbandingan antara Conflict dan Consensus StrategyConsensus Based StrategyMetodenya dengan dialog yang melibatkan sedikit pihakDapat mengikat pihak dalam suatu periode yang berkelanjutanMembangun kekuatan diantara pihak dan membangun kemampuan kolektif dan individual merekaKombinasi diantara KeduanyaContoh : DSNI (Dudley Street Neighborhood Initiative)Menggerakkan publik untuk berdemonstrasi melawan illegal dumpingMendorong diskusi dengan pemerintah kota untuk lebih memperhatikan isu tersebutIsu Tunggal dan Berganda

Strategi kedua dalam memilih suatu intervensi organisasi ialah difokuskan pada permasalahan tunggal (single issue) atau permasalahan ganda (multiple issue). Dalam beberapa kasus, usaha-usaha mengorganisasi suatu komunitas dapat dipilih untuk focus pada permasalahan tunggal yang mencakup strategi pengorganisasian bertarget, kasus lainnya dapat terjadi pada lingkup yang luas pada suatu masalah.

Isu Tunggal dan Berganda

Strategi dalam Permasalahan Isu Tunggal (Single Issue Strategy)Strategi dalam Permasalahan Berganda(Multiple Issue Strategy)Isu Tunggal VS Isu BergandaIsu Tunggal VS Isu BergandaIssu Tunggal VS Issu BergandaIsu Tunggal VS BergandaIsu Tunggal VS Isu BergandaIsu Tunggal VS Isu BergandaContoh Kasus : Block ClubsStruktur organisasi pada block clubs secara umum agak kasual, bercirikan dengan kurangnya nama perkumpulannya, pekerja, dan formal komitememiliki struktur kepemimpinan informal, anggotanya surut dan bertambah, dan mereka berasal dari mobilisasi single-issue tradisional.Isu Tunggal VS Isu BergandaPergantian oleh block clubs dari satu masalah ke masalah yang lebih luas terjadi setidaknya pada dua keadaanIsu Tunggal VS Isu BergandaDirect vs Organization Based Recruitment

Strategi ketiga untuk memperluas usaha pengorganisasian untuk menciptakan kapasitas komunitas mengajak secara langsung individu atau bekerja dengan organisasi atau asosiasi disekitar.

Direct vs Organization Based Recruitment

Direct vs Organization Based Recruitment

Contoh Penerapan Direct RecruitmentThe NFI collaborative in Milwaukee

Contoh Penerapan Organization Based RecruitmentCommunity Organized for Public Service (COPS) draws on IAF Direct RecruitmentKelemahan :Tidak Secara langsung menghasilkan kerjasama yang menguntungkanMembutuhkan usaha dan waktu yang lebih untuk perpindahan penduduk dalam jumlah besarPerekrutan Secara LangsungKelebihanBiasanya tepat pada sasaran (masyarakat yang terabaikan/yang berasal dari golongan rendah)Contoh : Salah satu organisasi sosial di Chicago yang mengkhususkan terhadap keadaan anak jalanan. Organisasi ini mendapat dukungan dari para mantan anak jalanan. Sehingga misi-misi organisasi ini lebih mudah untuk direalisasikan.

Melakukan advertising di daerah miskin dapat juga membantu penambahan jumlah anggota organisasi. Karena biasanya para penduduk daerah kurang mampu tersebut biasanya takut untuk melakukan tindakan-tindakan.these folks think that if they sign the petition, the (housing authority) is gonna kick them out. They dont understand their rights, Theyre afraid. You cant blame them : Theyre poor, they got nowhere to go, if they start yelling, they think theyre gonna loose their apartment

Networks for RecruitmentPrinsip jaringan : JUJURKelemahan :Tidak mudah untuk bekerja sama dalam sbuah asosiasi/jaringan (ex : perkumpulan keagamaan)Tidak mudah untuk mempercayai satu organisasi untuk memimpin komunitas organisasi besar dan luas.Kelebihan :Organisasi lokal dapat memfasilitasi perekrutan, karena mereka memiliki akses ke[ada para pemilih, yang dirasa telah siap diinvestasikan (kesehatan dan kesejahteraan) dari sebuah komunitas.Organisasi yang ada juga memiliki kekuatan dan mengerti tentang proses perekrutan.Combining StrategyPada strategi ini kedua jenis perekrutan dilakukan, baik itu langsung ke masing-masing individu, maupun melalui asosiasi.

CROSS CUTTING ISSUES

1. Pencapaian Target dan Komunikasi2. Representasi dan Keberagaman 3. Keterlibatan yang berkelanjutan Pencapaian Target dan Komunikasi

Pencapaian target dari suatu komunitas dapat menjadi issue tersendiri.Beberapa komunitas lebih memilih memiliki target yang tinggi dengan bertujuan untukmembantu penduduk menyelesaikan masalah dan meningkatakan akses terhadap sumber daya dalam dunia yang lebih luasPencapaian Target dan Komunikasi (2)Komunikasi dalam konteks ini terbagi menjadi dua, yaitu :

Representasi dan Keberagaman Hal ini merupakan masalah sensitif yang dapat mempengaruhi kinerja kondisi komunitas ini secara keseluruhan.Contoh keberagaman dalam komunitas dapat dilihat dari tingkat penghasilan, ras,suku, bahasa, minat dan lain sebagainya Representasi dan Keberagaman (2)Keterlibatan yang berkelanjutan

PERAN PENGORGANISASIAN KOMUNITASBertukar informasiSaling menolong dan membantuBerkontribusi dalam mekanisme lokasl dari suatu kontrol sosial yang bersifat informalPemecahan masalah yang merupakan karkat