pengelolaan pembelajaran kimia pada sman 1 singaraja dan sman

Click here to load reader

Post on 09-Dec-2016

228 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 98

    BAB IV

    PROFIL SEKOLAH TEMPAT PENELITIAN

    4.1 Profil SMA N 1 Singaraja

    4.1.1 Sejarah dan Letak Geografis

    SMA Negeri 1 Singaraja berdiri 1 Nopember 1950 dan merupakan sekolah

    tertua di Bali. Karena keajekannya dalam perolehan nilai Ujian Nasional dan

    Olimpiade Sains maka mulai tahun pelajaran 2006/2007 SMA ditunjuk sebagai

    Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), sesuai dengan Surat Keputusan

    Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Manajemen

    Nomor 802.a/C4/MN/2006.

    SMA Negeri 1 Singaraja berlokasi di wilayah Bali Utara, yaitu Kecamatan

    Buleleng, Kabupaten Buleleng tepatnya di Jalan Pramuka No.4, Singaraja.

    Gambar 4.1 Peta lokasi SMAN 1 Singaraja

    LOKASI SMAN 1

  • 99

    Identitas Sekolah 1. Nama Sekolah : SMAN 1 Singaraja

    2. Nomor Statistik Sekolah : 301220101001 3. Alamat Sekolah

    a. Jalan : Pramuka Nomor 4

    b. Desa/Kelurahan : Banjar Bali

    c. Kecamatan : Buleleng d. Kabupaten/Kota : Buleleng

    e. Provinsi : Bali

    f. Kode Pos : 81113

    g. Telepon/Fax : ( 0362) 22144/(0362)32193

    h. e-mail : [email protected]

    i. Website : www.smansasingaraja.sch.id

    4. Kepala Sekolah

    a. Nama * : Drs. I Nyoman Darta, M.Pd. b. Telepon Rumah :

    c. HP : 08164710133

    d. e mail : [email protected]

    5. Koordinator Pelaksana RSBI a. Nama * : Putu Eka Wilantara, M.Pd

    4.1.2 Keadaan Sumber Daya

    Luas lahan sekolah 10.114 m2 dengan status hak milik yang terdiri atas

    beberapa gedung dengan ruangan, antara lain ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang

    laboratorium biologi, ruang laboratorium fisika, ruang laboratorium kimia, ruang

    laboratorium komputer, ruang laboratorium bahasa, dan ruang laboratorium

    multimedia. Di samping ruang untuk kegiatan pembelajaran juga ada beberapa ruang

    untuk pengelolaan dan fasilitas lain, yaitu ruang pimpinan, ruang guru, ruang tata

  • 100

    usaha, tempat beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan,

    jamban, gudang, ruang sirkulasi/selasar, ruang TRRC, ruang server/kontrol IT, ruang

    kesenian, aula, ruang koperasi/toko, ruang cetak/unit produksi, ruang arsip, kantin,

    tempat parkir, ruang keterampilan, rumah penjaga sekolah, tempat bermain/berolah-

    raga. Beberapa gambar tentang keadaan sekolah ditampilkan sebagai berikut.

    Gambar 4. 2 Identitas SMA Negeri 1 Singaraja (Dokumen: Wiratma, November 2011)

  • 101

    Gambar 4. 3 Pintu gerbang SMA Negeri 1 Singaraja (Dokumen: Wiratma, November 2011)

    Gambar 4.4 Gedung ruang belajar SMA Negeri 1 Singaraja (Dokumen: Wiratma, November 2011)

  • 102

    Gambar 4. 5. Halaman depan SMA Negeri 1 Singaraja (Dokumen: Wiratma, November 2011)

    Sumber pendanaan yang dikelola dalam lima tahun terakhir tertera dalam

    tabel berikut.

    Tabel 4.1 Sumber pendanaan dalam lima tahun terakhir (dalam Rp1.000,00)

    Tahun ajaran Sumber dana 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011 APBN (Pusat) 425.000 450.000 450.000 500.000 342.750 APBD (Provinsi) 848.000 195.000 0 955.000 281.602 APBD (Kab./Kota) 80.974 66.776 68.062 31.200 24.5540 Sumber lain 111.015 18.000 0 0 Total 1.464.989 729.776 518.062 1.486.200 869.892

  • 103

    Tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki oleh SMA N 1 Singaraja

    pada tahun 2011 adalah sebagai berikut.

    Tabel 4.2 Sumber daya tenaga pendidik (guru) tahun 2011

    Tenaga Pendidik Jenjang Pendidikan 1. Berdasarkan mata pelajaran < D3 D3 S1 S2 S3 a. Kimia 5 2 7 b. Biologi 7 7 c. Fisika 4 4 8 d. Bahasa Inggris 4 3 7 e. Ekonomi 1 1 f. Geografi 1 1 g. Sosiologi 1 1 h. Bahasa Indonesia 5 6 i. Bahasa Asing 0 j. TIK 0 k. Agama 4 4 l. Olahraga 3 3 m. Pelajaran Lain 16 6 22 2. Total jumlah guru 0 1 51 15 0 67

    Tabel 4.3 Sumber daya tenaga kependidikan tahun 2011

    Tenaga kependidikan Jenjang Pendidikan 1. Berdasarkan bidang pekerjaan < D3 D3 S1 S2 S3

