pengaruh timbal di indonesia

Download pengaruh timbal di indonesia

Post on 27-Sep-2015

240 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

efek-efek kesehatan yang ditimbulkan oleh Timbal(Pb)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangLogam merupakan kelompok toksikan yang unik. Logam ini ditemukan dan menetap dalam alam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh fisikokimia, biologis, atau akibat aktivitas manusia. Toksisitasnya dapat berubah drastis bila bentuk kimianya berubah. Umumnya logam bermanfaat bagi manusia karena penggunaannya di bidang industri, pertanian, atau kedokteran. Sebagian merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimiawi/faali. Di lain pihak, logam dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat bila terdapat dalam makanan, air, atau udara, dan dapat berbahaya bagi para pekerja tambang, pekerja peleburan logam dan berbagai jenis industri (Frank C Lu, 1995).Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan densitas lebih besar dari 5 g/cm3, terletak di sudut kanan bawah pada sistem periodik unsur, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92, dari periode 4 sampai 7. Logam berat merupakan bahan pencemar yang berbahaya karena bersifat toksik. Logam berat yang ada dalam perairan akan mengalami proses pengendapan dan terakumulasi dalam sedimen, kemudian terakumulasi dalam tubuh biota laut yang ada dalam perairan, baik melalui insang maupun melalui rantai makanan dan akhirnya akan sampai pada manusia. Fenomena ini dikenal sebagai bioakumulasi atau biomagnifikasi yaitu proses biologi yang terjadi pada organisme dengan mengendapkan logam berat pada tubuh organisme melalui rantai makanan (Amriani, 2011).Timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan (Agustina, 2010).

1.2 Rumusan Masalah Dengan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :1. Apa yang dimaksud dengan Logam Berat dan Timbal (Pb) ?2. Bagaimanakah mekanisme Toksisitas dari Timbal (Pb) ?3. Apakah Efek lain dari Timbal (Pb) ?4. Apa saja contoh kasus-kasus kejadian pencemaran Timbal (Pb) di Indonesia ?1.3 TujuanAdapun tujuan dan kegunaan penelitian dalam penulisan ini adalah :1. Untuk mengetahui definisi dari Logam Berat dan Timbal (Pb)2. Untuk mengetahui mekanisme Toksisitas dari Timbal (Pb)3. Untuk mengetahui efek lain yang disebabkan oleh Timbal (Pb)4. Untuk mengetahui kasus kejadian pencemaran Timbal (Pb) di Indonesia

