pengaruh labelisasi halal, harga, promosi pengaruh labelisasi halal, harga, promosi penjualan, dan...

Download PENGARUH LABELISASI HALAL, HARGA, PROMOSI pengaruh labelisasi halal, harga, promosi penjualan, dan brand…

Post on 20-Apr-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

PENGARUH LABELISASI HALAL, HARGA, PROMOSI PENJUALAN,

DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

KONSUMEN PADA PRODUK KOSMETIK HALAL

(Studi Kasus Mahasiswi Prodi Manajemen Angkatan 2014 2016 Fakultas

Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji)

Tuti Sri Rahayu, Winata Wira, Firmansyah Kusasi

TutiSri.R1@gmail.com

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh labelisasi halal, harga,

promosi penjualan, dan brand image terhadap keputusan pembelian konsumen

pada produk kosmetik halal oleh mahasiswi. Populasi dalam penelitian ini adalah

mahasiswi Prodi Manajemen Angkatan 2014 2016 Fakultas Ekonomi UMRAH.

Adapun jumlah populasi dari penelitian ini adalah 155 orang dengan metode

rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah 112 orang sebagai sample dengan teknik

stratified sampling (Strata Sampel). Hasil penelitian menemukan bahwa: (1)

Labelisasi halal berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, yang

diperoleh dari nilai t-hitung sebesar 2,092 dengan tingkat signifikansinya 0,039.

(2) Harga berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, yang

diperoleh dari nilai t-hitung sebesar - 0,284 dengan tingkat signifikansi 0.777. (3)

Promosi penjualan berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian,

yang diperoleh dari nilai t-hitung sebesar - 0,108 dengan tingkat signifikansi

0.914. (4) Brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian,

yang diperoleh dari nilai t-hitung sebesar 12,639 dengan tingkat signifikansinya

0,000. (5) Labelisasi halal, harga, promosi penjualan, dan brand image secara

simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian, yang diperoleh dari nilai F-

hitung sebesar 79,891 > nilai F-tabel sebesar 2,46 dan taraf signifikansi 0,000. (4)

Besar pengaruh Labelisasi halal, harga, promosi penjualan, dan brand image

terhadap terhadap keputusan pembelian (Adjusted R2) adalah sebesar 74,0%.

Kata Kunci: Labelisasi Halal, Harga, Promosi Penjualan, Brand Image, dan

Keputusan Pembelian

mailto:TutiSri.R1@gmail.com

2

PENDAHULUAN

Masyarakat dunia saat ini telah menyadari pentingnya produk berlabel

halal. Tidak hanya cenderung sebagai kebutuhan bagi masyarakat muslim saja,

namun negara bermayoritas masyarakat non-muslim pun ikut mengkonsumsinya.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Perindustrian (2016), permintaan produk

makanan halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen dalam

enam tahun ke depan, yaitu dari USD 1,1 trilliun pada tahun 2013

menjadi USD 1,6 triliun tahun 2018. Melihat prospek yang tinggi ini, banyak

perusahaan-perusahaan produk makanan di berbagai negara seperti Indo Cina

(Laos, Vietnam, Kamboja), Australia hingga Amerika Serikat memanfaatkannya

sebagai peluang bisnis yang baik untuk dikembangkan. Bahkan negara-negara

seperti Malaysia, Turki, Jepang, Singapura, Korea Selatan, sampai ke negara-

negara Eropa yang penduduknya bermayoritas non-muslim pun mengapresiasikan

dengan mendirikan industri halal yang sekarang cukup berkembang. Tidak hanya

terbatas pada produk makanan saja, industri halal di berbagai negara termasuk

Indonesia sebenarnya juga mencakup produk-produk lain seperti produk kosmetik

(sumber: www.kemenperin.go.id). Pertumbuhan pasar industri kosmetik itu sendiri

di Indonesia rata-rata telah mencapai 9,67% per tahun dalam enam tahun terakhir

(2009-2015) (sumber: sigmaresearch.co.id).

Yang lebih menariknya lagi, penelitian yang dilakukan Sigma Research

tahun 2017 kepada 1200 perempuan Indonesia dengan segmen usia 15-55 tahun

telah menunjukkan 58,3% responden berkepentingan membeli kosmetik dikarena

faktor halal (sumber: id.linkedin.com). Dari jumlah persentase tersebut, terlihat

http://www.kemenperin.go.id/

3

bahwa permintaan konsumen terhadap produk kosmetik berlabel halal tergolong

tinggi. Tingginya permintaan tersebut, diselingi dengan semakin meningkatnya

komposisi wanita kelas menengah Indonesia yang berhijab dan ingin menjadi

wanita shalihah. Dikarenakan motivasi untuk menjadi wanita shalihah, kesadaran

wanita muslimah Indonesia untuk menggunakan kosmetik berlabel halal juga

semakin meningkat.