    Kepala TU 1 1 TU 13 13 Laboran Lab Fisika 1 1 Laboran Lab Kimia 1 1 Laboran Lab Biologi 1 1 Laboran Lab Bahasa 0 Pustakawan 0 Laboran TIK 0 Petugas UKS 0 Petugas Lain 0

    2. Total jumlah tenaga kependidikan 14 1 2 0 0 17

  • 104

    4.1.3 Program Kerja Sekolah

    Program sekolah didasarkan pada tujuan pendidikan nasional menitik

    beratkan pada pengembangan kurikulum. Tujuan pendidikan nasional berdasarkan

    Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk

    berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

    bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

    kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

    kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti

    pendidikan lebih lanjut. Berlandaskan hal tersebut dirumuskan visi, misi sekolah, dan

    tujuan sekolah.

    Visi sekolah adalah Unggul dalam Mutu, Berkarakter, Berwawasan Global.

    Dalam visi ini tersirat tiga pesan dan harapan yang ingin diraih melalui pengelolaan

    kehidupan sekolah. Pesan pertama adalah sekolah ingin mencetak dan mewujudkan

    sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam mutu akademik dan nonakademik

    sehingga mampu bersaing di dunia global. Pesan kedua, sekolah ingin mewujudkan

    SDM yang bermutu, tetapi mempunyai karakter yang terpuji sehingga berguna bagi

    nusa dan bangsa. Pesan yang ketiga sekolah ingin mencetak SDM yang tetap

    memiliki wawasan luas dan menyadari diri merupakan bagian dari dunia global.

    Misi merupakan penjabaran dari visi yang telah ditetapkan. Sehubungan

    dengan visi di atas, maka misi SMA Negeri 1 Singaraja adalah sebagai berikut.

  • 105

    Misi untuk mencapai keunggulan mutu pendidikan dengan melaksanakan

    pembelajaran dan bimbingan yang efektif, efisien, kreatif, dan inovatif yang

    mengacu pada model pembelajaran negara-negara anggota OECD, yaitu :

    1) menumbuhkembangkan kurikulum dan sistem pengujian berbasis

    kompetensi adaptif dengan kurikulum internasional dari Cambridge

    University;

    2) menumbuhkan motivasi berprestasi untuk seluruh warga sekolah;

    3) meningkatkan manajemen partisipatif.

    Misi untuk mencapai karakter dengan cara:

    1) menumbuhkembangkan kultur/budaya yang positif,

    2) menanamkan prilaku sopan santun berdasarkan budi pekerti yang luhur

    sebagai sumber kearifan dalam bertindak,

    3) mengoptimalkan pelaksanaan tata terbib untuk meningkatkan disiplin seluruh

    warga sekolah,

    4) mengoptimalkan penghormatan terhadap panji-panji kebangsaan dan

    kenegaraan.

    Misi untuk mencapai wawasan global dengan cara

    1) mengoptimalkan program Sister-School,

    2) memberdayakan IT dan bilingual,

    3) membudayakan perilaku berpikir dan bertindak global.

  • 106

    Tujuan sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,

    akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih

    lanjut.

    Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan

    adalah sebagai berikut.

    1. Micro teaching (in service training) untuk MGMP MIPA: Matematika, Fisika,

    Kimia, Biologi.

    2. Pelatihan ICT: mengikutsertakan dua orang guru untuk mengikuti pelatihan

    manajemen dan pembelajaran berbasis TIK Tingkat Nasional.

    3. Bimtek KTSP: mengikutsertakan tiga orang guru untuk mengikuti Bimtek KTSP

    Tingkat Nasional.

    4. Bimtek cluster RSBI: mengikutsertakan tiga orang guru untuk mengikuti Bimtek

    Cluster RSBI.

    5. Peningkatan prestasi siswa: pembinaan bidang akademik dalam kelompok siswa

    penggemar (KSP): Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Komputer, Astronomi,

    Kebumian, Ekonomi, Bahasa Inggris. Pembinaan bidang nonakademik

    (ekstrakurikuler).

    6. Peningkatan kualifikasi guru ke S-2 linier: membiayai peningkatan kualifikasi

    tiga orang guru ke S2 linier.

    7. Pengembangan standar isi: mengaktifkan MGMP matematika, fisika, kimia,

    biologi, dan bahasa Inggris untuk merevisi rencana pembelajaran kelas X kelas

    XI, dan kelas XII masing - masing delapan rencana pembelajaran dalam bahasa

  • 107

    Inggris, merevisi instrumen evaluasi berupa soal - soal utama kelas X, dan kelas

    XI dan menyusun masing - masing delapan instrumen evaluasi berupa soal-soal

    utama kelas XII dalam bahasa Inggris.

    8. Proses pembelajaran: melaksanakan pembelajaran model lesson study untuk mata

    pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi dan bahasa Inggris.

    9. Pengembangan sarana dan prasarana: perpustakaan digital, penyediaan perangkat

    program aplikasi sekolah (PAS), penyediaan perangkat TIK di kelas.

    10. Perbaikan manajemen: pengembangan manajemen ISO, pengelolaan kegiatan,

    dan penyusunan laporan RSBI.

    11. Pemberian beasiswa untuk siswa yang orang tuanya kurang beruntung dalam

    bidang ekonomi.

