penggunaan biofilter anaerobic

Download Penggunaan Biofilter Anaerobic

Post on 07-Dec-2015

9 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENGGUNAAN BIOFILTER ANAEROBIC-AEROBIC PADA LIMBAH CAIR RUMAHSAKITPENGGUNAAN BIOFILTER ANAEROB-AEROB TERHADAPLIMBAH CAIR RUMAH SAKIT

Dr.Syahriar Tato

A. Latar Belakang

Rumah sakit sebagai institusi yang bersifat sosio ekonomi mempunyai fungsi dan tugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara paripurna. Kegiatan rumah sakit tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya, tetapi kemungkinan besar juga menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran akibat pembuangan limbahnya tanpa melaui pengolahan yang benar sesuai dengan prinsip prinsip pengelolaan lingkungan secara menyeluruh.

Meningkatnya tuntutan akan pelayanan kesehatan semakin mendorong peningkatan laju pertumbuhan rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Meningkatnya jumlah rumah sakit yang beroperasi maka potensi pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari kegiatan rumah sakit akan semakin meningkat pula, baik oleh aktifitas pembuangan limbah infeksius maupun oleh kegiatan pembuangan limbah domestik yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi terhadap penurunan derajat kesehatan masyarakat.

pencemaran akibat limbah rumah sakit utamanya limbah cair sering mengundang protes warga. Setiap tahun ada saja kasus yang diadukan warga akibat limbah buangan yang mengganggu, tahun 2004 pencemaran sungai Bengawan Solo akibat banyaknya limbah rumah sakit yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu, (http://arton.blog.uns.ac.id), tahun 2005 tiga rumah sakit dilaporkan kepada pihak yang berwajib akibat pencemaran yang ditimbulkan (http://www. Infoanda.com/id), tahun 2008 rumah sakit Wayanga di Bali pembuangan limbahnya mengancam kesehatan warga (http:/indoincenerator.blogspot.com), dan tahun 2010 WALHI Jabar memprotes limbah loundry rumah sakit akibat pencemaran yang ditimbulkannya (http:/community.um.ac.id) .

Buangan air limbah yang tidak diolah akan menyebabkab dampak pencemaran lingkungan, hal ini sangat dirasakan utamanya rumah sakit yang berada dekat dengan perumahan warga. Air limbah yang berasal dari limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya (Abel). Oleh karena potensi dampak air limbah rumah sakit terhadap kesehatan masyarakat sangat besar, maka setiap rumah sakit diharuskan mengolah air limbahnya sampai memenuhi persyaratan standar yang berlaku.

Hasil pemantauan kualitas air limbah rumah sakit di beberapa tempat di Jakarta menunjukkan bahwa rata rata Biological Oxygen Demand (BOD) 353,43mg/l, Chemical Oxygen Demand (COD) 615,01 mg/l, dan Total Suspended Solid (TSS) 119,25 mg/l, sedangkan pemeriksaan pendahuluan pada tempat penampungan limbah effluent rumah sakit jiwa Kendari bersumber dari dapur, loundry, dan ruangan perawatan menunjukkan kandungan BOD5 324,44 mg/l, COD 595,78 mg/l, TSS 245,8 mg/l. Kondisi ini masih sangat tinggi dari kadar maksimal yang di persyaratkan yakni BOD5 30 mg/l, COD 80 mg/l, TSS, 30 mg/l.

Instalasi pengolahan air limbah rumah sakit secara pabrikan telah tersedia, namun yang menjadi kendala adalah harga, biaya operasional, dan pemeliharaan yang relatif mahal. Berbagai penelitian yang telah dilakukan sebagai upaya menyediakan teknologi alternatif untuk menurunkan kadar BOD5, COD dan TSS dalam air limbah rumah sakit seperti yang telah dilakukan oleh Zaenab, dengan sistem filter aerob dan variasi waktu tinggal, media batu pecah diperoleh efektifitas pengolahan penurunan kandungan BOD5 (59,9%), kandungan COD (63,4%) dan kandungan SS (52,1%), Sahani mengunakan pengolahan biologis proses anaerob-aerob, media batu pecah dapat menurunkan kadar BOD5 (79%), kadar TSS (74,8%) dan Coliform (64,5%) dan H.Rasyidin dengan parameter BOD5, COD, dan TSS sistem UAASB media batu pecah BOD5 turun 62,96, COD turun 62,55 dan TSS turun 42,63%.

Berdasarkan fakta diatas, menggunakan biofilter anaerob-aerob model sarang tawon dengan limbah karet, dengan bahan yang mudah didapat juga teknologi ini dapat mengurangi volume sampah. Bahan dari karet mudah terjadi rekatan filamen bakteri karena memiliki pori yang lebih besar, model sarang tawon memiliki luas permukaan efektif yang lebih dibandingkan dengan model batu pecah sehingga hasilnya lebih efektif dan mudah dibersihkan. Media filter model sarang tawon merupakan media kontak mikroba dengan air limbah sehingga yang sangat berperan adalah waktu tinggal dan waktu kontak.