Penelitian yang dilakukan Sigma Research juga menunjukkan bahwa

dalam memilih kosmetik, 51,5% responden dipengaruhi oleh faktor harga

(sumber: id.linkedin.com). Bagi konsumen, harga menentukan kualitas produk.

Tinggi atau rendahnya harga suatu produk akan mempengaruhi keputusan

pembelian konsumen, konsumen akan merasa senang membeli produk apabila

harga produk sesuai dengan manfaat yang didapatkan serta sesuai dengan

kemampuan membeli konsumen. Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan

perihal harga, perusahaan harus cerdas memperhitungkan agar harga jual produk

kosmetik halal memiliki harga yang kompetitif dengan tetap memperhatikan daya

beli konsumen untuk masing-masing pangsa pasar yang hendak ditujunya.

Selain itu, semakin banyaknya peminat pada produk kosmetik, pasti akan

banyak memunculkan pesaing-pesaing lainnya. Akibatnya, akan memicu

terjadinya persaingan kompetitif. Untuk menghadapi ketatnya persaingan,

perusahaan tidak cukup hanya menghadirkan produk-produk yang memiliki

keunikan serta nilai kreativitas saja. Tetapi, perusahaan juga harus memiliki

strategi-strategi pemasaran yang tepat untuk menarik konsumen melakukan

pembelian. Salah satunya dapat melalui promosi penjualan, seperti potongan

4

harga dimana harga produk lebih murah dari harga biasanya, adanya tawaran

pungujian gratis, tawaran hadiah, dan adanya penawaran insentif lainnya.

Semakin terkenalnya kosmetik halal saat ini, sebagai produk kosmetik

yang mengerti akan kebutuhan dan keinginan konsumen serta sebagai produk

terpercaya bagi konsumen khususnya konsumen muslim, menimbulkan citra

positif konsumen terhadap kosmetik halal. Dengan tertanamnya brand image yang

positif di benak konsumen terhadap produk kosmetik halal, dapat menarik

keinginan dan merangsang konsumen untuk melakukan pembelian. Tetapi,

tantangan yang cukup berat yang harus dihadapi setiap industri kosmetik halal di

Indonesia adalah tetap menjaga citra positif kosmetik halal di mata konsumen.

Ditengah maraknya persaingan industri kosmetik dan merambahnya produk

kosmetik produksi luar negeri dipasar Indonesia, produk industri kosmetik halal

harus mampu menghadirkan berbagai produk-produk kosmetik halal yang

berkualitas tinggi dan tidak kalah dengan produk kosmetik buatan luar negeri.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul PENGARUH LABELISASI

HALAL, HARGA, PROMOSI PENJUALAN, DAN BRAND IMAGE

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK

KOSMETIK HALAL.

Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah:

1) Untuk mengetahui pengaruh labelisasi halal terhadap keputusan pembelian

konsumen pada produk kosmetik halal

5

2) Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen

pada produk kosmetik halal

3) Untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan

pembelian konsumen pada produk kosmetik halal

4) Untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian

konsumen pada produk kosmetik halal

5) Untuk mengetahui pengaruh labelisasi halal, harga, promosi penjualan, brand

image terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk kosmetik halal

Kajian Pustaka

Labelisasi Halal

Menurut Iranita (2013), Labelisasi halal adalah perizinan pemasangan kata

HALAL pada kemasan produk dan proses pemasangan dilakukan atas izin dari

Badan POM berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi MUI dalam bentuk

Sertikat Halal MUI. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika

Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), merupakan sebuah lembaga yang

dibentuk oleh MUI yang bertugas menjalankan fungsi MUI untuk melindungi

konsumen muslim dalam mengkonsumsi makanan, minuman, obat-obatan

maupun kosmetika (sumber: www.halalmui.org).

Harga

Menurut Kotler dan Armstrong (dalam Setiyaningrum, dkk, 2015 : 128),

harga merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk suatu produk atau suatu

jasa. Secara lebih luas dapat dikatakan bahwa harga ialah jumlah semua nilai yang

diberikan oleh konsumen untuk memperoleh keuntungan (benefit) atas

kepemilikan atau penggunaan suatu produk atau jasa. Secara historis, harga

menjadi faktor utama yang mempengaruhi pilihan seorang pembeli. Dan harga

6

juga merupakan salah satu elemen terpenting yang menentukan pangsa pasar dan

tingkat keuntungan perusahaan.

Promosi Penjualan

Menurut Hermawan (2012 : 128), promosi penjualan (sales promotion)

adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat

diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan

jumlah barang yang akan dibeli pelanggan. Melalui promo