    Berdasarkan program kerja tersebut beberapa hal yang ingin dicapai adalah

    sebagai berikut.

    1. Rata-rata Nilai Ujian Akhir Nasional;

    a. Program Bahasa 8,60

    b. Program IPA 8,95

    c. Program IPS 8,60

    2. Proporsi lulusan yang diterima di PTN favorit minimal 80 % dari siswa yang

    mengikuti UMPTN.

    3. Meningkatkan jumlah peserta olimpiade sains nasional (OSN) dari 10 orang

    menjadi 15 orang.

  • 108

    4. Dapat mengirimkan 20 buah karya tulis ilmiah remaja setiap tahun dan mampu

    sebagai juara di tingkat provinsi dan juara di tingkat nasional.

    5. Mempunyai kelompok penggemar Mata Pelajaran MIPA, Astronomi, Ekonomi

    Akuntansi, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Astronomi, Kebumian, dan

    Informatika.

    6. Memiliki tim olahraga yang andal, mampu mewakili Buleleng di tingkat provinsi.

    7. Memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada lomba di tingkat provinsi.

    8. Memiliki tim jurnalistik yang tetap siap bersaing di tingkat provinsi.

    9. Hubungan harmonis antarwarga sekolah dan antara warga sekolah dan

    masyarakat.

    10. Rasa hormat-menghormati antarsesama warga sekolah dan masyarakat.

    11. Disiplin terhadap tugas dan kewajiban oleh setiap warga sekolah.

    12. Terwujudnya nilai-nilai moral sesuai dengan kultur sekolah.

    13. Pada tahun pelajaran 2011/2012, 100% lulusannya mampu berkomunikasi dalam

    bahasa Inggris dan 30% mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang dan bahasa

    Mandarin.

    14. Menciptakan kondisi sarana prasarana belajar yang memadai dan kondusif sesuai

    dengan standar sarana sekolah RSBI.

    15. Terwujudnya sekolah bertaraf internasional

  • 109

    4.1.4 Prestasi yang diperoleh

    Prestasi yang diperoleh oleh SMAN 1 Singaraja tidak lepas dari

    pengembangan diri yang dilakukan. Pengembangan diri adalah kegiatan yang

    bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan

    mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik

    sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau

    dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam

    bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan, antara

    lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri

    pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Sebaliknya

    untuk kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan, antara lain melalui kegiatan

    kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja. Pengembangan diri juga

    dilakukan oleh kepala sekolah, para guru dan tenaga kependidikan. Dari

    pengembangan diri tersebut berhasil memeroleh prestasi, baik pada tingkat nasional

    maupun internasional. Adapun prestasi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

    Prestasi kepala sekolah, Drs. I Nyoman Darta, M.Pd. adalah pemenang V

    Lomba Karya Tulis Ilmiah Siswa dan Guru tingkat SLTA se-Bali tahun 1994, juara I

    Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru (LKIG) tahun 1998, juara I peserta Simposium

    Nasional Inovasi dan Pengelolaan Sekolah tahun 2003, peserta terbaik I Simposium

    Nasional Inovasi dan Pengelolaan Sekolah tahun 2004, peserta terbaik I Simposium

    Nasional Kepala Sekolah tahun 2005, juara I pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi

  • 110

    Tingkat Provinsi tahun 2007, dan juara I pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi

    Tingkat Nasional tahun 2007.

    Prestasi guru dan tenaga kependidikan pada bidang akademik dan non-

    akademik, yaitu memeroleh medali perunggu dalam karya tulis ilmiah tingkat

    nasional tahun 2005, memeroleh medali emas dalam karya tulis ilmiah tingkat

    provinsi tahun 2006, memeroleh medali perak dalam karya tulis ilmiah tingkat

    nasional tahun 2006, juara harapan 1 dalam penulisan buku fiksi tingkat nasional

    tahun 2006, memeroleh medali perak dalam karya tulis ilmiah tingkat nasional tahun

    2007, memeroleh medali emas dalam pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi

    tahun 2007, memeroleh medali perak dalam pemilihan guru berprestasi tingkat

    nasional tahun 2007, memperoleh medali emas dalam karya tulis ilmiah tingkat

    nasional tahun 2008, memeroleh medali emas dalam kreativitas tenaga laboratorium

    tingkat nasional tahun 2008, memeroleh medali perak dalam kreativitas tenaga

    laboratorium tingkat nasional tahun 2008, memeroleh medali emas dalam karya tulis

    ilmiah tingkat nasional tahun 2009 diselenggarakann oleh Depdiknas, memeroleh

    medali emas dalam karya tulis ilmiah tingkat nasional tahun 2009 yang

    diselenggarakan oleh Citi Foundation, memperoleh medali emas dalam pemilihan

    guru berprestasi tingkat provinsi tahun 2010, memeroleh medali perunggu dalam

    pemilihan guru berprestasi tingkat nasional tahun 2010, dan memeroleh medali emas

    dalam karya tulis ilmiah tingkat nasional tahun 2010.