B. Pengertian tentang Rumah Sakit

Rumah sakit adalah sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan (Kepmenkes no 1204 tahun 2004)

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karateristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (UU no 44 tahun 2009)

C.Tentang Limbah Cair Rumah Sakit

Seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi: limbah domistik cair yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian; limbah cair klinis yakni air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian luka, cucian darah dll (Said)

D. Sumber dan Karakteritik Air Limbah Rumah Sakit

1. Sumber Limbah CairAir limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi: limbah domistik cair yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian; limbah cair klinis yakni air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian luka, cucian darah dll. Air limbah laboratorium; dan lainya. Air limbah rumah sakit yang berasal dari buangan domistik maupun buangan limbah cair klinis umumnya mengadung senyawa pulutan organik yang cukup tinggi, dan dapat diolah dengan proses pengolahan secara biologis, sedangkan untuk air limbah rumah sakit yang berasal dari laboratorium biasanya banyak mengandung logam berat yang mana bila air limbah tersebut dialirkan ke dalam proses pengolahan secara biologis, logam berat tersebut dapat menggagu proses pengolahannya. Oleh karena itu untuk pengelolaan air limbah rumah sakit, maka air limbah yang berasal dari laboratorium dipisahkan dan ditampung, kemudian diolah secara kimia-fisika, Selanjutnya air olahannya dialirkan bersama-sama dengan air limbah yang lain, dan selanjutnya diolah dengan proses pengolahan secara biologis.

2. Karakteritik Limbah Cair Rumah SakitKarakteritis dan Komposisi Limbah CairSesuai dengan sifat dan bahannya, air limbah rumah sakit dapat dikategorikan sama dengan air limbah domestik, kecuali air limbah dari laboratoriumnya. Karakteristik air limbah domestik yang masih baru, berupa cairan keruh berwarna abu abu dan berbau tanah. Bahan ini mengandung padatan berupa hancuran tinja, sisa sisa makanan dan sayuran, padatan halus dalam suspensi koloid, serta polutan yang terlarut. Sebagaimana disebutkan diatas bahwa air limbah domestik 99,9 % terdiri dari air dan 0,1 % adalah padatan. Padatan dalam air limbah domestik sekitar 70 % terdiri dari bahan organik dan sekitar 30 % terdiri dari bahan an-organik. Sifat bahan organik dalam limbah domestik relatif lebih disukai oleh mikroorganisme, oleh karenanya kandungan BOD, COD, Nitorgen, Phosphat, minyak lemak dan TSS yang lebih dominan

(Lister dan Edge).

Sifat Fisik Limbah CairParameter parameter yang penting dalam air buangan yang termasuk dalam karakteristik fisik antara lain, :

Kandungan zat padat total ( Total Solid, TS)TemperaturWarnaBau.

1) Total Solid

Didefenisikan sebagai zat zat yang tertinggal sebagai residu penguapan pada temperatur 105 C. Zat zat lain yang hilang pada tekanan uap dan temperatur tersebut tidak didefinisikan sebagai total solid.

2) Suhu

Umumnya temperatur air buangan lebih tinggi dari temperatur air minum. Karena adanya penambahan air yang lebih panas dari bekas pemakaian rumah tangga atau aktivitas pabrik, serta adanya kandungan polutan dalam air. Temperatur pada air buangan memberikan pengaruh pada :

Kehidupan air

Kelarutan gas

Aktivitas bakteri

Reaksi reaksi kimia dan kecepatan reaksi

3) Warna

Pada umumnya air limbah buangan domestik yang segar berwarna abu-abu, setelah terjadi penguraian senyawa organik oleh bakteri air limbah akan berubah warna menjadi hitam . Hal ini menunjukan bahwa air buangan telah menjadi atau dalam keadaan septik.

4) Bau

Bau dalam air buangan biasanya disebabkan oleh produksi gas gas hasil dekomposisi zat organik. Gas Asam Sulfida (H2S) dalam air buangan adalah hasil reduksi dari sulfat oleh mikororganisme secara anaerobik.

3. Pengaruh limbah Cair Terhadap LingkunganAir limbah yang dibuang langsung ke badan air (misalnya: kanal, sungai) akan mencemari badan air tersebut. Karena air limbah banyak mengandung zat organik akan menjadi nutrien bagi microorganismen, mendorong pertumbuhan alga, sehingga terjadi blooming, perombakan zat organik oleh bakteri aerob akan menyebabkan habisnya oksigen terlarut dalam badan air sehingga aquatik life akan mati, bakteri anaerob pun bekerja sehingga melepaskan gas H2S, yang menimbulkan bau (Tickell).

Pembuangan air limbah yang tidak diolah secara benar akan menyebabkan dampak sekunder seperti terjadinya eutropikasi pada badan air penerima buangan bahkan di sekitar mu