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 DefinisiLogam berat dapat didefinisikan sebagai unsur-unsur yang mempunyai nomor atom 22-92 dan terletak pada periode 4 7 pada susunan berkala Mendeleyev. Logam berat mempunyai efek racun terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya. Logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (Ar), kadmim (Cd), kloronium (Cr) dan nikel (Ni). Logam-logam tersebut dapat menggumpal di dalam tubuh organisme dan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama sebagai racun yang terakumulasi (Kariada, 2012)Pencemaran logam berat terhadap lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Pada awal digunakannya, belum diketahui pengaruh pencemaran pada lingkungan. Proses oksidasi pada logam yang menyebabkan perkaratan sebetulnya merupakan tanda-tanda adanya pencemaran (Agustina, 2010)Timbal atau timah hitam dengan nama kimia plumbum (Pb) merupakan logam yang mempunyai empat bentuk isotop, berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan dengan titik leleh pada 327,5 C dan titik didih pada 1740 C di atmosfer. Secara kimiawi, timbal mempunyai titik uap yang rendah dan dapat menstabilkan senyawa lain sehingga berguna pada ratusan produk industri. Secara klinis, timbal merupakan bahan toksik murni, tidak ada organisme yang fungsinya bergantung pada timbal (Lubis et al, 2013)Timbal merupakan salah satu jenis logam berat yang terjadi secara alami yang tersedia dalam bentuk biji logam, dan juga dalam percikan gunung berapi, dan bisa juga di peroleh di alam Karena meningkatnya aktivitas manusia, seperti pertambangan dan peleburan, dan pengunaannya dalam bahan bakar minyak, dan juga masih banyak lagi di gunakan dalam pembuatan produk lainnya, sehingga kandungan timbal di biosphere telah meningkat dalam 300 tahun terakhir . Timbal bisa masuk dalam lingkungan dan tubuh manusia dari berbagai macam sumber seperti bensin (petrol), daur ulang atau pembuangan baterai mobil, mainan, cat, pipa, tanah, beberapa jenis kosmetik dan obat tradisional dan berbagai sumber lainnya. Di kebanyakan negara berkembang, sumber utama kontak dengan timbal berasal dari bensin bertimbal. Selain itu juga, berbagai consumer product seperti yang disebutkan diatas dan makanan juga bisa mengandung timbal. Keracunan timbal bisa menyerang manusia dari berbagai usia. Akan tetapi, anak usia muda, wanita hamil dan pekerja di industry tertentu lebih besar resikonya di bandingkan kelompok yang lain. Anak-anak lebih sensitive di bandingkan orang dewasa karena pusat perkembangan system saraf mereka masih berkembang (Suherni, 2010)Biasanya kadar Pb dalam tanah berkisar antara 5 sampai 25 mg/kg, dalam air tanah dari 1 sampai 60 g/l dan agak lebih rendah dalam air permukaan di alam, kadar di udara dibawah 1 g/m3, tetapi dapat jauh lebih tinggi ditempat kerja tertentu dan di daerah yang lalu lintasnya padat (Frank C Lu, 1995).2.2 Mekanisme Toksisitas Timbal (Pb)Gb. Metabolisme hemeKontaminasi timbal pada anak sebagian besar melalui tertelannya bahan mengandung timbal seperti mainan dan debu, hal ini juga dimungkinkan karena kebiasaan anak memasukkan tangan ke mulut. Tubuh anak mengarbsorsi timbal lebih banyak dibanding orang dewasa, sehingga paparan timbal yang lebih rendah dapat menimbulkan keracunan pada anak. Anak dapat mengabsorpsi lebih dari 50% timbal yang tertelan, sedang orang dewasa hanya 35 sampai 50% saja. Jumlah timbal yang diserap pada saluran cerna tergantung beberapa faktor, seperti ukuran partikel, pH, zat lain di saluran cerna, dan status nutrisi esensial. Absorpsi timbal yang tertelan pada kondisi lambung kosong lebih tinggi dibanding jika tertelan bersama makanan. Keberadaan besi dapat mengurangi absorpsi timbal dengan cara kompetisi langsung pada tempat ikatan, kondisi kekurangan besi menyebabkan peningkatan absorpsi, retensi, dan keracunan timbal Setelah diserap, 99% timbal terikat pada eritrosit, dan 1% menyebar bebas ke dalam jaringan lunak dan tulang, sehingga kadar timbal dalam darah menggambarkan kadar timbal dalam tubuh. Total beban timbal darah tersimpan dalam empat kompartemen, yaitu darah (waktu paruh 35 hari), jaringan lunak (waktu paruh 40 hari), tulang trabekular (waktu paruh 3 sampai 4 tahun), dan komponen kortikal tulang (waktu paruh 16 sampai 20 tahun). Timbal mempunyai berbagai efek pada sel. Timbal terikat pada enzim, dapat mengubah dan menghilangkan efek enzim. Timbal menghambat enzim asam -aminolevulinat dehidrase dan ferrokelatase, sehingga enzim asam -aminolevulinat dehidrase (ALAS) tidak dapat mengubah porfobilinogen akibatnya besi tidak dapat memasuki siklus protoporfi rin. Perkursor heme, erythrocyte protophorphyrin yang digantikan menjadi zinc protophorphyrin, menjadi meningkat dan pembentukan heme menurun dan terjadi anemia berat (Lubis et al., 2013)penentu ketoksikan suatu zat kimia adalah sampainya zat kimia (Pb dan Cd) utuh atau metabolit aktifnya di sel sasaran dalam jumlah yang berlebihan, pada sisi lain zat kimia dapat mengalami metabolisme menjadi senyawa non aktif dan diekskresikan(eliminasi) yang dapat mengurangi sampainya atau jumlah zat kimia dalam sel sasarannya. Dengan demikian timbulah efek toksik yang dipen- garuhi juga oleh selisih antara absorsi dan distribusi dengan eliminasinya. Dengan demikian toksitas suatu zat sangat di ten- tukan oleh Absorpsi, Distribusi, Metabo- lisme, dan Ekskresi (ADME) (Hasan, 2012)Toksisitas logam pada hewan komersial biasanya berpengaruh terhadap produksi, juga menimbulkan residu logam dalam tubuh ternak. Sapi yang makan sampah dan tercemar bahan toksik Timbal dan Kadmium, akan mengaku- mulasi Timbal dan Kadmium. Jika sapi tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai sumber pangan manusia, maka manusia yang mengkonsumsi bahan pangan terse- but kemungkinan juga akan mengakumu- lasi Timbal dan Kadmium, akhirnya akan mengalami gangguan kesehatan. Perjalanan Zat Kimia ( Pb dan Cd) dalam tubuh Hewan dan Manusia diawali dari masuknya zat tersebut kedalam tubuh melalui intravaskuler atau ekstravaskuler, selanjutnya zat masuk melalui sirkulasi sistemik dan didistribusikan keseluruh tu- buh. Proses distribusi memungkinkan zat atau metabolitnya sampai pada tempat ker- janya (reseptor). Zat kimia (Pb dan Cd) di tempat kerjanya atau reseptornya berinter- aksi dan dampaknya mungkin menimbul- kan efek, interaksi dari zat kimia (Pb dan Cd) atau metabolitnya yang berlebihan dapat menghasilkan efek toksik (Kafiar et al., 2013)Timbal yang masuk didalam tubuh tidak semuanya dapat tinggal didalam tubuh, kira-kira 5% - 10% dari jumlah yang tertelan akan diadsorbsi oleh saluran pencernaan dan sekitar 5% dari 30% yang terserap lewat pernafasan akan tinggal didalam tubuh. Timbal yang tertinggal didalam tubuh akan menggupal terutama di skeleton (90-95%). Untuk menentukan seseorang keracunan timbal dilakukan analisis kandungan timbal dalam darah, selama dalam darah timbal 90% terikat pada sel darah merah, akibatna sintesis hemoglobin terhambat, karena dapat menghalangi enzim aminolaevulinic acid dehidratase (ALAD) untuk proses sintesa tersebut, dan anemia biasa terjadi dan umur sel darah merah lebih pendek. Terhadap syaraf mengakibatkan menurunnya kecepatan konduksi syaraf (Yulaipi dan Aunurohim, 2013)

Gb. Nasib zat kimia (Pb) dalam tubuh hewan dan manusia.

2.3 Efek-efek lain dari Keracunan Timbal (Pb)Timbal memengaruhi semua organ dan sistem, termasuk sistem gastrointest

Recommended

View more >