    Prestasi siswa dalam lima tahun terakhir diuraikan dalam tabel 4.4, 4.5, dan

    4.6 (Lampiran 1). Prestasi siswa dalam bidang akademik yang diuraikan pada

  • 111

    lampiran 1 tabel 4.4 adalah lomba akademik antara lain olimpiade, lomba tangkas

    koperasi dan lomba siswa teladan. Prestasi olimpiade bidang studi yang menonjol

    diraih oleh siswa adalah bidang MIPA, baik di tingkat provinsi, nasional maupun

    internasional. Prestasi untuk bidang studi kimia memeroleh medali perunggu pada

    olimpiade sains nasional pada tahun 2007, kemudian medali perak pada olimpiade

    sains nasional pada tahun 2008, dan medali emas pada olimpiade sains provinsi pada

    tahun 2009. Tabel 4.5 menguraikan prestasi yang diperoleh siswa dalam bidang

    olahraga dan seni di tingkat provinsi dan nasional. Pada tabel 4.6 diuraikan rata-rata

    nilai ujian nasional tahun ajaran 2007/2008 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010.

    Nilai rata-rata untuk bidang studi kimia pada tahun ajaran 2007/2008 dengan rata-rata

    nilai 7,80, kemudian pada tahun ajaran 2008/2009 dengan rata-rata nilai 9,47, dan

    pada tahun ajaran 2009/2010 dengan rata-rata nilai 9,30 dari penilaian skala 11.

    Berdasarkan rata-rata nilai ujian nasional tersebut dapat dikatakan bahwa hasil belajar

    kimia yang diperoleh sangat bagus.

    4.2 Profil SMAN. 1 Gianyar

    4.2.1 Sejarah dan Letak Geografis

    SMA Negeri 1 Gianyar merupakan SMA Negeri yang pertama di Kabupaten

    Gianyar. SMA Negeri 1 Gianyar secara resmi berdiri 30 Juli 1964 berdasarkan SK

    Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Nomor : 79/SK/B/III. Lokasi SMA

    Negeri 1 Gianyar adalah di Jalan Ratna, Kelurahan Gianyar, Kabupaten Gianyar

    masih berada di lingkungan kota, tetapi jauh dari keramaian dan kebisingan. Keadaan

  • 112

    yang tidak bising cukup tenang sehingga siswa akan dapat memusatkan perhatiannya

    pada pelajaran. Peta lokasi SMAN 1 Gianyar seperti gambar berikut.

    Gambar 4. 6 Peta lokasi SMAN 1 Gianyar

    Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Gianyar telah cukup

    memadai, yang memungkinkan melaksanakan kegiatan, baik kurikuler maupun

    ekstrakurikuler. Kemajuan suatu lembaga pendidikan tidak saja ditentukan oleh

    sarana dan prasarana, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang mendukungnya.

    Untuk memajukan sekolah juga tidak dikesampingkan peranan alumni. SMA Negeri

    1 Gianyar memiliki alumni yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. Sebagai

    identitas sekolah yang senantiasa mengagungkan ilmu pengetahuan sebagai landasan

    hidup manusia dipersonifikasikan dalam bentuk gambar lambang sekolah bertuliskan

    widya wahana bhakti. Makna yang terkandung di dalam semboyan widya wahana

  • 113

    bhakti adalah semua pengetahuan yang dimiliki akan berarti jika dapat diabdikan

    kepada masyarakat.

    4.2.2 Keadaan Sumber Daya

    Luas lahan sekolah 14.000 m2 dengan status hak milik yang terdiri atas

    beberapa gedung dengan ruangan, antara lain: ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang

    laboratorium biologi, ruang laboratorium fisika, ruang laboratorium kimia, ruang

    laboratorium komputer, ruang laboratorium bahasa, dan ruang laboratorium

    komputer. Di samping ruang untuk kegiatan pembelajaran juga ada beberapa ruang

    untuk pengelolaan dan fasilitas lain, yaitu ruang pimpinan, ruang guru, ruang tata

    usaha, tempat beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan,

    jamban, gudang, ruang sirkulasi/selasar, ruang laboratorium multimedia, ruang

    TRRC, ruang server/kontrol IT, ruang kesenian, aula, ruang koperasi/toko, ruang

    cetak/unit produksi, ruang arsip, kantin, tempat parkir, ruang keterampilan, rumah

    penjaga sekolah, rumah dinas guru, rumah dinas kepala sekolah, dan tempat

    bermain/berolah raga. Beberapa gambar tentang keadaan sekolah ditampilkan sebagai

    berikut.

  • 114

    Gambar 4.7 Identitas SMA Negeri 1 Gianyar (Dokumen: Wiratma, November 2011)

    Gambar 4.8 Pintu gerbang SMA Negeri 1 Gianyar (Dokumen: Wiratma, November 2011)

  • 115

    Gambar 4.9 Gedung ruang belajar SMA Negeri 1 Gianyar (Dokumen: Wiratma, November 2011)

    Gambar 4.10 Gedung dan halaman SMA Negeri 1 Gianyar (Dokumen: Wiratma, November 2011)

  • 116

    Sumber pendanaan yang dikelola dalam lima tahun terakhir tertera dalam

    tabel berikut.

    Tabel 4.7 Sumber pendanaan dalam 5 tahun terakhir (dalam Rp 1.000,00)

    Tahun ajaran Sumber dana 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011 APBN (Pusat) 43.242 43.242 43.242 43.242 43.242 APBD (Provinsi) 34.242 34.242 34.242 34.242 34.242 APBD (Kab./Kota) 3.244 3.244 3.244 3.244 3.244 Sumber lain 32.432 32.432 32.432 32.432 32.432 Total 113.160 113.160 113.160 113.160 113.160

    Tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki oleh SMA N 1 Gianyar pada

    tahun 2011 adalah sebagai berikut.

    Tabel 4.8 Sumber daya tenaga pendidik (guru) tahun 2011

    Tenaga Pendidik Jenjang Pendidikan 1. Berdasarkan mata pelajaran < D3 D3 S1 S2 S3 a. Kimia 0 5 5 b. Biologi 3 3 c. Fisika 2 2 4 d. Bahasa Inggris 3 1 4 e. Ekonomi 1 1 2 f. Geografi 2 0 2 g. Sosiologi 2 2 h. Bahasa Indonesia 3 2 5 i. Bahasa Asing 1 1 j. TIK 0 0 0 k. Agama 6 6 l. Olahraga 2 1 3 m. Pelajaran Lain 16 2 18 2. Total jumlah guru 0 0 41 14 0 55

  • 117

    Tabel 4.9 Sumber daya tenaga kependidikan tahun 2011

    Tenaga kependidikan Jenjang Pendidikan 1. Berdasarkan bidang pekerjaan < D3 D3 S1 S2 S3

    Kepala TU 1 1 TU 8 3 11 Laboran Lab Fisika 1 1 Laboran Lab Kimia 1 1 Laboran Lab Biologi 0 Laboran Lab Bahasa 0 Pustakawan 1 1 Laboran TIK 1 1 Petugas UKS 1 1 Petugas Lain 1 1

    2. Total jumlah tenaga kependidikan 9 3 5 17

    4.2.3 Program Kerja Sekolah

    Program sekolah didasarkan pada tujuan pendidikan nasional menitik

    beratkan pada pengembangan kurikulum. Tujuan pendidikan nasional berdasarkan

    Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk

    berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

    bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

    kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

    kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti

    pendidikan lebih lanjut. Berlandaskan hal tersebut dirumuskan visi, misi sekolah, dan

    tujuan sekolah.

  • 118

    Kurikulum di SMA Negeri 1 Gianyar dikelompokkan dalam lima kelompok,

    yaitu:

    a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

    b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

    c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

    d. kelompok mata pelajaran estetika;

    e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

    Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia adalah kelompok mata

    pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang

    beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak

    mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan

    agama.

    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian adalah kelompok

    mata pelajaran yang bertujuan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta

    didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,

    dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

    Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah kelompok

    mata pelajaran yang bertujuan untuk memeroleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan

    dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.

    Kelompok mata pelajaran estetika adalah kelompok mata pelajaran yang

    bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan

  • 119

    kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan

    mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik

    dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup

    maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan

    kebersamaan yang harmonis.

    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah kelompok

    mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan

    sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk

    kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang

    bersifat kolektif kemasyarakatan, seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas,

    kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang

    potensial untuk mewabah.

    Visi sekolah adalah: unggul dalam mutu, sarat akan prestasi nasional dan

    internasional, dan berpijak pada budaya bangsa.

    Misi sekolah adalah sebagai berikut. Mengembangkan ketakwaan terhadap

    Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan

    kebanggaan sebagai warga negera Indonesia. Mengembangkan kejujuran, disiplin,

    kerja keras, dan tanggung jawab semua warga sekolah. Mengembangkan

    pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Mengembangkan efektivitas dan

    efisiensi manajemen sekolah.

    Usaha yang dilakukan untuk mewujudkan misi sekolah adalah sebagai

    berikut.

  • 120

    a. Adaptasi kurikulum

    b. Pengembangan media pembelajaran

    c. Bahan ajar berbasis ICT

    d. Asesmen berkelanjutan

    e. Pengelolaan manajemen berbasis ISO

    f. Peningkatan evaluasi dan penelitian pendidikan

    g. Subject based classroom/moving class

    h. Pengelolaan data berbasis program PAS terbaru

    i. Studi banding ke dalam negeri dan luar negeri

    j. Menjalin sister school dengan sekolah di dalam negeri dan luar negeri

    k. Perluasan dan transparansi pelaporan keuangan sekolah berbasis WEB

    sekolah

    l. Perluasan informasi perencanaan pengajaran dengan sistem E-Learning

    /internet sekolah.

    Tujuan sekolah yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.

    1. Mewujudkan kultur sekolah yang mengakui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

    sebagai dasar moral perilaku seluruh warga sekolah.

    2. Mewujudkan prestasi delapan klub olimpiade sain (OSN dan International

    Olimpic) dalam tingkan nasional dan international.

    3. Mewujudkan peningkatan penerimaan lulusan di perguruan tinggi favorit di

    Indonesia dan luar negeri; Australia dan Belanda hingga 85%.

  • 121

    4. Mewujudkan kolaborasi pendidikan dengan empat sekolah di dalam negeri di

    Yogyakarta dan dua sekolah luar negeri di Australia.

    5. Mewujudkan rata rata nilai Ujian Nasional minimal 8,01.

    6. Mewujudkan satu kelompok peneliti dan penulis dalam bidang karya ilmiah

    remaja dan lomba penelitian ilmiah remaja serta pengembangan profesi guru.

    7. Mewujudkan masing masing satu tim penabuh, penari, dan paduan suara

    yang mampu tampil menjadi juara di kabupaten dan finalis di provinsi.

    8. Mewujudkan tujuh tim olahraga dalam bidang cricket, bola basket, bola

    volly, sepak bola, atletik, perisai diri, dan renang yang mampu tampil menjadi

    juara di kabupaten, provinsi, nasional dan international.

    9. Mewujudkan sebanyak lima puluh orang pramuka (saka wanabakti, saka

    bhayangkara dan saka usadabakti) dan pramuka tingkat mahir yang mampu

    tampil dalam jambore dan perkemahan wirakarya tingkat nasional.

    10. Mewujudkan 90% siswa dan guru yang terampil mengoperasikan E-Learning.

    Mewujudkan 80% siswa dan guru yang terampil berkomunikasi dengan

    bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Jepang).

    Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan

    adalah sebagai berikut.

    1. Micro teaching (in service training) untuk MGMP MIPA: Matematika, Fisika,

    Kimia, Biologi.

    2. Pelatihan ICT: mengikutsertakan dua orang guru untuk mengikuti pelatihan

    manajemen dan pembelajaran berbasis TIK tingkat nasional.

  • 122

    3. Bimtek KTSP: mengikutsertakan tiga orang guru untuk mengikuti Bimtek

    KTSP tingkat nasional.

    4. Bimtek kluster RSBI: mengikutsertakan tiga orang guru untuk mengikuti

    bimtek kluster RSBI.

    5. Peningkatan prestasi siswa: pembinaan bidang akademik dalam kelompok

    siswa penggemar (KSP): Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Komputer,

    Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Bahasa Inggris. Pembinaan bidang non-

    akademik (ekstrakurikuler).

    6. Peningkatan kualifikasi guru ke S-2 yang linier: membiayai peningkatan

    kualifikasi tiga orang guru ke S2 yang linier.

    7. Pengembangan standar isi: mengaktifkan MGMP matematika, fisika, kimia,

    biologi dan bahasa Inggris untuk merevisi rencana pembelajaran kelas X kelas

    XI, dan kelas XII masing-masing delapan rencana pembelajaran dalam

    bahasa Inggris, merevisi instrumen evaluasi berupa soal-soal utama kelas X

    dan kelas XI dan menyusun masing-masing delapan instrumen evaluasi

    berupa soal-soal utama kelas XII dalam bahasa Inggris.

    8. Proses pembelajaran: melaksanakan pembelajaran model lesson study untuk

    mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa Inggris.

    9. Pengembangan sarana dan prasarana: perpustakaan digital, penyediaan

    perangkat PAS, penyediaan perangkat TIK di kelas.

    10. Perbaikan manajemen: pengembangan manajemen ISO, pengelolaan kegiatan,

    dan penyusunan laporan RSBI.

  • 123

    11. Pemberian beasiswa untuk siswa yang orangtuanya kurang beruntung dalam

    bidang ekonomi, tetapi mempunyai kemampuan akademik yang baik.

    4.2.4 Prestasi yang diperoleh

    Prestasi yang diperoleh oleh SMAN 1 Gianyar tidak lepas dari pengembangan

    diri yang dilakukan. Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan

    kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri

    sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi

    sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor,

    guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan

    ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan, antara lain melalui

    kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan

    sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Sebaliknya untuk kegiatan

    ekstrakurikuler dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan kepramukaan,

    kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja. Pengembangan diri juga dilakukan oleh

    kepala sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan. Dari pengembangan diri tersebut

    berhasil memeroleh prestasi pada tingkat nasional maupun internasional. Adapun

    prestasi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

    Prestasi kepala sekolah Dewa Nyoman Alit, S.Pd.,M.Pd. adalah guru

    berprestasi tingkat kabupaten dengan medali emas pada tahun 2006, sebagai

    instruktur bidang studi bahasa Indonesia tingkat kabupaten dengan medali emas pada

  • 124

    tahun 2007, sebagai fasilitator KBK tingkat provinsi dengan medali emas pada tahun

    2008, fasilitator KTSP tingkat provinsi dengan medali emas pada tahun 2009.

    Prestasi guru pada bidang akademik dan nonakademik yaitu berpartisipasi

    dalam bidang seni dan memperoleh medali pada tingkat provinsi pada tahun 2006,

    prestasi dalam bidang seni pada tingkat nasional pada tahun 2007, berpartisipasi

    dalam bidang olahraga dan memeroleh medali pada tingkat provinsi pada tahun 2009,

    pada tingkat nasional pada tahun 2009, dan pada tingkat internasional pada tahun

    2010.

    Prestasi siswa dalam lima tahun terakhir diuraikan dalam tabel 4.10, 4.11, dan

    4.12 (Lampiran 2). Prestasi siswa dalam bidang akademik yang diuraikan pada

    lampiran 2 tabel 4.10 adalah lomba lomba akademik, antara lain olimpiade, karya

    tulis ilmiah, dan lomba bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Prestasi bidang studi yang

    menonjol diraih oleh siswa adalah bidang bahasa Inggris dan bahasa Jepang serta

    karya tulis ilmiah di tingkat provinsi dan nasional. Tabel 4.11 menguraikan prestasi

    yang diperoleh siswa dalam bidang nonakademik yaiu olahraga dan seni dan PMR di

    tingkat kabupaten dan provinsi. Pada tabel 4.12 diuraikan rata-rata nilai ujian nasional

    tahun ajaran 2007/2008 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010. Nilai untuk bidang

    studi kimia pada tahun ajaran 2007/2008 dengan rata-rata nilai 9,48, kemudian pada

    tahun ajaran 2008/2009 dengan rata-rata nilai 9,95, dan pada tahun ajaran 2009/2010

    dengan rata-rata nilai 9,36 dari penilaian skala 11. Berdasarkan rata-rata nilai ujian

    nasional tersebut dapat dikatakan bahwa hasil belajar kimia yang diperoleh sangat

    bagus.

  • 125

    4.3 Pembahasan

    Beberapa standar dikomparasikan antara standar yang dipersyaratkan dan

    kenyataan/fakta di lapangan. Fakta di lapangan dilihat berdasarkan dokumen dan

    observasi langsung di sekolah. Data yang diperoleh dari pencatatan dokumen dan

    hasil observasi digunakan untuk melihat kecocokan antara kenyataan dan yang

    seharusnya. Standar sarana dan prasarana yang disyaratkan dalam standar nasional

    pendidikan sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana (1) ruang

    kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) ruang laboratorium biologi, (4) ruang

    laboratorium fisika, (5) ruang laboratorium kimia, (6) ruang laboratorium komputer,

    (7) ruang laboratorium bahasa, (8) ruang pimpinan, (9) ruang guru, (10) ruang tata

    usaha, (11) tempat beribadah, (12) ruang konseling, (13) ruang UKS, (14) ruang

    organisasi kesiswaan, (15) jamban, (16) gudang, (17) ruang sirkulasi, dan (18) tempat

    bermain/berolahraga.

    Luas lahan minimal yang dipersyaratkan apabila memiliki rombongan belajar

    25--27, maka untuk bangunan satu lantai 6.040 m2, untuk bangunan dua lantai 3.240

    m2, dan untuk bangunan tiga lantai 2.170 m2, (Permendiknas No. 24, 2007). Jika

    dibandingkan antara sarana prasarana di SMA N 1 Singaraja dan SMA N 1 Gianyar

    dengan ketentuan di atas, ternyata luas lahan sudah melebihi persyaratan minimal.

    Prasarana ruang dan bangunan yang dimiliki sudah sesuai dengan standar yang

    dipersyaratkan seperti yang dikemukakan dalam profil sekolah. Berdasarkan hal ini

    dapat dikatakan bahwa standar sarana dan prasarana untuk sekolah yang ada sesuai

    dengan ketentuan dan termasuk dalam kategori baik.

  • 126

    Ruang laboratorium kimia berdasarkan ketentuan berfungsi sebagai tempat

    berlangsungnya kegiatan pembelajaran kimia secara praktik yang memerlukan

    peralatan khusus. Ruang laboratorium kimia dapat menampung minimum satu

    rombongan belajar. Rasio minimum ruang laboratorium kimia 2,4 m2/peserta didik.

    Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum

    ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2.

    Lebar ruang laboratorium kimia minimum 5 m. Ruang laboratorium kimia memiliki

    fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan

    mengamati objek percobaan. Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana kursi, meja

    kerja, meja demonstrasi, meja persiapan, lemari alat, lemari bahan, lemari asam, bak

    cuci, alat pemadam kebakaran, peralatan P3K, tempat sampah, dan jam dinding serta

    peralatan praktik dan bahan-bahan kimia dengan jumlah tertentu.

    Jika dibandingkan antara ketentuan yang dipersyaratkan sebagai syarat

    minimal dengan keadaan di SMAN 1 Singaraja dan SMAN.1 Gianyar ternyata dari

    segi luas ruangan laboratorium kimia beserta peralatan fisiknya sudah sangat sesuai,

    malahan lebih luas daripada ketentuan. Namun, yang menjadi masalah adalah ada

    beberapa peralatan dan bahan kimia masih kurang atau kuantitasnya di bawah

    ketentuan minimal yang dipersyaratkan, misalnya, tabung reaksi yang seharusnya 100

    buah/lab, ternyata tabung reaksi yang ada cuma 60 buah/lab, labu erlenmeyer

    seharusnya 25 buah/lab, ternyata yang ada hanya 15 buah/lab, dan beberapa peralatan

    lain yang kurang dari yang dipersyaratkan. Bahan habis pakai atau bahan kimia yang

    dipersyaratkan sebanyak 1,2 x banyak yang dibutuhkan. Bahan kimia meliputi zat-zat

  • 127

    yang diperlukan dalam percobaan-percobaan: pengenalan reaksi kimia, teknik

    pemisahan dan pemurnian, titrasi asam-basa, elektrokimia, energitika, dan pembuatan

    produk terapan pengetahuan kimia. Keberadaan bahan kimia di laboratorium kimia di

    sekolah, ternyata tidak selengkap seperti yang ada dalam ketentuan standar nasional.

    Perhatian sekolah termasuk guru mata pelajaran kimia terhadap kegiatan

    praktikum relatif rendah. Rendahnya perhatian terhadap praktikum karena pihak

    sekolah dan guru lebih mengutamakan keberhasilan siswa dalam menghadapi ujian

    nasional. Ujian nasional sebagai target utama sekolah, yang dalam keseharian

    menimbulkan kecemasan, kekhawatiran baik pihak guru maupun siswa. Indikator

    keberhasilan sekolah yang dinilai, baik oleh masyarakat maupun pemerintah apabila

    siswanya berhasil dalam menghadapi ujian nasional. Masyarakat maupun pemerintah

    sebagai pihak konsumen memberikan penghargaan pada kelulusan siswa dalam ujian

    nasional dibandingkan dengan proses belajar praktikum yang dilakukan di sekolah.

    Pembelajaran yang dilakukan oleh guru cenderung mengarah pada kemampuan siswa

    menjawab ujian nasional. Pembelajaran latihan soal dilakukan dengan berbagai

    variasi model soal yang dilatihkan sehingga dalam waktu yang relatif singkat dapat

    dilatihkan beberapa soal yang berkaitan dengan berbagai pokok bahasan materi

    kimia. Sementara itu, pembelajaran praktikum memerlukan waktu yang relatif banyak

    dengan jumlah materi yang dipratikkan sedikit. Hal ini yang menyebabkan perhatian

    terhadap kegiatan praktikum sangat rendah dibandingkan dengan ujian nasional.

    Persyaratan minimal tenaga kependidikan yang diharapkan sesuai dengan

    Permendiknas No. 24 Tahun 2008 adalah sebagai berikut. Kepala tenaga administrasi

  • 128

    SMA/MA/SMK/MAK/SMALB berkualifikasi berpendidikan S1 program studi yang

    relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah

    minimal empat tahun, atau D3 dan yang sederajat, program studi yang relevan,

    dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal

    delapan tahun. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari

    lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Pelaksana urusan administrasi kepegawaian berpendidikan minimal lulusan

    SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan dapat diangkat apabila jumlah

    pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang. Pelaksana urusan administrasi

    keuangan berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan,

    atau SMA/MA dan memiliki sertifikat yang relevan. Pelaksana urusan administrasi

    sarana dan prasarana berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau

    yang sederajat. Pelaksana urusan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

    berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan dapat

    diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal sembilan rombongan belajar.

    Pelaksana urusan administrasi persuratan dan pengarsipan berpendidikan minimal

    lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan. Pelaksana urusan administrasi

    kesiswaan berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat

    dan dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal sembilan rombongan

    belajar. Pelaksana urusan administrasi kurikulum berpendidikan minimal lulusan

    SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah

    memiliki minimal 12 rombongan belajar (Permendiknas No. 24, 2008).

  • 129

    Jika dibandingkan antara ketentuan yang dipersyaratkan dan keadaan tenaga

    kependidikan di sekolah ternyata baik SMAN 1 Singaraja maupun SMAN 1 Gianyar

    sudah memenuhi persyaratan tersebut, dan dari sisi jumlah pegawai tata usaha yang

    ada melebihi syarat minimal. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa

    standar tenaga kependidikan sudah berada dalam kondisi baik.

    Persyaratan minimal tenaga pendidik yang diharapkan sesuai Permendiknas

    No. 24, Tahun 2008 adalah sebagai berikut. Pendidik pada SMA/MA, atau bentuk

    lain yang sederajat memiliki:

    (a) kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana

    (S1),

    (b) latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan

    mata pelajaran yang diajarkan, dan

    (c) sertifikat profesi guru untuk SMA/MA.

    Guru kimia yang ada di SMAN 1 Singaraja dan SMAN 1 Gianyar sebagai

    tenaga pendidik semuanya sudah memenuhi persyaratan a dan b serta sebagian besar

    sudah memiliki sertifikat profesi guru. Beberapa guru kimia malahan ada yang sudah

    berpendidikan strata dua (S2), tetapi dalam bidang administrasi pendidikan, bukan

    bidang pendidikan kimia atau pendidikan IPA. Beberapa guru kimia saat sekarang ini

    ada yang sedang mengikuti pendidikan S2 dalam bidang pendidikan IPA.

    Jika dibandingkan antara persayaratan minimal tenaga pendidik sesuai dengan

    ketentuan standar nasional tentang tenaga pendidik, ternyata tenaga pendidik bidang

    kimia sudah memenuhi persyaratan standar nasional. Namun, untuk sekolah yang

  • 130

    berstatus RSBI menuju SBI dalam rangka meningkatkan mutu SDM, sekolah harus

    mengembangkan program peningkatan kompetensi guru melalui peningkatan

    kualifikasi pendidikan guru minimal 30% berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi

    yang program studinya terakreditasi A dengan program studi sesuai dengan mata

    pelajaran yang diajarkan di sekolah. Jika melihat ketentuan ini, ternyata pendidikan

    S2 yang dimiliki oleh guru kimia saat ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Jadi,

    secara umum keadaan SMAN 1 Singaraja dan SMAN 1 Gianyar dilihat dari standar

    nasional pendidikan sudah memenuhi standar nasional, sesuai dengan ketentuan yang

    dipersyaratkan. Adanya keunggulan yang dimiliki oleh sekolah khususnya potensi

    siswa yang baik sehingga ditetapkan oleh pemerintah sebagai sekolah rintisan

    bertaraf internasional.